13 Pembunuh

13 Pembunuh
Kitab Wasiat Ki Mijun (bag 1)


__ADS_3

Raut wajah garang orang tinggi besar yang dipanggil sebagai Panglima Istana Kanan berubah penuh kesedihan. cukup lama dia terdiam bahunya yang kekar berotot terlihat bergetar menahan amarah. sambil gelengkan kepala dia menjawab, ''Sudah kususuri sepanjang aliran sungai ini, tapi tidak kutemukan tubuh saudari kita si Panglima Istana Tengah. 'Aa., aku khawatir kalau dia.,''


''Dia kenapa., Jangan berpikir yang macam- macam Panglima Istana Kanan. 'Saudari kita pasti selamat.,!'' potong rekannya setengah mendamprat.


''Tapi., tapi di ujung sungai ini., Aa., adalah air terjun yang cukup curam dan berbatu.!'' ujar Panglima Istana Kanan. meskipun pelan tapi bagi Panglima Istana Kiri tidak ubahnya suara guntur di siang bolong.


Sambil berteriak keras bagai kesetanan orang ini langsung melesat lenyap ke arah sungai. ''Saudaraku Panglima Istana Kiri, kendalikan dirimu.!'' seru Panglima Istana Kanan panik lalu berkelebat menyusul rekannya.


Dalam hatinya dia maklum dengan apa yang sedang dirasakan Panglima Istana Kiri saat ini. karena dibalik sikapnya yang dingin dan kejam sebenarnya Panglima Istana Kiri sudah sejak lama memendam perasaan cinta kepada Panglima Istana Tengah.


Wanita bercadar kuning itu bukannya tidak menyadari isi hati rekannya itu, lagi pula diapun juga memiliki perasaan yang sama. tapi sebagai seorang perempuan pantang baginya mengungkapkan isi hati lebih dulu. sayangnya Panglima Istana Kiri bukanlah golongan lelaki yang mudah mengerti perasaan seorang perempuan. akibatnya hubungan keduanya menggantung terus.


Kereta Kuda Maut kebanggaan Sabarewang sudah sejak kemarin sore berhenti dipinggir hutan bakau, karena beberapa hari lalu mereka harus memutar arah ke Jepara maka perjalanan Dewi Malam Beracun dan kawan- kawannya menuju Wonokerto harus tertunda.


Yang namanya hutan bakau pastilah dekat dengan pantai atau paling tidak berada disekitar muara tempat bertemunya aliran sungai dengan air laut. setelah membenahi roda kereta kuda yang agak miring, Sabarewang bergegas pergi mencari bahan makanan karena Roro sang majikan bilang sudah mulai bosan dengan bekal makanan kering.


Didalam kereta itu Roro Wulandari dan Respati tengah kembali sibuk memeriksa lembaran peta rahasia Istana Angsa Emas, rupanya kedua orang ini sepemikiran, mereka merasa ada keanehan dalam isi peta itu, tetapi meskipun sudah memeriksanya berulangkali bahkan sampai berdebat sengit, mereka tetap saja tidak dapat menemukan keganjilannya.


Satriyana mulai bosan dengan tingkah kedua orang yang menurutnya seperti anak kecil, dengan mengerutu gadis ini keluar dari dalam kereta.


''Hee., kau hendak pergi kemana,?'' tanya Dewi Malam Beracun heran melihat gadis hitam manis ini keluar membawa buntelan.


''Aku mau mandi sekalian juga mencuci baju- bajuku. 'Lagipula aku jemu dengan suara kalian berdua yang sama tidak mau mengalah.!'' sungut Satriyana sambil menerobos keluar. Roro sampai tercengang karena baru kali ini melihat gadis keturunan keluarga Istana Angsa Emas itu marah.


Saat baru turun dari kereta kuda tanpa sengaja sebuah bungkusan kecil terjatuh dari buntalan kainnya. karena tidak terikat kencang, bungkusan kain kecil inipun terbuka saat jatuh ketanah. isinyapun terlihat.

__ADS_1


Di sana ada beberapa barang perhiasan emas permata dan sebuah kitab tipis yang sudah usang dan lembab. Satriyana cepat menyimpan kembali barang perhiasannya, karena itu semua warisan orang tuanya.


''Aah., buku inikan pemberian Ki Mijun, bodohnya aku sampai lupa membacanya.!'' batin Satriyana kesal. tanpa sadar dia membalik halaman depan lalu mulai membaca. anehnya seketika itu gadis remaja ini menjublek, buku ditangannya jatuh terlepas.


''Buku apa yang kau baca itu.?'' tanya Dewi Malam Beracun. sementara tangan Respati cepat menyambar buku tipis yang terjatuh ke tanah. bersama dengan Roro Wulandari dia membaca kitab tipis itu. di balik lembar pertama yang polos terdapat tulisan,


'Rahasia Kelompok 13 Pembunuh Dan Istana Angsa Emas.!'


Berbeda dengan Satriyana yang cuma tertegun, kedua orang anggota kelompok 13 Pembunuh ini bahkan sampai keluarkan suara tercekat. saking kagetnya nafas mereka seakan berhenti berdetak.


Setelah berhasil tenangkan dirinya, Dewi Malam Beracun menarik lengan Satriyana kembali ke dalam kereta kuda. "Kurasa kita harus membicarakan masalah ini sampai tuntas.!'' ujar Roro sambil merangkul bahu Satriyana.


"Benar., aku merasa semua jawaban masalah yang kita alami ada dibuku ini, tapi dari mana kau mendapatkannya.?''


"Tapi kenapa hal sepenting ini tidak pernah kau katakan kepada kami.,?'' keluh Respati dongkol.


"Aa., Aku waktu itu masih belum percaya pada siapapun, lalu disaat kita semua sudah saling mengerti, aku malah lupa soal ini., Hii., hi., maaf yah.,!'' ujar gadis itu nyengir sambil garuk- garuk kepalanya. Roro sempat juga menjitak kepala anak itu. "Dasar gadis pikun.' gerutunya. "Auh., sakit kak Dewi.,!'' rintihnya.


Bertiga merekapun mulai membaca isi kitab itu. lembar pertama hanya sampul bergambar sebuah golok buntung, Satriyana tahu kalau itulah senjata andalan Ki Mijun, alias si Jagal Golok Buntung.!


Lembar kedua tertulis 'Rahasia Kelompok 13 Pembunuh Dan Istana Angsa Emas.'


"Seumur hidupku entah sudah berapa ratus nyawa pendekar yang mati tertebas golok buntungku. berapa kali pula diriku lolos dari jurang kematian, aku juga tidak pernah perduli dengan anggapan orang lain, karena semua orang yang menjadi korbanku adalah manusia yang memang pantas untuk mati.!'


"Dalam hidupku aku hanya punya satu kebanggaan, menjadi anggota nomor sembilan dari Kelompok 13 Pembunuh. tapi di sisi lainnya aku juga menyesal karena pernah menjadi bagian dari mereka.

__ADS_1


Penyesalan selalu datang terlambat. aku tidak dapat memutar waktu, juga tidak mampu kembali ke masa lalu, hanya buku catatan ini saja yang bisa kutulis untuk sekedar mengurangi rasa sesal dihatiku.


''Kelompok 13 Pembunuh dibentuk pada masa kerajaan Airlangga. tugas kelompok ini adalah membantu kerajaan untuk membasmi kaum pemberontak, para penjahat kejam, juga pejabat kerajaan yang licik dan suka menindas rakyat.


Semua ini berlanjut seiring jaman. dari Jenggala, Kediri, Singasari, hingga Majapahit. meskipun penguasa kerajaan kerap berganti, tapi Kelompok 13 Pembunuh tetap ada dan semakin kuat.'


''Istana Angsa Emas adalah sebuah kerajaan yang sangat rahasia, karena walaupun kerap terdengar namanya tapi tidak seorangpun tahu dimana letak juga silsilahnya.'


Aku hanya bisa mengatakan kalau leluhur dari para raja Airlangga hingga Majapahit berikut kerajaan turunannya semua berasal dari Istana ini. para raja- raja penguasa diam- diam wajib meminta restu pada Istana Angsa Emas saat hendak naik tahta.


Yang lebih mengejutkanku adalah ternyata Istana Angsa Emas sesungguhnya adalah pencipta sekaligus penguasa dari Kelompok 13 Pembunuh.


Sampai disini Respati dan kedua perempuan di sampingnya tertegun, hati mereka terasa berat. meskipun baru terbaca separuh tapi apa yang tertulis disana sungguh membuat mereka tercengang tidak percaya.


Dewi Malam Beracun ganti mengambil kitab tipis berisi catatan itu dari tangan Respati dan lanjut membaca isinya.


''Sesuai namanya Kelompok 13 Pembunuh terdiri dari tiga belas orang. meskipun waktu terus berputar, jaman selalu berubah dan orangnya juga berganti, tapi jumlah anggota kelompok tetaplah sama tiga belas orang.


"Saat aku masih berada didalam kelompok 13 Pembunuh, anggota kelompok kami adalah,


-Sang Ketua si nomor satu., Tidak pernah diketahui siapa orang ini sesungguhnya. awalnya aku sangat menghormati kepemimpinannya karena tegas dan selalu menjaga anggotanya. tapi belakangan dia menjadi berubah penuh rahasia serta kejam tak kenal ampun. aku merasa orang ini seakan mempunyai dua sisi yang berlainan.


-Orang kedua., nama sebenarnya tidak diketahui, dia hanya punya sebelah tangan saja, manusia ini hampir tidak pernah berbicara. dingin, kejam dan tanpa perasaan tak ubahnya mayat hidup. diantara anggota 13 Pembunuh dialah yang paling menakutkan. julukannya si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh.!'


-Orang ketiga., namanya juga tidak ada yang tahu. sangat mengemari minuman keras sejenis arak atau tuak. ada yang bilang orang ini lebih memilih mati dari pada kehilangan sekendi araknya. konon arak kegemarannya juga mengandung racun ganas. dia biasa memakai araknya sebagai senjata pembunuh yang mengerikan. julukannya di dunia persilatan adalah si 'Setan Arak.!'

__ADS_1


__ADS_2