13 Pembunuh

13 Pembunuh
Pertarungan si buntung.


__ADS_3

Dengan raut wajahnya yang dingin kaku si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' berdiri diam menunggu kedatangan 'Datuk Cebol Naga Guling' beserta belasan anak buahnya dari 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis'. hanya perlu dua kejapan mata saja bagi tokoh silat jahat dari pulau Naga Guling itu untuk sampai di hadapannya. beberapa saat kemudian anak buahnya juga turut menyusul.


Orang kate yang kulit tubuhnya di tumbuhi sisik- sisik hitam itu mencibir sinis saat para anak buahnya mengucap salam hormat pada si tua buntung. jelas dia merasa kurang suka jika bawahannya segan atau takut pada orang lain sekalipun itu adalah seorang pentolan lama dalam 'Kelompok 13 Pembunuh'.


Setelah sesaat lamanya saling berdiam diri akhirnya Datuk Cebol Naga Guling merasa tidak sabar lagi hingga menegur. ''Ada urusan apa kau di tempat ini. katakan dimana ketiga orang pesilat yang tadinya bertarung sengit denganmu. jika kau telah berhasil membunuh mereka kenapa tidak secepatnya kembali bergabung lagi dalam pertempuran.!''


Lengan Tunggal Pengejar Roh masih diam tanpa bicara. sekali pandang dia tahu kalau selain anggota baru 13 Pembunuh itu dan 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' di hadapannya juga ada beberapa tokoh silat aliran hitam yang menyertainya. meskipun tahu bakalan berat jika sampai terjadi pertarungan namun pembunuh kawakan ini mana merasa takut.


''Kau sendiri ada urusan apa datang kemari. lagi pula., dalam Kelompok 13 Pembunuh hanya pimpinan tertinggi saja yang layak menanyaiku. asal kau tahu Datuk Cebol, orang terakhir yang berani bicara lancang sepertimu pada akhirnya hanya mati di bawah cakar pisauku..'' ucap si tua buntung balik mengancam.


Hampir semua orang jadi terkesiap tegang terutama si Datuk Cebol Naga Guling. meski hatinya merasa panas dan gusar karena dianggap remeh lawannya tapi dia masih bisa berpikir jernih. ''Hek., he., kau memang layak menjadi tangan kanan yang mulia ketua. harap maafmu karena aku bicara kurang hormat. tapi terus terang saja kami merasa curiga dengan kelakuanmu. setahuku daerah ini adalah tempat bersemayam 'Datuk Naga Wisa' sang penguasa pulau 'Seribu Bisa' juga lautan di sini..''


''Seingatku selain pada saat hari mengirim gadis persembahan pada mahkluk siluman itu, tidak seorangpun yang diperbolehkan datang ke tempat ini. padahal setahuku hari persembahan itu belum tiba. jadi harap maklummu kalau kami semua tetap ingin tahu dengan segala yang kau perbuat di sini. jika tidak., dengan terpaksa kami akan membekukmu.!'' bentak si Datuk Cebol.


''Huhm., jangan pikir nama besarmu membuat diriku takut. sekarang ini kau cuma sendirian saja sementara kami ada puluhan orang. lagi pula., kita semua telah mendapatkan 'Darah Keabadian' si 'Momok Jelaga Hitam'. dengan meningkatkan kesaktian kami, tentunya lebih mudah untuk meringkusmu.!'' dengus Ki Maung Gembong, dia salah satu pesilat yang turut serta bersama Datuk Cebol Naga Guling.


''Sobat Datuk Cebol, menurutku kecurigaanmu pada orang tua buntung yang sombong ini sangat beralasan. meskipun aku belum tahu betul siapa saja ke tiga pesilat golongan putih yang telah bertarung dengannya, tapi dengan ketinggian ilmunya, si tangan buntung ini tidak seharusnya membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menghabisi mereka bertiga lalu menghilang kemari. orang ini pasti telah melakukan sesuatu yang tidak mau diketahui siapapun termasuk pimpinan..'' bisik Ki Kala Mayit ikut pula memanasi hati rekannya.

__ADS_1


''Maaf pimpinan, saya rasa tidak perlu bagi kita untuk banyak bicara lagi. turut ucapanmu tadi jika memasuki wilayah ini sebelum waktu hari persembahan tanpa seijin ketua adalah suatu pelanggaran, maka sudah cukup alasan bagimu untuk memberinya hukuman. kita tidak perlu risau dengan keadaan pertarungan di sana karena dengan Darah Keabadian, pihak 13 Pembunuh saat ini pasti sudah mencapai kemenangan.!'' salah seorang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis turut juga membujuk.


Dulunya orang ini pernah melakukan suatu kesalahan dan mendapatkan hukuman kurungan dari si tua buntung tanpa diberikan makan minum selama berhari- hari hingga terpaksa makan lumut, kecoa dan cacing demi dapat bertahan hidup. meskipun sangat takut pada orang tua buntung itu tapi dalam hatinya juga tersimpan dendam. sekarang ini dia merasa mendapatkan kesempatan untuk membalaskan dendamnya.


''Kaum keroco rendahan juga berani bicara tinggi di depanku. meski wajahmu tertutup topeng tengkorak putih dan sama memakai seragam hijau seperti yang lainnya tapi aku tahu kalau kau adalah bekas orang hukuman yang pernah menyembah- nyembah minta ampun padaku. dasar manusia dungu yang tidak menghargai nyawa sendiri, aku ingin kau mati duluan.!''


Belum habis gema suaranya lenyap, lima larik cahaya hijau tajam berkelebat membelah udara. hanya sempat terdengar pekikan tertahan karena tubuh orangnya sudah keburu tercabik- cabik lalu semburat dan terpencar bersama tulang dagingnya. ribuan titik- titik darah merah sesaat memenuhi udara hingga bau anyir gosong menyebar.


Walaupun hampir semua orang disana sudah pernah mendengar soal kekejaman salah satu pentolan 13 Pembunuh itu namun tidak ada yang pernah menyangka kalau dia begitu ganas tanpa ampun dalam membunuh. baru selintas saja terjadi, orang tua buntung itu sudah mendahului menyerang. tubuhnya melesat secepat bayangan setan penasaran. empat kali lengan kirinya bergerak merajam, mencabik, meremas sekaligus membetot.


'Whuutt., whuutt., shraaat., craass.!'


Seakan sadar akan kesulitan jika menghadapi kepungan musuh yang berjumlah cukup banyak serta berilmu tinggi, maka dia tidak mau tanggung- tanggung. dalam gebrakan pertama saja si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' sudah gunakan jurus 'Cakar Pisau Hijau Setan Penasaran' guna membantai belasan lawan yang hendak mengurungnya secepat mungkin.


Hasilnya memang cukup mengerikan. lima orang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis dan juga seorang pesilat aliran hitam seketika tewas mandi darah dengan dada seisi perut terbongkar keluarkan asap panas kehijauan. jeritan kematian yang terdengar hampir bersamaan terasa begitu singkat, mungkin saking cepatnya kematian mereka datang menjemput.


''Bangsat.! buntung jahanam., hari ini kau tidak akan dapat lolos dari kematian. ayoh cepat, kita bunuh dia dan bawa mayatnya pada ketua. kita pasti akan dapat ganjaran besar jika berhasil menghabisi nyawa pengkhianat ini.!'' teriak Datuk Cebol Naga Guling mencoba membakar amarah dan hawa membunuh anak buahnya yang masih dicekam kengerian atas kematian kawan- kawannya.

__ADS_1


Orang pendek berkulit sisik hitam itu cepat menyerbu dengan babatkan cakarnya coba menghadang lawan. sekali serang dia lancarkan lima sambaran cakar dan dua tendangan kilat yang menebarkan hawa hitam beracun. ''Bodoh., jiwa kalian jangan sampai di rasuki ketakutan. justru ini saatnya untuk menuntut balas kematian rekanmu. dia hanya kebetulan saja menyerang secara licik saat kalian belum siap. bagaimanapun juga kita menang jumlah karena si buntung keparat itu hanya sendirian saja.!'' timpal Ki Kala Mayit. bersama Ki Maung Gembong mereka turut menyerbu.


Seorang pesilat aliran hitam yang sempat ragu turut juga menyerang dengan gunakan senjata sebatang tongkat besi yang ujungnya berbentuk lempengan cakra. akhirnya enam orang sisa Pasukan Tombak Gergaji Iblis juga meraung bengis. setelah lebih dulu mencabut senjata tombak pendek bermata gergaji mereka melabrak dari enam penjuru.


Kekuatan serangan semua orang itu sangat menakutkan karena telah meminum Darah Keabadian yang mampu meningkatkan tenaga kesaktian. bahkan pesilat kawakan sekelas Lengan Tunggal Pengejar Roh secara perlahan juga mulai terdesak. meskipun luka berdarah telah membasahi tubuh dan pakaiannya tapi orang ini tetap beringas penuh hawa membunuh.


''Haa., ha., kalian serang saja terus. lihatlah dia sudah terluka. sebentar lagi si buntung tua ini pasti mampus.!'' seru Datuk Cebol Naga Guling tertawa bergelak. dengan tubuh pendeknya yang dilapisi sisik- sisik hitam dia bukan saja sanggup menahan sambran angin serangan jurus lawan tapi juga lebih leluasa bergerak mengincar bagian bawah tubuh si tua buntung yang pastinya lebih sulit untuk dibendung.


''Huhm., banyak yang bilang kalau ilmu silat tua bangka ini sangat sulit ditandingi. namun rupanya kabar itu tidak dapat dipercaya. hanya seorang diri berani tapi masih nekat melawan banyak orang. benar- benar cari mati. pecah kepalamu.!'' damprat satu pesilat aliran hitam sambil babatkan tongkat besi bermata cakra ke dahi lawan. cahaya merah turut mengiringi serangannya.


Lengan Tunggal Pengejar Roh merutuk dalam hati. meskipun mampu membunuh dua orang lagi anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis sekaligus melukai bahu kanan Ki Kala Mayit tetapi dia harus pula memutar tubuh ke belakang agar terhindar dari serangan Datuk Cebol yang mengincar bagian perut dan selakangannya.


Bersamaan dengan itu serangan tongkat besi bermata cakra sudah sejengkal dari dahinya. tidak ada jalan lain kecuali melompat mundur sembari menangkis dengan cakar pisau hijaunya. padahal di belakang punggung sudah menunggu empat buah tombak gergaji dan pukulan sakti dari Ki Maung Gembong yang siap menghancurkan tubuh si buntung.


''Siapa yang bilang dia cuma sendirian.!'' tiba- tiba terdengar seruan seorang wanita dari belakang tubuh Ki Maung Gembong dan yang lainnya. belum sempat membalik badan untuk mencari tahu, bersamaan berhamburan puluhan titik cahaya perak kemerahan yang langsung merajam punggung mereka. jika Ki Maung Gembong masih sempat menghindar dan lepaskan pukulan sakti, tidak demikian dengan empat orang lainnya. hampir serentak mereka menjerit kesakitan sebelum jatuh tersungkur meregang nyawa.


Di lihat sekilas saja nampak pada punggung empat orang berseragam hijau tertancap beberapa jarum perak yang berlapis bara api. Ki Maung Gembong meraung gusar sekaligus ngeri. terpaksa dia melontarkan pukulan sakti sekali lagi untuk menahan serangan lima larik cahaya merah panas dan menebar bau anyir darah yang menyambar ganas bagai cabikan kuku Iblis dari tangan seorang wanita cantik berpakaian hitam yang berkelebat datang. ilmu pukulan 'Cakar Tengkorak Darah.!'

__ADS_1


.....................


Silahkan tuliskan komentar Anda. Terima kasih. 🙏👌👏👍😊.


__ADS_2