13 Pembunuh

13 Pembunuh
Keluar dari persembunyian.


__ADS_3

Agak jauh dari sebelah utara perbatasan kadipaten Wonokerto terdapat sebuah pedataran berumput yang di kelilingi tiga buah bukit kecil namun terjal berbatu. tumbuhan yang ada disana berjenis pohon jati dan randu. meskipun hutan di perbukitan itu tidak lebat, tapi cukup melindungi lembah padang rumput yang berada di tengah perbukitan itu.


Gemericik aliran sungai kecil yang membelah padang rumput itu mengiringi suara binatang malam yang seolah mengisi kesunyian. angin dingin berhembus seiring datangnya beberapa sosok bayangan manusia yang berkelebatan menyusup diantara kegelapan.


Seorang wanita berjubah gaun hitam terlihat sedang berdiri termenung. di bawah cahaya rembulan malam wajahnya yang secantik bidadari kahyangan itu nampak memukau pandangan. jangankan kaum lelaki, kedua rekan wanitanya yang ikut berada tidak jauh di depannya juga sama mengakui pesona wanita berjuluk 'Dewi Malam Beracun' ini.


Semenjak tiba di lembah ini, dia sudah berdiri termenung di tepian aliran sungai kecil yang berada di tengah lembah itu. semilir angin malam membawa aroma harum dari tubuh tinggi semampai yang berbalut jubah gaun hitam. kedua matanya yang bulat bening seperti sedang menikmati bayangan bulan sabit yang terpantul di permukaan sungai itu.


Tapi bagi ke tujuh orang kawannya, gaya yang sekilas tenang seperti ini menunjukkan kalau wanita yang kabarnya merupakan salah satu yang paling cantik di rimba persilatan itu sedang berpikir keras. setelah beberapa saat berlalu, wanita cantik bernama Roro Wulandari itu memberi isyarat kepada ketujuh kawannya untuk mendekat.


Di tangan Roro sudah tergenggam segulungan kain yang lantas di bentang di atas tanah berumput. hanya mengandalkan cahaya bulan bintang dilangit dan ketajaman mata mereka saja, tanpa menggunakan penerangan apapun ke delapan orang itupun sama duduk mengitari lembaran kain itu.


''Apakah kalian bertiga sudah mengatur semua sesuai dengan yang kumau.?'' tanya Roro menatap Sabarewang, Jurata dan Birunaka. ketiganya sempat saling pandang sebelum mengangguk. ''Sesuai perintah Nyi Dewi., kami memasang semua barang itu di tempat yang telah kau tentukan. dan kami yakin tidak ada orang lain yang tahu..'' jawab Sabarewang yang di benarkan kedua rekannya.


''Baguslah., maaf telah mereotkan kalian bertiga. terutama kakang Jurata dan Birunaka yang baru saja kembali tapi sudah kuminta mengerjakan sesuatu. meskipun dalam keadaan lelah, kalian semua telah bekerja sangat baik. terima kasih aku ucapan atas semua usaha keras kalian..'' ujar Roro seraya tersenyum puas.

__ADS_1


''Itu tidak masalah bagi kami., karena seperti katamu., kekuatan utama kelompok kita adalah rasa kebersamaan, saling pengertian dan melindungi diantara kita semua. lagipula ini juga dapat menambah pengalaman kami..'' ucap Birunaka sambil menepuk pentungnya.


''Tapi Dewiku., saat ini kita berada di dalam lembah. biarpun tempat ini sangat sunyi dan di kelilingi hutan perbukitan, tetap saja lawan bakal lebih mudah mengawasi kita semua dari balik kegelapan sana. jika mereka mengepung tentu rada sulit untuk dapat lolos karena kita terkurung di tengah lembah ini..''


''Hii., hi., apa yang kau pikirkan sudah berada di kepalaku kakang Bronto sayang., justru diriku memilih berada di tengah agar mereka dapat melihat kita. jangan khawatir., biarpun lawan mengepung kita, mereka tidak akan berani bertindak sembarangan. kalian tahu kenapa., karena saat ini orang- orang 'Istana Angsa Emas' sangat membutuhkan tenaga kita..'' terang Roro pada lelaki tinggi besar berkumis tebal yang bernama Ki Ageng Bronto.


''Kalau aku sih percaya betul dengan perhitungan kakak Dewi., tapi kurasa kita tetap harus waspada dan membuat persiapan jika terjadi sesuatu yang diluar dugaan kita..'' timbrung Satriyana sambil ngemil kacang goreng yang dia bawa didalam kantung. memang gadis ini makannya paling banyak.


''Aku sependapat dengan dengan tuan putri Satriyana. tapi kalau sobat bertiga sudah memasang perangkap yang Dewi Malam Beracun siapkan di sekeliling lembah, kurasa kita bisa lebih tenang..'' timpal si Putri Penjerat alias si 'Laba- Laba Kuning' sambil mengamati keadaan sekeliling.


''Aah., kurasa sudah waktunya bagi kita untuk melihat kembali semua yang tersusun di sini..'' Roro Wulandari menunjuk lembaran kain kusam yang terentang di atas tanah berumput basah karena pagi hingga menjelang siang sempat turun hujan. di bagian atas kain itu terdapat tulisan., '13 Pembunuh.!'


''Selain dari mereka masih ada juga si nomor dua, si 'Naga Urat Hijau'. beberapa orang tokoh silat yang baru bergabung kurasa jauh lebih menakutkan dari anggota lama yang sudah tewas dalam pertarungan besar di Wonokerto. dua diantaranya adalah 'Pengemis Tua Mata Setan' dan Sukma Tertawa.!''


''Selain itu ada seorang tokoh silat hebat bekas anggota partai aliran hitam terkuat 'Gapura Iblis' yang bergelar 'Iblis Tangan Biru'. dulu kabarnya dia punya pasangan kerja yang masih cukup muda berjuluk si 'Arwah Hijau. konon dia telah menghilang tanpa ketahuan rimbanya. karena dianggap lalai, orang tua itupun dikeluarkan dari partai Gapura Iblis..''

__ADS_1


''Selain itu dalam kelompok 13 Pembunuh juga bergabung seorang nenek jahat dari tenggara tanah andalas yang hampir sekujur tubuhnya dilumuri cairan hitam berbau gosong dan bergelar 'Momok Jelaga Hitam'. kabarnya dia masih ada hubungan kerabat dengan Nyi Sira sang 'Mambang Wanita Buta'. satu hal yang perlu aku sampaikan., mungkin Ketua sudah tahu kalau Nyi Sira yang sebenarnya telah tewas..''


Hampir semua orang yang berada di lembah itu terkesiap. selain karena bergabungnya para dedengkot kalangan hitam dalam kelompok 13 Pembunuh, mereka juga tidak menyangka kalau muslihat Dewi Malam Beracun yang menyamar sebagai Nyi Sira untuk mengadu domba lawan juga turut terbongkar. Ketua dari 13 Pembunuh memang teramat menakutkan.!


''Ketua kelompok 13 Pembunuh dan seorang anak buahnya yang paling dia andalkan, yaitu 'Lengan Tunggal Penyambar Roh' bahkan sudah memperkirakan kalau si Dewi Malam Beracun yang telah mengatur tipu muslihat itu. diriku juga sempat mendengar kabar rahasia kalau sang Ketua sudah memerintahkan anggotanya untuk memburu keberadaan anggota lama yang menghilang., si 'Maling Nyawa..''


Sampai di sini Roro dan Satriyana sempat melirik Respati yang juga nampak tertegun. sejak dia berpisah dengan pencuri tua sakti itu belum pernah sekalipun Respati bertemu kembali dengan gurunya. orang tua aneh itu juga tidak ketahuan hidup matinya dan berada di mana sekarang.


''Anggota baru yang lainnya adalah tiga orang cacat bersaudara seperguruan yang masing- masing bernama Bajul Buntung, Bajul Gerumpung dan Bajul Celung. dalam rimba persilatan tiga orang yang umurnya baru tiga puluhan tahun itu di juluki sebagai 'Tiga Siluman Buaya Kali Getih'. aku tidak tahu urutan anggota yang lainnya, tapi mereka bertiga menggantikan Nyai Bawang si nomor dua belas yang juga sudah mati..''


''Masih ada seorang lagi, dia seorang wanita yang bukan saja cantik jelita dan masih muda. meskipun sangat pendiam dan terlihat paling lemah, tapi anehnya tidak ada satupun anggota yang berani meremehkannya. pernah ada dua orang anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' yang berniat menggodanya. tapi hanya dengan satu kibasan tubuh kedua orang ini di buat tercerai berai setelah di libas senjata payungnya yang memancarkan cahaya keemasan.!''


''Aah., tidak salah lagi wanita itu pastilah si 'Bidadari Berpayung Emas'. tokoh silat yang dulu pernah juga masuk dalam jajaran sepuluh pesilat muda pendatang baru, seangkatan dengan diriku dan Respati. bahkan dulu., aku pernah nyaris bentrok dengannya..'' gumam Roro bergidik. sepertinya perempuan ini tahu betul kehebatan calon lawannya.


''Hhm., sekarang ini kita sudah bukan lagi orang baru dirimba persilatan Roro., kini sudah ada jajaran baru sepuluh pesilat muda hebat yang sudah menggantikan angkatan kita. tapi aku merasa ada yang aneh di sini., dalam sejarahnya anggota kelompok 13 Pembunuh selalu berjumlah tiga belas orang. memang kadang ada satu nama julukan yang berisi dua atau lebih orang seperti 'Sepasang Malaikat Berwajah Cacat' yang dulu menjadi anggota pembunuh nomor lima dan sekarang 'Tiga Siluman Buaya Kali Getih..''

__ADS_1


''Kalau di jumlahkan semuanya hanya cukup untuk dua belas nomor anggota saja. berarti masih ada satu pembunuh lagi yang belum di sebutkan. apa mungkin orang kepercayaanku yang terlupa atau ada sebab lainnya.?'' ujar Respati merenung. semua rekannya seolah juga baru menyadari keanehan itu.


''Meskipun rada aneh, tapi sayangnya kita tidak bisa lagi berpikir banyak., telingaku sudah mendengar ada orang luar yang mendatangi tempat kita ini..'' dengus Roro seraya berdiri. semua kawannya juga bersiap. tidak lama kemudian dari empat penjuru sudah muncul ratusan orang berseragam kuning emas. dalam penerangan obor terlihat empat buah bendera besar bergambar seekor angsa emas sedang merentang sayap.


__ADS_2