13 Pembunuh

13 Pembunuh
Salah paham.


__ADS_3

Kejadian ini sungguh diluar dugaan siapapun. jangankan sang ketua dari 'Kelompok 13 Pembunuh' bahkan para bawahannyapun juga tidak berani mempercayai jika potongan tangan yang tergeletak diatas tanah itu adalah milik si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh'. rekan mereka yang dianggap paling hebat ilmu kesaktiannya dibanding anggota yang lain.


Sampai- sampai 'Setan Arak' dan si 'Gila Tangan Kudis' alias Klowor Gombor harus paksakan dirinya untuk berdiri mendekat. sebagai kawan lama seangkatan dalam 13 Pembunuh yang masih tersisa mereka juga mengenal betul tingkat kehebatan dari si tua buntung itu. dendam kesumat bercampur dengan rasa tidak percaya membuat tubuh kedua orang ini bergetaran menahan hawa nafsu membunuh yang memuncak.


''Perempuan jahanam. apa yang telah kau lakukan pada Lengan Tunggal Pengejar Roh. aku tidak percaya wanita sundal keparat sepertimu mampu mencelakainya. kau pasti sudah berlaku licik.!'' bentak si Setan Arak gusar. ''Perbuatanmu ini harus kau tebus dengan nyawa anjingmu. mampuslah kau perempuan hina.!'' maki Klowor Gombor.


Sambil meraung pembunuh bayaran tua yang edan ini lontarkan pukulan sakti 'Seribu Bisul Busuk Darah Setan' yang menjadi andalannya, Klowor Gombor berniat untuk membunuh si 'Dewi Malam Beracun' dalam sekali hantam. puluhan bisul bernanah yang memenuhi kedua lengkannya yang besar kekar keluarkan suara letupan beruntun. berpuluh cairan merah darah berbau busuk disertai kabut cahaya merah menyembur cepat ke depan.!


Sementara rekannya si Setan Arak juga tidak mau ketinggalan. dua buah kendi berisi arak beracun yang tergantung di pinggangnya langsung habis ditenggaknya. anehnya kulit tubuh orang berubah kehitaman membara seperti dipanggang. perutnya yang besar ikut pula menggembung. berikutnya dengan kedua mata melotot bengis Setan Arak membuka mulutnya yang terkatup rapat.


Dari dalam rongga mulut itu tercium bau sangat menyengat yang diikuti semburan cairan hitam dan kobaran api panas. kekuatan semburan cairan panas ini bukan main hebatnya karena mampu mencapai jarak hingga lebih sepuluh langkah jauhnya. konon jika tidak berada dalam puncak kemarahan dan ancaman nyawanya, Setan Arak tidak bakal sudi mengeluarkan ilmu kesaktiannya yang dinamai 'Limbah Arak Perut Neraka' ini.!


'Whuuusss., whuuusss., sraaartt.!'


'Sraaass., chaaass., cheeess.!'


''Awas Roro., cepat kau menghindar.!'' teriak Puji Seruni dan si 'Putri Penjerat' hampir bersamaan. mereka hendak membantu tapi jarak mereka terlalu jauh. disaat itu Respati sigap lepaskan aji kesaktian 'Pertemuan Dua Kutub Inti Bumi' dengan kekuatan tenaga dalam penuh. semburan titik- titik air beku dan hembusan hawa dingin turut mengiringi ilmu pukulan yang terakhir kali dia pakai saat menghadapi penghadangan para anggota perkumpulan pengemis 'Sembilan Tambalan'.

__ADS_1


Meskipun ilmu kedigdayaan yang bersumber pada hawa dingin ini kekuatannya jelas masih berada di bawah kehebatan ajian 'Nisan Kuburan Membeku' milik Pranacitra tapi dengan meningkatnya tenaga kesaktian pemuda ini karena bantuan 'Darah Keabadian' murni yang dia dapatkan dari tubuh Satriyana, membuat ilmu itu menjadi berlipat ganda kekuatannya.


Respati sengaja menggunakan ilmu ini agar dapat setidaknya membendung semburan cairan beracun ganas dari dua ajian yang dilepaskan lawannya. karena bagaimanapun juga hanya ilmu pukulan berhawa dingin yang dapat menahan aji kesaktian bersifat panas, apalagi yang berupa cairan dan kabut api beracun.


Sedangkan Roro Wulandari yang berada dalam ancaman kematian pastinya juga tidak tinggal diam. tangan kirinya yang membentuk cakar berapi bergerak mencabik. jurus 'Cakar Tengkorak Darah' menyambar ke depan. sementara seiring tubuh rampingnya yang berputar, tangan kanannya meraih ke belakang pinggangnya lantas membabat. sebuah kipas merah darah yang terlipat bergerak menusuk. ilmu 'Totokan Kipas Berdarah' dari rangkaian jurus Kipas Darah Bulan Mentari' ikut menyambar.


Namun ancaman maut bagi wanita secantik bidadari ini menjadi semakin mengerikan karena sang ketua 13 Pembunuh dengan menggembor murka turut lepaskan dua ilmu pukulan sekaligus. 'Kepakan Sayap Angsa Pemusnah Jiwa' yang disusul dengan jurus 'Patukan Paruh Angsa Iblis'. ''Serahkan saja jiwamu wanita pelacur keparat.!'' rutuknya penuh dendam amarah.


Walau Roro dan Respati memiliki kesaktian yang luar bisa tetapi jika diserang seganas ini pastilah akan terdesak. meski tidak sampai tewas atau luka parah setidaknya aliran darah dan penyaluran tenaga dalam ditubuh mereka sangat mungkin bakalan tersendat. dalam detik terakhir sebelum benturan dari berbagai ilmu kesaktian terjadi, terdengar raungan keras bagaikan suara binatang buas raksasa.


Dua gelombang cahaya kuning emas dan hitam berbentuk sepasang kepala naga buas sedang mementang mulutnya menyambar ganas, melabrak kedua ilmu kesaktian yang dilontarkan ketua Kelompok 13 Pembunuh. aji kedigdayaan 'Raungan Naga Kehancuran' milik si pincang Pranacitra melabrak apapun yang ada di hadapannya.


Melihat gerakan dari pihak 13 Pembunuh, membuat 'Pendekar Golok Bayangan Setan' Ki Ageng Bronto dan si 'Laba- Laba Kuning' juga turut bertindak. jurus 'Tujuh Bayangan Setan Lapar Meraung' dan 'Benang Emas Maut Pemintal Jiwa' melesat memburu sasaran. sekalian Putri Penjerat bermaksud untuk menguji kekuatan ilmu barunya.


Walaupun mungkin dari tingkat kedigdayaan mereka tidak dapat membantu banyak tapi rasa ikatan erat diantara empat orang bekas pembunuh bayaran itu membuat jiwa mereka berdua mendidih melihat rekannya terancam. yang membuat hati keduanya sangat kesal, justru yang turun tangan membantu Roro dan Respati bukannya orang Istana Angsa Emas melainkan si pincang. padahal sebenarnya dia tidak ada kaitan permusuhan langsung dengan 13 Pembunuh.


Hampir bersamaan 'Malaikat Copet' si 'Maling Nyawa' dan Satriyana juga telah tiba disana. kehadiran gadis itu disambut suka cita oleh para pimpinan 'Istana Angsa Emas'. Ki Sabda Langitan atau si 'Tangan Penggoncang Langit' segera memerintahkan 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' untuk memberikan perlindungan pada pewaris Istana Angsa Emas itu. belum sempat dia bicara pada Satriyana ditengah gelanggang telah keburu terjadi ledakan sangat dahsyat.

__ADS_1


'Whuuuuss., whuuutt., wheeeess.!'


'Blaaaammm., blaaaarrr., glaaaarrr.!'


''Aaaaaakh., Uuaaagkh.!''


Teriakan parau terdengar diantara gulungan angin panas yang menutupi pandangan. keadaan pulau 'Seribu Bisa' yang sudah porak poranda semakin tidak lagi dapat dipaparkan. tanah rengkah, pecah dan terbelah. bebatuan berhamburan seiring pusaran angin tenaga kesaktian yang mengamuk. perlu waktu lebih dua puluh tarikan nafas untuk mengetahui yang terjadi disebalik debu panas pekat itu.


Beberapa sosok tubuh terlihat terlontar keluar dari balik gulungan debu pasir panas yang membumbung tinggi. jika si Putri Penjerat masih dapat bernafas meski terkapar luka parah dengan beberapa bagian tulang patah, tidak demikian yang di alami Nyi Balung Geni alias 'Nenek Tualang Api'. perempuan tua yang terkenal kebal itu diluar dugaan tewas dengan tubuh tercabik.!


Jurus kesaktian baru milik Putri Penjerat yang dilepaskan dengan seluruh kemampuan tenaga saktinya sanggup menjebol kekebalan kulit daging nenek itu. walaupun akibatnya dia sendiri mesti tumbang dan harus secepatnya mendapatkan pertolongan jika tidak ingin lumpuh seumur hidup atau bahkan mati.


Beberapa orang pesilat yang terlibat dalam bentrokan adu ilmu kesaktian itu masih ada yang sanggup berdiri tapi lebih banyak yang terpental meski belum jelas siapa orangnya karena tertutupi debu pekat. saat itulah terjadi hal yang diluar dugaan siapapun. Pranacitra berkelebat cepat ke satu jurusan. tahu- tahu dia sudah tiba didepan Roro Wulandari. sebelah tangannya bergerak mencengkeram leher wanita yang hampir terjatuh akibat adu ilmu kesaktian tingkat tinggi.


''Katakan padaku, apa yang sudah kau lakukan pada si Lengan Tunggal Pengejar Roh. cepat jawab.!'' hardiknya bengis. Roro langsung pucat mendelik. meskipun sudah kehabisan tenaga tapi dia malah terlihat kebingungan dengan kelakuan si pincang. wanita ini mana pernah tahu kalau perbuatannya menciptakan tangan buntung palsu itu membuat Pranacitra salah mengira, orang tua yang masih terhitung sebagai kakeknya itu telah dicelakai.


............

__ADS_1


Tuliskan komentar Anda yah, Terima kasih🙏.


__ADS_2