13 Pembunuh

13 Pembunuh
Adu domba.


__ADS_3

Segerombolan orang berbaju seragam hijau dan bercaping bambu yang sedang berjaga di depan sebuah rumah gubuk sama keluarkan suara tercekat kaget, saat melihat kedatangan seorang wanita tua berjubah dan bertongkat merah. saat itu malam telah tiba dan suasana tempat itu juga gelap dan hanya di terangi beberapa buah obor yang di bawa oleh tiga orang penjaga.


Kedatangan nenek itu sangat mengejutkan, apalagi terpancar hawa membunuh yang menyeramkan dari tubuh nenek itu. meskipun wajah para penjaga berseragam hijau dan membekal senjata tombak pendek bergerigi itu tertutup sebuah topeng tengkorak putih, tapi dari pancaran matanya mereka terlihat heran dan ngeri dengan kedatangan nenek tua itu.


''Siapa pembunuh yang berada dalam gubuk itu. cepat suruh dia keluar menemuiku.!'' seru si nenek tua dengan suara bengis sambil gebrakkan tongkat merahnya, hingga tanah keras di bawahnya bergetar dan pecah. kepala nenek itu terlihat mendongak agak miring ke arah kiri.


Sebuah guratan bekas luka sabetan senjata terlihat dari ujung mata kanan ke kiri melewati tulang hidungnya. rupanya nenek tua ini seorang yang buta. ''Pasukan Tombak Gergaji Iblis., apakah kalian sudah bosan hidup hingga tidak lagi mengenali diriku.?'' bentak si nenek buta gusar.


Serentak gerombolan berbaju hjiau yang memang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis dari pulau 'Seribu Bisa' berseru sambil menjura hormat, ''Salam hormat untuk Nyi Sira, mohon maafkan kebodohan kami semua karena terlambat mengenalimu..''


''Kedatangan Nyi Sira ke tempat ini sangat mengejutkan. ka., karena ada kabar yang meng., mengatakan kalau Nyi Sira telah tewas bersama Ki Maruta si 'Pendekar Belibis Putih' dan Ki Lembu Singkil yang berjuluk Raja Celurit Emas..'' ucap dua orang di antara mereka dengan suara gugup ketakutan.


''Kurang ajar., siapa bangsatnya yang berani mengatakan kalau aku sudah mati. susah payah diriku memburu para bekas anggota kelompok 13 Pembunuh yang jadi pengkhianat dan juga pemilik 'Darah Keabadian' yang berada bersama mereka, tapi sekarang malah aku yang di kabarkan menemui kematian.!'' damprat nenek tua yang rupanya adalah Nyi Sira alias 'Mambang Wanita Buta' itu geram.


''Ha., harap ampunanmu yang mulia Nyi Sira., kami cuma bawahan yang mendapat petintah dari atasan untuk menjaga dan menyiapkan tempat ini untuk dapat di pakai sebagai tempat pertemuan. dari para atasan itu juga kami mendapatkan berita tentang dirimu. sekali lagi ka., kami mohon ampun dan ma., maafmu..'' ucap mereka ketakutan.


''Bedebah anjing., aku memang sempat terluka akibat pertarungan saat memburu para pengkhianat itu. asal kalian tahu, hampir saja aku mendapatkan pemilik Darah Keabadian jika saja si bangsat Kamajaya tidak muncul dan merecoki semuanya.!''


''Dengan cara licik dia menyerangku dengan pisau terbangnya. hampir saja diriku celaka terkena serangan gelapnya. dia juga bekerja sama dengan beberapa pesilat tangguh yang tidak aku ketahui namanya. saat aku bertanya kenapa dia menyerang kawan sendiri., dia malah menjawab, ''Demi mendapatkan Darah Keabadian dan menjadi penguasa dunia persilan, apapun dapat aku lakukan.!''

__ADS_1


''Akibat perbuatan busuknya bukan saja diriku nyaris tewas, tapi si Raja Celurit Emas dan Ki Maruta juga beberapa anggota pasukan Tombak Gergaji Iblis juga binasa di tangan beberapa tokoh silat berkepandaian tinggi yang datang membantunya..''


''Sayangnya meskipun aku punya pendengaran dan indera perasaan yang sangat tajam, tapi mataku yang buta tetap tidak dapat mengenali mereka. tapi si bedebah Kamajaya masih sempat menyebutkan sebuah nama yang membuat jiwaku merinding. tahukah kalian apa itu.?'' bertanya Nyi Sira sambil mulai mencabut pedangnya.


Para anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis sama terkesiap kaget dan mundur ketakutan saat merasakan adanya tekanan gelombang hawa membunuh yang sangat menyeramkan menyeruak muncul di tepat itu. ''Nyi Sira., kau adalah salah satu pemimpin kelompok 13 Pembunuh. kami hanyalah anggota rendahan. jadi harap kau dapat menahan kemarahanmu..'' ucap salah satu dari mereka.


''Benar Nyi Sira., kami akan menuruti semua yang kau perintahkan, tapi mohon jangan lepaskan amarahmu pada kita semua..'' teriak mereka panik. tapi nenek berjuluk 'Mambang Wanita Buta' itu seperti sudah dibakar dendam dan haus darah. pedang yang tercabut tiga kali membabat ke depan.


'Bheeet., bheet., sraaat.!' cahaya pedang yang berkilauan berkelebat membelah kegelapan malam. korbanpun mulai berjatuhan.


''Aaaakh., aakh.!'' jeritan parau yang bercampur makian penuh rasa ketakutan terdengar beberapa kali. tubuh lima orang berseragam hijau langsung tumbang dengan perut serta dada robek. darah tersembur memasahi tanah.


Pedang panjang dan tipis sudah tersarung kembali ke dalam tongkat merah. saat itulah terdengar suara lolongan anjing. mata Nyi Sira sekilas melirik tajam tubuh para korbannya. ini adalah suatu keanehan, bagaimana mungkin mata yang jelas terluka dan buta dapat menyorot tajam seperti itu.


Dengan keluarkan suara mendengus keras si Mambang Wanita Buta ini berkelebat lenyap dari tempat itu. tidak begitu lama kemudian dari arah berlawanan muncul dua sosok tubuh yang dalam sekejap mata saja mereka sudah sampai di sana. ini menandakan ilmu kedua pendatang itu sangat tinggi.


Orang yang satu tinggi kekar memakai sebuah mantel dan tutup kepala hitam dengan jalur- jalur aneh berwarna hijau di kedua tangannya. dia bukan lain 'Naga Urat Hijau' dari kelompok 13 Pembunuh. saat melihat mayat- mayat anak buahnya bergelimpangan, mata orang ini menyiratkan cahaya hijau menggidikkan. dengusan hidungnya juga mengeluarkan asap hujau bagaikan dengusan seekor naga buas.


Yang seorang lagi adalah lelaki setengah umur bertubuh gemuk besar berlemak, berbaju rompi hitam dan memakai blangkon kuning. di bibirnya yang tebal terselip sebuah pipa cangklong terbuat dari emas. dia adalah tokoh silat jahat yang bergelar si 'Sukma Tertawa.!'

__ADS_1


''Siapa jahanam yang telah berani melakukan semua ini pada Pasukan Tombak Gergaji Ibis dari 13 Pembunuh.?'' geram Naga Urat Hijau kepalkan tangannya. jalur- jalur hijau yang melingkari kedua tangannya terlihat lebih jelas dan angker. ''Ada seorang anak buahmu yang masih hidup.!'' seru Sukma Tertawa. bersama rekannya dia memeriksa seorang anggota yang tergelatak paling jauh.


''Cepat kau katakan siapa yang melakukan semua ini.!'' bentak Naga Urat Hijau bengis. anggota 13 Pembunuh yang masih cukup muda itu seperti tidak perduli nasib anak buahnya yang sedang sekarat luka parah. ''Tu., tuan Naga Urat Hijau., yang telah membunuh kami semua adalah., Nyi., Nyi Sira. si Mam., Mambang Wanita Buta.!''


Dengan bersusah payah orang ini mengatakan semua kejadian yang mereka alami, termasuk perkataan Nyi Sira yang telah bentrok dengan Kamajaya. si 'Pendekar Romantis Pencabut Nyawa'. setelah selesai menyampaikan semua yang dia tahu, akhirnya orang inipun menyusul semua kawannya yang lebih dulu tewas.


''Apa yang ada dalam otakmu Naga Urat Hijau, terus terang saja aku tidak kenal Nyi Sira, cuma pernah mendengar namanya saja..''ucap Sukma Tertawa sembari semburkan asap pipa cangklongnya. rekannya meliriknya tajam, ''Nyi Sira sempat mengatakan pada orang ini kalau Kamajaya bekerja sama dengan beberapa tokoh silat lain untuk membunuh sesama rekannya sendiri dan menguasai sendiri Darah Keabadian..''


Sukma Tertawa menjadi berubah hebat raut mukanya, ''Jangan bilang kalau sekarang ini kau sedang mencurigai aku. terus terang saja jika kalian tidak menyelamatkanku dari ledakan di Wonokerto malam itu, aku juga enggan bergabung dalam 13 Pembunuh.!''


Sesaat lamanya kedua orang itu saling tatap dengan sorot mata mengancam. ''Hak., ha., sobatku Sukma Tertawa., kau jangan salah sangka padaku. aku hanya ingin memastikan semuanya berhalan dengan lancar. tapi berita pengkhianatan si banci sialan Kamajaya itu cukup mengejutkanku. kita harus laporkan semuanya pada ketua. sepertinya pertemuan di tempat ini terpaksa kita batalkan..'' ujar Naga Urat Hijau tertawa bergelak. di ikuti rekannya mereka berkelabat pergi tinggalkan tempat itu.


Agak jauh dari tempat itu di balik rimbunan pohon hutan yang gelap terlihat dua orang sedang mendekam. semua yang terjadi di sana tidak lepas dari pandangan mata mereka. berdua. ''Jika saja kedua orang itu bisa saling bunuh karena rasa curiga tentu akan lebih baik. bagaimanapun juga hilangnya Naga Urat Hijau atau Sukma Tertawa dapat mengurangi jumlah lawan tangguh..'' keluh seorang nenek tua bermata buta yang bukan lain Nyi Sira. ada satu keanehan, suara si nenek berubah merdu seakan berasal dari seorang wanita muda.


''Kurasa itu tidak masalah, kita tinggal buat beberapa tipuan lagi mungkin hasilnya bakal segera terlihat. bibit perpecahan dan kecurigaan dalam kelompok 13 Pembunuh sudah di depan mata..'' gumam seorang pemuda berbaju putih yang memakai sebuah ikat kepala kulit ular hitam di keningnya.


Dari penampilannya orang persilatan dapat mengira jika pemuda itu pastilah Respati, si Ular Sakti Berpedang Iblis. ''Untung saja kita mendapat berita kalau akan ada pertemuan rahasia di tempat ini dari mata- mata yang aku tinggal di pulau 'Seribu Bisa, hingga rencana ini bisa terwujud..''


''Semua sudah kita mulai, huhm., menyamar jadi nenek tua seperti ini membuatku gerah saja..'' omel suara wanita muda itu, tangannya bergerak mengelupas lembaran kulit tipis di mukanya. kini yang terlihat bukan lagi wajah tua buta Nyi Sira, melainkan seorang wanita secantik bidadari yang terkenal punya seribu satu akal tipu muslihat. sekaligus salah satu ahli senjata rahasia terhebat dunia persilatan. Roro Wulandari sang 'Dewi Malam Beracun.!'

__ADS_1


__ADS_2