13 Pembunuh

13 Pembunuh
Kurebut Nomor Sembilan.


__ADS_3

Ki Ageng Bronto alias Pendekar Golok Bayangan Setan terus mengangkat golok pusakannya ke atas kepala. matanya terpejam dan tubuhnya bergetar menahan gelegak kekuatan yang keluar dari senjata itu. suara gema gulungan angin Iblis yang meraung terus memenuhi ruangan batu. detik selanjutnya bersamaan dengan sepasang matanya yang terbuka orang ini membentak keras. tubuhnya yang tinggi tambun mencelat cepat ke udara.


Dari atas sana orang nomor sembilan dalam perkumpulan 13 Pembunuh itu melakukan dua kali gerakan salto sambil lepaskan tidak kurang dari tujuh buah bacokan golok. hebatnya ketujuh serangan itu dilakukan dalam waktu yang bersamaan tanpa jeda perpindahan jurus. pesilat hebat sekalipun belum tentu sanggup melakukannya.!


Tujuh gelombang angin tajam yang dibarengi puluhan bayangan wajah setan membelah udara di dalam ruangan berdinding batu. sasarannya adalah dinding ruang batu atas sebelah kiri. inilah jurus 'Tujuh Bayangan Setan Lapar Meraung..!'


'Wheeet., Braaakh.,!'


'Craask., Blaaar.,!'


Bersamaan dengan turunnya tubuh Ki Ageng Bronto ke lantai ruang batu, dari atas dinding terdengar suara bergemuruh yang disusul dengan jatuhnya tujuh buah bongkahan batu sebesar kepala kerbau ke lantai ruangan. hebatnya ketujuh bongkah batu itu mempunyai ukuran dan bentuk yang hampir sama. dalam serangan jurusnya Ki Ageng Bronto sudah tunjukkan tiga kehebatannya.


Pertama goloknya mampu menembus dinding ruangan batunya yang keras. kedua dia juga mampu memotong tujuh buah batu nyaris sama besar sekaligus. dan terakhir meskipun meninggalkan sebuah lubang besar di dinding ruangan, tapi serangan jurusnya tidak sampai merusak bagian lain di dalam ruangan.


Ini membuktikan kalau tingkat pengendalian tenaga sakti Ki Ageng Bronto si Pendekar Golok Bayangan Setan ini memang luar biasa hebat.!


Ki Ageng Bronto menyeringai puas, dalam hatinya dia membatin, ''Meskipun sudah lama tidak kulatih, tapi jurus golok Tujuh Bayangan Setan Lapar Meraung masih bisa aku mainkan dengan sempurna., si nomor dua belas itu yang telah memilih dan membuat tempat rahasia ini sebagai ruang latihan rahasiaku..''


''Kuakui selain cantik jelita dia juga mampu menggoda kaum lelaki tidak terkecuali aku. sayangnya dia menolak saat akan kujadikan sebagai istri., kalau tidak salah dugaanku si cantik yang genit itu ada hati dengan si nomor tiga belas..''

__ADS_1


''Hhmm sayang sekali., seandainya dia mau mungkin sekarang kami berdua sudah punya banyak anak. Hek., he.,!'' Ki Ageng Bronto tertawa sendiri mengenang kisah kasih masa lalunya yang bertepuk sebelah tangan.


Kini pandangan matanya tertuju pada tujuh bongkahan batu itu. dengan beberapa kali ayunan goloknya Ki Ageng Bronto mampu membuatnya menjadi ratusan potongan batu yang lebih kecil, dengan kekuatan tenaga dalam yang berpadu dengan hawa kesaktian goloknya dia mampu membuat serpihan batu- batu kecil itu tergulung, melayang dan menggumpal jadi satu.


Saat golok disentakkan ke udara dan di iringi bentakan menggeledek gumpalan serpihan batu itu langsung melesat ke atas. dengan hebatnya mampu menutup kembali bekas lubang di dinding atas ruang batu..!


Ki Ageng Bronto masih berusaha keras menahan getaran tenaga golok Bayangan Setannya agar gumpalan batu itu mampu menutup seluruh lubang, tapi satu ledakan membuatnya terpental, sebagian gumpalan batuan itu kembali luruh kebawah. hasilnya lubang di dinding bekas serangan jurus Tujuh Bayangan Setan Lapar Meraung itu hanya bisa tertutup separuhnya. Ki Ageng Bronto bangkit berdiri nafasnya tersengal, butiran keringat membasahi dahinya. golok Bayangan Setannya kembali di sarungkan. seketika pusaran angin kencang yang disertai suara dan bayangan menyeramkan yang memenuhi ruangan batu turut lenyap.


Walaupun latihan yang dia lakukan cukup singkat tapi sangat menguras tenaganya.


''Luka dalam akibat pukulan sakti yang kualami lebih setahun silam membuat aliran tenagaku tersendat. meskipun sudah berusaha kusembuhkan dan telah banyak berkurang rasa sakitnya tapi tetap saja masih terasa berat..''


''Keparat., sebenarnya siapa orang yang telah membokongku waktu itu, kuyakin dia salah satu dari 13 Pembunuh atau setidaknya dia pasti ada hubungan dengan kelompok itu. karena hanya si nomor satu yang tahu gerakan jurus golokku., ketua kelompok jahanam itu sungguh mengerikan, siapa dia sebenarnya., aku merasa orang ini ada hubungannya dengan kekacauan yang terjadi di rimba persilatan belakangan ini dan juga Istana Angsa Emas..!''


Ki Ageng Bronto melirik timbunan harta berisi emas permata yang ada di dalam peti besi. baginya lebih baik mati dari pada hidup dengan perintah orang lain. tapi dia tahu bukan hal mudah untuk lepas dari kelompok 13 Pembunuh. maka dia perlu bekal untuk kabur dan hidup. peti penuh harta itu adalah hasilnya menggelapkan pembayaran dari seorang pelanggan kelompok 13 Pembunuh. seumur hidupnya baru saat itu saja dia mencuri. Ki Ageng Bronto terkekeh, setahun ini kehidupannya sangat nyaman. usaha peternakan kudanya maju dan berkembang. meskipun harus hidup bersembunyi tapi soal harta dan wanita pemuas nafsu dia tinggal menjentikkan jarinya saja.


Saat dia hendak menyimpan golok Bayangan Setannya kedalam peti besi telinganya yang tinggal sebelah bergetar, air mukanya berubah tegang. secepat kilat dia melesat keluar ruangan batu. ''Sial., ada orang yang mengacau diluar sana. tapi tunggu., aku merasakan ada hawa membunuh di sekitar sini..'' batin Ki Ageng Bronto tegang sekaligus marah sambil mencabut goloknya.


Tubuhnya berkelebat laksana bayangan setan. begitu keluar pintu ruangan batu dia babatkan golok pusakanya ketiga penjuru. cahaya biru kehitaman disertai suara jeritan setan penasaran menyambar dahsyat.!

__ADS_1


''Penyusup keparat matilah kau..!'' bentak Ki Ageng Bronto. dari keremangan lorong matanya sempat melihat tiga sosok bayangan berjumpalitan di udara sambil kekuarkan cacian marah. serangan mendadak dari si nomor sembilan ini membuat mereka salah melangkah hingga menggerakkan peralatan senjata rahasia yang tersimpan di sana. selusin jarum terbang disusul puluhan paku dan pisau beracun melesat bagaikan hujan.


Lorong itu panjang tapi lebarnya mungkin hanya satu tombak saja hingga membuat ketiga penyusup itu kerepotan menghalau hujan senjata rahasia beracun. meskipun sudah berusaha memutar tombak pendek di tanga masing- masing untuk menangkis, tapi tetap saja masih ada yang lolos.


''Sheeet., shiiing., shiing.!'


'Bheet., traaang., craang.!'


'Aaakh., aakh.!'


Terdengar jeritan ngeri tertahan saat ada seorang penyusup berbaju hijau dan bertopeng tengkorak putih terhajar dua paku terbang beracun. disusul seorang lagi terpenggal kepalanya terkena tenaga sakti serangan golok Bayangan Setan yang dilepaskan Ki Ageng Bronto. masih ada satu lagi yang berhasil lolos, mungkin ilmu ringan tubuh orang ini lebih tinggi. hingga mampu menghindari serangan golok lawan sekaligus menyamplok mental hujan senjata rahasia yang datang.


Tinggal tiga langkah lagi dia keluar dari lorong dan berhadapan dengan Ki Ageng Bronto, tapi mendadak dari bawah lantai lorong keluar lima buah tombak besi yang langsung menghunjam tubuhnya seperti tusukan sate. orang ini cuma bisa kekuarkan suara mengotok, kedua mata dibalik topeng tengkorak putih membeliak ngeri.!


''Hak., ha., ruangan rahasia yang luar biasa, aku jadi penasaran siapa yang mampu membuatnya..!'' terdengar suara seram disertai gelak tawa membahana.


''Jahanam., siapa kau.?'' teriak Ki Ageng Bronto terkesiap. matanya yang tajam dapat melihat kemunculan sesosok bayangan merah dengan membekal dua buah golok bergerigi yang juga berwarna merah sedang berkelebat melabraknya.!


''Dua golok berwarna merah darah., jangan- jangan dia adalah.,'' Ki Ageng Bronto tidak dapat lagi berpikir panjang karena lawan sekejab lagi sudah berada di depan matanya.

__ADS_1


''Ki Ageng Bronto., Pendekar Golok Bayangan Setan., kedudukan nomor sembilan akan kurebut dari mayatmu..!''


Suara bentakan nyaring yang di iringi sambaran dua buah golok merah darah menandakan di mulainya pertarungan maut di dalam lorong rahasia itu.


__ADS_2