13 Pembunuh

13 Pembunuh
Rahasia dalam kotak kayu.


__ADS_3

Setelah melewati waktu dua kali peminum teh Roro hentikan semua pekerjaannya. jangan dikira dia cuma mengorek- ngorek puluhan lubang kecil dan sebuah lubang lainnya yang lebih besar dengan mudah. semua itu telah menguras hampir seluruh perhatian juga tenaganya. sedikit saja salah memutar atau mengorek lubang, kotak kayu itu bisa hancur semburkan asap atau cairan beracun juga senjata rahasia mematikan.


Dengan mengatur pernafasannya bekas si pembunuh nomor dua belas di 'Kelompok 13 Pembunuh' itu berusaha untuk memulihkan diri. keringat membasahi baju kutang hitam penutup kulit tubuhnya yang putih mulus tapi berbulu halus itu. saat membuka mata terlihat suatu kilatan tajam didalam pandangannya.


Tangan kanannya yang berjari panjang dan lentik perlahan meraba salah satu sudut kotak kayu cendana hitam itu, sementara tangan kiri memutar batang tusuk konde emas berbentuk bulan sabit yang masih tertancap pada lubang paling besar dibagian sisi kanan bawah kotak itu dengan hitungan tertentu.


Bersamaan dengan suara 'Klik., klik., yang halus terdengar tangan kanannya bergerak menggeser tutup kotak kayu itu ke bawah. kini kotak yang menjadi rebutan semua orang di dunia persilatan itupun telah terbuka. ketiga orang lainnya yang berada disana sama terperanjat saling pandang. dalam hati mereka mengakui kehebatan 'Dewi Malam Beracun' dalam soal membongkar pasang peralatan rahasia.


Roro tertawa riang sambil betulkan tali kutang bajunya yang melorot ke lengan. ''Hii., Hi., meskipun sangat menyulitkan tapi wanita cantik sepintar diriku tidak akan pernah gagal untuk membongkar mainan kecil seperti ini..'' meskipun rada jengkel dengan sikap Roro yang sombong tapi Puji Seruni tidak mau menanggapinya.


''Eehm., sekarang mari kita lihat bersama apa isi kotak kayu ini..'' ucap Roro Wulandari. secara hampir bersamaan mereka berempat julurkan kepalanya ketengah meja dimana kotak kayu cendana hitam itu berada. sesaat lamanya keheningan terjadi. empat pasang mata menatap tidak berkedip dengan pandangan seperti orang sedang sembelit terutama Roro. kotak kayu cendana hitam itu ternyata kosong tidak berisi apapun.!


Meskipun kejadian ini sangat mengecewakan tapi juga sebuah kesempatan bagi Puji Seruni untuk balas mengejek sekalian meruntuhkan kesombongan Roro. ''Huhm., setelah begitu banyak kesusahan di lalui ternyata yang kita dapat hanyalah sebuah kotak kayu kosong..''


''Aku jadi sangsi., jangan- jangan kepintaran yang selalu kau banggakan itu sudah terkikis habis oleh bualanmu sendiri. makanya jadi orang itu jangan sok pintar.!'' si 'Dewi Seruni Putih' mengolok Roro. sementara 'Raja Ratu Lutung Sakti' meskipun tidak bicara apapun tapi jelas turut kecewa dan berpikir kalau otak cerdik Dewi Malam Beracun tidak sehebat yang diberitakan orang.

__ADS_1


Walaupun dalam hati merasa geram dan malu disindir oleh kawan karibnya tapi Roro tetap terlihat tenang. sementara otaknya terus berpikir dalam hatinya dia juga membatin, ''Aku tidak mungkin salah perhitungan. meski tidak nampak dari luar tetapi dapat kurasakan keberadaan suatu barang pusaka yang berada dalam kotak itu..''


Sejurus lamanya dia menatap kotak kosong itu. matanya yang bening tajam terlihat berkilat. senyuman sombong kembali tersungging dibibir merahnya. ''Kalian terlalu cepat meragukan kemampuanku. sekarang lihat ini..'' sambil bicara sebelah tangannya merogoh ke dalam kotak kosong, mengetuk- ngetuk beberapa bagian kemudian dua ujung jarinya mencongkel tepian kotak.


'Taapp., traak., klaak.!'


Semua orang terdiam dan terbelalak melihat selembar lapisan papan kayu yang menjadi dasaran bagian dalam kotak itu terangkat ke atas. ''Sudah kubilang bukan., tipuan kecil begini mana mungkin mengelabuiku..'' Roro Wulandari balas mencibir. ''Taa., tapi., bagai., bagaimana kau bisa tahu kalau ada ruangan tersembunyi di bagian bawah kotak itu.?''


Roro menatap Puji Seruni dengan pandangan merendahkan. ''Bukankah sudah jelas terlihat kalau tinggi bagian dalam dan di bagian luar kotak tidak sama. itu hanya membuktikan ada ruangan rahasia dibawah alas kotak kayu ini. lagipula kotak kayu cendana hitam ini terasa lebih berat dari yang seharusnya. jadi pasti ada sesuatu tersimpan didalamnya hingga beratnya bertambah..''


''Meskipun belum pernah melihat sebelumnya tapi aku yakin kalau inilah benda pusaka yang dicari oleh ketua 13 Pembunuh selain 'Darah Keabadian'. sayangnya., hanya orang- orang Istana Angsa Emas yang lebih memahami soal ini. mungkin sebentar lagi mereka juga akan datang..'' gumam Roro Wulandari.


Roro Wulandari menggeliat sambil berdiri dari kursinya. dengan gaya kemalas- malasan dia mengambil kembali tusuk kundai bulan sabit emas dari penutup kotak. kedua tangannya terangkat ke atas untuk mengatur gelungan rambut panjangnya. Puji Seruni kernyitkan alisnya, bibirnya mendengus jijik melihat kedua ketiak rekannya yang putih nyaris penuh dengan bulu- bulu hitam. Roro cuma meliriknya sekejap tanpa perduli.


''Apa kau punya masalah dengan bulu- bulu di tubuhku. kedua orang tua muka monyet dari Ciremai itu punya bulu tubuh yang jauh lebih banyak dariku, tapi kau tidak merasa risih melihatnya. lagi pula., aromanya wangi lho..'' ucapnya sambil hidungnya mengendusi kedua ketiaknya yang berbulu. seketika Puji Seruni merasa mual dan mau muntah melihat tingkahnya🤢🤮.

__ADS_1


Di sebuah tempat jauh disebelah selatan tanah Jawa., Pulau Seribu Bisa.!


Pulau yang dipenuhi ribuan binatang dan puluhan jenis tanaman beracun itu masih terlihat sunyi mencekam seperti biasanya. meskipun tidak terlihat siapapun berada di sana namun orang yang datang kesana dapat merasakan adanya ancaman maut yang mengintai dari balik tiap sudut pulau itu.


Tempat yang menjadi markas rahasia dari perkumpulan pembunuh bayaran terkuat di dunia persilatan, 'Kelompok 13 Pembunuh' itu kebanyakan terdiri dari batuan karang terjal. bahkan terdapat tiga buah bukit karang kecil disana. hanya sebagian saja yang berupa tanah berpasir. diantara celah- celah batuan karang ini terdapat puluhan goa rahasia baik yang terbentuk secara alami maupun buatan tangan manusia.


Disalah satu sudut tonjolan bukit karang yang paling besar seukuran lebih empat puluhan tombak keliling setinggi dua puluh tombak terdapat sebuah goa rahasia. goa itu bukan saja terdiri dari batu karang alami melainkan ada juga beberapa tempat yang dilapisi lempengan baja. terutama di pintu masuk yang dijaga tidak kurang dari sepuluh anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis.!'


Jika memasuki lorong goa orang akan dapat melihat beberapa pintu besi di sepanjang lorong goa karang yang nampak sedikit remang karena cuma di terangi oleh beberapa api obor batu yang tertancap di dinding goa. lorong itu panjang dan mempunyai banyak cabang. beberapa orang berserangam hijau dengan topeng tengkorak putih terlihat berjaga disetiap sudut lorong goa batu.


Di ujung salah satu cabang lorong goa yang paling panjang dan dalam terdapat sebuah pintu besi dan dijaga oleh empat orang Pasukan Tombak Gergaji Iblis. bagian atas pintu dibuatkan sebuah lubang angin- angin seukuran kepala manusia berterali besi. kalau kita melongok ke dalam sana akan terlihat pemandangan seram sekaligus menyedihkan.


Seorang gadis berambut cepak dengan baju hitam lengan pendek sedang berdiri disebuah tiang batu ditengah ruangan seperti penjara itu dan terikat rantai. wajah gadis itu tidak terlihat karena kepalanya terkulai lemas. dua buah pipa yang lebih kecil dari jari kelingking anak- anak ditusukkan ke dalam dua urat nadi di tangan kanan kiri gadis enam belas tahunan itu.


Tabung pipa itu tipis dan nyaris tembus pandang, mungkin dibuat dari sejenis kaca. pipa itu terlihat memerah karena dialiri oleh darah yang mengalir dari dua urat nadi gadis berpakaian hitam itu. darah merah segar terus menetes keluar dan tertampung ke dalam sebuah kuali perak. ini adalah suatu cara menyedot paksa darah manusia yang teramat sadis.!

__ADS_1


Kuali perak itu sudah separuh penuh. gadis berambut pendek itu terlihat sangat lemah dan kurus karena darah di tubuhnya yang terus terkuras. tidak diketahui apakah dia masih hidup ataukah sudah mati. jika saja Dewi Malam Beracun tahu pemandangan ini bisa dipastikan dia akan kalap mengamuk, karena gadis itu bukan lain adalah Satriyana.


__ADS_2