13 Pembunuh

13 Pembunuh
Kitab Wasiat Ki Mijun (bag 2)


__ADS_3

Dewi Malam Beracun dan Respati si Ular Sakti Berpedang Iblis saling pandang sesaat. meskipun sangat jarang bertemu secara langsung dengan pembunuh nomor dua dan tiga, tapi mereka berdua sudah pernah mendengar kehebatan ilmu kedua orang ini.


Baik Roro Wulandari si Dewi Malam Beracun dan Respati alias Ular Sakti Berpedang Iblis sebenarnya baru dua tahun belakangan ini masuk menjadi anggota 13 Pembunuh. maka tidak semua anggota lama yang lebih dulu masuk sempat mereka kenal.


Seingat Respati dari angkatan lama, saat ini mungkin hanya si pembunuh nomor sebelas yang masih berada dalam Kelompok 13 Pembunuh. nomor enam si Gada Rahwana juga termasuk angkatan lama, tapi orangnya sudah mati.


"Anggota kelompok nomor empat adalah seorang perempuan buta bernama Nyi Sira, dijuluki si 'Mambang Wanita Buta'. senjatanya cuma sebuah tongkat besi yang sekaligus dia gunakan untuk membantunya berjalan. tapi sebenarnya ada sebilah pedang sakti yang tersembunyi didalam tongkatnya. diantara kami orang ini yang paling gampang curiga dan tidak percaya pada siapapun. kabarnya sepasang matanya pernah dibutakan oleh kekasihnya sendiri.


Dalam Kelompok 13 Pembunuh anggota nomor lima yang paling sering berganti orang. selama lebih dari sepuluh tahun aku berada didalamnya, sudah tiga kali pembunuh nomor lima berganti anggota. dua terbunuh satu lagi mengundurkan diri karena sudah cacat. terakhir yang kutahu orang nomor lima ini bernama 'Kala Demit'. seorang terpidana mati yang berhasil kabur dari penjara bawah tanah dalam kerajaan Pajajaran di tanah pasundan.


"Eeh., nama Kala Demit sepertinya pernah kudengar., gumam Roro sambil berpikir. 'Kalau tidak salah bukankah orang ini yang mati terbunuh oleh anggota Serikat Kalong Hitam,!'


"Nomor enam seorang raksasa bergada besi. dari pada disebut orang, makhluk besar yang gila, jelek, dungu dan bau ini lebih layak disebut siluman edan yang tak kenal aturan. hanya tahu makan dan membunuh saja. tubuhnya juga kebal senjata. panggilannya 'Gada Rahwana' tapi dia jauh lebih buruk rupa dan kelakuan dari raksasa Rahwana dalam cerita pewayangan ramayana.

__ADS_1


Anggota ketujuh adalah yang paling muda. saat masuk menjadi anggota umurnya baru dua puluhan tahunan. dia seorang pemuda yang tampan, lemah lembut serta suka akan sastra dan kesenian. pemuda ini ahli dalam mengukir boneka wanita cantik dengan menggunakan sebilah pisau kecil yang sekaligus digunakan sebagai senjatanya. orang lain tidak akan percaya jika pemuda bernama Kamajaya inilah yang menyandang gelaran 'Pendekar Romantis Pencabut Nyawa.'


Anggota nomor delapan adalah kawan karibku sendiri yang bernama Ki Jarot Winongko atau si 'Pedang Geledek' seorang kepala desa Kembangsoka sekaligus kakek dari Satriyana, anak perempuan yang kuduga sebagai keturunan keluarga Istana Angsa Emas. aku sudah berusaha mengorek keterangan dari Ki Jarot, tapi orang ini selalu tutup mulut. meskipun demikian rasa curigaku tidak pernah hilang.


Dewi Malam Beracun memeluk erat Satriyana yang terisak menahan tangis, mungkin gadis ini sedang teringat dengan kakek dan ayahnya. sungguh mereka tidak pernah menyangka kalau kakek dari Satriyana dulunya juga bekas anggota dari Kelompok 13 Pembunuh.


''Kesembilan bukan lain aku sendiri Ki Mijun. di dalam rimba persilatan diriku disebut sebagai si 'Jagal Golok Buntung'. kurasa tidak ada yang perlu diceritakan tentangku.


Anggota nomor sepuluh adalah seorang berkulit putih licin dan bermata sipit seperti sebuah garis tipis, orang lain tidak akan dapat membedakan apakah dia sedang tidur atau melek mata. orang ini sangat gemar berjudi dan bertaruh, apapun dijadikan taruhan termasuk nyawanya sendiri juga nyawa orang lain. dia selalu membekal beberapa buah dadu besi yang digunakan untuk berjudi sekaligus senjata pembunuhnya. karena kegilaannya akan permainan judi orang ini dijuluki si 'Penjudi Dari Akhirat.!'


"Anggota nomor dua belas seorang perempuan tua yang selalu membawa keranjang rotan berisi penuh bawang busuk berulat belatung. nama pangilannya Nyai Bawang, berjuluk 'Nenek Bawang Beracun Belatung Darah.' selain seorang ahli racun dia juga menguasai ilmu sihir. perempuan tua ini sangat licik dan keji karena dia gemar menggunakan orang lain untuk dijadikan sebagai alat percobaan racun buatannya.


Berdesir darah Dewi Malam Beracun saat membaca keterangan anggota nomor dua belas dari angkatan lama pendahulunya. "Nyai Bawang., guru bilang bekas kawan karibnya juga seorang nenek ahli racun penjual bawang. 'Apakah Nyai Bawang ini yang di maksudkan oleh guru.?'

__ADS_1


'Kalau benar demikian berarti akulah yang menggantikan kedudukannya dalam kelompok 13 Pembunuh.!' batinnya ragu.


"Anggota yang terakhir adalah seorang pencuri sakti. tidak ada satu bendapun didunia ini yang tidak mampu dicurinya, termasuk juga nyawa manusia. selain selalu memakai kedok hitam penutup wajah, orang ini juga pandai sekali merubah suaranya sehingga orang lain tidak pernah mampu mengenalinya. tapi ada satu ciri yang tidak dapat dia sembunyikan jempol dan jari telunjuk tangan kanan pencuri ini buntung. ilmu meringankan tubuhnya luar biasa tinggi. si 'Maling Nyawa.' itulah julukan yang disandangnya.


Respati terkesiap sesaat lamanya, dalam hatinya pemuda ini membatin, ''Jari telunjuk dan jempol kanan buntung serta gemar mencuri., bukankah orang tua itu juga punya ciri yang sama, 'Kalau benar si Maling Nyawa dan kakek tua aneh itu adalah orang yang sama, berarti aku menggantikannya dalam 13 Pembunuh.!'


"Apa yang sedang kau pikirkan Respati.?'' bertanya Roro pada si pemuda, yang ditanya seakan gugup sesaat baru menjawab. "Tidak ada., hanya saja aku teringat seseorang, tapi sudahlah kita teruskan lagi membaca catatan itu.!''


"Sikapmu aneh, tidak biasanya kau gelisah begitu..'' gumam Roro curiga. tapi karena si pemuda sudah kembali membaca kitab wasiat Ki Mijun, terpaksa dia hanya diam mengikuti saja.


Tiga lembar terakhir merupakan catatan rahasia tentang hubungan Istana Angsa Emas dan Kelompok 13 Pembunuh. juga alasan Ki Mijun dan Ki Jarot Winongko kakek dari Satriyana mundur dan menghilang dari kelompok 13 Pembunuh. beberapa kali kedua muda- mudi ini terkejut saat membaca bagian akhir catatan itu.


Satriyana celingak- celinguk seperti mencari sesuatu, kepalanya melongok keluar pintu kereta. "Kakang Sabarewang belum kembali juga, sebenarnya dia mencari ikan dimana yah.?'' tanya gadis itu hingga membuat Roro baru menyadarinya. "Benar juga., tidak biasanya orang itu lambat begini, jangan- jangan sudah terjadi sesuatu padanya.?'' desis Roro khawatir. meskipun sering bersikap galak dan semaunya. wanita cantik ini sebenarnya selalu penuh rasa perhatian kepada semua rekannya.

__ADS_1


"Tidak perlu cemas., sebentar lagi dia akan kembali kemari dengan membawa ikan yang banyak untuk kita masak. sebaiknya kita siapkan saja api dan bumbu dulu untuk membakarnya..'' ujar Respati sambil turun ke bawah.


Benar saja, baru dia dan Satriyana berniat mengumpulkan kayu bakar dari kejauhan terlihat Sabarewang datang berlarian sambil memanggul sekarung ikan. tapi sepertinya bukan saja ikan tapi juga sesosok tubuh wanita yang nyaris telanjang penuh luka bakar dan basah kuyup.


__ADS_2