13 Pembunuh

13 Pembunuh
Siasat yang terakhir (bag2)


__ADS_3

Malam itu pelataran luas di depan rumah besar Ki Ageng Bronto sudah di penuhi para tokoh silat dari berbagai aliran yang hampir semuanya mempunyai tingkatan ilmu silat dan kesaktian tinggi serta punya nama besar dalam dunia persilatan.


Dari kalangan pesilat yang tidak berpartai atau perseorangan, selain terdapat nama si 'Sukma Tertawa' dan 'Pengemis Tua Mata Setan' juga masih ada 'Pendekar Belibis Putih' Ki Maruta, Nyi Wisa Geni serta tidak ketinggalan Ki Lembu Singkil yang menjadi ketua perkumpulan silat 'Celurit Kembar'. bersama mereka masih ada beberapa pesilat yang juga lolos dari ledakan empat kereta kuda yang di buat oleh Satriyana dan kawan- kawannya tadi siang. meski belum sehebat si Sukma Tertawa dan yang lainnya, tetapi mereka juga tidak dapat di pandang sebelah mata.


Dari kelompok 13 Pembunuh sudah datang para pentolannya si Setan Arak yang berdiri terhuyung sambil meneguk minuman keras kegemarannya. seperti halnya 'Penjudi Dari Akhirat' mata kedua orang ini terus saja memandang beringas Ki Ageng Bronto bekas nomor sembilan yang berjuluk 'Pendekar Golok Bayangan Setan'.


Sepasang mata Penjudi Dari Akhirat yang cuma seperti garis, mendadak seakan dapat berubah melotot besar. mungkin saking gusarnya dia kepada Ki Ageng Bronto. di belakang mereka juga muncul 'Iblis Tua Berjanggut Perak'., 'Naga Urat Hijau' dan 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' yang berjumlah ratusan orang.


''Ki Ageng Bronto pengkhianat keparat., kau harus sadar kalau malam ini adalah saat kematianmu. sebentar lagi tubuhmu akan aku buat meleleh dengan semburan 'Arak Iblisku.!'' ancam Setan Arak geram. sekali teguk dia habiskan kendi araknya lalu di banting ke tanah. melihat hal itu seorang anak buahnya bergegas maju sambil memberikan kendi arak yang baru.


''Kau bisa saja mati sedikit lebih tenang jika mau memberitahukan dimana kau simpan peti besar penuh harta hasil pembayaran pelanggan 13 Pembunuh yang telah kau curi. jadi cepat katakan padaku dimana peti harta itu kau simpan.!'' bentak Penjudi Dari Akhirat sambil kedua tangannya menggenggam erat butiran dadu- dadu besi yang jadi senjatanya.


''Bagaimana pula dengan 'Peti Kayu Cendana Hitam' yang berisi peta rahasia 'Istana Angsa Emss'., kabarnya peti itu di bawa oleh si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' dalam sebuah kereta kuda..''


''Dimana adanya orang itu sekarang., jangan- jangan dia sudah keburu menghilang..''


''Benar sekali., kita tidak melihat keberadaan si nomor tiga belas itu. tapi kalian lihat., di sana ada sebuah kereta kuda hitam, jelas kereta itulah yang di maksudkan.!'' seruan beberapa orang pesilat yang hadir segera membuat suasana panas menjadi berkobar. empat orang diantaranya tidak dapat lagi menahan diri hingga berebut melesat maju ke depan tanpa mau perduli apakah dugaan mereka benar atau keliru.


Saat masih berada di udara empat orang itu sudah saling baku pukul dan tikam bacok dengan ganasnya. dua orang langsung terkapar kehilangan nyawa. dua lainnya masih sempat mencapai pintu kereta kuda sebelum terjungkal roboh dengan kepala pecah setelah di sambar gelang- gelang bergerigi milik 'Panglima Istana Kiri.!'


''Tidak ada seorangpun yang boleh mengusik kereta kuda itu. siapa yang masih nekat akan mati di tangan kami 'Tiga Panglima Istana Angsa Emas.!'' gertak Panglima Istana Kiri sambil lengannya berputar menyambut kembali gelang emas bergeriginya yang baru saja memakan korban.

__ADS_1


'Panglima Istana Kanan' yang bertubuh tinggi besar dan brewokan tidak mau kalah, sekali tangan kekarnya terayun, sebuah rantai baja panas berwarna kemerahan seperti baru keluar dari penempaan sudah tergenggam di tangannya. wanita bercadar kuning yang bergelar 'Panglima Istana Tengah' sudah memakai sarung tangan kulitnya yang penuh racun. matanya tidak berkesip memandang Roro Wulandari. wanita cantik itu malah tertawa mengikik tidak perduli.


''Jaa., jadi., jadi mereka semua adalah orang- orang Istana Angsa Emas.!'' seru seseorang terkesiap kaget.


''Bangsat sialan., aku sudah curiga sejak dari awal mereka muncul.!'' seru yang lainnya tidak kalah terkejutnya sehingga suasana berubah semakin geger.


''Memangnya kenapa jika orang Istana Angsa Emas dan kelompok 13 Pembunuh hadir di sini., semenjak peti kayu berisi peta harta karun itu muncul di dunia luar., berarti sudah tidak ada pemiliknya. siapapun bisa merebut peti itu jika dia punya kemampuan.!'' teriak Pengemis Tua Mata Setan sambil terus memandangi semua orang dengan kedua matanya yang hitam kelam.


Pengemis tua itu punya kemampuan untuk mempengaruhi pikiran orang lain melalui sorot matanya. dia menyeringai licik saat melihat banyak orang mulai tergerak maju menyerbu.


''Haa., ha., kalian semua cuma orang- orang tolol yang mengharapkan pepesan kosong. hanya dengan hasutan gembel tua bangka bermata hitam itu saja kalian sudah hendak saling labrak. apa kita sudah melupakan kejadian tadi siang dimana ledakan empat kereta kuda itu membantai ratusan orang.!'' Ki Maruta si Pendekar Belibis Putih yang sedari tadi diam memberi peringatan.


''Persetan dengan omonganmu Ki Maruta., biar aku yang merebut peti wasiat itu.!'' seru Nyi Wisa Geni sambil berkelebat ke depan, nenek itu merutuk sambil membabatkan pedangnya untuk menangkis sabetan celurit Ki Lembu Singkil alias si 'Raja Celurit Emas' yang coba menyerangnya dari belakang. untuk beberapa jurus keduanya terlibat sebuah pertarungan singkat yang seru.


Sekali rantai baja yang panas kemerahan menghantam, segulung angin panas berwarna kemerahan menggebrak hingga membuat Ki Lembu Singkil dan Nyi Wisa Geni berteriak terputus. tubuh keduanya yang masih saling serang langsung terpisah, senjata keduanya nyaris terlepas di hantam rantai baja lawan yang panjangnya lebih dua tombak.


''Setan Arak., aku lihat dari tadi orang- orang Istana Angsa Emas selalu menghalangi semua yang hendak mendekati kereta kuda itu. jangan- jangan., bocah pemilik 'Darah Keabadian' berada di dalamnya..'' bisik Penjudi Dari Akhirat. rekannya yang berdiri terhuyung seketika terhenyak.


''Tadi aku sudah menanyakan masalah ini pada 'Datuk Tinggi Mayat Besi' dan si 'Kapak Jagal'., tapi mereka tidak melihat ada orang lain selain bekas nomor sebilan, dua belas, tiga belas dan si nomor empat..''


''Aku merasa curiga karena cuma ada nomor sembilan dan dua belas yang terlihat di sini, ataukah bocah buruan Ketua sudah di bawa kabur oleh nomor tiga belas si Ular Sakti Berpedang Iblis dan si 'Putri Penjerat.?'' Setan Arak balik bertanya.

__ADS_1


''Hii., hi., hi., Ki Ageng Bronto., malam ini tempat tinggalmu sudah kedatangan banyak tamu besar. satu kelompok memburu peti kayu cendana hitam, bekas kawan lama kita di 13 Pembunuh mengincar peti hartamu dan pemilik darah keabadian. sedang yang mengaku berasal dari Istana Angsa Emas., mereka malah menginginkan kereta kuda ini berikut semua isinya..''


''Aku tidak tahu bagaimana dengan dirimu., tapi aku merasa sudah tidak ada urusan apapun lagi di sini. peti hitam yang katanya berisi peta harta karun itu sudah sampai ke tempatmu. jadi saatnya aku pergi dari sini..'' ucap Roro Wulandari yang sedari diam. sekilas dia sempat mengedipkan sebelah matanya pada Ki Ageng Bronto.


''Dewi Malam Beracun., aku tidak pernah merasa memesan peti kayu cendana hitam apalagi bocah aneh yang katanya punya kekuatan gaib itu. kau ambil lagi semuanya dan bawa kembali ke asalnya, sekarang juga.!'' bentak Ki Ageng Bronto kereng.


''Chuih., itu senua bukan urusanku lagi, kau hadapilah sendiri orang- orang serakah itu. jangan pernah melibatkanku dalam semua kesulitanmu. aku pergi Ki Ageng Bronto, semoga malammu menyenangkan. Hii., hi.!''


''Betina licik sialan., jangan berani kabur dari hadapanku.!'' bentak Ki Ageng Bronto sambil babatkan goloknya hendak menebas putus pinggang lawannya yang ramping.


''Kuping buntung jelek., kau kira aku takut menghadapimu., rasakanlah ini.!'' damprat Roro tidak mau kalah. seiring tubuhnya yang bergerak lincah menghindari serangan, kipas peraknya juga bergerak cepat membabat dan menotok beberapa bagian mematikan di tubuh lawannya. dalam waktu singkat kedua orang ini sudah terlibat pertarungan sengit.


''Kalian dengar ucapan kedua orang tadi., peti wasiat itu pasti berada dalam kereta kuda.!'' seru Pengemis Tua Mata Setan.


''Bocah aneh dengan kekuatan gaib., apakah yang mereka maksudkan adalah si pemilik Darah Keabadian.?'' Penjudi Dari Akhirat saling pandang dengan Setan Arak dan Iblis Tua Berjanggut Perak. sementara Kapak Jagal yang terluka parah akibat bertarung dengan Ki Ageng Bronto kini tergeletak pingsan dan di tolong menepi oleh anak buahnya.


Entah siapa orang yang bergerak lebih dulu, hampir serentak mereka berebut menyerbu kereta kuda hitam. gerombolan Sukma Tertawa yang paling duluan sampai di dekat pintu kereta kuda, saat seseorang diantara mereka hendak membuka pintu, tangannya keburu putus di babat golok. si pembabat pecah kepalanya setelah tangan gempal Sukma Tertawa bergerak mengepruknya. hampir bersamaan puluhan angota Istana Angsa Emas juga sudah tiba dan menyerang hendak merebut kereta kuda, tapi di hadang oleh Pasukan Tombak Gergaji Iblis dari kelompok 13 Pembunuh.!


Jeritan ngeri mulai bersautan terdengar mana kala Setan Arak berkelebat maju menghantam sambil semburkan cairan arak beracun dari mulutnya. orang yang terkena semburan araknya seketika terkelupas gosong kulitnya seakan terbakar.


Gebrakan si Setan Arak diikuti oleh Penjudi Dari Akhirat dengan lemparkan dadu besinya yang begitu menembus sasarannya, tubuh lawan langsung meletus pecah. tidak mau ketinggalan Datuk Tinggi Mayat Besi dan Iblis Tua Berjanggut Perak juga menyusul ke depan, tapi mereka tertahan oleh Panglima Istana Kiri dan Tengah.

__ADS_1


Sementara Panglima Istana Kanan sudah mengamuk dengan sambaran rantai bajanya, hingga siapapun yang berusaha mendekati kereta terkapar mampus bersimbah darah dimakan sambaran senjata rantai baja berapinya.


Si 'Naga Urat Hijau' mendongak ke langit, dari mulutnya terdengar suara meraung keras hingga menggoncangkan seantero pelataran luas yang sudah di banjiri darah dan puluhan mayat. sekali kedua tangannya yang dipenuhi jalur- jalur hijau menghantam, enam larik cahaya hijau bagai sambaran lidah petir menghantam rantai baja berapi Panglima Istana Kanan hingga tertahan dan mental. orang ini mendengus balas hantamkan rantainya. pertempuran besarpun pecah seketika.!


__ADS_2