13 Pembunuh

13 Pembunuh
Pasukan mayat hidup. (bag2)


__ADS_3

Seketika suasana menjadi terasa semakin menegangkan dan memburuk terutama bagi pihak 'Istana Angsa Emas' dan golongan para pesilat dari aliran putih. namun sebaliknya bagi 'Kelompok 13 Pembunuh' juga kaum persilatan dari golongan hitam kehadiran sang ketua 13 Pembunuh ini merupakan puncak kekuatan yang pasti mampu menghancurkan semua lawan mereka.


Pertarungan besar di sana sesaat menjadi terhenti. entah siapa yang lebih dulu bersuara, tapi mulai terdengar tawa menghina dan cacian penuh umpatan kepada para tokoh silat golongan putih dan orang- orang Istana Angsa Emas. meskipun merasa gusar tapi mereka tidak dapat berbuat banyak karena bagaimanapun juga lawan yang datang kali ini teramat menyeramkan siapapun.hati


Segulungan angin yang berhembus keras seakan mengiringi berkelebatnya tiga sosok tubuh manusia yang datang bagaikan bayangan setan. di saat jiwa semua orang di sana masih merasa terkesiap dan ngeri, ketiga orang pendatang itupun telah tiba di tengah gelanggang pertempuran besar. anehnya bersamaan itu mayat- mayat hidup dan ribuan binatang beracun yang mengincar korbannya turut berhenti bergerak seolah takut sesuatu.


Hampir semua tokoh silat sama keluarkan seruan tertahan melihat siapa saja ketiga orang itu. lebih bergidik lagi saat semua 'Pasukan Tombak Gergaji Iblis' dan anggota Kelompok 13 Pembunuh menjura hormat pada sosok tinggi besar berjubah kuning emas dengan penutup wajah berupa tengkorak yang berdiri di tengah.


Meskipun sangat banyak di antara para tokoh silat yang belum pernah bertemu dengan orang ini sebelumnya, namun dari sikap mereka yang tunduk jelas sekali kalau sosok inilah sang ketua dari 13 Pembunuh. orang itu tidak datang sendiri melainkan didampingi oleh dua orang anak buahnya.


''Aah lihat., bukankah dia si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh.!'' teriak seseorang saat mengenali lelaki tua berlengan kanan buntung dan bermuka dingin bengis yang berdiri di samping kanan. ''Pendekar Sadis Bermata Api.!'' seru yang lainnya melihat seorang pemuda gagah tapi bergaya angkuh dengan pandangan mata semerah bara api yang tegak di samping kiri ketua 13 Pembunuh.


Menyadari siapa yang datang para pesilat aliran hitam seolah telah bersepakat untuk bersekutu dengan Kelompok 13 Pembunuh. buru- buru para pentolannya berebutan maju sambil menjura hormat. ''Terimalah salam dari hormat kami wahai ketua 13 Pembunuh, sang penguasa tunggal dunia persilatan.!''


''Dengan ini kami para pesilat aliran hitam menawarkan diri untuk membantumu agar secepatnya menguasai rimba persilatan. sebagai pembuktian awal, kita akan turut menghabisi semua pesilat tolol dari aliran putih tidak tahu diri yang berani menyerbu pulau Seribu Bisa ini.!'' sambung yang lainnya dan langsung disambut seluruh pesilat aliran hitam tanda sepakat.

__ADS_1


''Haa., ha., aku sungguh tidak mengira jika kalian mau bersekutu dengan kami..'' gelak ketua 13 Pembunuh dengan suara berat dan seram. ''Sebagai ketua dari Kelompok 13 Pembunuh aku tidak akan banyak basa- basi kosong. siapapun yang berhasil membunuh orang- orang Istana Angsa Emas dan pesilat dungu dari golongan putih, dia akan kuberi imbalan besar. semakin banyak nyawa lawan yang berhasil kalian cabut makin besar pula harta pusaka yang bisa kalian dapatkan.!''


''Terus terang saja, harta pusaka yang kami punya terlampau banyak untuk kita nikmati sendiri. malahan aku dan semua anak buahku sudah mulai bosan dengan semua itu. jadi jika kalian para orang gagah aliran hitam ingin mendapatkannya, tunggu apalagi., cepat bantai mereka semuanya hingga tidak bersisa.!'' gembor orang tinggi besar itu sembari kibaskan kedua lengannya.


Semua janji yang dikatakan oleh ketua 13 Pembunuh itu bagaikan segentong minyak panas yang disiramkan ke atas bara api. segera saja kobaran nafsu serakah di jiwa para pesilat aliran jahat itu menjadi semakin menggila. tanpa menunggu lama merekapun berebutan menyerang lawan tidak perduli siapapun yang berada didepannya, seolah takut kehilangan sasaran.


Dengan kibasan kedua tangannya serta mantra dari sang ketua 13 Pembunuh yang bukan lain adalah perwujudan dari salah satu sesepuh utama Istana Angsa Emas pada masa silam dan disebut sebagai 'Tuan Sesepuh Istana Utara' ini memerintahkan pasukan mayat hidupnya juga ribuan binatang beracun untuk kembali memangsa lawan.


Hebatnya dua puluh empat mayat telanjang juga hewan berbisa itu seperti mampu untuk membedakan mana orang- orang dari Istana Angsa Emas juga para pesilat aliran putih yang harus mereka lenyapkan dengan pesilat golongan hitam yang menjadi sekutu dari Kelompok 13 Pembunuh hingga tidak terjadi salah bunuh. kepanikan juga perasaan gusar bercampur putus asa mulai merayapi hati para pesilat golongan putih ini karena keadaan mereka menjadi semakin terdesak hebat.


Sebenarnya para pimpinan dari pihak Istana Angsa Emas seperti Kyai Jabar Seto, I Gede Kalacandra atau si 'Dewa Serba Putih' dan Ki Sabda Langitan juga pentolan pesilat aliran putih lainnya bukan tidak menyadari adanya hasutan keji dari ketua 13 Pembunuh itu. tapi mereka semua tidak mampu berbuat apapun untuk mencegahnya.


Terpaksa mereka semua cuma bisa terus bertarung dan secepatnya dapat membunuh lawan masing- masing agar dapat membantu yang lainnya. masih beruntung dengan bergabungnya si 'Siulan Kematian' dan 'Putri Penjerat' ke pihak aliran putih membuat mereka masih mampu bertahan meskipun mungkin tidak dapat berlangsung lama.


Bagi pemuda pincang dan wanita buntung itu, untuk membunuh Pasukan Tombak Gergaji Iblis dan para pesilat jahat aliran hitam itu hanyalah perkara gampang, namun yang membuat mereka kesulitan adalah hadirnya dua puluh empat mayat bugil itu. sudah berkali- kali mereka berusaha menghabisinya dengan senjata dan jurus kesaktian tetapi mayat- mayat itu seolah kebal dari apapun.

__ADS_1


Yang lebih menjengkelkan, seandainya mayat- mayat hidup itu mampu mereka tumbangkan dengan pukulan sakti hingga tercabik hangus, beberapa saat kemudian tubuh mereka kembali pulih lantas terbangun kembali dari permukaan tanah. Putri Penjerat alias 'Laba- Laba Kuning' dalam hati tersentak kaget karena kejadian itu serupa dengan ilmu 'Mecah Rogo Mecah Sukmo' yang dia miliki.


Sementara itu pemuda bernama Pranacitra si 'Pendekar Pincang Tanpa Perasaan' justru beberapa kali melirik si 'Lengan Tunggal Pengejar Roh' yang sebenarnya masih terhitung kakeknya. meskipun tidak pernah membicarakannya tapi dia memaklumi jika orang tua berlengan kanan buntung itu tidak mau untuk membelot secara terang- terangan karena bagaimanapun juga pulau Seribu Bisa dan kelompok 13 Pembunuh sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidupnya.


Maka bisa dipahami kalau kedua orang tua muda itu seakan sama saling menghindari dan jika mesti turun tangan, si tua buntung itu pasti memilih bertarung dengan tokoh silat lainnya. lagi pula., selain mereka berdua dan Putri Penjerat cuma 'Malaikat Copet' serta si 'Maling Nyawa' yang tahu masalah rahasia itu.


Tiga orang berseragam hijau dengan topeng tengkorak putih penutup muka yang tiba- tiba datang cepat membungkuk hormat pada ketua 13 Pembunuh dan kedua pimpinannya yang berdiri di kiri kanan. dengan sedikit anggukan kepala orang tinggi besar berjubah kuning emas itu memberi isyarat ijin pada ketiganya untuk bicara.


''Lapor yang mulia ketua., hamba dan kedua rekan ini baru mengetahui jika salah satu pimpinan yang di sebut sebagai 'Siluman Betina Cantik Pemikat Sukma' telah tewas. menurut saksi pembunuhnya adalah wanita pengkhianat yang berjuluk si 'Dewi Malam Beracun'. tapi kami tidak melihat perempuan ini berada dalam kalangan pertempuran untuk membantu kawan- kawannya yang lain..''


''Ada beberapa kawan yang melihat kalau dia sempat terlihat berada di tempat pertarungan pimpinan 'Elmaut Dua Belas Jari' sebelum kemudian lenyap. karena merasa masalah ini agak aneh, maka hamba melaporkannya pada yang mulia ketua sekaligus untuk meminta petunjuk darimu..'' pungkas anggota Pasukan Tombak Gergaji Iblis itu.


''Hhum., kalian terus cari dia. wanita sundal keparat itu pasti sedang mencari keberadaan kekasih gelapnya si 'Ular Sakti Berpedang Iblis' dan putri Satriyana. aku bisa bayangkan betapa kecewa dan hancur hatinya saat melihat kedua orang yang dia percayai itu sedang bergumul penuh nafsu di dalam ruangan penjara. Haa., ha.!'' dengus sang ketua lalu tertawa bergelak.


..........

__ADS_1


Silahkan menuliskan komentar Anda yah๐Ÿ˜Š. juga like๐Ÿ‘, vote๐Ÿ‘Œ, kritik atau sarannya. Trims ๐Ÿ™.


__ADS_2