
Sang Putri Penjerat alias Laba- Laba Kuning, si pembunuh nomor empat itu menunduk hormat. dalam hatinya dia merasa jengah karena harus melihat patung wanita bugil. biarpun cuma sebuah boneka kayu tapi tingkat kemiripan dengan sosok aslinya begitu luar biasa. bahkan boneka itu seakan mempunyai roh hingga nampak hidup.
Suatu ketika saat dia selesai melaksanakan tugas bersama pembunuh nomor delapan dan dua belas untuk membantai gerombolan bajak laut di tanah seberang, mereka sempat mandi bersama di sebuah telaga yang sunyi dan berair jernih. meskipun si Laba- Laba Kuning sendiri juga punya kecantikan dan potongan tubuh yang bagus untuk seorang wanita, tapi dibandingkan si nomor dua belas dia merasa kalah segalanya. selain rasa kagum hatinya juga rada iri.
Meskipun saat itu juga ada si pembunuh nomor delapan yang genit turut mandi, tapi entah kenapa dia justru merasa muak melihat tubuh telanjang si perempuan ****** itu. padahal orang ini juga berparas cantik dan indah tubuhnya.
Semua keindahan tubuh wanita nomor dua belas seakan terpancar dari patung kayu yang tingginya cuma sejengkal tangan orang dewasa itu. di sini membuktikan kehebatan seni ukir pisau dari orang yang bernama Kamajaya itu.
''Kenapa kau diam Putri Penjeratku yang manis., apakah hasil ukiranku kurang bagus. coba katakan bagian mana yang harus kuperbaiki.?''
''Eeh., itu kurasa tidak perlu, karena ukiran tuan Kamajaya sudah terlihat sangat sempurna.!'' jawab Laba- Laba Kuning sambil terus menunduk. sementara rekannya pembunuh nomor tujuh si Datuk Tinggi Mayat Besi cuma diam dan sesekali melirik boneka kayu di tangan Kamajaya. dalam hatinya orang ini membatin ''Gila., sungguh seni mengukir kayu yang luar biasa, cuma melihat boneka telanjang itu saja diriku sampai terangsang, apalagi bertemu langsung orangnya.!''
''Lalu kenapa kau cuma diam menunduk pembunuh nomor empat..?'' tanya Kamajaya dingin. matanya menyorot setajam pisau membuat kedua anak buahnya jadi merasa gelisah.
''Itu., itu mungkin karena aku., aku merasa iri dengannya. sebagai sesama perempuan dia punya tubuh dan kecantikan jauh di atasku..'' ujar si Laba- Laba Kuning dengan suara gemetar. baik Kamajaya maupun si nomor tujuh sama melengak mendengarnya.
''Hak., ha., sebuah jawaban yang menarik., tapi memang benar dia wanita yang sangat sempurna. bahkan kurasa para bidadari kahyangan sekalipun juga akan merasa iri dengannya..''
''Kalian tahu., waktu pertama kali bertemu dengannya, aku seakan kehilangan sukmaku saat kulihat dia mandi di bawah siraman air terjun dengan pancaran cahaya mentari pagi menimpa tubuhnya yang indah., seribu wanita cantik yang pernah kutemui seakan tidak ada artinya jika di bandingkan dengan dirinya..''
__ADS_1
''Kurasa aku sudah tersihir., tergila- gila., atau mungkin jatuh cinta padanya., entahlah aku tidak tahu, persetan apapun namanya. dan saat dia menyadari kalau aku melihatnya, dengan kemarahan meluap dia langsung saja menyerangku tanpa perduli dengan tubuhnya yang tanpa busana..'' Kamajaya bertutur dengan raut muka penuh ***** liar. nafasnya sampai terdengar memburu.
''Aku tidak bergerak., bukan karena diriku tidak mampu menghindari serangannya. tapi dalam hatiku seakan merasa rela jika harus mati di tangannya., saat itu aku hanya diam pejamkan mata sehingga kipas peraknya menggores leherku.!'' ujar Kamajaya sambil meraba goresan kecil bekas luka di lehernya.
''La., lalu apa yang terjadi sel., selanjutnya tuan Kamajaya.?'' tanpa sadar Datuk Tinggi bertanya.
Orang itu putar- putar pisau kecilnya diantara celah jemarinya yang halus panjang dan kokoh. ''Dengan tersenyum sinis dia berkata., Aku tahu kau bisa menghindari seranganku, tapi kenapa tidak kau lakukan.?''
Lalu aku menjawab jujur ''Berhadapan dengan wanita secantik dirimu, kurasa matipun juga tidak menyesal..''
''Hik., hi., hi., Dasar lelaki perayu., bagiku kau sudah menjadi seonggok mayat.!''
''Sejak saat itu aku selalu mengikutinya, menolongnya dalam setiap kesulitan yang dia alami. sampai akhirnya wanita itu masuk ke dalam kelompok 13 Pembunuh.!''
''Di dunia ini cuma aku yang pantas untuknya, juga sebaliknya hanya dia yang pantas mendampingiku..'' Kamajaya terdiam sesaat lalu berkata dengan suara sedingin es ''Jadi kalian harus membunuh si nomor tiga belas, tapi jangan biarkan sedikitpun kulit wanitaku tergores., sebab jika itu sampai terjadi.!''
Kamajaya hentikan ucapannya, sebaliknya tangan kanannya yang memegang pisau bergerak melambai. entah sejak kapan pisau kecil di tangannya sudah bertambah satu lagi. dua buah pisau kecil yang berkilauan, bentuk pisau itu biasa saja seperti pisau pada umumnya. tapi saat pisau- pisau di telapak tangannya bergetar, kejab berikutnya kedua pisau itu mendadak lenyap dan tahu- tahu kini sudah berada setengah jengkal saja dari leher kedua anak buahnya.!
Pucat pias wajah si Laba- Laba Kuning dan Datuk Tinggi Mayat Besi. seumur hidup mereka belum pernah melihat ilmu lempar pisau sehebat itu. mereka sungguh tidak menyangka kalau lelaki santun dan terpelajar di depannya bisa begitu mengerikan. walaupun pembunuh nomor tujuh punya sedikit ilmu kebal, tapi pisau kecil Kamajaya terlalu menakutkan untuk di jajal karena seakan berhawa Iblis.!
__ADS_1
"Kalau kalian berhasil membunuh nomor tiga belas, selain uang jasa kugandakan tiga kali lipat juga kuajukan pada ketua agar bersedia memberikan tambahan ilmu kesaktian pada kalian berdua. tapi sebaliknya jika gagal, kupastikan kalian bakal mati tanpa kuburan.!"
Setelah bicara orang ini kibaskan lagi tangan kanannya dengan gaya halus. secara gaib kedua pisau yang mengambang di depan leher anak buahnya sudah kembali berada dalam genggamannya. kapan waktunya dia melempar, dan kapan pula dia menarik balik pisaunya.? tidak seorangpun yang tahu.!
"Satu hal lagi., cari tahu kabar tentang si nomor delapan, ada berita yang mengatakan kalau dia sudah mati, jika itu benar kalian harus cari tahu siapa pelakunya..!" perintah Kamajaya sambil lemparkan sebuah kendi kecil kepada Datuk Tinggi Mayat Besi.
"Berikan gembel tua jelek ini minuman dalam kendi, luka dalam dan tenaganya akan cepat pulih. kita sedang butuh orang untuk melaksanakan pekerjaan besar ini. terpaksa juga masih harus memakai tenaganya. tapi., kalau lukanya terlalu parah dan perlu waktu lama untuk sembuh, dia bisa kalian habisi saja..''
Dengan langkah perlahan dan tersenyum santun, orang berjubah hijau seperti seorang sastrawan inipun pergi dari tempat itu. baru setelahnya kedua anak buahnya bisa bernafas lega. "Sungguh mengerikan., orang itu sangat berbahaya.!" keluh Datuk Tinggi sambil menghapus keringat dingin di lehernya. saat dia melirik rekannya, terlihat tubuh wanita itu juga masih gemetaran.
Selain merasa ngeri wanita cantik bercadar kuning itu sedang berpikir bagaimana jika seandainya orang yang berjuluk Pendekar Romantis Pencabut Nyawa itu sampai tahu kalau yang membunuh si nomor delapan alias Iblis Betina Mawar ****** itu bukan lain adalah Dewi Malam Beracun, pembunuh nomor dua belas sekaligus perempuan yang sangat di gandrunginya.
****
Asalamualaikum Wrb., Salam Sejahtera buat kita semuanya.
Kami author novel silat 13 Pembunuh dan Pendekar Tanpa Kawan mengucapkan.,
'Selamat Hari Raya Idul Fitri., Minal Aidin Wal Faidzin., Mohon Maaf Lahir Dan Batin, kepada semua Reader dan Author Noveltoon.'
__ADS_1
Terima kasih., Wasalamualaikum Wrb.