
Saat tangan keriput itu keluar dari balik keranjang rotan bertutup kain hitam, terlihat puluhan butir bawang busuk yang sudah berulat belatung menjijikkan tergenggam di tangannya.
Hampir bersamaan waktunya, si nenek bermata buta juga mulai bergerak. kedua kakinya sedikit merenggang sementara tangannya menggenggam pangkal tongkat kemerahan yang panjangnya lebih setengah tombak itu. hawa membunuh yang mengerikan terpancar deras dari dalam diri kedua nenek itu
Entah bagaimana udara di sekitar tempat itu menjadi penuh dengan tekanan dan berkabut. hawa sangat dingin berhembus kencang, batu kerikil dan debu pasir terhempas naik, ratusan binatang beracun sama bergerak menjauhi, beberapa diantaranya keburu mati kering membeku tersambar hawa tenaga sakti yang sedang mengamuk.!
Orang berlengan buntung sedikit berubah raut mukanya, dia lalu mundur setindak. dia merasa tidak perlu kerahkan tenaga untuk melawan pengaruh hawa kesaktian yang terpancar dari tubuh kedua tua nenek yang bukan lain bekas kawan lamanya itu. Nyai Bawang alias Nenek Bawang Beracun Belatung Darah, juga Nyi Sira si Mambang Wanita Buta.!
Di jajal kesaktiannya oleh bekas dua orang anak buahnya tidak membuat sang ketua kelompok 13 Pembunuh meradang, dia tetap duduk tenang di atas kursi tinggi batu pualam putihnya. wajah dibalik topeng tengkorak mengernyit. ''Bertahun- tahun menghilang, rupanya dua nenek tua bangka ini tidak lupa untuk memperdalam ilmu kesaktiannya. dulu tenaga hawa pembunuh yang mereka miliki tidak sampai sehebat ini. lumayan juga., tapi bagiku masih serupa permainan anak kecil..'' batinnya dalam hati.
Sementara itu kedua telapak tangannya yang berada di atas sandaran tangan kursi terlihat sedikit mencengkeram. dari dalam tubuh manusia berjubah kuning ini mendadak keluar gelombang pusaran tenaga panas yang langsung menghempas habis gulungan hawa kabut dingin yang menyelimuti seputaran tempat itu.
Tanpa beranjak dari tempatnya duduk, ketua kelompok 13 Pembunuh kibaskan sebelah tangannya. sepintas gerakan ini terlihat perlahan dan remeh, tapi akibatnya baik Nyi Sira maupun Nyai Bawang sama terperanjat saat merasa ada gelombang hawa panas melabrak mereka.
Dengan keluarkan suara tercekat kedua nenek sakti ini masih mencoba untuk melawan sambil lipat gandakan tenaga dalamnya. tapi itu cuma dapat bertahan beberapa kejab mata saja, karena detik berikutnya tubuh renta kedua bekas pembunuh bayaran kawakan itu terpental kebelakang lalu terbanting ke tanah.!
__ADS_1
Tapi rupanya kedua nenek bangkotan itu memang bukan tokoh silat sembarangan, karena begitu tubuh mereka terguling di atas tanah, secepat itu pula keduanya bangkit dan langsung melabrak garang.!
''Setan alas., Aku belum kalah.!'' gembor Nyai Bawang sambil meremas hancur butiran bawang busuk di tangan kanannya, lantas mulut peotnya meniup menyemburkan asap putih. puluhan belatung merah darah di telapak tangannya berubah berkali lipat lebih besar dan memancarkan cahaya asap kemerahan. saat tangannya menghantam belatung darah itu turut menyambar. inilah ilmu 'Belatung Asap Neraka.!'
Nyi Sira si Mambang Wanita Buta juga tidak mau ketinggalan, tongkat kemerahan di tangannya digenggam erat. jubah hitam yang menutupi tubuhnya mengembang dan berkibaran mengiringi gelombang hawa maut yang terpancar dari tubuh si nenek buta. ''Memintaku untuk kembali menjadi bawahanmu, tidak semudah itu., kau rasakan dulu ini.!'' bentak Nyi Sira sambil cabut ujung tongkat merahnya.
Seberkas sinar menyilaukan pandangan tersembur keluar. tubuh Nyi Sira seakan lenyap ditelan pijaran cahaya tajam. selanjutnya dengan kecepatan bagaikan halilintar sinar panas menyilaukan mata itu menyambar ganas tubuh sang ketua 13 pembunuh.!
Di serang dua kekuatan hebat begitu rupa tidak membuat sang pemimpin bertopeng tengkorak menjadi gusar apalagi panik. tanpa beranjak dari tempat duduknya dia mengangkat kedua tangannya keatas, lalu membuat gerakan seperti sayap seekor burung sedang mengepak.
Ulat belatung darah milik Nyai Bawang yang menggunakan ilmu 'Belatung Asap Neraka' sesaat masih mampu bertahan dan terus berusaha mendesak maju menerobos gelombang tenaga sakti si topeng tengkorak. tapi kejab kemudian meledak hancur musnah tak bersisa.
Cahaya perak tajam menyilaukan mata yang keluar dari tongkat merah Nyi Sira si Mambang Wanita Buta sebenarnya mampu menembus gelombang cahaya kuning berhawa panas yang di lepaskan si topeng tengkorak. tapi saat tinggal tiga jengkal dari tubuh tinggi besar si topeng tengkorak. tiba- tiba saja tenaga saktinya jadi melemah lalu berbalik menghantam dirinya sendiri.
Dua nenek tua itu menjerit keras, tubuh renta mereka terpental hingga tiga atau empat tombak jauhnya dari tempat semula. hening sesaat lamanya, angin tenaga sakti perlahan berangsur sirap. si topeng tengkorak berjubah kuning alias si nomor satu, sang ketua kelompok 13 Pembunuh tetap duduk tenang diatas kursi batu pualam putihnya.
__ADS_1
Empat langkah di belakangnya juga masih berdiri si Lengan Tunggal Pengejar Roh dengan tampangnya yang dingin kejam dan tanpa perasaan. hanya dengan berdiri diam di belakang tubuh si pemimpin sudah cukup baginya untuk berlindung. dia tahu betul ilmu manusia di depannya ini jauh lebih kuat dari gunung karang dan lebih dalam dari lautan.!
Nyi Sira yang lebih dulu bangkit berdiri. dari sudut bibirnya terlihat meneteskan darah. dengan bantuan tongkatnya nenek buta ini berjalan tertatih. Nyai Bawang sempat muntah darah, setelah kerahkan tenaga dalamnya dia baru bisa berdiri. saat melirik Nyi Sira dia melihat sebagian jubah hitam rekannya itu hangus terbakar. Nyai Bawang lemparkan keranjang rotannya yang koyak dan hangus. dia tahu kalau sang ketua mau mungkin saat ini tubuh mereka berdualah yang habis di lalap api.
''Tidak terlalu mengecewakan., kalian dua orang nenek tua memang pantas untuk kupanggil lagi kemari..'' ucap si topeng tengkorak. gema suaranya menggaung menggidikkan hati.
Kedua nenek peot itu menggeram, raut wajah mereka berubah dingin menyeramkan. tapi selanjutnya keduanya tertawa mengekeh ''Hek., hek., he., Bertahun- tahun tidak berjumpa kehebatan ketua masih saja tidak dapat diukur., aku Nyai Bawang bekas pembunuh nomor dua belas datang menghadap.!''
''Hik., hik., Nyi Sira, Mambang Wanita Buta. bekas nomor empat turut hadir menunggu perintahmu.!'' ujar kedua nenek itu sambil menjura hormat.
''Hak., hak., pertemuan kawan lama seperti ini harus kita rayakan., sayang aku masih dalam hukuman hingga tidak bisa turut berpesta wanita cantik..'' seru seorang lekaki tampan berjubah hijau yang berjalan sambil mengukir boneka kayu.
''Asalkan masih ada arak, bagiku tidak jadi soal jika tidak ada wanita cantik dalam dekapanku..'' timpal seorang gemuk kekar berkepala plontos kemerahan yang berjalan terhuyung menghampiri sambil meneguk sekendi arak. jelas dia seorang pemabuk.
''Hoi kalian., cepat siapkan meja baru, arak dan makanan yang banyak. kami mau berpesta.!'' teriak si pemabuk yang bukan lain si Setan Arak itu kepada anak buahnya.
__ADS_1
''Nyi Sira., Nyai Bawang apa kalian berdua tertarik untuk berjudi denganku.?'' potong seorang berkulit putih bermata sipit. ''Mari kita bertaruh berapa lama lagi dunia persilatan akan terjatuh ke tangan kita Hak., ha., ha.?'' siapa lagi si mata sipit ini kalau bukan Penjudi Dari Akhirat.