
Melihat bayangan dua ular kobra hitam raksasa yang bergulungan menyelimuti tubuh Respati, baik 'Momok Jelaga Hitam' maupun kedua rekannya sama terperanjat dan bergidik ngeri. dua ekor kobra hitam itu bukannya cuma wujud semu tapi memang roh siluman yang nyata. sungguh mereka tidak mengira kalau si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' masih menyimpan ilmu kesaktian sehebat ini.
Demikian juga 'Iblis Tangan Biru' serta si 'Sukma Tertawa'. biarpun sudah mendapat tambahan kekuatan dari ketua 13 Pembunuh tapi mereka merasa tidak yakin sanggup jika harus berhadapan dengan ajian yang memiliki pamor begitu menyeramkan. belum lagi ancaman maut yang datang dari kipas pusaka milik si 'Dewi Malam Beracun' yang datang menggebrak.!
''Keparat., ilmu setan apa yang dimiliki pemuda sialan ini. dari berita yang kudengar diluaran selama ini dia hanya mengandalkan ilmu pukulan 'Kobra Penggerogot Mayat' serta pedang 'Iblis Hitam' sebagai senjatanya. lalu sejak kapan bocah bangsat ini menguasai ilmu siluman yang begini mengiriskan hati.?''
''Belum lagi wanita binal berjubah hitam itu. sekarang wajah cantiknya berubah menjadi aneh dan menakutkan. sejak dia mendapatkan kipas pusaka warisan partai 'Kipas Sangkala' kesaktian perempuan sundal ini meningkat tajam. dua jenis ilmu kedigjayaan yang luar biasa sudah ditunjukkannya padahal dia belum pernah mempelajarinya..''
Semua yang sedang dipikirkan oleh Momok Jelaga Hitam, Iblis Tangan Biru dan si Sukma Tertawa saat itu juga sama dengan yang berada dalam benak ketua 13 Pembunuh. tapi meskipun heran dan gusar manusia tinggi besar itu tidak merasa kalut. ''Huhm., tingkah kedua bocah tengik ini semakin membuatku muak saja. tapi kuyakin tiga begundalku masih sanggup menyingkirkan mereka berdua karena kutahu ilmu kipas itu belum dapat sempurna dia kendalikan..''
''Setan alas., sebenarnya dari mana si 'Maling Nyawa' mendapatkan senjata kipas sakti itu. dilihat dari kebiasaannya selama ini, dia pasti mengembatnya dari tangan orang lain. samar aku juga melihat ada hubungan yang dekat antara tua bangka itu dengan si Ular Sakti Berpedang Iblis..'' gumam ketua 13 Pembunuh katupkan rahangnya seakan berpikir keras.
''Bajingan tua terkutuk., beraninya bedebah itu menipuku sekian lama. dia telah sengaja menyusupkan si Ular Sakti Berpedang Iblis kedalam kelompok 13 Pembunuh yang aku pimpin secara diam- diam. maling tua keparat itu sengaja tidak mewariskan ilmu silat dan kesaktiannya yang asli pada pemuda itu untuk penyamaran sehingga tidak seorangpun tahu kalau mereka berdua sebenarnya adalah guru dan murid..''
__ADS_1
''Kitab pusaka 'Kobra Iblis' yang sudah puluhan tahun lenyap tanpa jejak dari istana Angsa Emas, bahkan sebelum diriku merebut pucuk pimpinan 13 Pembunuh pasti juga hasil perbuatannya. sialan., bedebah jahanam. rupanya dia sudah merencanakan semua ini sejak lama.!'' sang ketua merutuk penuh kegusaran saat menyadari segala tipuan bekas anak buahnya yang bertampang bodoh dan lugu itu.
Walaupun gerakan kedua dari ilmu kesaktian 'Kipas Darah Bulan Mentari' yang dinamai jurus 'Bulan Mentari Berkabut Air Mata Darah' itu baru saja merasuki jiwa Roro dan wanita ini juga belum pernah mempelajari sebelumnya, namun dia seolah sudah bersatu dengan roh kipas sakti itu hingga bergerak dengan luwes seakan ada kekuatan gaib yang menuntunnya.
Sekali ini agak berbeda. jika sebelumnya kipas cuma menggebut kini sebelumnya senjata itu sempat membuat gerakan membabat dari kiri ke kanan bagaikan sambaran mata golok. semburat cahaya dan kabut merah darah disertai titik- titik air yang juga berwarna merah menyembur deras menyelimuti udara. bau anyir dan hawa panas yang menyebar terasa berat menyesakkan pernafasan.
'Shraaaatt., shaaaat., sheeeettt.!'
'Whuuuuss., whuuuut., wheeeett.!'
Pertarungan ilmu kedigjayaan dua lawan tiga dari golongan pesilat kelas atas yang terjadi jelas membuat segalanya yang berada disana tergoncang hebat. hempasan tenaga lima aji kesaktian yang saling hantam bahkan sampai membuat sang ketua 13 Pembunuh harus berkelebat menyingkir. meskipun begitu hanya dengan tiga kali kebutkan lengan jubahnya yang memancarkan cahaya kuning keemasan, serangan tenaga kesaktian yang mengancam dapat dia musnahkan.
Jika si ketua 13 Pembunuh alis 'Tuan Sesepuh Istana Utara' mampu dengan mudah bertahan dari ancaman angin lima pukulan sakti yang saling hantam, jelas tidak demikian dengan anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' dan 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' dari Istana Angsa Emas. ibarat kata pepatah., dua gajah berkelahi, pelanduk mati ditengah- tengah.
__ADS_1
Walaupun kemampuan mereka lumayan hebat tapi sayangnya masih jauh dari kuat untuk dapat bertahan. tubuh mereka bermentalan bagaikan daun kering terhembus angin. semburan darah beriring teriakan penuh ngeri terdengar bersautan. saat berjatuhan ke bumi lembah itu sudah bertambah dengan puluhan sosok mayat yang tidak lagi utuh raganya.
Mayat- mayat hancur bersimbah darah, sebagian ada juga yang hangus menghitam. diantaranya paling mengerikan raganya lumer gosong dan meleleh hingga menyebarkan bau sebusuk bangkai, menandakan kalau dia mati bukan saja sebab ilmu pukulan beracun tapi juga terbakar habis seperti lilin dilalap api.
Gumpalan kabut bersinar kemerahan dengan disertai tetesan air mata darah masih terus menyelimuti udara. demikian juga dua ekor kobra raksasa jejadian tetap bergulungan diantara kabut merah darah yang menutupi pandangan mata. bau busuk dan udara sangat panas membuat hampir semua orang tidak dapat bertahan. mereka jatuh terduduk sambil kemudian muntah- muntah.
Tidak terkecuali si 'Setan Arak' yang sedang sibuk menghadapi Ki Sabda Langitan atau si 'Tangan Penggoncang Langit'. juga Klowor Gombor yang bertarung sengit dengan Panglima Istana Kanan dan Panglima Istana Kiri. tanpa bersepakat lebih dulu mereka sama berkelebat menjauh.
Butuh waktu belasan tarikan nafas untuk membuat semuanya terlihat jelas. saat segala yang menutupi mata hilang, nampak Momok Jelaga Hitam sudah terkapar tewas dengan tubuh hangus kering dan menciut. kepulan asap hitam masih menyelimuti raganya yang rIngkih. itulah akibat dari ilmu 'Sepasang Kobra Inti Neraka' yang dilepaskan Respati.!
Di penjuru lainnya sosok Iblis Tangan Biru dan Sukma Tertawa kembali terjungkal. meskipun harus menahan rasa sakit yang luar biasa karena sekujur tubuh mereka seakan baru disiram air darah yang mendidih hingga keduanya melolong bergulingan ditanah, tapi nyawa mereka masih selamat setelah ketua 13 Pembunuh mengebutkan kedua lengan jubahnya. dua gulungan sinar kuning yang sangat dingin menderu dan menyapu habis air darah yang mengelupas kulit kedua anak buahnya.
Kejadian ini sangat mengejutkan siapapun yang berada disana terutama pihak kelompok 13 Pembunuh. anehnya biarpun sudah kehilangan banyak anak buah andalannya, tapi ketua 13 Pembunuh seperti tidak merasakan kepanikan. malahan dari balik topeng tengkoraknya tersembur tawa keras yang menggoncang jiwa.
__ADS_1
''Haa., haa., ha., aku sangat menikmati semua permainan ini. biarpun begitu kuakui kalian semua cukup hebat dan diluar perkiraanku sebagai lawan. tapi jangan kalian keburu merasa senang duluan karena diriku sudah siapkan beberapa kejutan yang kuyakin dapat membuat kalian semua mati dengan penuh kepasrahan.!''