
Seorang pria setengah umur yang masih terlihat gagah itu sudah sempat berganti pakaian dan membersihkan dirinya sebelum keluar rumah. sebagai seorang juragan kaya pemilik peternakan kuda dan kerbau di kadipaten Wonokerto, Ki Ageng Bronto sangat mengutamakan penampilan. hal ini seperti sudah menjadi kebiasaanya sejak dia menghilang dari kelompok 13 Pembunuh.
Dengan jemari tangan kirinya yang kekar berhias cincin emas permata dia memilin kumis tebalnya. golok pusaka yang masih berada di dalam sarungnya dia putar sekali lalu terpanggul di pundak kanannya.
Dengan tersenyum Ki Ageng Bronto melirik Roro Wulandari yang berjalan anggun ke arahnya. ''Sudah cukup lama tidak bertemu, tapi kau tetap saja cantik jelita seperti dulu..'' ''Bagaimana kabarmu sayangku 'Dewi Malam Beracun'., si nomor dua belas.?''
''Aaiih., aduuhh., Ki Ageng Bronto si nomor sembilan dari kelompok 13 Pembunuh yang menghilang, alias 'Pendekar Golok Bayangan Setan'., kau juga masih terlihat gagah di usiamu yang sudah kepala lima. terutama., kumis tebalmu itu, iih bikin gemes. Hii., hi..'' balas Roro Wulandari. seenaknya saja kedua orang ini saling sapa berseling rayuan genit tanpa perduli keadaan di depannya.
Karuan saja kejadian ini membuat si 'Kapak Jagal' dan 'Datuk Tinggi Mayat Besi' merasa diremehkan hingga amarahnya naik ke ubun- ubun. tapi di sisi lain hati mereka juga keder mendengar nama 'Pendekar Golok Bayangan Setan' di sebutkan. rupanya orang nomor sembilan itu belum mati seperti perkiraan.
Tanpa sadar Datuk Tinggi Mayat Besi mengedarkan pandangannya ke sekeliling. di ujung kanan pelataran tidak jauh dari onggokan tulang daging busuk dari mayat Nyai Bawang, tergeletak sesosok tubuh berjubah merah. ''Sialan., ternyata si 'Golok Siluman Kembar Penghisap Darah' sudah di pencundangi. tapi., siapa orang yang telah melakukannya.?'' geram Datuk Tinggi ngeri.
''Datuk Tinggi Mayat Besi., aku tahu kau pasti merasa penasaran siapa orangnya yang telah menghabisi kedua orang kawanmu itu. dengarkan., mereka berdua telah mati di tanganku.!''
''Meskipun aku hampir mati di tangan Nyai Bawang, tapi mungkin karena kecantikanku membuat malaikat maut jadi tidak tega untuk mencabut jiwaku. sebagai gantinya nyawa nenek peot jelek penjual bawang busuk itu yang di bawanya ke neraka Haa., ha., ha.!''
Meskipun sudah pernah mendengar sifat Dewi Malam Beracun yang selalu tinggi hati dan sangat percaya diri, tapi kedua lawannya juga Ki Ageng Bronto tidak menyangka kalau wanita cantik ini sangat sombong dan suka menghina lawannya sekalipun dia sudah jadi seonggok mayat.
__ADS_1
''Perempuan sundal keparat., jangan di kira kami takut menghadapimu. ingatlah., kami masih punya 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis.!'' seru Kapak Jagal gusar melihat tingkah genit dan sombong Roro yang menyebalkan hatinya.
''Asal kalian tahu saja, sebentar lagi bala bantuan akan datang kemari, bahkan tuan Kamajaya bisa jadi turut datang. kau akan mampus dalam kesombonganmu.!'' Datuk Tinggi ikut menggertak. dengan satu isyarat saja puluhan anak buahnya mulai bergerak mengepung lebih rapat.
Roro sekejap seperti mengkelam wajahnya mendengar nama Kamajaya si 'Pendekar Romantis Pencabut Nyawa' di sebutkan. tapi itu cuma sekilas saja, dengan gaya merayu dia mendekat dan sengaja bersandar di bahu kanan Ki Ageng Bronto. lengan kirinya yang putih mengkilap tapi berbulu halus itu merangkul mesra lelaki ini.
''Kakang Bronto sayang., kau dengar sendiri bukan kalau mereka mencaci maki diriku sebagai wanita sundal yang sombong..''
''Chuih., padahal aku rasa perempuan mata picak itu cuma iri saja dengan kecantikanku. sedang si Datuk Tinggi., dia pasti marah karena aku lebih suka dekat denganmu. jadi., bisakah kau berikan mereka pelajaran, demi kawan lamamu ini.?''ucap Roro manja sambil matanya mengerling memanasi lawannya. sementara bibirnya membisikkan sesuatu ke telinga Ki Ageng Bronto.
''Perempuan penghasut gila., aku tidak akan bisa tidur nyenyak kalau belum melihat mayatmu hitam membusuk.!'' bentak kedua orang anggota 13 Pembunuh itu garang. tanpa bersepakat keduanya menyerbu ke depan. belasan 'Pahat Mayat Membatu' berhamburan dari tangan si Datuk Tinggi Mayat Besi yang di barengi pukulan sakti 'Gelombang Mayat'' yang menebar pusaran angin kencang dan hawa hitam busuk.!
Wanita kekar yang mata kirinya di tutupi potongan kulit hitam alias si Kapak Jagal juga tidak mau kalah, dengan menggunakan jurus 'Jalur Hitam Selusin Jagal Kegelapan' dan 'Pembelah Langit Bumi' dia bermaksud membuat mangsanya mati tercincang dan terpotong dalam sekali gebrakan.
''Baik., aku mengerti maksudmu..'' ucap Ki Ageng Bronto lantang. orang pasti mengira jika juragan kuda yang kaya raya itu sudah terhasut oleh Roro Wulandari. padahal sama sekali berlainan dengan apa yang terlihat.
''Ki Ageng Bronto., aku tahu kau menyukaiku setulus hati. itu sebuah kehormatan bagiku, sayangnya aku tidak bisa menerimanya karena di hatiku sudah ada orang lain. selain itu., aku bukanlah wanita yang sempurna. aku., tidak mampu lagi memiliki keturunan. rahimku sudah hilang. di dunia ini cuma si nomor tiga belas dan beberapa sahabat dekatku yang tahu masalah ini..''
__ADS_1
''Kami sedang terdesak., jadi aku meminta ijinmu untuk menggunakan jalan rahasia yang kita pernah buat di bawah tanah. aku membawa banyak bahan peledak yang dulu pernah kupakai untuk membuat lubang rahasia di bawah tanah rumahmu ini..''
''Pasti yang kau maksudkan itu si nomor tiga belas 'Ular Sakti Berpedang Iblis'., beruntung sekali anak muda itu hingga bisa memiliki hatimu. tadi saat menolongku dia sempat mengatakan rencana kalian. dua butir obat yang dia berikan sangatlah luar biasa, tenaga kesaktian dan luka dalamku seketika pulih..''
''Hhm., cinta itu urusan dua hati. tidak bisa dipaksakan. aku turut prihatin soal rahimmu, terus terang saja itu sangat mengejutkanku..''
Bisikan bertanya jawab diantara kedua orang itu terjadi di sela bujuk rayuan yang sengaja di perlihatkan Roro. wanita cantik ahli siasat itu selain hendak membuat panas hati lawannya hingga perhatiannya terpecah, juga berniat mengulur waktu agar Putri Penjerat yang terluka dapat memulihkan dirinya.
Sekalian Roro juga ingin memberi penjelasan kepada orang kaya yang dulu pernah berniat meminangnya itu, alasan kenapa dia sampai menolak lamarannya. sekali otaknya bermain siasat, Dewi Malam Beracun mampu mengerjakan beberapa masalah sekaligus. bahkan dia masih sempat pula bicara soal jalan rahasia dan bahan peledak miliknya pada Ki Ageng Bronto.
Saat Ki Ageng Bronto berkata, ''Baik., aku mengerti maksudmu..'' itu bukanlah seperti yang terlihat seakan dia terbujuk rayuan Roro, tapi memang paham dengan semua rencana wanita itu. maka jika lawannya mengira kedua orang ini sedang bicara rayuan mesum tentunya mereka salah besar.
Mungkin semua itu terasa aneh dan agak tidak masuk akal. tapi bagi wanita ahli tipu muslihat seperti Roro, hal semacam itu tidak sulit untuk di lakukan. ''Kenali lawanmu, cari dan hantam titik lemahnya, maka kau akan dapat membunuhnya dengan mudah., bahkan sambil bercinta..'' itulah yang sedang di mainkan wanita ini.
'Golok Bayangan Setan' sudah tercabut dari sarungnya, suara raungan menyeramkan dan bayangan wajah- wajah setan menakutkan semburat keluar. tubuhnya yang besar itu bergetaran sesaat sebelum mencelat ke udara membuat satu jungkir balik. goloknya mengibas cepat menciptakan tujuh arus gelombang ganas berbentuk wajah setan di sertai suara mengerikan. inilah jurus 'Tujuh Bayangan Setan Lapar Meraung.!'
Dewi Malam Beracun terpukau melihat kehebatan gerakan tubuh Ki Ageng Bronto, tapi dia tidak mau kalah, kipas perak yang terbentang mengibas tiga kali ke udara lalu menggebut keras. tangan kiri membentuk cakar dengan kuku berapi merah darah turut menghantam. jurus 'Kipas Penggulung Awan' dan pukulan 'Cakar Tengkorak Darah' menggebrak.!'
__ADS_1