13 Pembunuh

13 Pembunuh
Geger di Kembangsoka (bag2)


__ADS_3

Cahaya kuning keemasan yang menyambar cepat itu bukan saja sanggup membuat gerakan gobang ditangan si 'Macan Loreng Tiga Gobang' tertahan dan bergetaran hingga urung membabat mata pemilik warung, bahkan nyaris saja senjata itu terlepas dari genggaman tangannya.


Siapapun orang yang telah menghalangi babatan gobangnya pastilah mempunyai ilmu kesaktian tinggi. sinar kuning tajam yang menghadang senjatanya terus melesat sampai menghantam dinding warung yang terbuat dari anyaman bilah bambu. terlihat satu guratan panjang dan hitam gosong mirip bacokan sepanjang empat jengkal menjebol dinding warung.


Dengan menggeram marah lelaki kasar berpakaian kulit harimau belang itu kerahkan tenaga dalamnya untuk menahan getaran keras akibat benturan tenaga sakti yang terasa panas seolah memecah kulit telapak tangannya. kedua orang anak buahnya yang memakai baju rompi hitam dan ikat kepala kulit harimau loreng juga bangkit seraya cabut senjatanya masing-masing. bertiga mereka memandang sekeliling.


Warung makan Ki Pulut ukurannya cuma dua tombak keliling. didalamnya hanya ada dua meja dan empat buah bangku kayu. orang yang berada didalam warung itu selain Ki Pulut dan cucu lelakinya, hanya ada dia bersama dengan dua orang anak buahnya. jika demikian orang yang telah menghalangi serangannya pastilah berada di luar warung.


Diluar sana mendung semakin gelap. suara gemuruh guntur beberapa kali terdengar diatas langit. sepertinya hujan deras akan turun malam ini. ada dua buah meja lain dibagian luar warung. terlihat juga ada tiga orang yang sedang duduk disana. sepasang lelaki dan perempuan setengah umur berjubah hitam dengan kedua tangan serta wajahnya yang pucat kekuningan ditumbuhi bulu- bulu putih.


Jika dilihat tampang kedua orang ini mirip dengan monyet atau kera. jemari keduanya yang berkuku tajam dan sedang memegang gelas bambu berisi minuman keras terlihat memancarkan cahaya kekuningan. dengan tatapan mata acuh namun tajam mereka melirik Macan Loreng Tiga Gobang yang cukup terperanjat melihat kedua orang itu.


''Sialan betul., kenapa kedua orang tua ini bisa muncul disini.?'' batinnya gelisah. sementara ujung matanya juga sempat melihat seorang perempuan muda berjubah putih dengan rambut hitam ikal sepunggung. meskipun raut wajahnya tidak terlihat karena tertutupi caping daun pandan, tapi dari perawakannya yang menarik dapat dikira kalau wajahnya pastilah cantik.


Yang menarik adalah di belakang pinggang ramping wanita muda ini terselip bersilangan dua buah pedang pendek dengan sarung berwarna keemasan. hidangan dua ikat kacang rebus, potongan ketela ubi goreng dan sekendi minuman menemaninya diatas meja.


Macan Loreng Tiga Gobang mendelik gusar. meski hanya sekejap masih sempat terlihat olehnya salah satu pedang pendek yang berukiran burung walet emas itu baru dimasukkan kembali ke dalam sarungnya. dari sini dapat diduga kalau si penyerang pastilah gadis berjubah putih itu.

__ADS_1


Dengan satu isyarat kedua anak buahnya sudah bergerak maju mengepung. tanpa bicara apapun senjata gobang ditangan mereka sudah membabat si gadis jubah putih dari kiri kanan. sasarannya leher juga bagian punggung lawan. dari kecepatan dan tenaga serangannya dapat diketahui kalau dua orang ini cukup berisi.


Gadis itu masih sempat meneguk kendi minumnya sebelum tubuhnya yang masih di duduk diatas bangku bergerak meliuk bagai sebatang tangkai bunga cantik yang tertiup angin. sesaat dia rebah punggungnya sama rata dengan tempatnya duduk hingga babatan kedua gobang lawan lewat diatasnya.


Dua senjata itu masih terus memburu. dari membabat berubah jadi membacok lantas menikam. kali ini serangan mereka dibarengi dengan dua pukulan dan tendangan keras yang mengandung tenaga dalam kuat. dalam hati mereka yakin serangan beruntung ini setidaknya mampu membuat lawan cedera parah.


Sebaliknya yang diserang kembali membuat gerakan berputar dan meliuk dengan cepatnya. tubuh langsing itu seolah lenyap berganti bangku kayu yang berputaran menghantam kiri kanan. meskipun bangku itu hancur dirajam senjata lawan tapi orangnya selamat lalu balik menghantam, menotok dan mencengkeram.


'Whuuutt., whuuuuk. wheeet.!'


'Sraaass., braaaakk., kraaaks.!'


''Uuughk.!''


Suara bangku kayu yang hancur remuk berkeping-keping dan teriakan kesakitan yang dibarengi dengan terkaparnya tubuh dua orang berbaju hitam itu seakan terdengar bersamaan. belum sempat sadar dengan apa yang terjadi pada anak buahnya, kaki ramping dan putih bersih si gadis sudah menginjak hancur tulang lutut sekalian menendang pingsan keduanya.


Gerakan perempuan muda yang ditaksir umurnya belum dua puluh lima tahunan itu tidak berhenti sampai disitu saja. tanpa menoleh dia jejakkan kedua kakinya ketanah. tubuhnya melesat maju selincah burung walet terbang. bersamaan tangannya meraih kebelakang pinggang. dua bayangan sinar pedang emas sudah menyambar bersilangan yang mengancam empat bagian tubuh dari sasarannya.

__ADS_1


Diserang jurus pedang sehebat itu membuat Macan Loreng Tiga Gobang terperanjat dan merutuk. sambil melompat mundur secepat yang dia mampu kedua tangannya serentak mencabut ketiga gobangnya. jika tangan kiri langsung menggenggam gagang senjata, maka tangan kanannya cuma meraih rantai baja kecil yang menghubungkan dua ujung gagang gobangnya.


Saat ditarik baru terlihat kalau ternyata rantai baja kecil itu panjangnya hampir satu lengan tangan. saat di putar dan mengibas terdengar bunyi meraung keras. rantai bermata dua gobang ditangan kanan terayun menyambar seperti cambuk petir. gobang ditangan kiri menusuk dan membabat dari perut naik ke dada. sinar hitam redup turut menyambar. inilah jurus 'Macan Guntur Kilat Hitam.!'


Wajah si gadis dibalik caping sunggingkan senyuman mengejek. meski serangan lawan cukup hebat tapi jurus pedangnya masih setingkat lebih kuat. cahaya pedang emas bergerak secepat sayap burung walet terbang. seiring tubuhnya yang meluruk deras gerakan pedang yang menikam, membacok dan membabat secara bersilangan seolah dia dapat lakukan dalam waktu yang bersamaan.


Biarpun sebenarnya suara bentrokan senjata itu terjadi berulang kali namun seakan juga terdengar dalam sekali gerakan saja saking cepatnya mereka beradu jurus. suara jeritan tertahan keluar dari mulut si 'Macan Loreng Tiga Gobang' yang terpelanting beberapa langkah kebelakang. tetesan darah terlihat memercik dari beberapa bagian tubuhnya yang terluka.


Dengan keluarkan raungan buas orang ini bermaksud mendahului menyerbu tanpa perduli dengan luka ditubuhnya. tapi maksud hatinya tidak dapat terwujud. dengan mencaci- maki kotor dia terpaksa menyambut serangan pedang kembar lawan yang terus memburunya tanpa ampun.


''Bangsat sialan., siapa gadis muda berjubah putih ini. jurus pedangnya sangat luar biasa..'' batinnya geram bercampur panik. tidak ada kesempatan baginya untuk mencari tahu. dia cuma dapat menyesali kesialannya. hanya lima jurus saja orang ini dapat bertahan sebelum dua babatan pedang bersilangan mengakhiri perlawanannya.


Tubuh Macan Loreng Tiga Gobang terjungkal dengan dada robek hingga ke atas pundak . sementara rantai gobangnya putus dan mental entah kemana. gadis bercaping daun pandan itu jejakkan tubuhnya dengan enteng dan mantap diatas tanah. sepasang pedang pendeknya berputar membentuk perisai cahaya emas melingkari tubuh sebelum lenyap dibalik pingangnya yang ramping.


''Haa., ha., suatu pertunjukan ilmu pedang kembar yang luar biasa. kalau tidak salah mata tuaku melihat, pastilah itu jurus pedang 'Walet Emas' milik majikan 'Lembah Seruni'. tapi ada urusan apa yang membuat Nyi Puji Seruni sang 'Dewi Seruni Putih' sampai jauh keluar dari sarangnya.?'' tegur lelaki setengah umur bermuka mirip monyet sambil tertawa.


Gadis yang dipanggil sebagai Dewi Seruni Putih perlahan berpaling. capingnya diangkat hingga terlihat seraut wajah cantiknya yang mempesona. ''Aku juga tidak menyangka kalau pesilat rendahan sepertiku bisa dikenali oleh 'Raja dan Ratu Lutung Sakti'. dua ketua perguruan silat 'Lutung Ciremai' yang sangat terkenal.!'' ucapnya balas menyapa dan menjura hormat.

__ADS_1


*****


Mohon maaf., novel 13 Pembunuh tidak dapat up date seminggu kedepan karena kesibukan kerja authornya. tolong tulis komentarnya yah😅🙏., Terima kasih.


__ADS_2