
Bayangan berwujud siluman ular kobra hitam raksasa terlihat semakin nyata, udara sekitar kalangan pertarungan bertambah panas dan berat berkali lipat. suara desisan dan raungan menyeramkan terdengar seiring pusaran angin tenaga sakti yang keluar menghempas apapun yang ada di sekitarnya. 'Sepasang Ular Nusakambangan' bergidik juga melihat ilmu lawan. tanpa sadar keduanya menyurut mundur, seakan ada rasa gentar dalam hati mereka.
''Edan., ilmu siluman apa yang dimiliki oleh pemuda keparat ini.?'' desis Ki Weling putih.
''Aku juga belum pernah mendengar kalau bocah itu mempunyai ilmu siluman ular yang menakutkan. sialan., kita salah perhitungan..'' rutuk Nyi Weling Ireng.
''Adikku Weling Putih., kurasa kita harus meningkatkan kekuatan ilmu 'Sisik Besi Ular Darah' hingga ke tingkat puncak agar dapat menghadapi ilmu kesaktian pemuda itu.!''
''Tapi kita belum sempurna menguasai ilmu tingkatan terakhir. lagi pula diperlukan banyak tenaga sakti untuk menggunakannya. aku khawatir malah mencelakai kita berdua.!'' sanggah Ki Weling Putih ragu. sang kakak mendengus gusar, ''Saat ini bukan waktunya untuk berpikir atau berdebat. kita lakukan sekarang juga sebelum terlambat. aku tidak percaya kalau bocah ini dapat lolos dari kematian.!''
Begitu ucapannya berakhir Nyi Weling Ireng gebrakkan tongkat besi berkepala ularnya le tanah hingga bumi terasa bergetar. mata perempuan ini menyorot tajam mulutnya mendesis berkomat kamit seakan membaca mantera. sepasang mata tongkat kepala ular berwarna keperakan itu membersit cahaya merah. dari mulut kepala ular yang terbuka menyembur kabut merah darah yang terus menyelimuti tubuh Nyi Weling Ireng.
Di sebelahnya Ki Weling Putih juga menyusul berbuat yang sama. saat kabut merah darah yang menyelimuti kedua orang ini sirnah, baru terlihat perubahan yang mengejutkan.
Sepasang Ular Nusakambangan seakan kini benar- benar berubah menjadi manusia ular jejadian berwarna merah yang menebarkan bau anyir darah. bukan saja kepala mereka berubah mirip ular, bahkan saat mulutnya yang mendesis terbuka, terlihat gigi taring keduanya yang panjang tajam mirip taring ular berbisa, cairan liur merah dan busuk menetes dari lidah panjang yang terbelah ujungnya. saat tetesan air liur busuk itu mengenai rumput dan ranting kayu yang berserakan di atas tanah, terdengar suara mendesis disertai kepulan asap merah. terlihat rumput dan ranting pohon itu seketika kering dan membusuk lalu hilang musnah terhembus angin. sungguh air liur beracun yang sangat jahat.!
__ADS_1
Kalau Sepasang Ular Nusakambangan berubah menjadi manusia ular berwarna merah. maka saat itu tubuh Respati si Ular Sakti Berpedang Iblis seakan juga di selimuti hawa dan sinar hitam pekat berwujud ular kobra hitam.
Pedang Iblis Hitam di tangan Respati yang teracung keatas perlahan ditarik ke bawah melintang sejajar dada. meskipun raga luar pemuda ini tidak sampai berubah seluruhnya seperti kedua lawannya, tapi jiwanya telah dirasuki roh siluman ular kobra hitam. jika tiga wujud ular sakti jejadian bertemu, maka pertarungan sengit yang mungkin di luar nalar manusiapun bakal segera berlangsung.
''Shsiisss., Ular Sakti Berpedang Iblis., hari ini kau akan mendapatkan kehormatan sebagai orang pertama yang merasakan kehebatan ilmu 'Sisik Besi Ular Darah' tingkat puncak..''
''Hanya sayangnya., setelah merasakan keganasan ilmu tingkatan puncak yang dinamai 'Wujud Siluman Ular Darah' kau pasti mampus., shssiiss., ssiss., hee., he.!'' desis Ki Weling Putih menimpali ucapan Nyi Weling Ireng. suara keduanya terdengar mendesis bahkan saat tertawa mengejek.
''Aku tidak perduli wujud kalian berubah seperti apa., bagiku tidak ada bedanya. karena dimataku kalian hanyalah dua ekor bangkai ular tak berharga.!'' ejek Respati sambil membuat kuda- kuda tubuh setengah membungkuk. aura hawa hitam pekat berupa ular kobra raksaasa yang menyelimuti tubuhnya terlihat kian membesar. suara desisan disertai raungan aneh terdengar menggiriskan hati.
''Sshisss., aku menginkan darahmu sekarang juga..!'' bentak Ki Weling Putih. bersama sang kakak mereka berdua menggembor keras sebelum tubuhnya berkelebat secepat petir ke depan. dua tongkat kapala ular perak menghantam, semburan liur beracun turut melabrak.!
Respati menyeringai., menerima serangan maut seperti ini dia bukannya mundur atau berusaha menghindar, tapi malah berkelabat maju lebih cepat dari gerakan kedua lawannya. pedang Iblis Hitam di putar sebagai untuk melindungi tubuhnya dari semburan ludah beracun. cairan merah berbau busuk seketika terpecah muncrat ke segala penjuru. membuat Sabarewang dan Roro yang berada agak jauh dari kalangan pertarungan sama bergerak mundur menghindar.
'Whhuuuss., Chheeeiiss., cheess.!'
__ADS_1
Ludah busuk beracun itu semburat muncrat mengenai semak belukar hingga langsung kering membusuk lalu hancur luluh tidak bersisa.!
''Aaaakhh.!'' terdengar jeritan menyayat dari balik kegelapan, disusul munculnya sesosok tubuh lelaki setengah umur bertubuh tinggi kekar dengan rantai berbandul besi berduri yang melilit pinggangnya.
Dari cirinya orang ini bukanlah manusia lemah, karena dialah yang bernama Ki Rantai Jagad Keramat., seorang perampok tunggal yang sudah lama di buru pihak kerajaan baik di wilayah timur maupun barat. kabarnya orang ini punya ilmu kebal senjata hingga sulit di bekuk oleh prajurit yang berilmu silat tinggi sekalipun.
Tetapi saat sekarang manusia ini muncul dari persembunyiannya di balik kegelapan dengan tubuh berputar- putar, melolong parau setinggi langit sambil mendekap wajahnya. kejab berikutnya tubuh besarnya tumbang dengan wajah dan leher hancur meleleh menjadi cairan lumpur kemerahan. bahkan tulang leher dan tengkoraknya juga turut lumer.
Kalau hanya satu dua titik cipratan ludah beracun saja sudah mampu membuat kematian seorang tokoh silat berilmu tinggi begitu mengerikan, bisa dibayangkan jika semburan ludah itu sampai mengenai sekujur tubuh.!
Terdengar beberapa seruan kaget dari balik kegelapan. rupanya masih ada beberapa tokoh silat yang memilih tetap berada di sana. kematian dari Ki Rantai Jagad Keramat yang sangat mengerikan membuat mereka harus berpikir ulang untuk tetap nekat bersaing dalam perebutan peta harta istana Angsa Emas.
Baru saja gema jeritan kematian Ki Rantai Jagad Keramat berakhir, dari arah Kereta Kuda Maut juga terdengar teriakan parau yang di susul terpentalnya dua sosok tubuh. setelah terkapar berkelojotan diatas tanah baru terlihat kalau hampir disekujur tubuh mereka penuh ditancapi jarum dan paku beracun yang keluar dari dinding kereta kuda.
Rupanya kedua orang ini menggunakan saat perhatian semua orang sedang tercurah kedalam pertarungan sengit antara tiga ular siluman untuk menyusup ke dalam kereta kuda. sebenarnya Roro dan Sabarewang juga mengetahui gerakan kedua orang ini, tapi mereka hanya saling lirik dan tertawa sinis. karena mereka berdua tahu betul kehebatan senjata rahasia yang tersimpan di baliknya.
__ADS_1
Sementara di dalam kereta kuda Satriyana juga sedang terkekeh riang. sudah sejak lama dia ngebet ingin menggunakan segala peralatan senjata rahasia di kereta kuda ini, tapi Sabarewang selalu saja melarangnya. sekarang keinginannya sudah terwujud.