
Beratus- ratus panah berapi yang terus menghujani kapal para tokoh silat yang berniat ambil bagian dalam penyerbuan ke pulau 'Seribu Bisa' segera di sambut dengan balasan dentuman meriam dari kedua kapal milik pihak 'Istana Angsa Emas'. tebing batu karang yang berada di tepian pulau itu seketika hancur berantakan.
Puluhan tokoh silat berilmu tinggi yang memilih langsung menyeberangi lautan dengan mengandalkan ilmu meringankan tubuhnya sudah berhasil mencapai pantai pulau karang itu. meskipun jaraknya masih cukup jauh namun orang- orang di atasi kapal dapat mendengar suara jeritan parau dan ngeri meregang nyawa.
Selain karena di sambut oleh serangan ganas dari para anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' yang bertugas menjaga daerah pantai karang dan jumlahnya mencapai ratusan orang, para pesilat itu di buat kewalahan juga ngeri dengan ribuan jenis binatang berbisa yang mengerubuti tubuh mereka.
Biarpun hampir semua pesilat yang datang ini berilmu silat hebat dan rata- rata sudah punya nama dalam rimba persilatan namun mereka sungguh tidak mengira bakal mendapatkan sambutan yang begitu mengerikan. anehnya semua binatang berbisa mematikan itu hanya menyerang pihak mereka saja.
Meski dalam hati merasa keheranan kenapa binatang- binatang beracun seperti ular, kadal, kodok, lebah, kelabang dan kalajengking juga laba- laba beracun itu tidak sedikitpun menyentuh tubuh anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' melainkan cuma menyerang para penyerbu, tapi sesaat lamanya mereka tidak dapat berpikir lebih jauh lagi.
Jeritan ngeri terdengar dari pihak penyerbu disusul dengan tumbangnya beberapa sosok tubuh. mereka yang masih bertahan sama terpekik ngeri dengan wajah berubah hebat saat melihat tubuh yang terkapar sama berkelojotan keracunan setelah dikerubuti puluhan binatang berbisa. hanya dalam waktu singkat raga mereka cuma tinggal kerangka dan genangan darah busuk menghitam.!
Meskipun mungkin tidak saling mengenal dekat tapi di antara mereka juga punya tujuan yang sama, hingga tanpa sadar ada perasaan gusar bercampur seram dalam hati kaum tokoh persilatan melihat kematian pihak para penyerbu yang mengerikan. sementara itu ledakan meriam sudah tidak lagi terdengar namun sebaliknya hujan panah berapi masih terus berhamburan menghunjam sasarannya.
Di lautan sana satu lagi kapal besar terbakar hebat, dari benderanya dapat dipastikan kalau kapal berbendera hitam itu milik perkumpulan silat 'Topan Kegelapan' pimpinan Ki Gembong Brangas alias 'Iblis Topan Hitam'. tapi biarpun kapal mereka terbakar, ketua dan anggotanya tidak menjadi panik. dari lambung depan kapal besar itu mendadak terbuka. dari dalam sana muncul puluhan perahu kecil.
Sebagai perkumpulan silat yang berada di daerah pantai timur tanah Jawa, anggota perguruan 'Topan Kegelapan' tentu cepat terbiasa dengan cara hidup di lautan. dengan menaiki puluhan perahu- perahu kecil yang telah di siapkan, mereka meluncur cepat menyeberangi lautan untuk menuju ke pulau Seribu Bisa.
__ADS_1
Biarpun ada juga perahu atau rakit mereka yang musnah setelah di hujani panah berapi lawan tapi sangat banyak anggotanya yang mampu mencapai pantai karang termasuk Ki Gembong Brangas dan langsung terlibat pertarungan sengit dengan Pasukan Tombak Gergaji Iblis. hanya sayangnya., mereka juga tidak mengira akan di serbu juga oleh ratusan binatang beracun.
Mayat- mayat yang bergelimpangan terkapar meregang nyawa, bau anyir darah busuk menghitam menghampar udara malam di selingi jeritan kesakitan dan teriakan penuh cacian penuh dendam kegusaran membuat suasana malam di pulau itu semakin menggidikkan hati.
Para penyerbu terus berdatangan bagaikan gelombang banjir. keadaan malam yang gelap juga jarak yang jauh membuat mereka kurang perhitungan. atau bisa juga., di dalam jiwa mereka semuanya sudah di kuasai oleh nafsu tamak akan harta pusaka duniawi dan kekuasaan.
Semua itu tidak terlepas dari perkiraan Roro Wulandari atau si 'Dewi Malam Beracun'. biarpun jaraknya masih jauh dan suasana gelap hingga sangat sulit bagi orang lain yang masih berada di lautan untuk dapat melihat segala yang terjadi di pulau Seribu Bisa tapi tidak demikian dengan Roro. sebagai bekas anggota 'Kelompok 13 Pembunuh' dia tahu betul semuanya.
Meriam yang sudah tidak lagi meletuskan bola peluru bukan karena telah kehabisan mesiu, melainkan pihak Istana Angsa Emas lebih memilih cara kedua untuk sampai ke seberang. lagi pula kapal mereka tidak dapat mendekati pulau itu sebab kedangkalan dari air laut yang dapat menyebabkan kapal mereka karam.
Sementara itu dari depan lambung kedua kapal Istana Angsa Emas tiba- tiba terbuka. dari dalam sana meluncur cepat sepuluh buah rakit kayu hitam yang terdiri dari ikatan tiga buah batang pohon kelapa dan di kemudikan oleh dua orang anggota 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' yang tubuh mereka sengaja di tutupi mantel hitam.
Seolah telah diatur sebelumnya rakit- rakit itu bergerak secara berurutan dengan jarak sepuluh tombak setiap rakit. ''Apakah semua anak buahmu sudah meminum ramua obat penangkal racun dan mengganti pakaian mereka dengan warna hitam.?'' tanya Roro Wulandari pada Panglima Istana Kiri yang di jawab anggukan kepala sambil sentakkan tangan untuk menggebut mental dua panah berapi yang datang dari atas.
''Kalau begitu sebagai pembuka jalan biar aku, sobat baikku Puji Seruni juga kedua ketua padepokan 'Lutung Ciremai' yang akan memulainya. setelah itu kalian dari pihak Istana Angsa Emas dan rekan- rekan yang lainnya dapat menyusul kami. tapi ingat., tinggalkan setidaknya dua puluh orang di tiap kapal besar untuk berjaga di sini.!''
Tanpa menunggu jawaban tubuh Dewi Malam Beracun cepat melayang turun ke laut. kedua kakinya yang indah menutul tepian kapal lantas meluncur dengan gerakan yang indah bagaikan bidadari kahyangan turun ke bumi dan mulai menyeberangi lautan. meskipun jika dipaksakan dengan ilmu meringankan tubuhnya yang tinggi dia masih sanggup menapakkan kakinya di permukaan laut tapi wanita cantik itu enggan untuk membuang- buang tenaga.
__ADS_1
Selain itu yang lebih penting adalah dengan cara ini akan lebih memudahkan bagi anggota Pasukan Pedang Angsa Sakti juga sebagian anak buahnya dari persekutuan 'Bulan Perak' yang berada di kapal dalam usaha mereka untuk mencapai pulau Seribu Bisa. karena bagaimanapun juga tingkat ilmu kesaktian peringan tubuh mereka belum begitu tinggi.
Kebiasaannya memakai otak dari pada otot untuk mencapai suatu keberhasilan seakan sudah mendarah daging. dengan memakai sepuluh buah rakit kayu sebagai tumpuan untuk menjejakan kakinya, Roro Wulandari dapat dengan mudah menyeberangi lautan yang memisahkan mereka dengan pulau Seribu Bisa. ibaratnya rakit- rakit itu dia pakai sebagai jembatan penyeberangan.
Warna hitam pada rakit juga baju mantel hitam yang dipakai Pasukan Pedang Angsa Sakti mempunyai kegunaan agar tidak mudah terlihat lawan karena suasana malam yang gelap. dengan demikian kemungkinan bagi mereka untuk menjadi sasaran panah berapi musuh menjadi berkurang.
Tentu saja bagi para tokoh silat berilmu tinggi seperti Dewi Malam Beracun, Kyai Jabar Seto, 'Raja dan Ratu Lutung Sakti' dari gunung Ciremai, 'Dewi Seruni Putih' alias Puji Seruni, Dewa Serba Putih, Ki Sabda Langitan dan kedua Panglima Istana Kiri dan Tengah juga Ki Ageng Bronto semua itu tidak menjadi masalah besar.
Dengan mengandalkan ilmu meringankan tubuh masing- masing para tokoh silat dari Istana Angsa Emas itupun sudah sampai di pulau Seribu Bisa. berikutnya semua anak buah mereka juga menyusul ke sana. seperti yang terjadi sebelumnya, orang Istana Angsa Emas juga disambut serangan beratus- ratus binatang beracun.
Tetapi anehnya baru beberapa langkah saja kawanan binatang beracun itu mendekat, semuanya mendadak sama menjauh mundur seakan mereka merasa ketakutan pada sesuatu yang berada pada tubuh dari para penyerbu pulau Seribu Bisa yang baru saja tiba di sana.
Kejadian ini langsung menarik perhatian semua orang terutama Pasukan Tombak Gergaji Iblis. saking terkejutnya mereka sempat terpaku sesaat karena tidak percaya ada pihak yang mampu menangkal serbuan binatang beracun di pulau itu, hingga jeritan parau terdengar beruntun mengoyak suasana saat anggota Pasukan Pedang Angsa Sakti mulai menghabisi lawannya.!
*****
Maaf telat update🙏, silahkan tuliskan komentar anda. Terima kasih👌.
__ADS_1