
Baik Respati, Roro Wulandari juga Sabarewang serentak menjura hormat pada Dewa Serba Putih atau I Gede Kalacandra. sementara mata mereka melirik orang tua bersorban putih, bermuka bersih dan terkesan tenang penuh wibawa yang berada di sebelah tokoh silat sakti yang berasal dari pulau dewata Bali itu dengan pandangan bertanya.
Orang tua itu hanya tersenyum ramah dan sedikit menganggukan kepalanya. sembari jemari tangan kanannya terus memutar untaian kalung tasbih yang terbuat dari kayu cendana.
''Kalian bertiga cepatlah menjauh, apapun yang terjadi kalian harus melindungi anak perempuan yang berada di dalam kereta kuda itu..''
''Sobatku Kyai Jabar Seto., setelah bertahun- tahun lamanya memburu siluman jahat ini, akhirnya sekarang kita bisa menemukannya. kesempatan kita untuk melenyapkan siluman penyebar bencana ini tidak boleh terlewat begitu saja.!'' ucap I Gede Kalacandra alias si Dewa Serba Putih pada orang berjubah dan bersorban putih yang rupanya bernama Kyai Jabar Seto.
Respati dan kedua kawannya sesaat saling pandang, tapi mereka cepat menurut mundur dari kalangan. sementara dalam hatinya Roro merasa curiga, ''Kenapa Dewa Serba Putih memerintahkan kami untuk melindungi orang yang ada di dalam kereta kuda..''
''Apakah., dia tahu sesuatu tentang Satriyana, atau bisa jadi orang tua ini punya niatan yang terselubung.?'' pikir wanita cantik itu sambil melirik kedua rekannya yang juga saling pandang. rupanya apa yang ada dalam pikiran Roro, sama dengan isi kepala Respati dan Sabarewang. mereka tertegun dan terlihat waspada.
''Kau benar sahabatku Dewa Serba Putih., mahkluk jahat ini sudah sering kali memakan korban. kabarnya jika jumlah korbannya sudah genap seribu nyawa, dia akan mampu berubah wujud menjadi manusia pada umumnya dengan kesaktian yang sangat mengerikan dan tidak akan bisa mati sampai seribu tahun lamanya.!''
''Selama ini dia hanya bisa memakai raga anak kecil itu untuk dapat keluar dari sarangnya, karena siluman itu sangat peka pada cahaya matahari. secara kebetulan anak perempuan kecil itu mempunyai bisul di tengah dahinya. sementara siluman ini juga mempunyai tiga buah mata., dengan kata lain dia menggunakan bisul ditengah dahi si bocah perempuan sebagai tempat matanya yang ketiga.!'' tutur Kyai Jabar Seto sambil memberi isyarat sobatnya agar mulai bergerak mengepung mahkluk siluman bermata tiga itu.
Baru kali ini Roro dan kawan- kawannya tahu latar belakang dari siluman jahat itu. dalam hati mereka bergidik membayangkan jika siluman itu mampu mencapai tingkatan seperti yang di katakan Kyai Jabar Seto.
__ADS_1
''Jadi., karena dia tidak dapat menahan sinar matahari, siluman itu terus menggoda orang- orang yang ingin cepat menjadi kaya melalui pesugihan. dengan syarat tumbal nyawa manusia, dia tidak perlu lagi keluar mencari mangsanya..''desis Roro Wulandari geram.
''Nyi Dewi., meskipun aku percaya dengan adanya mahkluk halus di dunia ini, tapi terus terang saja baru kali ini diriku bertemu langsung dengan siluman gentayangan..'' bisik Sabarewang. saat bicara suaranya terdengar merinding, seakan ada rasa ngeri di hatinya.
Kedua orang ini saling pandang lalu sama melihat ke arah Respati. baik Roro Wulandari si Dewi Malam Beracun dan Sabarewang sama keluarkan suara tercekat kaget, lalu mundur beberapa langkah ke belakang dengan air muka berubah hebat.
Di depan mereka terlihat Respati sedang berdiri tegak pejamkan matanya. sepasang tangannya yang menggenggam pedang pusaka Iblis Hitam terangkat lurus ke atas. gulungan hawa kabut hitam perlahan menyelimuti sekujur tubuh pemuda ini.
Di saat lain mereka pasti tahu kalau gerakan ini adalah sebagai pembuka jurus 'Roh Kobra Kegelapan'. tapi yang ini lain., diatas kepala Respati muncul dua gulungan sinar hitam yang menebar hawa panas berbentuk ular kobra yang kian membesar.
''Jangan- jangan., Aah., apa., apakah saat ini Respati sedang berusaha untuk menembus tingkatan kedua ilmu kesaktiannya yang bernama ''Sepasang Kobra Inti Neraka.?'' desis Roro takjub. Sabarewang yang turut mendengar hanya bisa melongo, seram juga terpukau kagum.
Sementara Respati masih berusaha untuk menembus tingkatan kedua dari ilmunya, di kalangan juga terjadi sesuatu yang sangat mengejutkan. Dewa Serba Putih dan Kyai Jabar Seto telah terlibat suatu pertarungan yang sangat sengit melawan siluman jahat berwujud campuran serigala, kera lutung dan kelelawar itu.
Jika saat melawan Respati dan Roro siluman itu mampu mendesak kedua orang anggota kelompok 13 Pembunuh itu hingga nyaris tewas, keadaan jadi berbalik saat mahkluk itu berhadapan dengan Dewa Serba Putih dan Kyai Jabar Seto. justru siluman inilah yang terdesak hingga berkali- kali terkena pukulan sakti I Gede Kalacandra.
Kedua orang ini seakan sudah sepakat, jika menyerang I Gede Kalacandra si Dewa Serba Putih yang lebih menguasai. tapi sebaliknya kala bertahan Kyai Jabar Seto yang banyak bertindak menahan gempuran sayap, gigitan taring dan cabikan cakar ganas siluman itu.
__ADS_1
Entah sudah berapa puluh jurus berlalu, keadaan juga terasa semakin menegangkan. bergulung- gulung angin tenaga sakti yang di saling tindih dengan hawa siluman jahat membuat sekeliling tempat itu menjadi porak poranda. tidak terhitung lagi pohon yang berderak tumbang, juga semak belukar hangus di terjang angin pukulan sakti.
Debu tanah dan bongkahan batu terbongkar hancur menutupi pandangan. udara terasa panas membara dan dingin membeku yang silih berganti, membuat udara terasa sangat menyiksa.!
''Kyai Jabar Seto., siluman laknat ini sudah terdesak, sepertinya dia sudah berniat kabur dari sini.!'' seru Dewa Serba Putih sambil kembali hantamkan telapak tangannya yang mengeluarkan cahaya putih kemilau berhawa sangat dingin membekukan tulang. ribuan titik butiran salju mengiringi setiap pukulannya. jangankan terkena langsung, Roro dan Sabarewang yang berdiri jauhpun merasakan gelombang hawa dingin yang menusuk tulang.
''Ilmu pukulan 'Telapak Salju Gunung Agung' memang luar biasa., kabarnya belum pernah ada satu orangpun yang sanggup selamat dari ilmu pukulan sakti I Gede Kalacandra itu.!'' gumam Roro Wulandari tercekat saat mengenali ilmu kesaktian Dewa Serba Putih.
''Sahabatku I Gede Kalacandra., mari kita lakukan sekarang juga.!'' seru Kyai Jabar Seto berkekebat mundur sambil rentangkan kedua tangannya. kalung tasbih di tangannya di lemparkan ke atas. bibirnya komat- kamit seakan merapalkan sesuatu. bersamaan itu dengan di awali bacaan Basmallah dan Takbir, kedua tangannya menyentak ke udara. cahaya sinar biru menyoroti kalung tasbihnya yang masih melayang di atas.
Sekejab kemudian kalung tasbih itu berkali lipat membesar hingga menyerupai rantai baja raksasa berwarna biru menyala.!
''Demi pencipta seisi langit bumi., terimalah azabmu siluman laknat. 'Belenggu Jiwa Langit Dan Bumi.!' bentak Kyai Jabar Seto sambil kibaskan kedua tangannya ke bawah. secara hebat kalung tasbih yang telah berubah menyerupai sebuah lingkaran rantai biru raksasa turut melesat jatuh ke bawah dan langsung menjerat erat tubuh mahkluk siluman itu.
Terdengar suara raungan murka. siluman itu berontak hendak melepaskan diri. Kyai Jabar Seto terus mendorong kedua tangannya ke depan seakan menahan hentakan tenaga siluman jejadian yang terus meronta dan melolong beringas.!
''Tahan terus siluman jahanam itu Kyai jabar Seto., aku akan segera menyelesaikannya.!'' teriak Dewa Serba Putih. dua jari telunjuk dan tengahnya di satukan. saat kedua jarinya menghantam, selarik sinar terang berbentuk ujung mata pedang yang disertai ribuan titik embun salju dingin menyambar ke depan. sasarannya adalah mata ketiga di tengah dahi siluman itu. inilah ilmu kesaktian Dewa Serba Putih yang lainnya dan disebut dengan jurus 'Jari Sinar Pedang Salju Dewata.!'
__ADS_1
***
Mohon sertakan komentar, kritik dan sarannya. juga like 👍 jika anda suka. kalau berkenan bisa di share juga ke teman" yang lain. Terima kasih🙏.