13 Pembunuh

13 Pembunuh
Di balik lorong buntu.


__ADS_3

Dua buah rakit kayu telah siap berlayar melewati aliran sungai. rakit itu mempunyai ukuran panjang dua tombak dengan lebar hampir satu tombak. batang lonjoran kayu yang di pakai juga cukup besar dan kuat. jika pada saat datang mereka mengikuti arus sungai, maka saat kembali mesti bergerak melawan arus.


Tentu saja semuanya menjadi lebih sulit karena arus sungai itu cukup deras. meskipun demikian semuanya terlihat lebih mudah untuk di lakukan. rakit pertama yang berada sebelah depan di kendalikan oleh Respati dan Ki Ageng Bronto yang punya ilmu tenaga dalam paling tinggi di antara mereka. di atas rakit depan terbaring Satriyana dan Putri Penjerat.


Rakit kedua yang terikat benang- benang baja si 'Laba- Laba Kuning' dengan rakit yang ada di depannya di kendalikan oleh Birunaka dan Jurata. di atas rakit itu terbaring Sabarewang yang lukanya paling parah. Roro mempunyai alasan kenapa menempatkan Respati dan Ki Ageng Bronto di rakit depan. dengan tenaga dalam mereka berdua yang hebat, dalam satu dua kali dayungan saja dapat menembus arus ombak sungai yang deras.


Dengan demikian rakit kedua yang berada di belakang dan terikat benang baja milik Putri Penjerat tidak akan terlalu banyak mengalami guncangan akibat arus air yang deras. karena semua halangan itu sudah di singkirkan oleh rakit yang berada di depannya.


Jika laju rakit di rasa berkurang, dengan menggunakan jurus 'Kipas Penggulung Awan' Roro Wulandari dapat menambah kecepatan rakit lewat hembusan angin ke arah kain layar yang terpancang di rakit depan hingga mampu mendorong rakit itu agar melaju lebih cepat menerjang arus sungai yang deras.


Orang yang merencanakan semua ini pastilah 'Dewi Malam Beracun'. saat dia baru beberapa bulan muncul di rimba persilatan, wanita ini sudah di tempatkan sebagai salah satu dari sepuluh tokoh silat pendatang baru yang terhebat bersama dengan Respati si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' dan beberapa pesilat muda lainnya yang seangkatan dengan mereka seperti si 'Anggrek Geni'., 'Sepasang Cakra Malaikat' atau juga si 'Arwah Hijau'. tapi ketiga orang inipun sudah terjungkal di tangan seorang pendekar muda lainnya yang menempati peringkat teratas.


Kejadian itu sudah terlewat beberapa tahun silam. sekarang meskipun keduanya juga masih tergolong muda usia, tapi sudah bukan lagi orang baru di rimba persilatan. generasi muda kaum pendekar baik dari aliran hitam atau putih terus bermunculan, mereka lantas menggeser kedudukan para pendahulunya.


Seperti roda jaman yang terus berputar, begitu pula daun- daun tua yang kering dan rontok berganti dengan pucuk daun baru yang hijau. kabarnya saat itu Roro di tempatkan sebagai salah satu dari sepuluh pesilat muda terkuat bukan karena ketinggian ilmu silatnya, tapi lebih di sebabkan kecerdasan otaknya dalam merobohkan lawan yang ilmu kesaktiannya kadang jauh lebih tinggi darinya.


Dua kali waktu penanakan nasi, kedua rakit yang mereka tumpangi sudah sampai di tepian sungai dimana terdapat lorong goa batu yang menuju ruangan rahasia yang berada di bawah rumah besar Ki Ageng Bronto. di langit cuaca sudah terlihat mendung dan mulai gelap. mungkin sekarang sudah Mendekati ujung senja.


Hujan mulai turun dan semakin bertambah deras saat Respsti dan Jurata selesai membuka pintu lorong goa rahasia di bawah tebing sungai yang tertutupi bebatuan dan semak belukar liar. meskipun sudah pernah melewati lorong itu tetap saja Ki Ageng Bronto dan Respati tidak berani berjalan masuk lebih dulu, karena peralatan senjata rahasia yang terpasang di dalamnya terlalu menakutkan.

__ADS_1


Roro Wulandari tertawa mengikik seperti setan betina, jelas sekali kalau dia mencemooh kelakuan kedua rekannya. ''Hik., hi., hi., aduh., dua orang bekas pembunuh bayaran dari kelompok 13 Pembunuh yang ternama, kenapa sekarang jadi seperti ketakutan begitu hanya untuk masuk ke dalam lorong goa..''


''Cck., cck., sepertinya memang harus diriku yang mulai masuk duluan.." cibir perempuan itu berdecak sinis sambil melompat masuk ke dalam goa dengan tetap menggendong tubuh Satriyana di belakang punggungnya. kedua bekas rekannya di kelompok 13 Pembunuh itu cuma bisa tersenyum masam mengikuti gerakan tubuh wanita itu sambil mengangkut tandu Sabarewang.


Putri Penjerat alias si Laba- Laba Kuning juga kembali di angkut menggunakan tandu kayu. sebelum menutup pintu goa itu dengan batu besar, Birunaka sempat menghancurkan dua buah rakit kayu itu dengan gebukan pentungan saktinya untuk menghilangkan jejak mereka, sekalian juga mengambil kembali benang- benang baja si Laba- Laba Kuning sesuai yang diperintahkan Roro.


Lorong itu gelap dan sempit, sebuah obor batu yang tadi tertancap di dinding lorong sudah berpindah ke tangan Dewi Malam Beracun. meskipun cahaya obor itu tidak cukup besar, tapi masih bisa menerangi jalan di lorong goa itu. beberapa kali Roro memperingatkan agar selalu mengikuti setiap langkah kakinya.


Walaupun Birunaka dan Jurata baru sekali ini memasuki lorong goa rahasia itu, tapi mereka tidak berani bertindak ceroboh, karena sudah pernah mendengar cerita betapa mengerikan mainan senjata rahasia buatan Roro Wulandari yang terpasang di sana. biarpun dalam hatinya masih ada rasa sangsi, tapi keduanya jelas lebih memilih bertindak aman.


Bagi kalangan pendekar yang terbiasa hidup dalam tikaman pedang dan bacokan golok, mati dalam suatu pertarungan itu adalah suatu yang wajar. tapi jika mereka mampus karena termakan senjata rahasia teman sendiri., itu sungguh sangat konyol terdengar.


Setelah melalui beberapa kelokan lorong dan menghindari empat sampai lima perangkap maut, sampailah mereka pada sebuah dinding batu yang rata dan tinggi. jelaslah kalau itu sebuah jalan buntu. ''Roro., jangan kau katakan kalau kita sudah kesasar di lorong goa rahasia buatanmu sendiri..''


Semua orang langsung terbengong. ''Itu sama saja kita sedang tersesat jalan Roro., kau selalu saja bilang kalau dirimu wanita pintar, tapi sekarang otakmu sudah terbalik hingga lupa dengan lorong goa rahasia buatanmu sendiri..'' umpat Respati kesal. semua orang meskipun setuju tapi tidak ada yang berani bicara.


''Itu jelas berbeda dasar ular tolol., kalau tersesat itu artinya kita tidak tahu arah. tapi aku cuma lupa kalau pernah membuat dinding lorong buntu ini. jadi sebaiknya kau diam saja dan jangan membantah perkataanku. biarkan otak pintarku ini bekerja dulu atau kau minta kuhajar sekarang juga.?'' bentak Roro mendelik gusar mencengkeram leher baju si pemuda hingga dia tercekik.


Kalau sudah begini Respati cuma bisa angkat tangannya, ''Eeh., baa., baik., baiklah., semua terserah kau saja. anggap aku tidak bicara apapun. pem., pemimpin memang tid., tidak pernah salah..'' ucapnya nyengir. semua orang di sini segera paham, kalau Roro sudah marah tidak satupun yang berani membantah. wanita itu mendadak membalik badan. dia menatap seseorang di sana dengan pandangan licik.

__ADS_1


''Aah aku ingat sekarang., bukankah dinding lorong buntu ini berhubungan langsung dengan kamar tidur rahasiamu Ki Ageng Bronto., malah aku ingat saat memeriksa dinding yang baru beberapa hari selesai di bangun ini, aku dan para kuli suruhanku sempat mendengar suara keluhan yang berisik dari dua perempuan simpananmu. mungkin., saat itu kau sedang bermain dengan mereka yah, Haa., ha..!''


Semua orang sama menoleh ke arah Ki Ageng Bronto yang merah padam mukanya menahan malu, hingga dia menjadi bahan olokan rekan- rekannya. ''Hee., he., dua orang wanita dalam sekali bermain, ganas juga nafsumu Ki Ageng Bronto..'' sindir Respati terkekeh sambil acungkan dua jempolnya.


Juragan kuda terkaya di Wonokerto itu cuma bisa menggerendeng marah, malu bercampur geli rahasia pribadinya di bongkar orang lain. semua orang tersenyum lalu tertawa bergelak, bahkan Satriyana yang umurnya baru lima belas tahunan juga Putri Penjerat yang masih terbaring di atas tandu juga ikut tertawa.


Dewi Malam Beracun perintahkan semua orang untuk mundur lima langkah dan merapat ke dinding. dua tandu kayu juga di letakkan di lantai tepi lorong. kini hanya Roro yang berada di depan dinding buntu. tangan kanannya terkepal lalu menghantam ke lantai hingga tercipta sebuah lubang. di sana ada sebuah gelang rantai besi.


''Saat kutarik gelang besi ini, akan muncul pintu rahasia di dinding depan tembus ke ruangan tidur kakang Bronto. bersamaan akan tersembur jarum, paku dan panah beracun dari balik pintu itu. asal tahu saja kakang Bronto sendiri juga belum pernah kuberitahu tentang ini..''


''Kalau begitu Dewiku sayang., bukankah aku bisa mati termakan senjata rahasia itu jika menggunakan pintu ini sembarangan. kau., kau sungguh tega padaku..'' keluh Ki Ageng Bronto. ''Chuih., jangan berlagak jadi manja kakang Bronto. peralatan senjata rahasia itu cuma akan bekerja jika pintu di buka dari luar. kau kan tidak pernah tahu soal lorong buntu ini, jadi jangan meributkan masalah sepele, paham.!'' gerutu Roro sinis.


Semua orang terdiam, dalam hati mereka membatin, ''Gila., ini masalah nyawa orang., tapi wanita itu malah menganggapnya sepele. dia benar- benar menakutkan kaum lelaki..'' saat itulah Roro menarik gelang rantai besi, dinding buntu di depannya berderak dan berputar. wanita itu mencelat ke belakang lantas merapat ke dinding. detik selanjutnya berpuluh paku dan jarum beracun terbang melesat berhamburan.!


Beruntung senjata rahasia itu cuma melesat dari arah tengah saja, kalau saja datang dari atas dan bawah, bisa jadi akan merajam tandu Sabarewang dan Putri Penjerat yang terbaring di lantai lorong. setelah jeda beberapa kejapan mata hujan senjata itu diakhiri lesatan tiga buah anak panah kecil berapi. untung saja semua orang tidak keburu bergerak masuk, jika tidak mereka pasti celaka.


''Sekarang sudah aman, kita bisa masuk. Ki Ageng Bronto kau pemilik ruangan itu, jadi silahkan tuan rumah masuk lebih dulu..'' ucap Roro Wulandari, orang berjuluk 'Pendekar Golok Bayangan Setan' itu melangkah masuk di ikuti yang lainnya. sebuah ruangan luas dan mewah penuh hiasan emas dan batu mulia terlihat di sana. satu tempat tidur besar dari perak beraroma wangi berada di tengahnya.


*****

__ADS_1


Asalamualaikum., salam sejahtera dan sehat selalu.,


Silahkan tulis komentar, kritik saran, like👍vote, juga favorit👌 jika anda suka. tolong share juga novel 13 Pbh dan PTK ke teman" yang lainnya. Terima kasih🙏 Wasalamualaikum.


__ADS_2