
Malam semakin larut, mungkin juga sudah melewati dini hari. seekor serigala hitam yang besarnya hampir tiga kali lipat dari serigala umumnya dengan mata merah dan taring tajam yang meneteskan liur berdarah terlihat berjalan mengitari tubuh seorang nenek tua berjubah putih sambil terus menggeram.
Cakar tajam yang berselimut kobaran api terlihat di keempat kakinya yang berbulu hitam lebat. semua orang yang sedang sengit bertarung berada di halaman depan rumah besar milik Ki Ageng Bronto tanpa sadar sama hentikan pertarungan. hati mereka sama bergidik seram ketakutan lalu mundur menjauh. bahkan si 'Putri Penjerat' alias 'Laba- Laba Kuning' juga tidak percaya kalau Roro Wulandari sang 'Dewi Malam Beracun' mampu berubah wujud menjadi seekor serigala jejadian.
''Benar- benar gila., bagaimana mungkin si perempuan binal bekas nomor dua belas ini bisa berubah wujud menjadi seekor serigala jejadian seperti itu. seb., sebenarnya aa., apa yang terjadi sudah dengannya.?'' batin Putri Penjerat bingung bercampur ngeri.
Si nenek berjubah dan berkerudung kain putih alias Nyai Bawang pegang keranjang rotannya yang berisi penuh bawang busuk berulat belatung lebih erat. mulutnya yang peot masih komat- kamit merapal mantra dengan tangan kanannya terangkat ke atas. beratus belatung biru melayang berputaran mengelilingi tubuh si nenek tua sampai mengeluarkan suara meraung seram.
''Bangsat sialan., bagaimana mungkin budak perempuan murid si tua bangka keparat itu bisa menguasai ilmu sihir 'Wujud Serigala Iblis., padahal nenek tabib tua itu sendiri setahuku tidak pernah berhasil mempelajari ilmu ganas ini..''
''Aku tidak tahu kenapa dia selalu saja gagal menguasai ilmu siluman ini. dulu dia sempat berkata kalau ada persyaratan berat yang harus di lakukan untuk dapat menguasainya. tapi persyaratan berat seperti apa itu., si 'Nenek Tabib Selaksa Racun' juga enggan mengatakannya padaku..'' batin Nyai Bawang alias si 'Nenek Bawang Beracun Belatung Darah.!'
Dalam keadaan penuh ketegangan seperti itu ingatan Nyai Bawang terbayang kembali ke masa lalu saat dia dan guru Roro si Nenek Tabib Selaksa Racun masih malang- melintang bersama dalam dunia persilatan.
Suatu ketika mereka berdua berhasil membunuh seorang pesilat kawakan yang juga ahli racun seperti mereka yang tinggal di sebuah pulau kecil di selat Bali karena keduanya mendengar kalau tokoh berjuluk 'Raja Upas' itu memiliki sebuah kitab sakti tentang sihir dan juga racun mematikan. sebenarnya jika satu lawan satu Nyai Bawang dan rekannya itu tidak bakalan sanggup mengalahkan si Raja Upas. tapi karena mereka berdua menyerang secara bersamaan tokoh silat itupun dapat di habisi.
Di sebuah ruangan goa rahasia tempat tinggal si Raja Upas, kedua nenek ahli racun dan sihir itu menemukan banyak sekali obat- obatan langka juga petunjuk ilmu racun dan sihir tingkat tinggi. diantaranya adalah ilmu sihir 'Wujud Serigala Iblis.!'
Sebenarnya kitab ilmu sihir itu sempat di dapatkan Nyai Bawang terlebih dahulu. tapi saat di periksa sekilas ilmu itu cuma soal perubahan wujud menjadi manusia serigala jejadian dan isinya juga sudah tidak lengkap. semakin dia pelajari persyaratan untuk menguasainya juga bertambah berat. bahkan jika sedikit saja salah mempelajari dapat mengakibatkan kegilaan dan cacat yang berujung pada kematian.
Akhirnya Nenek Bawang Beracun Belatung Darah lebih memilih barang- barang pusaka lain di dalam goa itu yang menurutnya lebih berguna. sungguh tidak di sangka kitab usang yang dulu dia tinggalkan malah di ambil bekas rekan lamanya.
Yang membuatnya tidak habis pikir dan geram bukan main, murid kawan lamanya inilah yang berhasil menguasai ilmu itu. padahal gurunya sendiri sudah berkali- kali gagal mempelajari ilmu perubahan wujud itu.
''Setan alas., memangnya kenapa kalau bocah perempuan murid di nenek keparat itu dapat menguasai ilmu Wujud Serigala Iblis., aku juga punya 'Letusan Seribu Belatung Biru Kematian' yang telah siap memakan korban pertamanya..''
''Hik., hik., hi., ilmu perubahan wujud yang bagus cah ayu., tapi itu tidak akan mampu menunda datangnya kematianmu..''
''Wahai anak- anakku yang manis., bunuh serigala jahanam itu untukku.!'' seru Nyai Bawang memberi perintah sambil mulutnya meniup semburkan asap tebal kebiru. bersamaan tangan kanannya yang terangkat mengibas beberapa kali ke depan.
__ADS_1
Gumpalan kabut asap biru seketika berubah semakin tebal berkali lipat hingga menutupi pandangan. terdengar beratus suara berdecit dan mendesis keras yang di susul dengan melesatnya berpuluh- puluh ekor belatung biru sebesar ibu jari dari balik gumpalan kabut asap biru yang menyesakkan jalan pernafasan.!
'Whuuuss., Whuuuss.!'
'Sheeess., Slaass.!'
Serigala hitam siluman yang di serbu oleh ratusan ulat belatung biru beracun keluarkan suara meraung buas. sepasang matanya yang semerah darah terlihat semakin mencorong buas.
Binatang jejadian itu berguling cepat di atas tanah sambil babatkan cakar berapinya untuk menyaplok hancur ulat belatung biru yang menyerangnya. terdengar suara letusan berulang kali di sertai tersemburnya cairan biru busuk dari tubuh belatung beracun saat tersambar kililatan cahaya api dari cakar serigala hitam jejadian itu.
'Thaaass., thaaar., blaaar.!'
''Aaaaakh., Aaakh.!''
''Grauuung., Rhooaaarr.!''
Jeritan dan teriakan ngeri terdengar seketika terdengar saat cairan beracun belatung biru yang tersembur sebagian mengenai tubuh para anggota 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis'.
'Cheeess., chaaass., chaas!'
''Grauuung., grhoooaarr.!'
Tubuh Roro Wulandari yang sudah berubah menjadi serigala hitam siluman. meraung keras saat terkena puluhan belatung biru beracun. tubuh binatang buas berbulu hitam itu mengeluarkan asap kebiruan di beberapa tempat. suara bara api yang terkena air terdengar dari mulut luka binatang itu. binatang siluman ini gemetaran keras menahan rasa kesakitan.
''Hek., hek., hee., kau bilang bulan purnama akan membuatmu semakin kuat. tapi apa buktinya., di mataku kau tetap saja cuma jadi anjing kampung kurapan yang dapat aku bantai kapan saja.!''
''Mampuslah menyusul gurumu di akhirat sana.!'' terdengar sesumbar Nyai Bawang menghina sambil tertawa mengekeh dari balik kabut asap biru. berikutnya kembali terdengar suara berdecit dan mendesis di susul melesatnya berpuluh- puluh belatung biru ganas yang menghujani serigala hitam.
Dengan sangat cepat serigala peewujudan dari Dewi Malam Beracun itu kembali bergulingan sambil kibaskan kedua cakar berapunya. sebagian besar belatung biru yang terpental pecah semburkan cairan biru busuk ke segala penjuru. beruntung semua orang sudah bergerak menjauh hingga tidak ada yang jadi korban seperti sebelumnya.
__ADS_1
Sebaliknya serigala hitam harus menerima beberapa belatung biru yang menghunjam tubuhnya. dengan suara menggerung keras menahan rasa sakit binatang siluman itu terus berusaha bertahan. anehnya sampai berapa sekarang dia tidak balas menyerang, melainkan cuma bertahan dan menggebut serbuan belatung Nyai Bawang dengan seoasang cakar berapinya. darah merah kebiruan merembes keluar dari sela bulu- bulu hitamnya yang kaku.
Terdengar suara gelak tawa menghina dari balik kabut biru yang menutupi pandangan. serigala hitam yang besarnya hampir tiga kaki lipat serigala umumnya itu menggeram. perlahan dia merendahkan keempat kaki cakarnya yang diselimuti kobaran api.
Dengan tubuh setengah merunduk dan mata menatap tajam seakan menembusi kabut biru pekat, serigala jejadian itu meraung keras. tubuhnya mendadak menerjang ke tengah kabut pekat. dari balik kabut terdengar suara jeritan dan raungan keras yang diselingi makian. tidak terlihat jelas apa yang tengah terjadi di balik kabut biru beracun itu. tapi semua orang tahu ada suatu pergelutan yang sangat kejam sedang berlangsung di dalam sana.
Putri Penjerat tidak dapat lagi berpikir jernih. hampir saja dia nekat turut menyerbu ke sana. tapi dia maklum ke ganasan ilmu Nyai Bawang. kegusarannya di lampiaskan ke sisa anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis yang masih tersisa. benang- benang bajanya kembali menyambar memburu mangsa. dalam lima jurus dua orang sudah kembali terkapar mati.
Jika sebelumnya anggota rendahan dari kelompok 13 Pembunuh itu masih punya jiwa petarung, kini keadaannya jadi berbeda. melihat beberapa rekan mereka yang mati karena terkena semburan belatung biru, menandakan kalau Nyai Bawang tidak perduli dengan nyawa anak buahnya. meskipun mereka takut pada atasan tapi lebih tidak sudi lagi mati sia- sia. belasan orang berseragam hijau itupun sudah berniat untuk kabur dari pertarungan.
Dari balik kabut biru pekat terdengar suara bentakan bercampur lolongan panjang serigala yang semakin melemah. lantas semuanya menjadi sunyi. kabut biru tebal mulai menyisih, semuanya yang terjadi di dalam jadi terlihat. sebuah pemandangan yang sangat mengerikan ada di sana.
Masih tersisa delapan orang berseragam hijau. meskipun tubuh mereka sudah terluka di beberapa bagian tapi masih sanggup bertahan. namun melihat pemandangan mengerikan di depannya membuat lutut mereka goyah hingga tersurut mundur dan jatuh terduduk. perut mereka semua terasa mual. sebaliknya si Laba- Laba Kuning malah sudah lebih dulu termuntah isi perutnya. perempuan bertangan buntung sebelah ini gemetaran tubuhnya.
Seekor serigala hitam jejadian terlihat terbaring dengan sekujur tubuh bersimbah cairan merah bercampur biru busuk. di mulutnya yang juga berlepotan darah masih tersisa gumpalan jantung manusia. biarpun terlihat sangat lemah tapi jelas mahkluk jejadian jelmaan Roro itu masih hidup.
Di penjuru lainnya tergeletak sesosok tubuh nenek tua ringkih dan sangat pucat bagai sudah kehabisan darah. jubah dan kerudung putihnya seakan telah berganti warna merah. tenggorokan nenek tua yang bukan lain adalah Nyai Bawang itu terkoyak besar seperti habis di ganyang binatang buas. sebuah lubang besar terlihat di tengah dada, bagian jantung nenek jahat itu telah lenyap.
Keranjang rotan yang tertutup kain hitam itu tertumpah. ratusanan bawang merah busuk hampir bersamaan mengeluarkan ulat belatung menjijikkan. ratusan belatung merah berraroma busuk menyengat itu mulai merayapi tubuh Nyai Bawang yang sudah tidak bernyawa. dengan rakusnya belatung- belatung darah itu menggerogoti tubuh si nenek hingga hampir tinggal seonggok tulang dan sisa- sisa daging busuk.
Sungguh suatu kematian yang mengenaskan bagi seorang tokoh silat kawakan sekelas 'Nenek Bawang Beracun Belatung Darah'. tapi itu mungkin belum sepadan jika dibandingkan dengan segala kejahatannya selama ini.
Harus pernah mengalami mati suri., sanggup memakan jantung dan meneguk darah segar manusia hidup seakan makan daging panggang dan minum arak manis. itulah syarat utama untuk menguasai ilmu hitam 'Wujud Serigala Iblis'. dulu Roro Wulandari pernah di buat sebagai bahan pertaruhan bagi sang guru saat dia masih berada di dalam rumah juragan emas. dimana gadis itu kerap di siksa lahir batin oleh para penghuninya.
Setelah mampu melewati mati suri dan bangkit dari liang kuburnya, Roro di suguhi tubuh Gumoro. pemuda keji yang telah memperkosanya itu selain dia makan jantungnya juga di hisap darahnya sampai habis. dengan itu persyaratan utama untuk dapat menguasai ilmu hitam Wujud Serigala Iblis telah terpenuhi. dengan memberi bekal ilmu inilah si Nenek Tabib Selaksa Racun berharap agar Roro muridnya mampu melenyapkan nyawa Nyai Bawang bekas rekan lamanya itu.
*****
Asalamualaikum.,
__ADS_1
Hp baru belum dapat., katanya nunggu gajian akhir bulanπ , authornya pakai hp temannya. sekedar beri garis besar jalan cerita di chapter lanjutan, terus saya di mintai tolong bikin sendiri.π€π.,
Jadi maaf kalau gak bagus yah.,ππ, (rodo asal"an ae up date nya., he he., ππ π) Sampai jumpa lagi awal bulan depan. (itupun kalau para reader pembaca masih sudi untuk menunggu kamiπ)TerimaKasih. Wasalamualaikum.