Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
SUASANA HARU


__ADS_3

Tindakan Evan yang mencium kening Alaya sambil menggenggam kedua tangan Alaya itu membuat suasana menjadi hening, tidak ada seorangpun yang berani berbicara, atau bahkan bergerak, seolah takut kalau tindakan mereka akan mengganggu Evan yang perasaannya pasti sedang bercampur aduk saat ini.


Suasana haru dan juga ikut merasa bersimpati atas kondisi pernikahan Evan dan Alaya saat ini, membuat semua yang hadir di sana ikut terlarut dalam suasana itu, seolah bisa merasakan rasa bahagia tapi juga bercampur dengan kesedihan yang sedang dirasakan oleh Evan saat ini.


Ciuman di kening Alaya, dilakukan Evan dengan penuh perasaan dan waktu yang cukup lama, seolah Evan terlihat sengaja melakukan itu agar Alaya terbangun dari tidurnya.


"My princess, kumohon cepatlah bangun. Apapun permintaanmu akan kukabulkan saat kamu terbangun nanti. Seberat dan sesulit apapun itu akan aku jalani, asal kamu tetap berada di sisiku, menjadi istriku selamanya. Untuk waktu yang panjang, dengan kesehatanmu yang segera pulih kembali, aku ingin menikmati hidup bersamamu di sisa hidupku dan melimpahimu dengan semua perasaan cinta untukmu."


Evan berkata dengan suara sangat pelan, sambil memejamkan matanya, dengan bibir yang masih menempel di kening Alaya, berusaha keras untuk airmatanya agar tidak menyeruak keluar dari matanya yang sengaja dia tutup rapat-rapat.


Baik Deanda maupun Danella, terutama Larena tidak lagi bisa menahan airmata haru melihat apa yang sedang terjadi di depan mereka saat ini.


Sosok gagah dan tampan Evan yang terlihat begitu bahagia, sedang mencium kening Alaya yang meskipun dalam tidurnya, terlihat begitu cantik hari ini.

__ADS_1


Ah… andaikata kamu dalam keadaan sadar, tentu saja ini akan menjadi pernikahan yang bahagia dan terlihat indah untuk kalian berdua. Karena itu, cepatlah bangun Alaya, cepatlah nikmati kebahagiaanmu hidup bersama suami yang begitu mencintaimu itu.


Deanda berkata dalam hati sambil menyeka airmata di ujung matanya yang menggantung dan sudah bersiap untuk meluncur turun.


Alaya… cepatlah bangun nak. Sejak dalam kandungan, kamu harus terus berjuang untuk hidup. Sekarang sudah ada suami yang akan melindungimu dan menyayangimu. Apa kamu tidak ingin menikmati hidup bahagiamu yang sudah dimulai hari ini? Sudah waktunya kamu menikmati hidupmu. Kami semua, sungguh berharap kamu segera bangun dari tidurmu, tersenyum dan tertawa seperti kebiasaan yang selalu kamu lakukan selama ini.


Larena berkata sambil sedikit menyandarkan kepalanya pada bahu Vincent, berharap bisa tetap berdiri tanpa terjatuh, karena sejak dimulainya prosesi pernikahan antara Evan dan Alaya yang sangat sederhana itu, Larena merasa seluruh otot-otot di tubuhnya terasa lemas, dan hampir saja membuatnya tidak sanggup untuk terus mengikuti prosesi itu hingga selesai.


Sedih, haru, kasihan dan berbagai perasaan bercampur aduk dalam hati Larena melihat bagaimana pernikahan Alaya, anak gadis kesayangannya yang harusnya dilakukan dengan penuh tawa bahagia harus dilakukan dengan cara seperti ini.


Danella yang berdiri sedikit jauh dari yang lain, berkata dalam hati sambil menghela nafasnya.


Di sisi lain ruangan itu, tampak Enzo, yang meskipun tidak banyak berkata-kata, tapi pangeran tampan itu tidak bisa menyembunyikan tatapan harunya melihat bagaimana sepupu yang baru beberapa waktu ini dikenalnya itu menikah dengan kondisi seperti itu.

__ADS_1


Meskipun Enzo dan Alaya baru saja dipertemukan ketika mereka sudah sama-sama dewasa, tapi sifat Enzo dan Alaya yang sama-sama mudah bergaul dan suka bercanda, membuat mereka langsung menjadi dekat.


Apalagi sebelumya, mereka sempat berlibur bersama ke Indonesia dengan keluarga Ornado Xanderson, sehingga hubungan mereka juga semkin dekat karena seringnya mereka bertemu dan melakukan kegiatan bersama-sama.


Alaya, kamu harus cepat bangun, menunjukkan sikap optimismu, dengan senyum dan tawa yang selalu menghiasi wajah cantikmu itu. Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri. sudah waktunya kamu bangun dari tidurmu dan melaksanakan tugas dan kewajibanmu sebagai istri yang baik. Apalagi statusmu sekarang adalah duchess Carsten. Duchess dengan posisi paling tinggi diantara duchess yang lain, karena Evan yang merupakan duke tertinggi di negeri ini.


Enzo ikut berkata dalam hati, berharap agar Alaya segera terbangun kembali, seperti yang lainnya.


# # # # # #


“Erich baru saja memberikan laporan padaku tentang adanya mata-mata yang menyusup di istana Gracetian, sehingga waktu itu putra mahkota Christopher tahu bahwa kamu adalah calon suami Alaya yang sudah ditetapkan. Tidak heran jika dia menggunakan cara licik untuk mencegahmu datang ke istana waktu itu.” Alvero yang masih tinggal setelah acara pernikahan Evan dan Alaya selesai, berkata sambil menikmati seduhan teh yang disuguhkan oleh para pelayan di rumah Evan.


Alih-alih memilih minuman lain, karena udara musim dingin yang mulai terasa menusuk kulit, Alvero memilih untuk menikmati secangkir teh hangat, beserta dengan aneka cake berukuran kecil yang disuguhkan di depannya.

__ADS_1


Apalagi ada Deanda yang sedang bersamanya, membuat Alvero berpikir ulang jika dia meminta minuman yang bisa membahayakan janin yang ada di perut Deanda.


Karena sudah menjadi kebiasaan bagi mereka berdua, Alvero dan Deanda, apa yang mereka nikmati entah itu makanan atau minuman, mereka seringkali menikmati hal yang sama.


__ADS_2