13 Pembunuh

13 Pembunuh
Orang lama dan baru di meja bundar. (bag1)


__ADS_3

Malam telah semakin larut. suasana terasa hening mencekam di dalam pulau 'Seribu Bisa'. di tengah pulau itu terlihat tiga belas orang anggota 'Kelompok 13 Pembunuh' sedang berkumpul mengitari sebuah meja bundar besar yang terbuat dari pahatan batu pualam putih sambil duduk santai menyantap bermacam hidangan yang ada di atas meja.


Makanan dan minuman yang tersaji di sana bukan hidangan sembarangan melainkan arak paling keras dan daging panggang dari binatang- binatang beracun yang bertebaran di pulau itu. tidak sembarangan orang dapat menikmatinya karena harus memiliki tingkat tenaga dalam yang tinggi. namun demikian barang siapa mampu melahap dan mengolah semua itu dalam tubuhnya, dia akan dapat meningkatkan ilmu kesaktiannya.


Yang memimpin acara makan besar itu tentu saja sang ketua dari Kelompok 13 Pembunuh sendiri. orang tinggi besar berjubah kuning emas dengan topeng tengkorak berwarna keperakan ini duduk diatas kursi batu pualam putih yang terlihat lebih tinggi dan besar jika dibandingkan dengan dua belas kursi batu anak buahnya.


''Apa yang kau dapatkan dari goa rahasia bekas tempat tinggal si Maling Nyawa.?'' tanya ketua 13 Pembunuh yang dulunya di sebut sebagai 'Tuan Sesepuh Istana Utara' pada orang tua bermuka dingin bengis dengan tangan sebelah kanan buntung yang duduk di samping kirinya. saat dia berbicara suaranya terdengar berat menggaung seram seakan berasal dari dunia lain.


Orang tua buntung berjuluk 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' itu habiskan tiga ekor kelabang bakar beracun sekaligus tenggak sekendi arak sebelum menjawab, ''Seperti dugaan kita., maling tua itu secara diam- diam telah membuat jalan rahasia yang aku perkirakan menembus ke daerah pantai sebelah timur pulau ini..''


''Dari pemeriksaanku terdapat beberapa peralatan senjata rahasia yang tertanam di belakang pintu batu di dinding ujung goa. untungnya semua berhasil aku buat rusak lebih dulu sebelum kujebol hancur. menurut perkiraanku masih ada peralatan senjata rahasia dan jebakan maut yang tertanam di bagian tengah lorong itu..'' Jawab si tua berlengan buntung.


''Lantas apa yang kau perbuat dengan semua alat jebakan maut si pencuri tua itu.?'' kali ini Setan Arak yang bertanya sambil terus teguk kendi minuman keras kesukaannya. ''Aku sengaja membiarkannya agar jika dia berani datang kemari dengan melewati lorong rahasia buatannya, tidak sampai merasa curiga karena jebakan- jebakan mautnya telah dihancurkan orang lain..''


''Sebagai gantinya., aku sudah perintahkan anak buah kita dari 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' untuk memasang beberapa tabung bambu berisi bahan peledak yang kita dapat dari para pedagang negeri Tiongkok. begitu si pencuri tua masuk ke dalam dan menyentuh tali pengait yang tertanam di tanah, seketika itu juga sumbu bahan peledak akan terpicu dan membuat runtuh seluruh lorong goa yang akan menjadi kuburannya.!'' terang si Lengan Tunggal Pengejar Roh menyeringai sadis.


Tanpa sadar semua yang hadir terperanjat utamanya para pentolan lama seperti Setan Arak, Klowor Gombor alis si 'Gila Tangan Kudis' bahkan sang ketua 13 Pembunuh sendiri juga rada tertegun mendengar ucapan orang kepercayaannya itu. ''Tidak biasanya kau berbuat sampai sejauh ini. karena kutahu dirimu lebih suka langsung bertindak sendiri dalam menghabisi lawan..'' gumamnya melirik si tua buntung.

__ADS_1


''Benar kata ketua., ini bukanlah gayamu yang sesungguhnya. sejak pertarungan besar di lembah waktu itu, kau seperti sudah menjadi orang lain saja..'' sindir Klowor Gombor. ''Bukan hanya itu saja., sikapmu juga mulai berubah lebih banyak bicara dan berpikir dari pada sebelumnya..'' Setan Arak turut mencibir.


''Eehm., Mungkin karena diriku merasa sudah terlalu tua untuk terus mengumbar nafsu membunuh. jika ada cara yang lebih mudah untuk menghabisi lawan tanpa harus keluar banyak tenaga, aku rasa menyenangkan juga. atau., bisa jadi kebiasaan baruku ini karena terpengaruh cara kerja si wanita licik bekas nomor dua belas itu dalam membunuh sasarannya..'' jawab si buntung santai hingga membuat kedua kawan lamanya jadi saling pandang karena merasa aneh.


''Kalian tidak perlu banyak berpikir tentang diriku. lebih baik kita pikirkan saja bagaimana persiapan menghadapi orang persilatan yang akan menyerbu ke pulau Seribu Bisa ini..'' tutup si tua buntung menyudahi percakapan. ''Meskipun aku juga merasa janggal dengan sikapmu yang tidak seperti biasanya tapi itu tidak menjadi masalah. bahkan kupikir., bagus juga kalau dirimu mulai lebih banyak memakai otak tuamu..'' timpal sang ketua.


Sepasang mata dingin kejam yang menyorot tajam dibalik topeng tengkorak besi itu menyapu kedua belas orang anak buahnya yang duduk di sekeliling meja bundar pualam putih. ini seakan juga suatu pertanda bahwa acara makan malam sebelum pertarungan besar telah selesai.


Semua orang seketika mengatur pernafasan masing- masing. asap bersemu cahaya putih tipis sama mengepul di atas ubun- ubun kepala mereka. ini menandakan kalau ilmu kesaktian serta daya tahan para pesilat tangguh itu telah mengalami peningkatan setelah mengganyang habis semua hidangan binatang beracun di atas meja.


Sang ketua alihkan pandangan ke sebelah si Momok Jelaga Hitam. di sana juga duduk seorang kakek tua berjubah putih dengan sepasang tangan bersinar kebiruan. dia bukan lain 'Iblis Tangan Biru'. bekas anggota partai aliran hitam 'Gapura Iblis' yang kabur karena gagal menjalankan tugas lalu memilih bergabung dengan Kelompok 13 Pembunuh untuk mencari perlindungan. di sampingnya juga hadir si 'Elmaut Dua Belas Jari' yang duduk sambil mengangkat sebelah kakinya di kursi batu.


Berturut- turut pandangan mata manusia jahat berjubah kuning dengan sulaman seekor angsa emas dibagian dadanya ini beralih ke tiga orang di samping kiri Iblis Tangan Biru. mereka bertiga termasuk orang baru dalam kelompok 13 Pembunuh dan belum pernah mendapatkan tugas apapun darinya. bahkan satu diantaranya baru saja bergabung dua tiga hari lalu.


Orangnya masih cukup muda mungkin baru mendekati tiga puluh tahunan. lelaki bertubuh tinggi kekar ini meskipun cukup tampan namun sikapnya dingin dan sombong hingga mengingatkan sang ketua pada si 'Naga Urat Hijau' anak buahnya yang tewas terbunuh oleh 'Dewi Malam Beracun' saat pertempuran besar di lembah sunyi.


Pakaian jubah merahnya dipadukan dengan garis loreng hitam hingga terlihat mencolok. rambutnya yang hitam lebat di ikat dengan secarik kain hitam pada keningnya. ada satu keanehan sekaligus menakutkan karena sepasang matanya tidak memiliki warna putih melainkan merah menyala seperti bara api.

__ADS_1


Sejak satu atau dua tahun lalu, jaman si pincang alias 'Gelandangan Hantu, Respati si 'Ular Sakti Berpedang Iblis, 'Dewi Malam Beracun juga para pendekar muda terkuat seangkatannya telah berganti kedudukannya oleh para pendatang baru lainnya. salah satu pesilat muda yang paling membetot perhatian banyak orang adalah pemuda sombong bermata merah ini.


Kabarnya sejak pertama kalinya muncul setengah tahun lalu pemuda bernama Panji Segoro Geni itu telah membabat habis empat gerombolan perampok yang berbeda dan dianggap paling berkuasa di empat penjuru angin. berikutnya secara beruntun dia menantang tiga ketua perguruan silat dan belasan tokoh persilatan baik dari aliran hitam maupun putih. dua di antaranya adalah pesilat muda yang termasuk dalam sepuluh pendekar pendatang baru terkuat dunia persilatan.


Semuanya berakhir dengan kemenangan bagi pemuda angkuh ini. siapapun lawan yang dia tantang pada akhirnya mati mengenaskan ditangannya. orang persilatan yang merasa tindakan pemuda ini terlampau kejam sama mencoba membuat perhitungan dengannya. tapi pemuda itu bukan saja berhasil lolos dari maut bahkan secara sadis balik membunuh semua pesilat yang berani menantangnya.


Karena selama ini dia belum pernah menemui kekalahan, membuatnya menjadi semakin sombong. bahkan kabarnya dia pernah sesumbar jika saja si pincang alias 'Pendekar Tanpa Kawan' bekas peringkat pertama pada angkatan lalu yang sempat dikabarkan mati atau menghilang entah kemana muncul kembali di dunia persilatan, dia pasti bakal tewas juga ditangannya.!


Dalam keadaan seperti itu maka tidak salah jika pemuda bermata merah yang kemudian di berikan julukan 'Pendekar Sadis Bermata Api' ini di tempatkan pada urutan teratas dari sepuluh pendekar muda pendatang baru terkuat angkatan sekarang ini. dengan bergabungnya pemuda sombong itu dalam Kelompok 13 Pembunuh, dapat di bayangkan betapa mengerikan kekuatan dari gerombolan pembunuh bayaran itu.!


*****


Asalamualaikum Wrb., Salam sehat sejahtera selalu bagi kita semuanya.


Kami Author serta tukang Update dari novel '13 Pembunuh' dan 'Pendekar Tanpa Kawan' mengucapkan 'Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi para Reader pembaca, kaum Muslimin- Muslimat semuanya.


Semoga berkah dan kesehatan selalu dilimpahkan bagi kita semua. Amin. Wasalamualaikum Wrb. 🙏.

__ADS_1


__ADS_2