13 Pembunuh

13 Pembunuh
Laba- Laba Buntung.


__ADS_3

Dua orang yang barusan datang dan melukai 'Datuk Tinggi Mayat Besi' sama hentikan langkahnya. seorang wanita berjubah gaun hitam yang sangat cantik jelita bagaikan putri kahyangan terlihat tersenyum setengah mencibir sinis melihat si Laba- Laba Kuning alias Putri Penjerat yang sebelah tangannya mulai kaku seakan membatu.


''Hhem., yang kutahu si nomor empat dari 13 Pembunuh adalah seorang wanita cantik yang tangguh., tapi kenapa sekarang bisa menjadi lemah dan tanpa daya begini..''


''Si keparat dari tanah seberang bernomor tujuh dan puluhan anak buahnya telah mengeroyokku hingga diriku dapat di lukainya..''


''Eeh tunggu., bukanlah kau punya piaraan seekor laba- laba kuning raksasa yang racunnya sangat ganas. kemana binatang itu, kenapa aku tidak melihatnya.?'' tanya wanita cantik itu. kepalanya celungukan mencari- cari sesuatu.


''Di, dia., dia peliharaanku itu., mungkin sudah mati sekarang ini. laba- laba kesayanganku sudah kukorbankan agar diriku bisa lolos..'' jawab Putri Penjerat lemah bercampur kesedihan. tubuhnya mulai gemetaran dan terasa kaku, hingga akhirnya roboh terkapar.


Wanita cantik tinggi semampai yang memang Roro Wulandari si 'Dewi Malam Beracun' itu terkesiap kaget. bukan saja karena kematian binatang berkaki delapan kesayangan Putri Penjerat, tapi juga melihat keadaan wanita rekan seperkumpulannya itu yang sangat parah.


Dengan cepat Roro berkelebat mendekat sambil berusaha memeriksa tubuh si Putri Penjerat. ''Celaka., dia sudah sekarat. ini pasti karena racun 'Pahat Mayat Membeku' milik si nomor tujuh..'' batin Roro terkejut bercampur marah.


Biarpun diantara anggota 13 Pembunuh terjadi persaingan sengit. tapi mereka selalu berusaha untuk menghindari bentrokan langsung. mungkin hanya Respati dan Gada Rahwana atau Nyai Bawang dengan Ki Mijun yang pernah saling bunuh.


Dewi Malam Beracun terus berusaha untuk menotok dan mencegah racun 'Pahat Mayat Membatu' semakin menjalar. bahkan juga mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh si 'Putri Penjerat' tapi tetap saja tidak ada hasilnya.


''Kau., cepat berikan penawar racunnya. aku tahu dirimu punya obat penawarnya.!'' bentak Roro geram menuding si Datuk Tinggi Mayat Besi. orang jangkung itu cuma terkekeh lIcik.


''Kau pikir diriku anak kecil tolol yang mudah di ancam. kalau penawar racunnya tidak aku berikan memangnya kalian bisa apa., haah.!'' tantangnya balik menggertak.

__ADS_1


''Keparat., memangnya ada persoalan apa hingga kalian berdua bisa saling bunuh., jika atasan sampai tahu masalah ini, kalian berdua bisa di hukum berat.!''


''Hak., ha., justru aku melaksanakan perintah atasan tuan Kamajaya untuk membunuh sang Putri Penjerat karena enggan untuk membunuh Ki Manggal si 'Pengemis Watu Item' yang sekarat karena lukanya terlampau parah..''


''Eeh., satu hal lagi. kalian berdua juga sudah dikeluarkan dari kelompok 13 Pembunuh. yang mulia Ketua merasa kalian sudah sering kali melanggar perintah, melenceng dari tugas utama..'' damprat si nomor tujuh.


''Bahkan., kalian berdua sudah ditetapkan sebagai buron yang harus di lenyapkan. tapi khusus untuk Dewi Malam Beracun, dia masih dapat selamat dari hukuman karena tuan Kamajaya menginginkannya. He., he..''


Gelak tawa mengekeh yang tersembur dari mulut 'Datuk Tinggi Mayat Besi' terputus di tengah jalan karena Dewi Malam Beracun meraung beringas penuh kebencian saat mendengar nama Kamajaya si 'Pendekar Romantis Pencabut Nyawa' di sebutkan. perempuan ini hendak melabrak, tapi Respati sudah lebih dulu berkelebat sambil babatkan pedang Iblis Hitamnya.!


'Wheeet., whuut., whuuuts.!'


''Bangsat buangan nomor tiga belas., apa kau pikir aku takut menghadapimu. mampuslah kau.!'' rutuk Datuk tinggi kalap. karena tidak menyangka Respati bakal menyerangnya secara mendadak, membuat kulit dadanya sebelah kiri robek tersayat pedang.


Padahal selain punya dasar ilmu kebal dia juga sudah berusaha untuk menghindar. tapi gerakan pedang lawan yang meliuk- liuk cepat seperti ular berbisa membuatnya sulit lolos dari serangan pedang Iblis Hitam. beruntung dia cuma tersayat saja, meskipun demikian Datuk Tinggi sadar kalau pedang lawan juga mengandung racun ganas.


Karena bagian dada dan bahu kirinya cedera cukup parah, Datuk Tinggi Mayat Besi cuma dapat menyerang dengan tangan kanannya. pertama dia lepaskan sebuah pukulan sakti berhawa hitam dan sangat busuk. segulung angin sekeras topan menggebrak kedepan. hawa kehitaman yang memuakkan turut mengiringinya. inilah ilmu pukulan sakti 'Gelombang Mayat.!'


Kabarnya ilmu pukulan ini dapat di kuasai Datuk Tinggi setelah dia mampu bertapa dengan dikelilingi onggokan mayat- mayat yang membusuk. racun mayat busuk yang berhasil dia hisap di satukan dengan ilmu kesaktian dalam tubuhnya. siapapun yang terkena ilmu pukulan ini bakal mati dengan tubuh membusuk kehitaman.


Berikutnya manusia jahat bertubuh jangkung ini lepaskan juga sepuluh buah 'Pahat Mayat Membatu'. yang jadi sasaran adalah Roro Wulandari dan Putri Penjerat.

__ADS_1


Roro mendengus sinis, kipas peraknya di bentang lantas dengan kecepatan yang mengagumkan bergerak menangkis hujan senjata rahasia pahat terbang. tubuhnya yang tinggi semampai turut berputar lincah bagaikan seorang penari. diakhir gerakannya wanita cantik itu hantamkan pukulan 'Cakar Tengkorak Darah.!'


Respati juga tidak tinggal diam. pedang Iblis Hitam di putar membentuk lapisan perisai hitam untuk menahan hempasan hawa beracun dari pukulan sakti lawan.


Meskipun dadanya terasa sesak dan mual tapi pemuda ini masih mampu bertahan. dengan membentak keras tangan kirinya lepaskan ilmu pukulan 'Kobra Kuning Penjebol Karang'. terakhir kali Respati menggunakan ilmu pukulan sakti yang mampu meleburkan sebongkah batu karang besar itu saat berhadapan dengan Nyai Bawang dan pengikutnya Santang Wirat.


Serangkum angin keras yang samar- samar membentuk kepala seekor kobra raksasa berwarna kuning menggebrak, menerobos gulungan pusaran ilmu pukulan Gelombang Mayat yang di lepaskan Datuk Tinggi Mayat Besi. orang ini memggembor gusar juga panik ketakutan karena mesti menghadapi dua ilmu pukulan sakti lawannya.


''Setan alas.!'' maki Datuk Tinggi. dengan melipat gandakan tenaga dalamnya dia kembali hantamkan aji pukulan 'Gelombang Mayat' berkali- kali, hingga tenaga dalamnya nyaris terkuras habis.


Akibatnya terjadilah ledakan benturan tiga ilmu kesaktian hingga lima kali berturut- turut. tanah di pedataran tepi hutan itu rengkah terbongkar, batuan pasir serta rumput semak belukar berterbangan hancur menutupi pandangan mata.


Terdengar jeritan ngeri dan sumpah serapah kotor dari Datuk Tinggi Mayat Besi. saat semuanya sirnah orangnya sudah tidak lagi terlihat di sana. Roro merutuk dalam hatinya. ''Sialan., dia berhasil kabur. tapi dari bekas ceceran darah yang tertumpah, sepertinya si keparat jangkung itu sudah terluka parah..''


Respati menghampiri si 'Laba- Laba Kuning' yang tergeletak di tanah, lalu menyarungkan pedang Iblis Hitam ke balik pinggangnya. sebagai gantinya dia mengeluarkan sebilah pisau belati. Roro jadi tercengang, dia paham apa yang akan di perbuat oleh pemuda itu.


''Tidak ada jalan lain lagi., sepertinya kita memang harus melakukannya. kau atau aku.?'' tanya Respati bimbang, seperti ada rasa tidak tega dalam ucapannya. Roro mendongak pejamkan matanya. ''Biar aku saja yang melakukan itu. dia kelak pasti juga maklum dengan yang kita lakukan ini..''


Pisau di tangan Respati sudah berpindah tangan. tanpa berucap apapun Dewi Malam Beracun langsung babatkan pisau belati itu ke tubuh sang Putri Penjerat. darah yang mengucur terasa mengumpal beku kehitaman. kini wanita 'Laba- Laba Kuning' itu sudah buntung sebelah tangannya.!


Meskipun sekarang bekas nomor empat dari 13 Pembunuh itu sudah cacat, tapi paling tidak nyawanya masih dapat di selamatkan. jika saja terus di biarkan racun Pahat Mayat Membatu akan terus menyebar. dan tidak lama lagi perempuan ini bakalan berubah menjadi mayat kaku membatu.!

__ADS_1


__ADS_2