
Kejadian itu berlangsung begitu cepatnya hingga dua tokoh silat yang berada disana tidak dapat mencegah. bahkan untuk sekedar memberi peringatan pada rekannya juga tidak sempat. yang membuat mereka terperanjat adalah serangan pedang gadis itu sampai mampu membelah hampir separuh bagian depan caping milik 'Hantu Caping Getih'.
Padahal mereka berdua tahu betul kalau caping besi berdarah itu bukanlah benda sembarangan, karena terbuat dari besi baja pilihan hasil tempaan seorang ahli pembuat senjata pusaka yang terkenal jahat dan punya banyak pelanggan dari kalangan persilatan golongan hitam. meski harus mencelat mundur jungkir balik dan mengumpat kotor tapi Hantu Caping Getih masih mampu lolos dari kematian.
Suara bentakan disertai caci makian yang keluar dari mulut peot orang tua itu seolah menandai dimulainya pertarungan sengit di depan warung makan Ki Pulut. apalagi saat melihat ketiga rekannya yang terkapar jadi mayat, anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' tidak lagi dapat menahan diri.
Hampir serentak mereka menyerbu sambil mencabut senjata tombak bergerigi dari balik pinggang masing- masing. jumlah mereka masih dua puluhan orang. dengan menyerang dari empat penjuru arah pasukan dari 13 Pembunuh itu berniat menghabisi nyawa Puji Seruni secepatnya.
Sepuluh orang menyerang dari depan separuh lainnya menggebrak dari kiri, kanan dan belakang tubuh gadis itu. biarpun sudah mengira lawan bakalan main keroyok tapi Puji Seruni juga tidak mengira kalau mereka akan menyerang seluruhnya. meski begitu murid Nyi Pariseta itu tidak menjadi gentar.
Tahu kalau Hantu Caping Getih sudah susah dikejar, dia alihkan serangan pedangnya ke arah lawan yang mengancam dari samping. pedang Walet Emas dari menikam ke muka beralih membabat kiri- kanan. dua kelebatan cahaya kuning keemasan yang menyilaukan mata menyambar ganas. bersamaan itu tubuh langsingnya turut bergerak memutar sekalian kirimkan tendangan beruntun.
'Whuuut., wheeet., sraaatt.!'
'Traaaang., traaaang., plaaang.!'
'Plaaakk., dhuaass., dheess.!'
''Aaaakh., uaaagh.!''
__ADS_1
''Perempuan setan., keparat jahanam.!''
Secara berturut-turut terdengar bentrokan senjata tajam yang disusul dengan teriakan kesakitan dan makian marah para penyerbu berseragam hijau dengan topeng tengkorak putih penutup muka itu. lima orang terjungkal roboh. tiga diantaranya tewas dengan perut robek dan usus terburai.
Segala yang terjadi didepan mata itu tidak saja membuat 'Pendekar Pedang Lali Jiwo' dan Nyi Balung Geni terperangah, bahkan 'Raja dan Ratu Lutung Sakti' juga tidak pernah mengira kalau gadis itu mampu membalik keadaan. karena bukannya perkara gampang merubah arah serangan jurus pedang secara mendadak sekaligus memutar tubuh untuk lepaskan tendangan berantai seperti itu.
Kejadian ini sejenak dapat menahan serbuan lawan yang datang dari sisi kiri- kanan namun gelombang serangan yang mendesak dari depan dan belakang Puji Seruni masih terus datang mengancam. dalam sekejap mata saja hampir seluruh bagian tubuhnya seolah sudah lenyap terkurung mata tombak lawan.!
''Modar kowe bocah wadon edan.!'' teriak orang yang menyerbu dari depan. ''Mampus kau dasar gadis keparat.!'' gertak lawan yang menggencet dari belakang. ''Kalian semua cepat ganyang tubuhnya hingga rencah., meskipun sayang dengan kecantikannya tapi dia mesti terima akibatnya karena berani melawan.!'' rutuk Hantu Caping Getih bengis.
''Dasar kaum pengecut licik, beraninya main keroyok. apa kehadiran kami berdua disini sudah tidak kalian anggap.?'' bentak Ratu Lutung Sakti alias Nyi Kunarsih murka. saat dia hendak meluruk untuk memberi bantuan, didepan sana terdengar jeritan menyayat hati yang disertai semburatnya cahaya tajam keemasan tajam membuyarkan kurungan dari Pasukan Tombak Gergaji Iblis.!
Meskipun tidak jelas bagaimana semua itu bisa berlangsung, namun masih sempat terlihat kilatan pedang emas yang berputaran cepat mengelilingi tubuh si gadis sebelum akhirnya sebuah bentakan keras dibarengi semburan tusukan pedang mengakhiri segalanya.
Gadis cantik itu sebenarnya tidak terluka parah. tapi meski cuma luka luar tetap butuh pengobatan. angin senja menjelang malam yang bertiup lebih kencang membuat rambut hitam sepunggung itu berkibaran. sosok Puji Seruni terlihat berdiri angker. dengan kerahkan tenaga dalam dan menelan sebutir obat dia berupaya melenyapkan rasa sakit.
''Pendekar Pedang Lali Jiwo., sebagai sesama pengguna ilmu pedang sebenarnya diriku yang rendah hari ini merasa sangat beruntung karena bisa bertemu dengamu. jika mungkin aku Puji Seruni dari Lembah Seruni ingin meminta pelajaran dari tokoh silat terhormat sepertimu. hanya sayangnya., tubuhku tidak lagi dalam keadaan baik sekarang ini..'' ucap Puji Seruni seolah menyesali sesuatu dan terbatuk- batuk beberapa kali.
Orang- orang dari kelompok 13 Pembunuh terlihat agak terkejut. ''Aah., rupanya kau inilah yang disebut sebagai 'Dewi Seruni Putih' sang penguasa Lembah Seruni. pantas saja ilmu pedangmu sangat hebat. tapi seandainyapun kau dalam keadaan segar bugar juga tidak bakal dapat menandingiku..''
__ADS_1
''Tapi untuk menghargaimu bagaimana kalau kita bermain- main barang sebentar. aku akan mengalah tiga jurus untukmu..'' ujar orang tua bertubuh pendek itu jumawa sombong sambil mengacungkan pedangnya lurus kedepan. jubah putihnya yang gombrong kebesaran terlihat berkibaran karena ledakan tenaga sakti yang terpancar dari dalam tubuhnya.
Puji Seruni menyeringai tipis, ''Terima kasih atas kemurahan hatimu. tiga jurus., itu sudah cukup buatku.!'' begitu selesai bicara tubuh langsingnya langsung meluruk kedepan. sepasang pedang Walet Emas ditangannya bergerak membabat bersilangan. sepasang cahaya Emas tajam yang dilambari hawa sangat panas dan tenaga kesaktian tinggi menyambar kemuka. inilah jurus 'Walet Emas Cahaya Surya.!''
Pendekar Pedang Lali Jiwo sesaat tertegun. dalam hati dia membatin, ''Serangan jurus pedang gadis ini sangat dahsyat. tenaganya juga mengerikan. inti jurus pedangnya belum sampai tapi hawa pedangnya sudah terasa merobek ragaku, seolah- olah dia tidak sedang terluka dalam..''
''Sii., sialan., aku sudah tertipu olehnya. bocah ini sengaja memancingku agar mengalah karena mengira dia sedang luka dalam..'' rutuk kakek cebol itu geram menyadari dirinya telah terperdaya. tapi dia tidak dapat lagi mungkir karena sudah terlanjur berjanji mengalah tiga jurus tanpa balas menyerang lawan.
Namun tidak percuma dia pernah menjadi salah satu jago pedang yang terkenal dimasa lalu. tanpa menggeser tubuhnya pedang besar yang teracung lurus diputarnya tiga lingkaran lantas menebas. selapis bayangan hitam pekat seolah muncul dari balik alam kegelapan menyelubungi tubuh pendek orang tua ini. hawa dingin yang menyeramkan jiwa menyebar ke udara. konon ini adalah jurus pertahanan yang dinamai 'Pedang Kegelapan Dinding Jiwa.!'
Puji Seruni yang sudah pernah mendengar kehebatan ilmu orang ini segera melipat gandakan tenaga dalamnya. sinar kemilau emas disertai hawa panas yang tajam makin terpancar. bentrokan antara gelap dan terang terjadi diudara. hati semua orang bergidik ngeri. biarpun cuma bertahan tapi Pendekar Pedang Lali Jiwo masih sanggup berdiri meski rada terhuyung.
Sebaliknya walaupun jurus pedangnya dapat merobek selubung gelap pertahanan lawan tapi Puji Seruni juga dibuat terpelanting hingga harus berjumpalitan dua kali diudara sebelum dapat jejakkan kakinya di tanah. seteguk darah hampir saja termuntah dari mulutnya. cepat gadis ini kerahkan tenaga dalam untuk mengatur aliran darahnya.
Jika orang lain melihat segala yang terjadi barusan, mereka akan mengira kalau kedua pesilat tua muda ini cuma sekali saja beradu kekuatan jurus pedang. tetapi sesungguhnya baik Puji Seruni maupun Pendekar Pedang Lali Jiwo telah lancarkan belasan tikaman dan bacokan senjata dalam bentrokan itu.
Mungkin saking cepat dan hebatnya tingkatan ilmu pedang ahli silat kelas atas, hanya dengan sekali gerakan saja mereka mampu melontarkan berbagai macam jurus serangan yang mengancam tubuh lawannya baik untuk menyerang maupun jurus pertahanan.
''Gadis sialan., kau berani main tipuan dengan diriku. maka jangan salahkan aku jika berlaku kejam padamu.!'' bentak orang cebol itu murka. tanpa bicara banyak pedang besarnya membabat bersama dengan tubuh cebolnya yang melesat kedepan. sekali gerakan dia sudah lepaskan selusin sambaran pedang yang mengeluarkan hawa gelap.!
__ADS_1
''Dasar orang cebol tidak tahu malu, kau sudah ingkar dengan ucapanmu sendiri.!'' maki si Ratu Lutung Sakti kesal. ''Semakin tua otak orang- orang ini malah tambah tidak tahu aturan. jangan berpikir kalian bisa berbuat seenaknya didepan kami.!'' gertak Ki Tirtayasa alias Raja Lutung Sakti. bersama istrinya dia berkelebat ke muka kirimkan serangan maut.
Kedua ketua perguruan silat 'Lutung Ciremai' ini sudah habis kesabaran melihat gerakan Nyi Balung Geni dan Hantu Caping Getih yang dibantu sisa anak buahnya sudah berniat turut menyerbu Puji Seruni. sepasang jemari tangan mereka yang ditumbuhi bulu putih lebat menghantam. belasan larik sinar berkilauan yang disertai asap putih panas menderu tajam. inilah ilmu 'Jari Lutung Nirwana.!'