
Malam yang semakin larut seakan menjadi bertambah dingin dan mencekam, Respati yang sedari tadi berdiri diam perlahan mulai menggeser kakinya. pemuda ini berusaha untuk menjauh dari bocah perempuan aneh berbaju merah yang sedang melompat- lompat sambil tertawa dan bernyanyi dengan riang gembira.
Mendadak bocah perempuan yang lincah dan menggemaskan itu berhenti bergerak. kepalanya menoleh perlahan ke arah Respati. darah pemuda ini berdesir saat melihat tatapan mata si bocah yang dingin menyeramkan.
''Aku sangat haus juga teramat lapar., berikan aku minuman dan makanan sekarang juga..'' kata bocah perempuan itu. saat bicara ucapannya terdengar sangat aneh dan menggidikkan. diantara suara bocahnya juga seakan terselip geraman sumbang dan parau dari seorang nenek tua.
''Di dekat perapian masih ada air kendi juga beberapa potong singkong bakar, kalau adik kecil mau bisa kakak ambilkan untukmu..'' jawab Respati sambil kembali melangkah mundur, sementara sebelah tangannya sudah meraba gagang pedang Iblis Hitam yang terselip di belakang pinggangnya.
Sepasang mata anak perempuan itu seperti menyorot lebih tajam, kilatan cahaya aneh kemerahan beberapa kali muncul pada bulatan mirip bola mata yang ada di tengah kening si bocah berbaju merah ini. kepalanya menggeleng kaku ''Aku lapar., juga haus..''
Hanya itu perkataan yang terus terucap dari bibir mungilnya. semakin lama dia berbicara suaranya makin mirip nenek tua yang sedang menggeram marah. sementara rambut si bocah berjingkrak naik dengan wajahnya yang lucu mulai dingin memucat.
Respati memberi isyarat pada kedua rekannya agar menjauh.
__ADS_1
Pedang Iblis Hitam yang baru disarungkan sudah kembali tercabut. bocah perempuan berbaju merah seakan marah saat melihat pedang di tangan Respati. ''Aku haus., lapar., beri aku makan., juga minuman..'' geramnya berulang kali. tiga mata merahnya berkali- kali melihat kearah Kereta Kuda Maut, sementara hidungnya mengendusi udara seakan dia menemukan sesuatu. hawa di sekitar tempat itu menjadi bertambah dingin, anehnya tidak terasa sedikitpun ada hembusan angin yang bertiup. semua terasa menyeramkan.
''Apa yang ingin kau makan., apa pula yang hendak kau minum.?'' bertanya si Ular Sakti Berpedang Iblis pada bocah perempuan itu.
Sepasang bola mata bocah itu mendelik liar, merah menyala bagaikan kobaran api. bulatan mata merah di tengah dahinya turut berkedip dan semakin menyala. seiring dengan wajah dan kulit tubuhnya yang memucat, keluar bulu- bulu hitam di sekujur tubuh si bocah, mulutnya yang menggeram perlahan terbuka. empat buah taring tajam mencuat dari kedua ujungnya atas bawah.
Dua buah sayap yang keluar dari balik pungungnya hampir bersamaan dengan telinga yang meruncing. menyusul kemudian muncul ekor dan kuku- kuku tajam di tangan kakinya yang juga berbulu hitam.
Kini sosok si bocah perempuan yang tadinya terlihat manis, lucu dan menggemaskan sekarang menjadi sesosok mahkluk aneh sekaligus sangat menakutkan. keadaan tubuhnya menyerupai perpaduan seekor lutung, serigala dan kelelawar hitam. sementara ukuran tubuhnya yang meningkat beberapa kali lipat lebih besar dari ukuran sebelumnya, membuat baju merah yang dipakai si bocah menjadi robek dan hancur. saat lidah panjangnya yang berwarna merah terjulur, cairan merah darah dan amis busuk terlihat menetes di atas tanah.
Dari balik sudut kegelapan terdengar seruan- seruan kaget yang tertahan. sepertinya segelintir tokoh silat yang masih bertahan dan kebetulan melihat kejadian itu mulai dilanda ketakutan. mungkin baru kali ini mereka melihat siluman buas penghisap darah dengan tiga buah mata.!
''Rupanya inilah wujud asli dari siluman jahat yang bersemayam dalam raga kasar bocah perempuan malang itu., sungguh mahkluk yang sangat mengerikan.!'' batin Respati bergidik, apalagi saat melihat tiga buah mata semerah bara api milik mahkluk itu yang seakan tidak berkesip memandangnya dengan pancaran penuh hawa jahat.
__ADS_1
''Nyi Dewi., meskipun aku percaya dengan adanya hantu dan demit dan sudah beberapa kali pernah mengalami kejadian aneh., tapi dalam seumur hidupku baru sekarang melihat mahkluk jejadian yang seseram ini..'' desis Sabarewang ngeri. saat dia melirik Dewi Malam Beracun, wajah cantik wanita ini terlihat pucat pasi berkeringat dingin, pertanda hatinya sedang dilanda ketakutan.
''Sabarewang aku tahu sedikit ilmu sihir, tapi diriku ragu apakah itu berguna untuk membantu Respati menghadapi mahkluk siluman itu. kurasa., kurasa sebaiknya kita minta Respati segera mundur. kita semua pergi secepatnya. bag., bagai., mana men., menurut., mu.?'' tanya Roro terbata. wanita cantik yang selalu percaya diri, sombong dan gemar memakai jubah gaun hitam ini sampai gemetaran. ini membuat Sabarewang justru menjadi semakin bertambah bingung dan ketakutan.
''Aku haus., aku lapar., sangat lapar., aku ingin jantung juga minum darah.!'' geram mahkluk siluman yang mirip gabungan kera, serigala dan kelelawar raksasa itu. di dahului suara melolong buas seperti seekor serigala iblis, sepasang sayap kelelawar yang berada di pungungnya membentang. sekali sayap raksasa itu mengepak, tubuhnya langsung terbang melesat cepat kedepan. sepasang jari tangannya yang berkuku tajam turut menyambar Respati yang masih berdiri tertegun sambil menggenggam pedang Iblis Hitamnya.!
'Whuuut., Sheeet., Breeet.!'
'Braaak., Klaang., Plaang.!'
Pemuda itu seakan baru tersadar saat mendengar jeritan panik Roro Wulandari dan Sabarewang. buru- buru pemuda ini mundur sambil memutar pedangnya. mebabat dan menikam tubuh siluman itu. Respati seakan sudah kehilangan kepercayaan dirinya dalam pertarungan saat mulut yang bertaring tajam dari mahkluk siluman pemakan jantung dan penghisap darah itu hendak mencabik- cabik lehernya.!
Entah berapa kali pedang Respati membacok dan menusuk tubuh mahkluk siluman itu, tapi tidak satupun serangan pedang pusaka yang punya kesaktian sangat tinggi itu yang mampu menembus tubuhnya. kejadian ini mirip dengan saat pemuda itu menghadapi ilmu kebal 'Sisik Besi Ular Darah' yang di miliki Sepasang Ular Nusakambangan. tapi entah kenapa Respati merasa kulit tubuh siluman itu lebih sulit untuk di tembus. malam ini dua kali berturut- turut dia harus menghadapi siluman jejadian.
__ADS_1
*****
Mohon sertakan Koment., Kritik dan Saran juga Like👍 jika anda suka. jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan anda dan keluarga. semoga kita semua segera terbebas dari kesulitan akibat pandemi covid 19 ini. Amin. Terima kasih🙏. Wasalam.