13 Pembunuh

13 Pembunuh
Angonan Mayit Sewu., Penggembala Seribu Mayat. (bag1)


__ADS_3

Hampir bersamaan semua orang berteriak kaget dan bergidik seram. tidak kira mayat para anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' dari 13 Pembunuh maupun 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' istana Angsa Emas yang sudah mulai menyebar bau busuk dan basah oleh air hujan yang sempat turun sama bangkit berdiri dengan sikap kaku dan tangan seolah hendak menggapai- gapai sesuatu.


Kepala beratus mayat hidup yang penuh bekas luka menganga ditubuhnya itu mendongak miring keatas dengan kedua mata memerah. dari mulut mereka terdengar suara meracau yang melengking tinggi mirip jeritan kesakitan tapi juga serupa raungan penuh dendam. biarpun begitu mereka semua hanya berdiri ditempatnya seakan sedang menunggu sesuatu.


''Bangsat jahanam., bagaimana mungkin manusia keparat itu bisa mendapatkan rahasia ilmu terlarang yang sudah tersimpan dalam peti gaib diruang terkunci Istana Angsa Emas. setahuku hanya ketua terdahulu saja yang mampu membuka mantra pengunci peti itu..'' ucap Ki Sabda Langitan gusar dan panik.


''Apa yang kau herankan lagi saudara Sabda Langitan., jika orang itu bisa menguasai ilmu terlarang 'Mecah Rogo Mecah Sukmo' bukan sesuatu yang tidak mungkin jika dia juga dapat mempelajari rahasia ilmu terkutuk lainnya seperti ajian 'Angonan Mayit Sewu' ini..'' ujar Kyai Jabar Seto sambil berdzikir memutar butiran tasbih yang bersinar kebiruan ditangannya.


Kecuali Maling Nyawa dan Ki Sabda Langitan alias si 'Tangan Penggoncang Langit' hampir semua orang saling pandang tidak mengerti. biarpun baru pertama kali ini mendengarnya tapi mereka sadar kalau ilmu kesaktian yang disebutkan tadi pastilah luar biasa dahsyatnya.


''Kakek tua Maling Nyawa., bisakah engkau berikan sedikit penjelasan pada kami kaum muda tentang apa yang dimaksud dengan ilmu 'Angonan Mayit Sewu' itu agar dapat menambah pengetahuan kami..'' bujuk Roro tersenyum manis dan menjura hormat dihadapan guru Respati.


Orang tua itu cuma nyengir, ''Bocah wadon ayu ini benar- benar seorang perayu genit yang tidak takut apapun. dalam keadaan terancam maut seperti inipun dia masih sempatnya tebar pesona. Aish., aku jadi prihatin dan kasihan dengan nasib Respati. jika kelak mereka berdua berjodoh, mungkin setiap harinya bocah bandel itu bakalan dibuat tidak berkutik terkempit dibawah ketiak wanita ini..''

__ADS_1


''Tapi harus diakui, tubuh murid si 'Nenek Tabib Selaksa Racun' ini memang luar biasa indah. dulu saat aku menyembunyikan diri dalam goa rahasia yang kubuat sendiri di pulau 'Seribu Bisa' aku beberapa kali mengintip wanita ini mandi di pantai. Hee., he..'' batinnya tertawa dalam hati. meski begitu diluarnya dia tetap menjawab pertanyaan Roro.


''Ilmu terlarang 'Anggonan Mayit Sewu yang bisa diartikan sebagai seorang yang sedang menggembala seribu sosok mayat adalah sejenis ilmu sihir hitam yang sangat jahat dan mampu membangkitkan mayat atau raga orang- orang yang sudah mati sekaligus mengendalikannya..''


''Dulu kabarnya dimasa awal bergabung dalam 13 Pembunuh, pernah kudengar musuh lama gurumu si Nyai Bawang atau 'Nenek Bawang Beracun Belatung Darah' sangat menginginkan ilmu kesaktian ini. tapi setiap kali berusaha mempelajarinya entah kenapa dia selalu gagal ditengah jalan..'' jelas si Maling Nyawa.


'Tunggu dulu., saat aku bersembunyi di pulau Seribu Bisa sempat kulihat Nyai Bawang dan ketua 13 Pembunuh mengumpulkan mayat- mayat para tokoh silat yang sudah diawetkan. Aah., jangan- jangan semua kejadian itu ada hubungannya ilmu 'Angonan Mayit Sewu.!'' seru Maling Nyawa terperanjat. demikian pula yang lainnya.


Namun mereka semua tidak dapat berpikir lebih lama, karena bersamaan dari atas langit yang dipenuhi pusaran gumpalan awan gelap serta cahaya kemerahan itu mendadak terdengar suara keras bergemuruh disusul sambaran halilintar yang menghunjam bumi. saat itulah beratus mayat hidup keluarkan suara lolongan meraung buas.!


Beratus- ratus bahkan mungkin ribuan mayat hidup serentak meraung buas lantas semua menyerbu seakan mahkluk iblis kelaparan yang baru keluar dari liang neraka. beberapa anggota Pasukan Pedang Angsa Sakti sesaat nampak gugup dan ragu untuk menyerang karena bagaimanapun juga sebagian mayat hidup itu adalah rekan mereka yang sedah melalui susah senang bersama.


Tapi itulah kesalahan besar. dengan gerakan menerjang dan menerkam, ratusan mayat hidup itu dengan ganasnya mencekik, mencabik, menggigit dan memakan daging para korbannya. darah yang tersembur juga dihisap bagai minuman penyegar para mayat hidup. jerit kematian kembali berkumandang, bakan kini terdengar lebih memilukan hati.

__ADS_1


Hanya dalam waktu beberapa kejapan mata saja puluhan korban sudah terjatuh binasa. bacokan dan tikaman pedang dari Pasukan Pedang Angsa Sakti seakan tidak berarti bagi mayat hidup itu. mereka tetap berdiri dan menyerbu. bahkan saat raganya tinggal badan dan kepala, mayat terpotong itu tetap beringas dan meraung seram.


Beberapa anggota pasukan yang tidak kuat sampai gemetaran ngeri lalu muntah melihat semua kejadian menyeramkan yang belum pernah mereka dengar dan alami sebelumnya. kepanikan juga ketakutan melanda semua orang. ''Kalian mesti kuatkan nyali., mereka bukan lagi kawan kita melainkan musuh. dengan membunuhnya kita malah dapat membebaskan roh mereka yang terkekang.!'' seru Panglima Istana Kiri sambil lemparkan gelang- gelang terbangnya.


Tiga mayat roboh terjungkal dengan kepala pecah. tetapi sebentar saja mereka sudah kembali berdiri dan menyerbu. ''Gila., mereka tidak dapat dirobohkan.!'' Panglima Istana Tengah berseru tercekat bingung. bukan hanya senjata gelang emas rekannya saja, sambaran sinar kuning dari pukulan saktinya yang menembus perut dan dada mayat hidup juga seolah tidak berpengaruh.


Yang membuat semuanya semakin putus asa, korban yang terkena gigitan mayat dan tewas seolah terhisap lenyap tenggelam kedalam gumpalan kabut gelap beracun yang berada didepan ketua kelompok 13 Pembunuh berdiri. berikutnya mayat- mayat baru itupun bangkit lalu berbalik turut menyerang orang Istana Angsa Emas.


''Tikamkan pedang kalian tepat ditengah dahi juga jantung mayat.!'' seru Kyai Jabar Seto mencoba memberi petunjuk meskipun dia sebenarnya juga tidak yakin akan berhasil. semua orang tidak punya pilihan lain kecuali mencoba. diluar dugaan mayat yang tertikam pedang di dahi dan jantungnya sesaat berhenti bergerak seolah kehilangan kendali perintah.


''Penggal saja kepalanya sekalian, agar ketua 13 Pembunuh tidak punya kesempatan untuk menyambung kembali mantranya yang terputus.!'' teriak si Maling Nyawa sambil hantamkan empat pukulan saktinya. Ki Ageng Bronto yang pertama kali bertindak. sekali golok Bayangan Setan berkelebat, tujuh batok kepala mayat hidup terpenggal menggelinding. tubuh mereka menyusul terjungkal roboh mengeluarkan gumpalan asap hitam.


Melihat kejadian itu semangat bertarung para pendekar kembali terbangkit. dengan seluruh sisa tenaganya mereka berusaha menghabisi pasukan mayat hidup dengan cara yang sama. tapi sayangnya jumlah mayat hidup terlalu banyak dan semakin ganas mengepung mereka, sementara itu waktu sudah mendekati pagi hari.

__ADS_1


*****


Asalamualaikum., Silahkan tulis komentar, kritik saran, like👍 vote👌, dan rate bintang🌟 lima jika anda suka. Terima kasih. Wasalamualaikum.🙏


__ADS_2