13 Pembunuh

13 Pembunuh
Dalam pelukan maut.


__ADS_3

Kamajaya si 'Pendekar Romantis Pencabut Nyawa' berjalan perlahan mengelilingi tubuh sang 'Putri Penjerat' alias 'Laba- Laba Kuning' saraya tersenyum mengusap dagunya yang licin dan bersih seakan sedang mengagumi suatu karya seni yang indah. dengan ujung kaki kanan dia bolak- balikkan tubuh wanita berbaju kuning itu yang masih tergeletak di atas tanah.


''Hhmm., meskipun tangannya sudah buntung sebelah dan di wajahnya ada bintik- bintik merah seperti rajah seekor laba- laba, tapi dia tetap perempuan yang menarik juga..'' gumam lelaki bejat berjubah hijau itu sambil manggut- manggut.


Kejap berikutnya orang ini sudah berada di depan Satriyana. lelaki itu seakan tertegun melihat tubuh gadis berkulit sawo yang cantik manis berumur lima belas tahunan itu. cukup sekali saja kakinya melangkah mengitari tubuh Satriyana, dia sudah dapat menilai kalau gadis itu menyimpan suatu keistimewaan yang luar biasa.


Dengan tangan sedikit bergetar dan nafas yang agak memburu Kamajaya berjongkok, ujung jari telunjuknya mengusap darah yang mengalir dari mulut luka di lengan Satriyana yang tertancap pisau terbangnya. jari yang berlumuran darah itu lantas di jilatnya. kedua matanya sesaat terpejam. sebuah seringai yang berlanjut tawa bergelak keluar dari mulut Kamajaya.


''Haa., ha., ha., setelah bertahun- tahun kami memburunya ke segala penjuru, pada akhirnya sekarang pemilik 'Darah Keabadian' dapat juga kita temukan. hanya dengan sedikit hisapan darah saja terasa adanya peningkatan tenaga kesaktianku. aku jadi penasaran bagaimana jika aku meminum darah ajaib ini seluruhnya. pasti diriku akan menjadi orang yang tidak terkalahkan di rimba persilatan ini..''


''Bahkan si nomor satupun juga bisa dengan mudah kubuat bertekuk lutut di bawah telapak kakiku. perkumpulan 13 Pembunuh bakal beralih ke tanganku dan akan aku jadikan sebagai perkumpulan silat paling berkuasa di dunia ini.!'' seru Kamajaya mengekeh licik penuh keserakahan.


''Tapi sebelum semuanya kulakukan tentunya aku mesti nikmati dulu tiga hidangan pembuka yang tersaji di sini. Ehmm., tapi mana yang mesti kupilih. 'Putri Penjerat, 'Gadis Darah Keabadian' atau., kekasih lamaku 'Dewi Malam Beracun.?'' gumam lelaki itu seakan bingung.


''Tu., tuan Kamajaya., kumohon lep., lepas., kan mereka ber., dua. kau boleh lakukan apapun ke., kepa., padaku. kau menyukaiku bukan, sekarang akupun menginginkanmu tuanku..'' ratap Roro Wulandari setengah merengek dan mendesah. kedua matanya yang bening masih di basahi sisa air mata terlihat mengerling manja. sementara nafasnya mulai memburu. melihat semua itu tanpa dapat ditahan lagi Kamajaya terbangkit juga hasratnya.


''Aah., akhirnya kau sadari juga dewiku sayang., kalau cuma diriku yang selalu bisa memenuhi keinginanmu. kita berdua akan bersenang- senang sepuasnya seperti masa lalu, setelah itu kau akan kujadikan pendampingku sebagai penguasa dunia persilatan ini. Haa., ha.!''


Dengan sekali bergerak tubuhnya sudah berpindah ke samping Roro. seakan sengaja memancing gairah lawan, dia membelai wajah dan leher wanita cantik itu yang bermandi keringat. Dewi Malam Beracun tersengal nafasnya. bibir merahnya terbuka mendesah dan mengerang seakan balas mengundang hasrat lelaki itu.


Kamajaya tidak mampu lagi menahan diri, mulutnya mengecup bibir indah Dewi Malam Beracun. sekian lamanya kedua orang ini berpangutan saling dekap dan membelai. meremas hampir seluruh bagian tubuh di bakar hawa nafsu.


Salah satu pentolan kelompok 13 Pembunuh itu seakan nyaris keluar kedua biji matanya saat tangannya membuka jubah gaun hitam bagian atas Dewi Malam Beracun. hasratnya semakin tidak dapat ditahan melihat bagian dada wanita cantik itu yang hanya tertutupi kutang dan basah oleh keringat.


Tapi saat dia hendak berbuat yang lebih jauh, Kamajaya mendadak tersentak kaget karena dia merasakan kehadiran orang lain. bahkan jumlahnya lebih dari satu orang. ''Kurang ajar., siapa yang berani mengganggu kesenangan tuan Kamajaya. apa kalian sudah bosan pada kehidupan.?'' gertak orang ini sesumbar.


''Hidup ini begitu menarik, jadi kenapa mesti bosan. justru di lihat dari kelakuan tengikmu, kaulah yang sudah bosan hidup karena berani menyentuh tubuh wanita itu..'' satu suara dingin terdengar menggema di barengi dengan munculnya tiga sosok tubuh. dua orang diantara mereka langsung menyambar tubuh Putri Penjerat dan Satriyana.

__ADS_1


''Kalian bawa dulu mereka berdua ke tempat kita dan tunggu aku di sana. Sabarewang., dalam tas kulit Roro ada pil obat buatan kakak seperguruannya. mungkin itu bisa di jadikan penangkal racun. mungkin akan lebih baik kalau keduanya berendam ke dalam sungai untuk mengurangi hawa panas dalam tubuh mereka..''


''Lalu bagaimana dengan dirimu., apa tidak sebaiknya kita habisi dulu bajingan ini bersama- sama.?'' orang bernama Sabarewang balik bertanya. sementara kawannya yang berblangkon hitam dan memanggul Putri Penjerat juga bermaksud sama. ''Si keparat ini sangat berbahaya, kurasa kita bertiga memang harus menggempurnya..''


''Kalian turuti saja perkataanku dan jangan membuang waktu lagi. cepat menyingkir.!'' bentak seorang pemuda berbaju putih sambil mencabut pedang Iblis Hitam dari balik pinggangnya. kedua rekannya saling pandang sekejap. sesaat mereka merasa ragu sebelum kemudian berkelebat lenyap dari sana.


Sinar hitam menggidikkan yang bercampur bau busuk menyengat terlihat memancar keluar dari pedang pendek di tangan pemuda bernama Respati ini. perlahan tubuhnya mulai turut di selimuti hawa hitam gelap berbentuk ular kobra raksasa. Kamajaya terkesiap kaget melihat perubahan itu.


''Di antara para pentolan 13 Pembunuh, kau adalah orang yang paling menjijikkan. sudah sangat lama aku ingin menghabisi nyawamu. kurasa sekaranglah saatnya..'' desis Respati geram. anehnya setelah bicara pemuda itu malah diam sambil pejamkan matanya. padahal saat itu lawan sudah mengangkat sebelah tangannya. lima bilah pisau tajam entah kapan telah muncul di sana. Kamajaya tersenyum sinis.


''Kau ingin membunuhku. Huhm., kalau ingin berkhayal janganlah di depanku. selama aku malang- melintang di rimba persilatan, diriku sudah banyak mendengar ucapan orang tolol yang berniat sama. dan akhirnya mereka cuma berakhir menjadi mayat setelah tertembus pisau terbangku. kau akan menjadi korbanku selanjutnya.!'' gertak Kamajaya bengis.


''Orang selalu ketakutan jika menghadapimu, tapi bagiku kau hanyalah seorang penipu. 'Pisau Kelembutan' milikmu tidak lebih dari permainan anak kecil.!'' sindir Respati terus memejamkan matanya. gulungan hawa ular kobra hitam yang menyelimuti tubuhnya mulai turun ke bawah terus menyebar kesekelilingnya. semak rumput belukar dan tanah yang terlewati menjadi hitam membusuk dan hangus.


Kamajaya tanpa terasa mundur beberapa tindak. kelima pisau di tangannya terlihat semakin tajam bekilauan.


Kamajaya alias 'Pendekar Romantis Pencabut Nyawa' itu tertegun seakan tidak percaya. lima pisau di tangannya perlahan menghilang bagai debu tersapu angin dan berganti dengan sebuah boneka kayu. bibir lelaki bejat itu bergetaran. ''Setan alas. baa., bagai., mana mungkin kau., meng., mengetahui., nya.?''


''Perlu waktu hampir setahun bagiku untuk memastikan rahasia dari pisau gaibmu yang kabarnya mampu menembus dinding karang. kuakui diantara para dedengkot 13 Pembunuh, selain ketuanya cuma si lengan buntung dan dirimu yang membuatku sedikit ngeri..''


''Orang yang berhadapan denganmu pasti akan memasang matanya setajam mungkin karena mereka ingin tahu kapan pisau gaibmu itu kau lepaskan. tapi mereka tidak pernah menyadari kalau sebenarnya yang mereka lihat di jari tanganmu adalah boneka kayumu. sementara pisau yang asli sudah kau lemparkan lebih dulu..''


''Di saat mata lawanmu melihat pisau itu berkilauan, mereka sudah terperangkap dalam tipuanmu dan mengira kalau kau belum melemparkan senjata iblismu. padahal pisau yang sesunguhnya sudah melesat terbang hingga bersarang di tubuh. saat itu terjadi sudah terlambat untuk menyadari semuanya..'' ujar Respati tenang. perlahan pedangnya terangkat ke atas kepala. bayangan kobra hitam raksasa sedang bersiap menerjang semburkan racunnya.!


''Ular keparat. kau., bag., bagaimana mungkin kau menyadarinya. ini tidak mungkin. semua pasti cuma kebetulan saja.!'' rutuk Kamajaya mulai panik. kembali tangannya melambai. kini sepuluh pisau muncul di sana.


''Haa., ha., berapapun pisau iblismu keluar, tetap saja tidak akan merubah nasibmu yang bakal mati hari ini. biarpun sinar berkilauan dari pisaumu dapat menipu pandangan mata tokoh silat paling hebat sekalipun. tapi tetap tidak dapat merubah hukum alam. kau tahu kenapa rahasiamu terbongkar.?''

__ADS_1


''Saat pisau iblis di tanganmu yang konon sanggup menembus ilmu kebal paling kuat itu tertimpa cahaya matahari, bayangan yang muncul di tanah atau dinding batu bukanlah sebilah pisau melainkan boneka kayumu. apapun benda pasti memiliki bayangan yang serupa bentuknya jika terkena cahaya. maka sangat aneh jika pisaumu bisa memiliki bayangan sebuah boneka kayu..''


''Kurasa cukup sampai disini penjelasanku. saatnya kau mati Kamajaya.!'' bentak Respati seraya melesat maju ke depan. pedang Iblis Hitam berkelebat membabat miring dari atas ke bawah. Kamajaya menggembor buas. sekali tangannya mengibas sepuluh buah pisau terbang menyambar ke depan. Respati terus pejamkan matanya. pedang berputar seperti perisai.


Respati merasakan ada sebuah pisau yang menyambar lebih dulu. pisau iblis yang tidak berwujud itu di buatnya mental. sembilan pisau lainnya melesat mengincar sembilan titik mematikan di tubuh si pemuda. seiring tubuh berkelebat, pedang turut membabat. cahaya hitam dari ilmu 'Roh Kobra Kegelapan' yang menderu seketika menyapu musnah pisau terbang Kamajaya.


''Jahanam, aku tidak mungkin kalah.!'' maki Kamajaya kalap. kedua tangannya menggebut keras. gelombang angin setajam pisau berhawa panas menggebrak. ''Hempasan Selaksa Pisau Angin Iblis.' mampuslah kau ular keparat.!''


Berpuluh- puluh tikaman pisau tanpa wujud berseling angin kencang menyambar. baju putih Respati tercabik- cabik, kulit turut tersayat. darah mulai merembes membasahi pakaiannya. meskipun begitu si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' malah bergelak tawanya. ''Haa., ha., waktumu di dunia ini sudah habis, saatnya wanita yang pernah kau jerumuskan itu menagih nyawamu..''


Mulanya Kamajaya tidak mengerti arti ucapan lawan. tapi berikutnya dada dan perutnya terasa mual dan sakit. aliran tenaga dalamnya menjadi kacau. ilmu kesaktiannya lenyap begitu saja. orang ini meraung marah, benci bercampur kebingungan. tapi yang keluar dari mulutnya malah semburan darah kehitaman. entah bagaimana dia sudah keracunan.!


Roro Wulandari si Dewi Malam Beracun telah bangkit berdiri. tanpa peduli pakaiannya masih terbuka dan tubuhnya yang terhuyung nyaris roboh, dia tertawa mengekeh. tawanya seram penuh dendam kesumat. Kamajaya tumbang terkapar. matanya yang mendelik masih sempat melihat dua batang jarum halus di ujung lidah Roro yang terjulur.


Kamajaya menggerung buas. dia sadar sudah terjebak perangkap. sayang semuanya sudah terlambat. dari panca inderanya keluar darah hitam busuk yang tiada hentinya mengalir. meskipun kematiannya sangat mengerikan, namun tetap tidak sebanding dengan segala dosanya yang bertumpuk.


Sengaja menggunakan kemolekan tubuhnya untuk memancing birahi lawan. saat kedua bibir bertemu Roro memainkan lidahnya, racun dalam jarum menyusup melalui liur. orang yang mengaku paling romantis itupun jatuh dalam pelukan maut wanita licik itu. itulah senjata rahasia Roro yang paling mematikan 'Jarum Liur Naga.!'


Tanpa buang waktu Dewi Malam Beracun ceburkan dirinya ke dalam sungai untuk mengurangi serangan hawa panas yang masih mengeram dalam tubuhnya. Respati palingkan mukanya melihat Roro membuka seluruh pakaiannya.


Meskipun itu suatu pemandangan indah bagi kaum lelaki, tapi Respati tidak sampai hati untuk melihatnya. karena dia tahu Roro mandi dalam sungai bukan hanya ingin meredam hawa panas, tapi juga untuk membersihkan dirinya dari bekas jamahan tangan Kamajaya. meskipun sebenarnya dia juga sadar kalau semua itu tidak akan pernah bisa hilang sampai kapanpun.


Mulanya cuma air matanya yang menetes keluar, berikutnya suara isakan tangisnya yang memilukan hati berubah menjadi jeritan penuh perasaan rendah diri, penderitaan batin dan penyesalan.


*****


Silahkan tulis komentar kritik saran, like👍 vote, atau favorit jika anda suka. maaf jika sering lambat up date. Terima kasih. Wasalam.

__ADS_1


__ADS_2