13 Pembunuh

13 Pembunuh
Gelap menghisap, Terang membakar.


__ADS_3

Kedua kaki perempuan jahat yang sudah banyak sekali merusak rumah tangga orang lain itu terlihat gemetaran saat menyurut mundur. bahkan nyaris saja wanita mesum yang mempunyai julukan si 'Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma' di dalam dunia persilatan ini jatuh terjengkang.


Walaupun terasa malukan tapi dia tidak dapat lagi menutupi perasaan ketakutan yang kini melanda jiwanya. karena bagaimanapun juga selain sangat mengejutkan, keadaan lawan saat ini juga terlalu menyeramkan untuk dipandang. bahkan dalam mimpinya yang paling buruk sekalipun dia belum pernah melihat kejadian serupa ini.


Udara sekitar tempat itu yang tadinya terasa dingin menusuk sekarang berubah menjadi panas. lebih dari dua langkah disekeliling tempat 'Dewi Malam Beracun' berdiri kini nampak mengepulkan asap panas. bahkan tanah serta bebatuan sekitarnya juga mulai berwarna kemerahan akibat terbakar kobaran bara api yang menyelimuti hampir sekujur tubuh Roro Wulandari.


Biarpun dalam hatinya merasakan kengerian tapi Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma juga rada heran karena lawannya hanya berdiri memandangnya dengan tatapan mata merah menyala bagaikan sepasang mata iblis yang baru bangkit dari lubang neraka, tanpa sekalipun berniat membuka serangan.


Di tatap dengan pandangan mata bengis yang bercampur seringai mengejek seperti itu membuat hati wanita sundal ini gusar. rasa takut di hatinya menjadi sedikit tersapu. tapi belum sempat dia mengumbar amarahnya lawan sudah keburu menegurnya dengan suara menyeramkan.


''Kau tahu kenapa aku tidak langsung menghabisi nyawamu melainkan hanya berdiri di hadapanmu.?'' pertanyaan itu lantas dijawabnya sendiri. ''Itu karena aku ingin memberimu kesempatan terakhir untuk sekedar menyesali semua perbuatanmu. setidaknya saat mati, dirimu sudah menyadari kesalahan yang pernah kau perbuat. mungkin hal itu dapat sedikit mengurangi dosamu..''


Suara gemeletuk gigi wanita berjubah jingga tipis itu sampai terdengar saking begitu geram hatinya saat mendengar ucapan Roro. baginya itu adalah suatu penghinaan besar yang tidak dapat dia terima. ''Diam bangsat., kau pikir dirimu ini siapa sampai beraninya berkotbah di depanku. meskipun kuakui kau punya ilmu yang sempat mengejutkanku tapi jangan dikira aku pasti kalah.!'' makinya gusar.


Roro mendongak dan gelengkan kepalanya. ''Sepertinya semua niat baikku sia- sia saja. kalau demikian maumu apa boleh buat., mampuslah kau.!'' bentak Roro Wulandari sambil kibaskan rambut panjangnya yang diselubungi kobaran bara api. biarpun hanya sebuah kibasan rambut namun ancaman yang ditimbulkan dari serangan itu sangat mengejutkan.


Pertama yang timbul adalah segelombang sambaran angin panas disusul gulungan kobaran bola api yang melesat ke depan. dengan merutuk kalang kabut, wanita cabul itu berusaha menghindari serangan dengan melentingkan tubuhnya ke udara. dari atas sana dia hendak balas menyerang dengan kebutkan kipas saktinya.


Tapi sepertinya lawan sudah memperkirakan semua gerakannya. meskipun serangan gumpalan bola api itu lewat hanya sejengkal dibawah kakinya hingga ujung jubah jingganya sebelah bawah terbakar sebelum melabrak hancur bongkahan batu karang dibelakangnya, namun rupanya itu cuma serangan pancingan belaka.

__ADS_1


Karena dibelakang serangan kobaran bola api itu terlihat puluhan titik- titik cahaya merah berupa jarum dan paku terbang yang melesat berpijaran bagaikan hujan petir berapi. ''Setan alas., perempuan rendah keparat. dengan mengandalkan senjata rendahan semacam ini, jangan bermimpi dapat menang dariku.!'' geram si Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma.


Dengan ilmu meringankan tubuhnya yang tinggi dia menutul dan berjumpalitan diatas bebatuan sambil kibaskan senjata 'Kipas Tiga Kutukan' di tangan kanannya, sementara cermin bundar emas di tangan kiri juga turut menghantam. dalam keadaan terdesak perempuan ini masih mampu lepaskan dua ilmu kesaktian sekaligus.


Selapis cahaya kuning keemasan dari cermin yang dibarengi tiga larik sinar dan angin hitam menyambar ganas hendak menyapu habis habis jarum dan paku berapi milik Roro Wulandari yang datang bagaikan hujan. ''Haa., ha., rupanya ilmu yang kau banggakan hanya terlihat ganas diluar saja tapi sebenarnya tidak punya kekuatan apa- apa.!'' olok wanita itu tertawa bergelak.


Hujan jarum dan paku berapi terbang yang dilontarkan Dewi Malam Beracun hampir semuanya dibuat mental. jika ada yang masih lolos, hanya dengan dua tiga kali kebutan kipasnya perempuan cabul itu dapat membuatnya berjatuhan rontok hanya selangkah saja di depan tubuhnya. sekali lagi tubuhnya berkelebat dia sudah balas menyerang dengan sabetan, hempasan, tikaman dan totokan kipasnya. sekali gebrak empat jurus serangan telah dilepaskan.


Sementara itu setelah berhasil memusnahkan serangan jarum paku berapi terbang, tiga larikan cahaya hitam pekat dari senjata Kipas Tiga Kutukan itu terus melaju ganas dan mengancam tubuh Roro. seakan tidak mau kalah gertak kipas peraknya yang kini juga diselimuti bara akibat pengaruh ilmu 'Api Iblis Tengkorak Darah' juga mengibas tiga kali ke udara lalu menggebut ke depan.


'Whuuuuss., whuuuuss., wheeess.!'


Gelombang pusaran angin kemerahan yang menghempas keras bagaikan punting beliung dari neraka melabrak ke depan dengan tenaga kesaktian dari ilmu Api Iblis Tengkorak Darah, kekuatan jurus 'Kipas Penggulung Awan' milik Dewi Malam Beracun menjadi semakin meningkat berlipat ganda hingga sanggup menghantam buyar tiga sinar hitam dari kipas lawannya.


Kejadian ini sungguh diluar dugaan Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma. karena dalam perkiraannya sekalipun gagal membunuh lawannya, setidaknya masih sanggup membuat tubuh sasarannya terluka parah. tapi Dewi Malam Beracun bukan saja tidak mengalami apapun tapi malah menantang beradu kesaktian agar secepat mungkin bisa ditentukan siapa yang lebih unggul.


''Dari yang pernah kudengar, nama Kipas Tiga Kutukan itu diambil dari tiga sosok mahkluk siluman ganas yang menjadi roh dari kipas itu. kabarnya., jika si pemilik kipas bersedia mempertaruhkan hidupnya, maka sebagai gantinya ketiga roh kipas itu akan merasuk ke dalam tubuh si pemilik kipas hingga kekuatannya menjadi berlipat ganda..''


''Akan aku tentukan segalanya dalam satu serangan ini. tidak perduli kau mau memakai kekuatan itu dengan menukar jiwamu kepada roh penghuni kipasmu atau tidak, hidupmu akan berakhir malam ini juga.!'' ujar Dewi Malam Beracun. begitu suaranya habis, tanpa memberikan kesempatan lawan untuk menentukan pilihannya tubuh langsingnya yang hampir diselubungi bara api dan hampir hingga terlihat tulangnya itu melesat ke muka.

__ADS_1


Kipas perak yang berubah merah membara terlontar ke depan berputaran laksana golok berapi terbang mencari sasaran. inilah jurus 'Kipas Mengejar Rembulan' yang punya kemampuan untuk memburu mangsanya kemanapun dia bergerak. konon kipas itu hanya akan dapat dihentikan jika sudah bertemu dengan darah mangsanya.


Kipas sudah terlontar, kedua tangannya yang berbentuk cakar juga bergerak mencabik dan mencengkeram dengan buasnya. sepuluh larik cahaya merah darah sepanas api bertaburan di udara malam. jurus 'Cakar Tengkorak Darah' menyambar leher, dada serta perut lawannya.


''Sialan., kau yang memintanya. jadi serahkan saja nyawamu padaku.!'' damprat Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma gusar penuh kebencian. sambil berkomat- kamit dia kibaskan kipas bermata pisau itu ke telapak tangannya sendiri hingga darah mengucur membasahi kipas besi putih itu. terlihat tiga buah kilatan cahaya menyeramkan pada lukisan tiga buah tengkorak hitam yang ada di Kipas Tiga Kutukan itu.


Yang dia lakukan ini walaupun hanya sesaat saja tetapi sudah menghambat gerakan tubuhnya. jurus Kipas Mengejar Rembulan yang dilepaskan Roro tanpa ampun langsung menghajar tubuhnya. perempuan cabul itupun terkapar bergulingan dengan bagian perut robek besar dan usus terburai, bahkan sempat terbakar kobaran api.


Sosok anita ini nyaris telanjang dan gosong bermandi darah di beberapa bagian tubuhnya. kipas perak yang sudah berubah ke wujud aslinya terbang berputar melintasi udara malam sebelum akhirnya kembali ke tangan Dewi Malam Beracun. biarpun jelas telah mampu merobohkan lawan tapi Roro terlihat semakin waspada.


Tubuh salah satu wanita paling cantik di dunia persilatan ini tetap di lambari ajian 'Api Iblis Tengkorak Darah, seolah dia sama sekali tidak berniat untuk menghentikannya karena perasaannya mengatakan kalau pertarungan ini tidak akan berakhir begitu mudah. sebagai seorang pesilat wanita yang sudah termasuk kawakan Roro dapat merasakan adanya bahaya maut yang mengancam.


Tubuh setengah telanjang bernoda darah dengan luka menganga gosong di perut itu terlihat bergetaran dan terangkat setengah tombak ke udara. angin sangat dingin disertai tiga gumpalan kabut hitam pekat berbau busuk yang datang entah darimana terlihat menyelimuti raga Siluman Cantik Pesolek Pemikat Sukma.


Dengan diawali suara melolong keras tubuh perempuan itupun bangkit berdiri dan melayang beberapa jengkal di atas tanah. sepasang matanya yang menatap seram terlihat gelap menghitam seolah sumur dalam yang sanggup menghisap apapun. tubuh itu diselimuti tiga gulungan kabut hitam yang mengeluarkan suara menggaung keras.


Tanah bebatuan terangkat naik lalu terpecah berhamburan ke segala penjuru. gulungan ombak yang menghempas karang di pantai seakan bertambah semakin ganas dan tinggi. Roro Wulandari mendongak ke atas. kedua matanya yang juga semerah bara api balas menatap tajam mata gelap lawannya. antara api yang membakar jagad dan kegelapan yang sanggup menghisap segalanya, siapa di antara keduanya yang bakal menang.?


*****

__ADS_1


Kata Authornya di bab ini dia agak terinspirasi oleh salah satu episode dari cerita komik bajak laut One Piece😅., Silahkan tuliskan komentar Anda🙏. Trims.


__ADS_2