
Angin malam yang berhembus di tengah lembah itu terasa semakin dingin. hati semua orang di pihak Istana Angsa Emas seakan membeku. meskipun mereka semua boleh dibilang golongan kaum persilatan yang sudah kawakan, tapi kehadiran dari ketua kelompok 13 Pembunuh tanpa disadari membuat jiwa para tokoh silat itu merinding.
Orang yang selama ini bersembunyi dibalik layar, menggenggam kekuasaan dan pengatur beratus- ratus pembunuhan atas diri para tokoh persilatan baik dari golongan putih ataupun hitam. orang misterius yang mungkin sekali punya hubungan erat dengan Istana Angsa Emas di masa lalu, kini dia muncul dihadapan mereka lengkap dengan segala kekuatan berikut para anak buahnya.!
Orang tua yang disebut sebagai Tuan Sesepuh Pelindung Istana' atau 'Tuan Sesepuh Istana Barat' terperanjat. tanpa sadar dia tersurut mundur, dalam hatinya dia yakin kalau orang dihadapannya adalah salah satu kenalannya yang terdekat di masa lalu. ''Ketua kelompok 13 Pembunuh., meskipun kau menutupi wajahmu dengan topeng iblis, tapi aku yakin kalau kau adalah salah satu dari Empat Sesepuh Istana Angsa Emas. sekarang katakan siapa dirimu sesungguhnya. jangan menjadi pengecut yang bersembunyi dibalik kedok setanmu.!'' bentaknya gusar.
''Haak., haa., ha., rupanya semakin tua dirimu bukannya bertambah pintar tetapi malah semakin dungu dan pikun hingga tidak dapat melihat segala yang sudah jelas di depan matamu. mungkin sudah takdirmu untuk mati malam ini didalam rasa penasaran.!'' ejek ketua sang 13 Pembunuh tertawa bergelak.
Suara tawa manusia ini bukan saja membuat guncang sekeliling lembah, bahkan dedaunan dari pepohon yang tumbuh cukup jauh dari sana sampai berguguran. beberapa cabang pohon berderak patah, tanah bergetar retak, kerikil bebatuan naik lalu pecah meletus di udara. semua orang Istana Angsa Emas jadi terperanjat, mereka yang berilmu agak rendah jatuh terjungkal bahkan sampai muntah darah. tingkat tenaga dalam manusia ini sangat sulit diukur.!
Tanpa perduli apapun orang tinggi besar ini alihkan pandangannya pada sosok Satriyana. ''Hhmm., mulanya aku mengira kalau yang jadi keturunan pewaris Istana Angsa Emas adalah seorang bocah lelaki. tapi ternyata anak yang selama ini kukejar adalah seorang perempuan. menarik juga..''
''Lagi pula apa bedanya., semuanya akan jatuh ketanganku. Aah., Dewi Malam Beracun. bekas anak buahku nomor dua belas, aku hampir melupakan dirimu. otakmu encer juga hingga beberapa kali mampu mengecoh orang- orangku. tidak salah kalau si bodoh Kamajaya sampai terjungkal mati ditanganmu. sekarang serahkan bocah bernama Satriyana itu padaku, lalu kau boleh selesaikan pertikaian lamamu dengan 'Bidadari Berpayung Emas..''
''Hik., hi., wahai ketua kelompok 13 Pembunuh, aku merasakan suatu keanehan yang sedikit lucu. dulu saat masih menjadi anak buahmu, aku selalu saja merasa seram dan takut jika bertemu dengan dirimu. tapi sekarang., yang kulihat darimu tidak lebih dari seekor monyet besar berjubah kuning. dengarkan setan., selama aku masih bernyawa, Satriyana tidak akan kuserahkan pada siapapun temasuk kau.!'' damprat Roro menuding sang ketua.
__ADS_1
''Huhm., kematian sudah berada didepan mata tapi lagakmu yang sombong masih saja tidak berubah, sampai berani bicara kurang ajar pada ketua. kurasa nyawamu saja tidaklah cukup untuk menebus kesalahanmu. jadi., akan kubuat kematianmu menjadi sangat mengerikan.!'' gertak Bidadari Berpayung Emas. wajah cantik wanita ini berubah bengis penuh nafsu membunuh.
Herannya Roro Wulandari malah tersenyum licik penuh penghinaan. ''Chuih., kau tidak usah memakai nama ketua 13 Pembunuh kalau hanya ingin mencari perkara denganku. dengan perangaimu yang pencemburu dan gampang naik darah, kurasa sudah sepantasnya bekas kekasihmu si Suryo Anggoro memilih meninggalkan dirimu dan berpaling mengejar- ngejar diriku..''
''Bahkan kudengar., sebelum dengannya kau juga baru saja putus bercinta dengan seorang pangeran muda dari salah satu kerajaan kecil di tanah Pasundan, aku berani bertaruh dia pasti juga tidak tahan dengan kelakuanmu yang kekanakan, selalu minta diperhatikan, pencemburu dan gampang naik darah..''
''Meskipun dirimu tidak secantik aku, tapi kuakui wajahmu lumayan jelita. kau juga pernah menempati urutan empat dalam sepuluh pesilat pendatang baru terkuat pada masa lalu, setingkat diatasku yang berada di urutan lima. tapi biarpun demikian., sayangnya banyak pria yang enggan jadi kekasihmu. ibarat kata biarpun cantik tapi kau tidak pernah laku. selalu saja ditolak dan patah hati. berbeda denganku., beribu lelaki tampan memujaku, tapi aku yang selalu menolak mereka. Hik., hi.!'' Roro mengikik macam kuntilanak. tawanya penuh sindiran dan penghinaan.
Semua yang terucap dari bibir Dewi Malam Beracun bagaikan sebilah pisau tajam yang mengorek dendam luka yang terpendam lama di hati Bidadari Berpayung Emas. dengan meraung buas wanita cantik berjubah putih itu langsung menggebrak Roro dengan tusukkan payung emasnya. selapis cahaya kuning emas disertai hawa panas tajam menyayat kulit turut menyambar.
''Sudah lama tidak bertemu tapi kau masih saja menggunakan jurus 'Payung Bidadari Menikam Hati' dan 'Payung Asmara Menghempas Jiwa'., ilmu silat tidak bermutu seperti itu apa hebatnya.!'' dengus Roro sambil berulang kali babatkan kipas peraknya menangkis dan menggebut berusaha untuk membuyarkan serangan lawan. soal mencaci maki serta menghina orang lain, Roro memang jagonya.
Walaupun diluar bibir merahnya mengolok, tapi sebenarnya hatinya cukup terkejut dengan dua serangan jurus lawannya. biarpun gerakan jurusnya masih sama dengan saat pertama kali mereka bertemu, tapi kekuatannya berkali lipat lebih mematikan. belum lagi payungnya datang, sambaran anginnya sudah terasa mencabik kulit, bahkan jubah gaun hitamnya telah robek- robek beberapa bagian.
Semua itu memang sudah disengaja Roro, dia tahu betul kehebatan ilmu silat lawannya di masa lalu. meskipun saat ini dirinya sudah mengalami peningkatan ilmu kesaktian, tapi bukan tidak mungkin Bidadari Berpayung Emas juga bertambah kuat. memancing kemarahan lawan hingga nafsu membunuhnya jadi tidak terkendali adalah salah satu cara Dewi Malam Beracun untuk mencari celah kelengahan musuhnya.
__ADS_1
Sebab setinggi apapun ilmu seorang pesilat, jika dia tidak dapat mengendalikan diri hingga terpecah perhatiannya, kelemahannya pasti akan terlihat. hanya dalam waktu singkat pertarungan diantara dua perempuan cantik itu sudah terlewati tiga puluhan jurus. cahaya emas dan perak saling libas dengan ganasnya. tubuh keduanya berubah menjadi bayangan hitam dan putih yang saling gulung. sambaran angin tajam berdaya hancur mengerikan membuat hampir semua orang menjauh.
''Haa., ha., rupanya pembantaian sudah dimulai, bagus sekali akan kutambahi apinya biar semakin panas dan ramai.!" seru si 'Setan Arak' tergelak. tubuh gemuknya yang menebar bau minuman keras menggembung besar. sekali mulutnya meniup, semburan cairan arak beracun termuntah hingga lima tombak jauhnya. hawa panas berbau menyengat menghampar.!
'Whuuuusff., whuuusss.!'
'Csheeesss., chaaas.!'
''Aaaakh., Aaakh.!'' jeritan menyayat terdengar bersautan beriring bunyi mendesis keras, saat beberapa anggota 'Pasukan Pedang Angsa Sakti' terkena cairan arak beracun itu. tubuh mereka berkelojotan mengeluarkan asap hitam sebelum tewas dengan daging dan kulit pecah membusuk hangus kehitaman hingga terlihat tulangnya.
''Ilmu 'Semburan Limbah Arak Seribu Bangkai' jahanam Setan Arak., kebiadabanmu sudah melewati batas. hari ini biar aku yang akan menghabisi riwayatmu.!'' bentak seorang tinggi gemuk plontos berompi merah, seraya berkelebat hantamkan dua kepalan tangannya ke depan. dua gelombang angin keras laksana gunung runtuh menindih kepala si Setan Arak.!
''Pukulan 'Awan Sakti Runtuh Menimpa Bumi.!'' seru si Setan Arak balas menghantam dengan pukulan tangan kosong bertenaga dalam tinggi sambil kembali semburkan cairan arak beracunnya. ''Ki Sabda Langitan keparat., ingin kulihat apakah kemampuanmu sehebat omonganmu.!'' dalam sekejap saja kedua tokoh silat Inipun sudah terlibat adu ilmu kesaktian yang sangat menegangkan.
''Semua anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' dengarkan perintah., kecuali gadis bernama Satriyana yang menjadi incaran kita, segera kalian habisi semua musuh yang ada di depan mata. ingat imbalan besar sedang menanti kalian.!''.seru 'Naga Urat Hijau' sambil kebutkan ujung mantel hitamnya. segelombang angin keras kehitaman datang melabrak ke muka. tiga anggota Pasukan Pedang Angsa Sakti roboh terjungkal. ini juga suatu Isyarat kepada seluruh bawahannya untuk menyerbu.
__ADS_1
Dengan diiringi teriakan kesetanan lebih seribu anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis menggebrak kedepan yang segera disambut oleh bentakan garang Pasukan Pedang Angsa Sakti dari Istana Angsa Emas. meskipun kalah jumlah hampir dua kali lipat, tapi kemampuan silat perorangan mereka lebih baik dari lawannya. pertarungan sengitpun akhirnya pecah di lembah itu.!