
Hening sesaat lamanya, apa yang barusan di ungkapkan oleh si Kaki Tumbal seakan bunyi petir di tengah hari bolong. Dia., dia siapa.? Orang itu., orang itu., siapa yang di maksud si Kaki Tumbal sebagai Orang itu.? dan yang terpenting siapapun orangnya kenapa juga bisa memakai jubah kuning bersulam angsa emas yang sama dengan mereka., siapakah manusia itu sebenarnya.?
Tiga Panglima Istana Angsa Emas sama berubah hebat raut wajahnya tanpa sadar mereka terjingkat kaget dan berseru tertahan. bahkan orang tua yang bergelar Tuan Sesepuh Pelindung Istana yang biasanya selalu tenang sampai menjadi tegang. cepat dia berusaha menyadarkan si Kaki Tumbal, tapi nyawa pembunuh nomor tiga dari perkumpulan 13 Pembunuh itu sudah tidak tertolong.
''Kita terlambat., orang ini sudah keburu mati..'' gumam tuan Sesepuh kecewa. ''Tapi setidaknya dia sudah sempat bicara sesuatu yang sangat penting bagi kita..''
''Tuan Sesepuh., maafkan kelancanganku, tapi menurutku ucapan dari Kaki Tumbal tidak layak kita percaya, karena hanya ada belasan orang saja anggota Istana Angsa Emas yang memakai jubah seperti kita.!'' kata Panglima Istana Kanan, kedua rekannya saling pandang dan mengangguk setuju.
''Benar tuan Sesepuh., selain kita berempat sudah tidak ada lagi orang Istana Angsa Emas yang memakai jubah kuning ini, apalagi dengan sulaman angsa emas yang sama besar denganmu..'' tambah Panglima Istana Kiri seraya maju dan menjura. ''Saya berani menjaminnya dengan nyawaku, karena para pengkhianat yang dulu memakai jubah kebesaran istana Angsa Emas sudah mati, kalau ada yang berhasil kabur juga sudah berhasil kuhabisi.!''
''Katakan padaku siapa saja para manusia pengkhianat berjubah kuning yang sudah kau bunuh selama ini.!'' tanya Tuan Sesepuh. orang yang ditanya terdiam sejenak baru menjawab. ''Seluruhnya ada empat orang yang berhasil hamba hukum mati. pertama Nyai Tunggal Manik, dulunya dia menjabat sebagai wakil ketua bagian pengobatan dan racun.
''Kedua Bandang Kroya, alias 'Pendekar Tombak Sakti'. jabatannya kepala pasukan ke tiga Istana Angsa Emas. dialah pengkhianat yang pertama kali kubunuh hampir empat tahun silam. mayatnya terlepar ke dalam jurang setelah dadanya terhantam remuk oleh gelang- gelang mautku.!''
__ADS_1
''Berikutnya Ki Tawang Pawon, menjabat wakil kepala bagian dapur Istana Angsa Emas. bangsat inilah yang telah menabur racun ke dalam makanan yang dihidangkan di perjamuan istana kita waktu itu.!'' ucap Panglima Istana Kiri dengan wajah kelam membesi menahan hawa amarah.
''Dan yang terakhir Dipta Sembara yang biasa disebut sebagai si 'Sukma Khayangan.' dia menjabat sebagai kepala tukang kebun istana. orang yang terlihat pendiam dan santun ini salah satu otak pengkhianatan yang terjadi dua puluh tahun silam. sayang waktu itu kami bertiga masih muda juga lemah hingga tidak sanggup menghadapi para jahanam itu..''
''Beruntung tuan Sesepuh Pelindung Istana menyelamatkan nyawa kami bertiga juga membimbing kita dengan ilmu kepandaian tinggi. hingga kami bisa sehebat sekarang..!'' ucap Panglima Istana Kiri penuh hormat.
''Aku hanya menjalankan kewajibanku., kalian bertiga juga berusaha sangat keras agar dapat menuntut balas kematian keluarga kalian, sekaligus demi kebangkitan Istana Angsa Emas., aku sangat menghargai kerja keras kalian bertiga selama ini..''
Kembali Tiga Panglima Istana membungkuk hormat dan mengucapkan terima kasih pada orang tua di hadapannya yang cuma diam berdiri. dalam hatinya orang tua itu sedang terkenang peristiwa kelam yang mereka alami dua puluh tahun silam.
Suatu ketika terjadi perebutan kekuasaan di dalam Istana itu yang mengakibatkan sang pemimpin Istana Angsa Emas terbunuh akibat racun ganas yang aneh karena selain tidak berbau juga sangat sulit dirasakan wujudnya.
Pertempuran sengit sempat terjadi, tapi akibat perencanaan yang tersusun rapi Istana itu dapat direbut para pengkhianat. bukan itu saja kelompok 13 Pembunuh yang pada waktu itu merupakan pasukan pembunuh inti yang diandalkan oleh Istana Angsa Emas dan selama ini selalu setia serta patuh terhadap Istana itu juga turut memberontak. meskipun tuan Sesepuh Pelidung Istana hingga kini belum jelas dengan apa yang sebenarnya terjadi, tapi orang tua itu dapat menduga kalau sudah terjadi perebutan pucuk pimpinan dari kelompok pasukan 13 Pembunuh itu. hanya siapa orang yang telah mengatur semua pengkhianatan itu sedemikian rapinya, dia sungguh tidak dapat mengira.!
__ADS_1
Selain dia masih ada tiga orang lainnya yang menjabat sebagai sesepuh tinggi dalam Istana Angsa Emas. masing- masing disebut sebagai Tuan Sesepuh Istana Barat, Timur, Utara, dan Tuan Sesepuh Istana Selatan. mereka berempat adalah penasihat utama sekaligus pelindung dari sang pemimpin istana itu yang disebut sebagai Yang Mulia Pemimpin Istana Angsa Emas.!
Satu orang diantara mereka sang Tuan Sesepuh Istana Timur, telah mengundurkan diri karena sakit parah dan lumpuh hanya beberapa bulan sebelum pemberontakan itu terjadi. banyak yang menduga kalau dia sengaja diracuni pihak pemberontak agar dapat mengurangi kekuatan Istana Angsa Emas. kabar terakhir rekannya ini mati karena tidak mampu menyelamatkan diri dari kebakaran hebat yang dibuat oleh para pemberontak. Tuan Sesepuh Istana Utara tewas dalam kejadian itu karena berusaha melindungi pimpinannya. dan yang terakhir malah menjadi salah satu dari pemimpin para pengkhianat itu. dialah yang berhasil membunuh Yang Mulia Pemimpin Istana Angsa Emas bersama keluarganya.
Masih untung salah satu anak dari sang pemimpin yang bernama Pangeran Kunta Angsana berhasil kabur dan menghilang. hingga kini pewaris istana Angsa Emas itu tidak dapat diketahui dimana rimbanya.
''Apakah Sesepuh Istana Selatan itulah yang kini menjadi pemimpin dari kelompok pasukan 13 Pembunuh.? pengkhianat jahanam itu tiba- tiba saja menghilang tanpa ketahuan kabarnya setelah dia berhasil dalam usaha pemberontakannya. tapi ini sungguh aneh., sebenarnya apa yang telah terjadi, bukankah jauh lebih baik menjadi pemimpin Istana Angsa Emas yang besar dari pada hanya jadi ketua kelompok pembunuh bayaran.?'' pikiran orang tua yang dulunya bergelar Tuan Sesepuh Istana Barat ini menjadi semakin bingung dan kusut.
''Panglima Istana Tengah., sedari tadi dirimu hanya diam, apakah ada sesustu yang kau pikirkan.?'' tegur tuan sesepuh pelindung istana. wanita cantik bercadar kuning emas itu tergagap sesaat, baru menjawab ''Harap maafmu Tuan Sesepuh., sa., saya hanya teringat pada satu kejadian aneh, beberapa waktu lalu anak buah kita ada yang melapor bahwa muncul seorang wanita jahat yang dijuluki 'Kuntilanak Hitam Penculik Bayi',
''Anehnya kabar itu mengatakan kalau dia telah berhasil membawa kabur seorang bayi yang katanya adalah keturunan dari keluarga Istana Angsa Emas kita., saya jadi penasaran karena menurut cerita dari Panglima Istana Kanan, seharusnya keturunan Istana kita ini sudah berusia paling tidak sudah mencapai umur empat belas atau lima belas tahunan, jadi kupikir kita mesti menyelidiki ini lebih jauh.!''
Mendengar penuturannya kedua rekan dan atasannya seketika bertambah semakin kalut. disaat ketiga orang itu sibuk dengan semua permasalahan yang semakin ruwet, wanita ini malah diam menunduk mengamati jemari kaki kanannya yang sama panjang antara jari manis dan jari tengah.
__ADS_1
Beberapa waktu lalu saat dia sedang mendapatkan pengobatan dari seorang wanita cantik berjubah hitam didalam sebuah kereta kuda akibat bertarung sengit dengan Lima Hantu Ungu Berkepang Maut, dia melihat ada seorang gadis yang juga berada di dalam kereta kuda itu, meskipun waktu itu kesadarannya belum pulih benar, tapi matanya sempat melihat kalau gadis remaja cantik dan berkulit agak sawo itu mempunyai ciri kaki yang sama seperti dirinya.!