Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PERTEMUAN EVAN DAN ALAYA (2)


__ADS_3

Pada salah satu jajaran dari foto yang terpasang itu, tampak foto Evan yang tergantung di dinding, sedang mengenakan pakaian kebesarannya sebagai Jenderal Besar, pimpinan tertinggi pasukan kerajaan Gracetian.


Di usianya yang boleh dibilang masih muda untuk pangkat seorang Jenderal Besar di bidang kemiliteran, Evan mencapainya karena banyaknya jasa yang dia berikan pada kerajaan Gracetian, sejak dia terjun di dunia militer.


(Dalam dunia militer, Jenderal Besar atau Jenderal dan Marsekal Bintang Lima menjadi pangkat tertinggi yang dianugerahkan kepada seseorang yang memiliki jasa luar biasa kepada bangsa dan negaranya. Pemberian pangkat ini hanya untuk perwira-perwira yang sangat berjasa. Selebihnya, pangkat Jenderal yang biasanya dicapai oleh perwira-perwira tinggi. Pangkat ini ditandai dengan lima bintang emas di pundak).


Jenderal besar di Gracetian sebelumnya, merupakan ayah kandung Evan yang sepak terjangnya di dunia militer juga selalu diacungi jempol oleh pihak istana.


Di Gracetian sendiri, dalam sejarah selama kerajaan itu berdiri, hanya pernah ada dua jenderal besar yang mereka miliki, yaitu Evan sendiri dan ayah kandungnya yang juga merupakan seorang duke.


Sejenak Alaya sedikit terpaku saat melihat foto Evan dengan pakaian kebesarannya sebagai jenderal besar Gracetian.


Melihat foto itu, Alaya harus mengakui kalau sosok Evan terlihat begitu tampan, berwibawa dan juga berkharisma.


Menyadari itu, dengan buru-buru Alaya mengalihkan lirikan matanya pada foto Evan dan membuat dirinya fokus pada sosok Evan yang tampak langsung bangkit berdiri dari kursi yang ada di balik meja kerjanya, begitu melihat sosok cantik Alaya yang mulai memasuki pintu kantornya.

__ADS_1


Saat ini, meskipun Evan hanya mengenakan pakaian dinas sehari-harinya, bukan pakaian khusus, yang merupakan pakaian kebesarannya yang menunjukkan statusnya sebagai seorang duke sekaligus seorang jenderal besar, tidak mengurangi aura kepemimpinan yang dia miliki.


Untuk saat ini seragam militer yang dikenakan oleh Evan terlihat lebih simpel, tapi lagi-lagi, Alaya harus mengakui kalau laki-laki berambut pirang itu terlihat sangat menawan, apalagi dengan senyum manis yang saat ini sedang tersungging di bibirnya, seolah benar-benar menyambut kedatangan Alaya.


Benar-benar berwajah malaikat. Dengan senyum manis seperti itu, orang yang tidak mengenalnya pasti tidak menyangka kalau ternyata duke Evan adalah seorang jenderal besar dengan 5 bintang emas di pundaknya. Siapa sangka laki-laki dengan senyum semanis itu memiliki strategi perang terbaik.


Alaya berkata dalam hati sambil membalas senyum dari Evan dan berjalan mendekat ke arah laki-laki tampan itu.


“Selamat siang Duke Evan.” Untuk menunjukkan rasa hormatnya, Alaya segera menyapa Evan, dan memberikan salam penghormatan pada laki-laki dengan status kebangsawanan yang lebih tinggi darinya itu.


“Silahkan bangkit berdiri Putri.” Dengan cepat Evan berkata sambil menggerakkan tangan kanannya, sebagai tanda dia menerima penghormatan dari Alaya untuknya.


“Terimakasih Duke Evan.” Dengan nada suara terdengar pelan Alaya mengucapkan terimakasihnya pada Evan.


“Silahkan duduk Putri…” Mendengar perintah dengan nada suara yang terdengar lembut itu, Alaya langsung mengambil posisi duduk di depan Evan, dipisahkan oleh meja kerja Evan yang lebar dan besar.

__ADS_1


Saat ini Alaya sungguh berharap bisa dengan segera menyelesaikan urusannya dengan Evan, karena semakin lama berada di tempat ini, sulit bagi Alaya untuk tidak semakin merasa kagum pada sosok Evan.


“Apa yang membawa Putri Alaya tiba-tiba ingin menemuiku?” Pertanyaan to the point dari Evan yang memang pendiam tapi tidak suka bertele-tele membuat Alaya yang awalnya sedikit sibuk dengan pikirannya sendiri sedikit tersentak kaget dan langsung menatap ke arah Evan yang sedang menatap lurus ke arahnya.


“Eh… begini Duke Evan… Maaf jika tiba-tiba saya datang menemui Duke Evan tanpa membuat janji terlebih dahulu… Emmm Itu karena ada urusan yang sangat mendesak yang harus saya beritahukan pada Duke Evan… Dan itu berhubungan erat dengan keputusan yang mulia Alvero. Ah, darimana ya saya memulainya?” Alaya berkata dengan sikap canggung dan terlihat bingung.


Melihat bagaimana cara Alaya bicara berbelit-belit seperti itu, jika itu orang lain, biasanya Evan akan menegurnya dan meminta orang itu dengan cepat menyampaikan tujuannya tanpa perlu mengucapkan kata-kata yang berputar-putar seperti itu.


Akan tetapi melihat bagaimana sikap canggung dan juga bingung dari Alaya saat ini, Evan justru ingin tertawa geli dan merasa sedikit gemas.


Adik yang mulia Alvero ini, tampaknya seorang gadis yang lucu dan sepertinya sedikit ceroboh. Sungguh, sangat jauh berbeda dengan sosok yang mulia Alvero, yang selalu terlihat tegas dan percaya diri. Apa mungkin karena latar belakangnya yang hidup jauh diluar sana sebagai rakyat biasa dari dia lahir? Sehingga dia masih belum bisa bertindak seperti putri Gracetian pada umumnya.


Evan berkata dalam hati sambil mengamati sosok Alaya yang sedang sibuk, berusaha untuk mengatur apa yang harus dikatakannya kepada Evan, agar Evan mengerti maksud dan tujuannya datang ke tempat ini.


Dan yang pasti, memikirkan bagaimana agar Evan setuju untuk menolak renacna perjodohan yang sedang disiapkan Alvero untuk mereka.

__ADS_1


“Apa ada pesan dari yang mulia Alvero untuk disampaikan padaku melalui Putri Alaya?” Evan langsung bertanya untuk membuat Alaya mengatakan tujuannya.


__ADS_2