
Pukulan sakti yang dilepaskan Respati tentu saja luar biasa kedahsyatannya. dua cahaya dan kabut putih berbentuk kepala ular kobra raksasa yang menebarkan hawa sangat panas dan bau busuk membuat kedua lawannya berteriak ngeri. sambil mengumpat mereka berusaha melompat jauh sambil balas lontarkan aji kesaktian.
Jika Ki Gembong Brangas alias si 'Iblis Topan Hitam' gunakan ilmu pukulan 'Topan Sewu Gempur Karang' yang sanggup menghancur leburkan barisan batu karang besar, maka rekannya si baju hijau langsung hantamkan kedua telapak tangannya ke depan. anehnya serangan yang muncul justru ada empat buah telapak tangan hijau yang berbau amis memuakkan.
Rupanya orang ini memiliki kepandaian untuk menggandakan bayangan tubuh ataupun jurus serangannya. ''Huhm., ternyata kau ini adalah si 'Pendekar Bayangan Ganda' calon pewaris dari padepokan silat 'Bayangan Utara' yang telah tersingkir secara mengenaskan karena persekongkolan dari para saudara seperguruannya sendiri.!'' dengus Respati setengah mengejek.
Dia pernah mendengar berita kalau dulunya orang ini adalah seorang murid paling berbakat di perguruan silat Bayangan Utara yang berada di daerah hilir sungai Citarum. meskipun usianya paling muda dan belum lama diterima sebagai murid perguruan itu tapi kehebatannya sudah melampau murid lainnya yang sudah lebih dulu berguru. maka tidak heran kalau sang guru kemudian memilihnya sebagai calon pewaris.
Singkatnya muncul perasaan iri hati diantara para murid utama yang merasa lebih berhak menjadi pewaris padepokannya Bayangan Utara. diam- diam mereka meracuni sang guru lantas menimpakan semua kesalahan itu padanya. walaupun punya bakat bagus tapi dikeroyok puluhan orang murid yang sudah terhasut membuatnya terpaksa harus kabur dengan membawa luka parah.
Namun orang ini punya kecerdikan. dengan nekad dan tanpa disangka siapapun dia kembali menyusup ke dalam perguruan itu pada tengah malam berikutnya untuk menemui sang guru. lelaki tua itu sadar semua tipuan para muridnya namun tidak mampu untuk mencegah karena keburu diracuni. lagipula dia juga merasakan ajalnya sudah mendekat. saat itulah sang guru memberitahukan tempat penyimpanan kitab ilmu 'Bayangan Ganda' yang menjadi andalan perguruan kepadanya.
Beberapa bulan kemudian, dengan berbekal ilmu kesaktian yang punya keistimewaan menggandakan bayangan tubuh juga jurus serangan itu dia bukan saja berhasil menuntut balas, malah membuat namanya terkenal dalam rimba persilatan sejak dua tahun lalu. biarpun demikian orang ini tidak mau mewarisi jabatan perguruan Bayangan Utara dan lebih memilih jalan hidupnya sendiri. tapi dia juga punya rasa balas budi dan tanggung jawab. rahasia dasar dari ilmu Bayangan Ganda tetap dia ajarkan pada beberapa orang murid perguruan yang tersisa.
Tiga ilmu pukulan sakti beradu kekuatan. bumi yang sudah berguncang keras akibat amukan alam menjadi semakin rengkah. kedua orang pesilat itu sama masih berusaha untuk bertahan tapi hanya sampai waktu lima tarikan nafas saja merekapun terpental beberapa langkah dan jatuh terkapar. pakaian mereka terkoyak hancur dengan luka cabikan menghitam di daerah sekitar perut dan dada.
__ADS_1
Ki Gembong Brangas memang punya ilmu kesaktian lebih tinggi dari si baju hijau hingga mampu bangkit dan langsung menerjang sambil hantamkan jurus pukulan 'Topan Mengacau Lautan'. biarpun kekuatannya sedikit di bawah ilmu 'Topan Sewu Gempur Karang' tapi kecepatan pukulannya justru setingkat lebih hebat.
'Whuuuss., whuuuss.!'
'Slaaasshh., blaaaamm., blaaarr.!'
''Aaaakh., uagh.!''
Respati yang tidak mau membuang waktunya juga kembali hantamkan ilmu pukulan Kobra Penggerogot Mayat yang disusul dengan tiga buah tikaman pedang 'Iblis Hitam' yang mengincar leher juga dada lawan. tiga jalur cahaya hitam menyerupai sambaran ular terbang berkelebat ke depan. pemuda ini rada terkejut bercampur sangsi karena entah kenapa, enam buah telapak dan kepalan tangan lawan yang tadinya bersinar kehitaman serta membawa deru angin sekeras baja dan sudah berhamburan di depannya mendadak surut lalu jauh berkurang daya gempurnya.
Walaupun dia sanggup menghantam roboh Ki Gembong Brangas tetapi dia sendiri juga tersurut mundur. tanpa dapat ditahan Respati sedikit terbatuk darah. pertarungan itu cukup singkat namun perlu tenaga kesaktian yang tinggi untuk bisa mengakhirinya. Ki Gembong Brangas masih berkelojotan. menjelang ajalnya dia sempat berpikir kenapa tenaga kesaktiannya dapat merosot, padahal setelah meminum 'Darah Keabadian' tenaga dalamnya telah meningkat cukup tajam.
Si baju hijau menjadi satu- satunya lawan yang masih bernafas meskipun tubuhnya juga penuh luka. sebenarnya Respati agak memiliki rasa simpati pada riwayat orang ini karenanya dia enggan membunuhnya meski juga tidak sudi untuk menolong. 'Panglima Istana Kiri' berusaha bangkit. Satriyana juga turut membantunya berdiri. saat itulah terjadi goncangan yang jauh lebih kuat dari yang sebelumnya hingga bumi yang mereka pijak semakin banyak yang ambles dan terbelah.
''Tidak ada waktu lagi untuk mengobatinya sekarang. kita cari dulu tempat yang lebih aman baru menolongnya.!'' seru Respati yang mencegah lelaki jangkung pucat itu untuk mengobati rekannya si 'Panglima Istana Tengah' yang sedang terluka dalam. tanpa banyak bicara dia memanggul tubuh wanita bercadar kuning itu ke bahunya. ''Kalian berdua cepat ikuti langkahku. kurasa pulau ini sudah tidak dapat lagi ditinggali..''
__ADS_1
Walaupun masih ingin mengatakan sesuatu Satriyana dan Panglima Istana Kiri hanya bisa menahan segala ucapan dihatinya. mereka cepat mengikuti Respati yang sudah lebih dulu berkelebat pergi. dari arahnya jelas pemuda itu sengaja menuju daerah pantai sebelah selatan yang penuh tonjolan batu karang. dalam perjalanannya mereka bertiga mesti terus sibuk menyapu habis binatang- binatang beracun yang datang menyerang.
Tanpa disadari dari dalam tanah berbatu karang tempat pertarungan yang tadinya mereka pijak dan telah rengkah terbelah, muncul kobaran api yang dibarengi letusan- letusan. cairan lumpur panas menyerupai lahar gunung berapi mulai meleleh keluar dari dalam tanah. mayat korban pertarungan yang bergelimpangan seketika hangus begitu juga ratusan binatang berbisa yang ada disana.!
Si baju hijau yang tinggal terkapar sendirian meskipun sudah terluka parah dan tidak berdaya namun masih sadar akan kejadian di sekitarnya. disaat menjelang ajalnya dia malah harus merasakan kengerian. lumpur berapi yang mengalir dari dalam tanah itu seolah cairan kematian dari sungai neraka. panasnya udara sekitar bagaikan berada dalam pembakaran.
Tanpa terasa dia kembali teringat masa lalu. dari seorang yatim piatu dia ditemukan oleh Ki Rama Sentika, sang pendiri padepokan silat Bayangan Utara untuk dijadikan murid. karena bakat yang bagus dan keinginannya untuk membuat bangga gurunya dia berlatih jauh lebih keras dari murid lainnya. tidak disangka semua itu malah berujung salah paham yang merenggut nyawa gurunya.
Bau daging yang hangus tinggal tulang di sekitarnya membuatnya mual dan ketakutan. sekarang ini dia malah lebih berharap untuk mati lebih cepat tanpa siksaan. hanya tinggal sejengkal saja aliran lahar lumpur panas itu menyentuh ujung kakinya. sekujur tubuhnya sudah terasa terpanggang. orang ini menjerit kesakitan saat letupan lumpur bara api terpercik ke tubuhnya hingga menembus kulit daging. sialnya dia tidak punya tenaga untuk bergerak.
''Hanya karena hasutan dan keinginan untuk menjadi lebih kuat aku mesti kehilangan nyawa di pulau terkutuk ini. bangsat, sialan.!'' keluhnya penuh penyesalan. sewaktu keputusasaan serta kesakitan akibat lahar panas yang menderanya, mendadak muncul sekelebat bayangan hitam dan rada bungkuk yang datang menyambar tubuhnya.
Dengan sangat cepat orang ini melesat pergi sambil memanggul tubuhnya. rupanya pendatang ini mempunyai tingkatan ilmu meringankan tubuh yang tinggi dan kebal benda panas. walau tidak mengetahui secara jelas wujud orangnya tapi si baju hijau masih dapat memastikan kalau dia adalah seorang lelaki tua.
Di batas kesadarannya bekas murid andalan perguruan silat Bayangan Utara itu masih sempat mencium bermacam aroma rempah bumbu juga minyak masak yang melekat di tubuh orang tua berbaju hitam ini. bahkan yang lebih aneh, matanya juga melihat sebuah wajan penggorengan hitam besar tergantung di punggungnya yang bungkuk. ''Apakah orang tua ini adalah seorang tukang masak.?'' pikirnya sebelum pingsan.
__ADS_1
................
Silahkan menuliskan komentar Anda. Terima kasih🙏.