13 Pembunuh

13 Pembunuh
Tipuan mata- mata.


__ADS_3

Pintu besi itu terbuka. empat orang bergegas masuk ke dalam ruangan penjara. dua orang yang terdepan adalah sepasang nenek- nenek bertampang bengis, satu mempunyai kulit hitam legam seperti arang, seorang lagi kulitnya kemerahan seperti bara api. mereka adalah dua orang anggota '13 Pembunuh' yang dipanggil sebagai 'Momok Jelaga Hitam' dan Nyi Balung Geni.


Di belakang kedua nenek jahat itu menyusul masuk dua orang berseragam hijau dengan topeng tengkorak penutup wajah dan senjata tombak pendek yang terselip di pinggangnya. jelaslah kalau mereka berdua adalah anggota dari 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis'. yang merupakan bawahan dari 13 Pembunuh.


Satu dari mereka tetap berdiri di pintu masuk. seorang lagi memeriksa keadaan Respati dan Satriyana yang terikat di ruang tahanan itu. ''Lapor pimpinan. mereka berdua masih hidup. hanya saja yang laki- laki keadaannya sangat lemah..'' terang si bawahan sambil menghormat kepada kedua nenek itu.


''Huhm., pemuda pengkhianat ini memang layak mendapatkannya. nanti bisa kau siksa dia sepuasnya. sekarang kita hentikan dulu penyedotan darah dari tubuh gadis itu lalu berikan ramuan obat- obatan agar tubuhnya kembali pulih..'' dengus Momok Jelaga Hitam. dia masih ingat kalau pemuda itu juga sempat menyerangnya saat pertempuran besar di lembah sunyi.


Bawahan berseragam hijau itu mengangguk. dibantu seorang kawannya yang tadi berjaga di samping pintu besi, mereka mencabut dua tabung pipa kecil yang menancap di pergelangan tangan Satriyana. dengan dua buah gumpalan hitam serupa tanah liat yang memancarkan aroma obat kedua orang ini menutup lubang dua buah lubang kecil bekas jalan masuk pipa kaca penyedot darah hingga tersumbat.


''Kalau Kelompok 13 Pembunuh bisa terus mendapatkan 'Darah Keabadian' seperti ini, bisa dipastikan rencana ketua untuk dapat menguasai dunia persilatan akan lebih cepat terwujud. kita para anggota 13 Pembunuh sudah pernah mendapatkan minuman Darah Keabadian ini dari yang mulia ketua, tidak disangka tubuh dan kesaktianku bertambah semakin kuat. Hee., he.!'' Nyi Balung Geni tertawa mengekeh saat menerima kuali perak berisi darah Satriyana dari bawahannya.


''Aku juga tidak mengira darah bocah ini begitu luar biasa. saat dalam penyembuhan luka dalamku, ketua memerintahkan si 'Setan Arak' untuk mencampurkan Darah Keabadian itu pada ramuan obat yang harus kuminum. hasilnya luka dalamku bukan saja lebih cepat pulih, tenaga kesaktianku juga mengalami peningkatan..''

__ADS_1


''Kalian berdua cepat kerjakan saja seperti biasanya. kalau memungkinkan., bisa kalian berbuat sedikit lebih keras pada pemuda itu. biar dia rasakan penyesalan akibat berani mengkhianati Kelompok 13 Pembunuh.!'' kata Momok Jelaga Hitam dengan seringai keji. bersama Nyi Balung Geni yang membawa kuali perak berisi darah Satriyana, mereka beranjak keluar ruangan penjara.


Kedua anak buahnya menjura hormat. setelah itu mereka memeriksa keadaan tubuh Respati dan Satriyana. murid si 'Maling Nyawa' ini sempat menerima dua pukulan di perutnya dari anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang sedang memeriksanya. segumpal darah termuntah dari mulutnya. ''Huhm., kau pasti tidak pernah mengira kalau riwayatmu bisa berakhir di tangan kami, bekas bawahanmu sendiri. Haa., ha.!''


''Hentikan dulu itu., keadaan gadis ini kulihat lebih parah dari biasanya. denyut jantungnya sangat lemah. aku sudah memasukkan enam butiran obat pemulih tubuh padanya tapi keadaannya tetap tidak berubah. aku khawatir kalau ramuan obat penguat tubuh yang sudah dipersiapkan untuknya tidak mencukupi. kita butuh tambahan ramuan obat..'' potong rekannya yang memeriksa keadaan tubuh Satriyana.


''Kau cepat pergi meminta ramuan penguat tubuh dari pihak atasan. jika sampai terjadi suatu kesalahan pada gadis ini, kita berdua bisa kehilangan kepala..'' sambungnya panik. kawannya sempat terperanjat sebelum akhirnya bergegas keluar untuk meminta tambahan ramuan obat penguat tubuh.


Begitu kawannya keluar ruangan penjara, anggota satunya cepat menghampiri Respati yang kedua tangannya terikat rantai di dinding batu ruang tahanan. ''Tuan penolong., ini aku bawahanmu. cepat kau minum obat penguat tubuh ini agar keadaanmu tidak bertambah parah. setidaknya jika ada kesempatan kabur, kau bisa bergerak lebih cepat..'' bisik orang ini sambil menjejalkan tiga butiran obat berwarna hijau kehitaman ke dalam mulut Respati.


Dengan sedikit memukul tengkuk dan mendongakkan kepala si pemuda, anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis ini memaksa butiran obat itu untuk masuk lebih cepat ke dalam tenggorokan Respati. bersamaan itu dari luar ruangan terdengar langkah- langkah kaki orang mendekat.


Seorang lelaki tinggi gemuk berkulit putih dengan wajah seolah sedang tertawa ramah masuk ke dalam ruangan penjara diikuti oleh anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang tadi keluar untuk meminta tambahan ramuan obat pemulih dan penguat tubuh. orang bertampang ramah itu memakai blangkon hitam dan membawa pipa cangklong emas.

__ADS_1


''Haa., haa. Hei kau., hentikan perbuatanmu dulu. ada yang ingin aku tanyakan..'' tegur orang berbaju rompi itu sambil menghiisap pipa cangklong emasnya. ''Aah,, harap maafmu tuan 'Sukma Tertawa'. karena merasa kesal pada pengkhianat itu aku sampai hampir mencekik lehernya..'' ucap bawahannya sambil membungkuk hormat.


''Haa., ha., itu tidak masalah. tapi kau bilang butiran obat yang disiapkan untuk gadis Istana Angsa Emas ini tidak cukup, kenapa bisa begitu. bahkan biasanya empat lima butir saja juga sudah dapat memulihkan dirinya. sekarang malah ada enam butiran obat yang kusiapkan untuk dia minum. kenapa malah tidak ada pengaruhnya.?'' selidik orang yang dipanggil sebagai Sukma Tertawa itu.


Meskipun dalam keadaan apapun orang ini sepertinya tetap berwajah gembira dan hampir tidak pernah meninggalkan tawanya. namun demikian dibalik tawanya selalu tersimpan maut. ''Soal itu hamba juga tidak tahu penyebabnya. mungkin keadaan gadis ini jauh lebih lemah dari biasanya. bisa jadi., dia perlu waktu yang lebih lama untuk dapat memulihkan diri sebelum penyedotan darah itu dilanjutkan lagi..''


Sukma Tertawa usap dagunya yang putih berlemak dan licin. dengan agak sangsi dia memeriksa keadaan tubuh Satriyana. ''Ehm., sepertinya semua yang kau katakan itu ada benarnya. bagaimanapun juga sangat menyiksa berdiri terikat seperti ini sambil disedot darahnya. nanti akan kulaporkan masalah ini pada yang mulia ketua..''


''Kau berikan tiga butir obat penguat tubuh pada gadis ini lalu tunggu hasilnya. jika ada perubahan ditubuhnya segera kabarkan padaku..'' perintahnya sambil balikkan tubuh keluar dari ruangan itu. bawahan yang datang bersamanya segera memasukkan tiga obat penguat tubuh ke mulut Satriyana.


Waktu sepeminum teh kemudian tubuh gadis itu mulai bergerak- gerak. nafasnya juga lebih lancar, wajahnya yang pucat telah berangsur lebih memerah pertanda dia mulai pulih. ''Kita harus sampaikan hasil masalah ini pada tuan Sukma Tertawa..'' ujar si pemberi obat. ''Sial., hari ini aku tidak punya kesempatan untuk menyiksa bocah itu.!'' gerutunya kesal.


''Sudahlah masih ada kesempatan lain. tadi aku juga hampir kelepasan tangan mencekik leher pemuda itu. untung kalian berdua cepat datang hingga menyadarkan diriku..'' sahut rekannya sambil mengajak keluar ruang penjara. tidak ada yang mengira kalau gerakan seperti mencekik leher Respati itu sebenarnya adalah usaha untuk memaksa masuk obat ke dalam kerongkongan si pemuda penolongnya.

__ADS_1


*****


Asalamualaikum, salam sejahtera. Mohon maaf🙏 cuma up sedikit dan lambat. kami yang dirumah sedang sakit. (saya dan anak") 😥. Terima kasih. Wasalamualaikum.


__ADS_2