13 Pembunuh

13 Pembunuh
Api Iblis.


__ADS_3

Kyai Jabar Seto pejamkan kedua matanya sembari memutar kalung tasbih yang ada di tangannya bekas kulubalang kepala pasukan nomor lima di istana Angsa Emas ini terus berdzikir seakan sedang meminta petunjuk kepada yang Maha Kuasa sesuai dengan keyakinan yang dianutnya.


Beberapa saat kemudian matanya yang tadi terpejam kembali terbuka, sambil menggeser tubuh orang tua ini membisikkan sesuatu pada rekannya I Gede Kalacandra atau Dewa Serba Putih.


Orang tua sakti dari pulau dewata Bali yang dulunya adalah seorang kulubalalang kepala pasukan nomor dua di istana Angsa Emas nampak sedikit kaget dan ragu. dia seperti kurang setuju dengan apa yang di ucapkan rekannya.


''Sobatku Kyai Jabar Seto., kukira usulmu itu terlalu berbahaya, terus terang saja aku tidak percaya dengan mereka berdua yang berasal dari kelompok 13 Pembunuh..''


''Biarpun mereka termasuk orang baru dalam kelompok para pengkhianat itu, tapi para pentolannya yang terlibat dalam peristiwa kelam masa lalu juga masih berkuasa dalam kelompok jahanam itu..'' I Gede Kalacandra balik berbisik.


Rekannya menarik nafas berat. ''Aku juga sempat berpikir demikian., tapi entah kenapa aku merasa kedua anak muda itu akan dapat membantu kita dalam kebangkitan istana Angsa Emas sekaligus juga memusnahkan kelompok 13 Pembunuh..''


''Jika kedua muda mudi itu memang berniat buruk., bukankah sudah lama tuan puteri Satriyana terjatuh ke tangan kelompok 13 Pembunuh yang sudah lama mengincar 'Darah Keabadian' yang mengalir di dalam tubuhnya.!''


''Tapi hingga kini gadis remaja junjungan kita ini selain masih segar bugar, dia juga terlihat bahagia berada di tengah mereka., aneh sekali bukan.?'' terang Kyai Jabar Seto hingga membuat rekannya agak tertegun.


''Lantas apakah kita akan melepaskan tuan putri Satriyana pada mereka begitu saja., kurasa itu tindakan yang terlalu gegabah.!''


''Karena itulah kita perlu menguji terlebih dahulu kemampuan ketiga orang ini. kita lakukan dengan sungguh- sungguh. jika dalam pertarungan mereka sampai terluka atau bahkan mati, berarti ketiga orang itu memang tidak layak menjadi kawan dekat tuan putri..'' ujar Kyai Jabar Seto.


''Hhmm., kurasa usulmu boleh juga Kyai. baiklah biar aku yang memulainya.!'' dengus Dewa Serba Putih sembari kibaskan jubah putihnya hingga keluarkan suara keras menghentak dan hempasan angin.


''Kau tahu tidak., kira- kira apa yang sedang dibicarakan oleh kedua orang tua itu.?'' tanya Roro Wulandari setengah berbisik sambil permainkan kipas perak di tangannya.

__ADS_1


''Memangnya apa perduli kita dengan semua itu. kalau mereka tetap bersikeras merebut gadis nakal itu, yah., kita tinggal menghadapi saja. tapi jika tidak tentunya akan lebih baik..''


''Namun dilihat dari gelagatnya mereka memang sepertinya tidak akan tinggal diam begitu saja. nah., coba kau lihat I Gede Kalacandra juga sudah mulai bergerak..'' jawab Respati sambil putar- putar pedang Iblis Hitamnya.


Dewi Malam Beracun hanya sepintas terkejut karena dengan langkah yang anggun namun penuh keyakinan disertai senyuman sinis yang seakan sengaja mengejek lawan, dia menghadang langkah I Gede Kala Candra. orang tua ini berhenti hanya tiga langkah di depan wanita cantik berjubah gaun hitam itu.


''Hii., hi., Aah., I Gede Kalacandra si Dewa Serba Putih tokoh silat ternama dari daerah timur. aku Roro Wulandari di juluki orang sebagai Dewi Malam Beracun, dalam kelompok 13 Pembunuh diriku menyandang nomor dua belas..''


''Junjunganmu putri Satriyana sudah aku anggap sebagai adikku sendiri., jika ada orang yang berani mengusik atau memaksakan kehendak padanya, aku tidak akan diam saja.!'' sapa Roro, tapi diakhir ucapan kipas peraknya dibabatkan ke tanah hingga menimbulkan sambaran angin tajam.


'Whuut., Whuuuss.!'


'Sheert., Blaass.!'


Baru saat semuanya sirnah, terlihat sebuah garis lurus yang dalam, lebar dan panjang di atas tanah berumput yang berada diantara keduanya. seakan Dewi Malam Beracun ingin mengatakan ''Ini batasmu., jika engkau berani melangkahinya., kuhabisi kau.!''


Sayangnya Roro Wulandari sepertinya lupa dengan siapa saat ini dia berhadapan. jangankan cuma sebuah peringatan garis batas, biarpun ada dinding karang tinggi yang menghadangnya, Dewa Serba Putih bakalan menjebolnya. atau bisa juga wanita licik itu sedang mencoba bermain muslihat.


''Huhm., apapun permainan yang sedang kau siapkan tidak bakalan mempan denganku. jangan dikira kau seorang wanita lalu aku tidak tega turun tangan kejam padamu.! ancamnya bengis.


"Hik., hi., aku percaya dengan kata- katamu, lagi pula siapa di dunia persilatan yang tidak pernah mendengar sepak terjang dari Dewa Serba Purih yang tidak kenal ampun.."


''Haa., ha., bagus. nomor dua belas si Dewi Malam Beracun memang sesuai dengan namanya, bukan saja tubuhnya dipenuhi oleh senjata rahasia beracun, tapi mulut manisnya juga berbisa.!''

__ADS_1


Di akhir katanya tubuh orang tua ini langsung berkelebat kedepan dengan pukulkan kedua telapak tangannya. hawa angin sangat dingin yang di sertai ribuan titik- titik butiran embun salju menghampar di udara. tidak tanggung- tanggung orang tua itu langsung lancarkan ilmu 'Telapak Salju Gunung Agung' untuk merobohkan Roro.!


Tentu saja wanita ini terperangah kaget. dalam hatinya dia mengumpat keganasan lawannya. tapi Roro cepat sadar dan segera bertindak melompat mudur sambil kibaskan kipasnya tiga kali ke udara lalu mengibas. segelombang besar angin keras berhawa panas menyambar ke muka. jurus 'Kipas Penggulung Awan' yang dialiri hawa panas dari ilmu kesaktian 'Cakar Tengkorak Darah' menggebrak dahsyat.!


Bentrokan dua kekuatan panas dan dingin yang bertemu di udara menimbulkan ledakan dan guncangan keras. Roro Wulandari menjerit tertahan. tubuhnya sampai terpental beberapa tombak ke belakang. meskipun jurus 'Kipas Penggulung Awan' yang dia lepaskan gagal membendung ilmu pukulan lawan, tapi pukulan 'Telapak Salju Gunung Agung' juga berkurang kekuatannya.


''Huhm sialan., sekarang ganti kau terima ini.!'' bentak Roro sambil melompat tinggi ke udara. tubuh langsingnya sempat berputar beberapa kali dengan gerakan yang indah, sebelum tangan kirinya menghantam di susul dengan kibasan kipas perak yang timbulkan hempasan angin kencang berhawa panas.


Berpuluh batang jarum merah berapi melesat deras menghujani tubuh I Gede Kalacandra. jurus 'Angin Hujan Jarum Perak' yang di lambari ilmu Cakar Tengkorak Darah menggebrak.


Dewa Serba Putih agak terperangah juga, sepasang telapak tangannya disapukan beberapa kali mengibas dan menghantam bergantian. gulungan angin saljunya bukan saja mampu.membuat mental serangan jarum Roro, tapi juga sanggup menghantam balik serangan lawannya yang datang dari atas. kalaupun ada tiga batang jarum api yang masih dapat menerobos pukulan 'Telapak Salju Gunung Agung' juga hanya sampai di depan jubahnya saja, sebelum luruh ke tanah dalam keadaan patah dan bengkok.


Hanya dengan kibaskan kipasnya beberapa kali Roro dapat selamat dari serangan ilmu kesaktian I Gede Kalacandra. walaupun demikian jubah hitamnya tarasa basah dan dingin hingga terasa masuk ke dalam tubuh.


Dengan kerahkan tenaga dalamnya Dewi Malam Beracun berusaha mendesak keluar hawa dingin yang menyerangnya. tapi belum juga berhasil mengusir hawa sedingin salju itu. Dewa Serba Putih sudah kembali menggebrak dengan ilmu pukulan yang sama. ''Kurasa kau memang tidak pantas menjadi pelindung tuan puteri Satriyana., enyahlah dari sini.!''


I Gede Kalacandra menggembor bengis. ilmu pukulan 'Telapak Salju Gunung Agung' terus menghantam. Satriyana dan Sabarewang berteriak panik menyebut nama wanita itu. Respati hanya menunduk, meskipun sangat khawatir dengan keselamatan Roro, tapi sebelumnya mereka berdua sudah saling bersepakat tidak akan ikut campur dalam sebuah pertarungan yang adil. apalagi dia percaya Roro pasti masih menyimpan sesuatu yang dapat dia andalkan.


Respati mencoba untuk percaya kepada Roro Wulandari, sebagaimana Roro juga selalu mempercayainya selama ini. dengan tatapan yakin Respati melihat ke depan.


Wanita cantik yang juga sepupu jauhnya itu kini sedang berdiri terbungkuk dengan kepala menunduk. rambutnya yang hitam lebat dan panjang menutupi raut wajahnya. saat kepalanya menyentak terjadi sebuah perubahan hebat sekaligus mengerikan.


Gelombang angin tenaga yang sangat panas terasa menyelimuti sekitar kalangan. rambut panjang Roro berjingkrak naik, warnanya berubah merah dan berbau anyir darah. panas menyala bagaikan di selimuti kobaran api. bukan itu saja kedua lengan dan kakinya, juga kulit wajahnya yang cantik kini berubah tembus pandang hingga terlihat tulang tengkoraknya yang merah menyala.!

__ADS_1


Saat ini Dewi Malam Beracun seperti telah berubah menjadi sosok iblis berapi yang baru keluar dari liang neraka. konon inilah puncak ilmu ganas Cakar Tengkorak Darah yang pernah dipelajari Roro Wulandari dari sebuah kitab curian. sebuah ilmu kesaktian berhawa jahat yang dinamai 'Api Iblis Tengkorak Darah.!'


__ADS_2