13 Pembunuh

13 Pembunuh
Rahasia si pemalas.


__ADS_3

Begitu keluar dari goa batu si 'Maling Nyawa' hantamkan satu pukulan sakti bertenaga dalam tinggi yang membawa deru angin keras kearah belakang tanpa memutar tubuhnya. bebatuan yang baru di singkirkan oleh anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' yang telah tewas di dalam goa rahasianya seketika tersapu kembali hingga menutupi mulut goa batu itu.


Empat orang itu berhenti sejenak diluar goa sembari mengamati sekeliling. letak goa rahasia bekas tempat tinggal pencuri sakti itu memang agak terpencil namun dari sini suara pertarungan besar masih dapat terdengar. ''Kalian bertiga langsung saja ke sana. lakukan apa yang sudah kita rencanakan..'' ujar si Maling Nyawa tapi sebelum dia berkelebat pergi, rekannya keburu menahan.


''Tunggu dulu maling tua, aku ingin bertanya kenapa kau ngotot mau memberikan senjata pusaka 'Kipas Darah Bulan Mentari' pada si 'Dewi Malam Beracun' kekasih muridmu itu.? asalkan kau tahu saja, pemilik dari kipas yang di titipkan padaku itu sebenarnya adalah pewaris dari partai silat 'Kipas Sangkala'. orangnya masih hidup dan si pincang ini kenal dekat dengannya..''


''Aku sudah tahu masalah ini. diriku memang sengaja memberikan kipas sakti itu padanya karena kuyakin dia pasti mampu mempelajari serta menggunakan semua kesaktian yang terdapat di dalam kipas. seperti yang kalian tahu, wanita cantik yang punya seribu akal muslihat itu juga memakai kipas sebagai senjatanya. jadi kupikir senjata dan orangnya akan berjodoh..'' jawab si Maling Nyawa sebelum melesat lenyap di kegelapan malam.


Ketiga orang yang terdiri dari si pincang, 'Putri Penjerat' dan si 'Malaikat Copet' masih saling berbicara sebentar seperti mengatur sesuatu. ''Dari suara yang masih terdengar jelas menandakan kalau pertempuran besar yang terjadi disana sudah semakin memuncak. aku mesti selidiki sesuatu yang berkaitan dengan adanya sekumpulan mayat yang menurut si Maling Nyawa bakal dijadikan senjata rahasia dari ketua 13 Pembunuh..''


''Kalian berdua pergilah membantu orang 'Istana Angsa Emas' lebih dahulu karena bisa jadi saat ini mereka sedang terdesak. nanti aku akan menyusul..'' kata Malaikat Copet sang ketua perkumpulan 'Maling Kilat' pada kedua muda- mudi yang berada bersamanya. setelah bersepakat mereka bertigapun pergi tinggalkan tempat itu.


Ketua perkumpulan Maling Kilat itu yang pertama lenyap dalam kegelapan sementara Pranacitra dan Putri Penjerat terus melesat ke penjuru lainnya. dari kejauhan mereka melihat pertarungan besar- besaran yang sudah berlangsung cukup lama. dalam hatinya dua orang ini merasa tersentak juga melihat begitu banyaknya korban yang tewas terkapar bermandi darah.


Mayat- mayat mereka hampir semuanya tidak lagi utuh. selain terpotong senjata lawan dalam pertarungan, juga tinggal tulang dan beberapa kerat daging akibat menjadi santapan ribuan binatang beracun penghuni pulau Seribu Bisa itu yang seolah tidak pernah kenyang menggerogoti daging manusia.


Mungkin bagi Putri Penjerat alias si 'Laba- Laba Kuning' yang pernah tinggal di pulau Seribu Bisa, keadaan itu tidaklah begitu mengejutkan. lain halnya dengan pemuda pincang yang berada di sampingnya. meski dia sendiri sudah sering berbuat sadis tanpa ampun dalam membunuh lawan- lawannya namun pemandangan mengerikan yang ada didepannya tetap saja membuat dia rada merinding.

__ADS_1


''Aku tidak melihat si 'Dewi Malam Beracun'. apakah dia sedang bertarung dengan musuh di tempat lain.?'' gumam Putri Penjerat sambil terus berusaha mencari tahu dia meluruk masuk ke tengah kalangan pertempuran. senjata benang- benang baja peraknya cepat berkelebatan menyambar tubuh para anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' yang mencoba menghadangnya.


Dalam waktu singkat wanita bertangan kiri buntung itu sudah berhasil membunuh empat orang lawan serta membuat cacat tiga orang lainnya. ''Jika memang ada masalah penting, kau carilah dia lebih dulu. urusan disini biar aku bantu menanganinya..'' jawab Pranacitra seraya putar- putar tongkat besi hitam kepala tengkoraknya lantas menikam ke depan.


Sepintas gerakan tongkat itu terlihat sangat sederhana namun akibatnya lima orang anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis dan dua orang pesilat golongan hitam yang jadi sasarannya sudah terkapar roboh dengan tubuh dan kepala berlubang hangus dihajar sinar- sinar hitam merah yang tersembur dari ujung tongkat itu bersama bunyi ledakan keras yang datang beruntun.


Kabarnya inilah salah satu ilmu sakti andalan pemuda pincang itu yang dinamai jurus 'Tongkat Maut Sembilan Geledek Kematian' dalam petualangannya di rimba persilatan, pemuda pincang itu sering menggunakan jurus ini untuk menghabisi lawan yang berjumlah sangat banyak dalam waktu cukup singkat.


''Tidak perlu. meskipun entah berada dimana saat ini tapi aku yakin dia mampu mengatasi lawannya. lebih baik kita terus menyelesaikan masalah disini secepat mungkin karena aku merasa kalau ketua 13 Pembunuh belum mengerahkan seluruh kekuatannya dalam pertempuran ini..'' jawab sang Putri Penjerat. benang- benang bajanya bergerak melibat dan mencabik ke tiga arah. dua orang lawan terjungkal tewas dengan dada robek dan leher nyaris putus.


Kedatangan dua orang pesilat hebat ini dalam gelanggang pertempuran membuat keadaan berubah kacau. orang- orang Istana Angsa Emas yang tadinya nyaris putus asa seakan mendapatkan angin segar. beberapa pesilat golongan hitam yang diam- diam bersekutu satu dengan yang lain juga menjadi gentar. dalam hatinya mereka sama terperanjat akan kehadiran si pincang yang kabarnya sudah melenyapkan diri dari dunia ramai bahkan dianggap sudah mati.


Tetapi setelah berpikir sebentar mereka membuat keputusan untuk menyingkirkan lebih dulu masalah persengketaan masa lalu antara pihak pesilat golongan putih dengan kelima orang guru Pranacitra, karena saat ini mereka membutuhkan tenaganya untuk dapat mencegah orang- orang jahat dari golongan hitam yang berniat menguasai harta pusaka di pulau Seribu Bisa sekalian melenyapkan Kelompok 13 Pembunuh.


Pemuda berkaki pincang sebelah kiri itu bukannya tidak menyadari semua yang ada dalam pikiran para pesilat aliran putih ini. tapi dia mana mau perduli karena kedatangannya ke pulau Seribu Bisa ini selain permintaan dari Malaikat Copet juga sebab ingin bertemu dengan 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' untuk mencari kabar tentang riwayat keluarganya.


Selain membikin gempar berbagai pihak yang bertikai kemunculan pemuda yang sudah lama menghilang, serta pernah menempati peringkat teratas dalam jajaran sepuluh pendekar muda terkuat di dunia persilatan beberapa tahun silam itu juga membuat seorang pemuda berjubah putih bersih yang sedang duduk di atas kursi malasnya agak tersentak.

__ADS_1


Bahkan sorot mata jenakanya yang hampir selalu santai dan kemalas- malasan seolah lenyap berganti dengan pandangan penuh rasa tertarik berselimut gairah bertarungnya yang sudah sangat lama terpendam. sampai- sampai kedua gadis cantik dan dua lelaki kekar yang mengawalnya jadi merinding merasakan ada hawa membunuh terpancar dari dalam diri tuan mudanya.


''Sangat menarik., tidak kusangka si bedebah 'Setan Pincang Penyendiri' alias 'Gelandang Hantu' yang lama menghilang tidak karuan juntrungannya benar- benar berani muncul di pulau celaka ini. tapi sayang sekali., aku sedang punya urusan penting. sebab jika tidak demikian, tentu sudah kutantang kau beradu ilmu..'' geram orang yang disebut sebagai si 'Tuan Muda Pemalas' dari 'Kota Hantu Pagi itu' seakan menahan kekesalan hatinya.


Untuk sesaat suasana menjadi hening dan tegang sampai akhirnya gadis cantik yang rada pendiam bernama nona 'Camar Anggun' memberanikan diri bertanya. ''Tuan muda, di masa lalu kau juga adalah salah satu dari sepuluh pesilat muda terbaik meskipun itu hanya sebentar saja sebelum dirimu memilih untuk mundur karena suatu sebab. apakah itu., ada kaitannya dengan kemunculan si pincang.?''


Tuan muda pemalas seperti tidak senang di tanya masalah itu. Camar Anggun menjura seraya meminta maaf telah lancang bicara tapi majikannya cuma kibaskan tangannya. ''Meskipun saat itu murid lima dedengkot aliran hitam ini telah membuat kegemparan namun bukan berarti dialah yang terkuat. kau tahu kenapa nona Camar Anggun.?''


''Sebab saat itu peringkat pertama masih di pegang oleh seorang pesilat muda dari daerah barat yang terkenal sombong dan jahat bergelar si 'Tapak Iblis Sakti Tanpa Tandingan.!'' terang si pemuda pemalas. saat bicara tersirat rasa sedih, kecewa yang bercampur kebencian dalam suaranya.


''Aah., hamba pernah mendengar tentang nama orang ini tuan muda. tapi justru saat dia berada di puncak ketenarannya, entah kenapa mendadak dia lenyap tanpa ada seorangpun yang tahu kabar beritanya..'' tanpa sadar lelaki kekar yang berdiri dibelakang sebelah kanan ikut bicara hingga kemudian dia sadar lalu cepat menghormat meminta maaf.


''Lupakan saja, lagi pula yang kau katakan itu memang benar adanya..'' cegah tuan muda pemalas. ''Tapi tahukah kalian kenapa dia sampai ikut lenyap tanpa kabar.?'' tanya si pemalas itu melirik sinis para pelayannya yang bingung saling pandang. ''Itu karena dia sudah mati dan akulah yang membunuhnya.!'' ucapan majikannya ini sungguh membuat para bawahannya terperangah seolah tidak percaya.


Lebih terkesima lagi saat mereka mendengar si tuan pemalas berucap, ''Sayangnya meski aku berhasil menghabisinya tapi diriku juga mendapatkan luka dalam sangat parah bahkan hampir tewas jika saja tidak bertemu dengan 'Orang Itu'. kalian lihatlah., biarpun lukanya sudah lama sembuh tapi bekasnya juga tidak dapat hilang..''


Semuanya sama keluarkan suara tercekat saat melihat jubah putih majikannya sebelah dada kiri terbuka. disana ada sebuah tanda telapak tangan yang melesak sedalam setengah ruas jari yang penuh bekas guratan- guratan luka bakar berwarna keemasan. ''Karena inilah aku terpaksa harus mendekam selama beberapa tahun didalam 'Kota Hantu Pagi' dan mendapatkan sebagian warisan dari 'Orang Itu..'' pungkasnya mengakhiri cerita.

__ADS_1


.........


Silahkan tuliskan komentarnya. Matur Nuwun Ngih., 😊🙏.


__ADS_2