Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
DALAM DEKAPANMU


__ADS_3

Seperti kata tuan Alexis sebelumnya tentang alergimu terhadap udara dingin, kamu ternyata benar-benar tidak tahan dengan udara dingin dan tidak bisa terlalu lama berada di air. Tapi kamu ini sungguh bandel, kenapa harus tetap melanggar kalau sudah tahu bahwa kelemahanmu ada pada udara dingin dan air. Kalau sudah begini, kamu harus menderita karena sakit.


Evan sedikit mengomel dalam hati begitu melihat keadaan Alaya, yang pastinya sungguh jauh berbeda dari waktu ketika Alaya berpura-pura sakit di depan Evan ketika di istana dulu.


Melihat keadaan Alaya saat ini, seratus persen Evan yakin, Alaya benar-benar sakit.


Apalagi, jika Alaya tidak dalam kondisi sakit, Evan berani menjamin kalau Alaya akan marah besar jika mengetahui dia sedang menggendong tubuh Alaya.


Panas sekali tubuh my princess, melihat kondisinya, sepertinya panas tubuhnya hampir mencapai empat puluh derajat. Kalau diteruskan, ini bisa bahaya sekali untuknya. Ternyata dia benar-benar sensitif terhadap udara dingin dan air seperti yagn dikatakan oleh Tuan Alexis.


Evan yang sudah membawa tubuh Alaya dalam gendongannya berkata dalam hati dengan wajah terlihat khawatir.


Kalau tubuhnya terus dalam kondisi suhu setinggi ini, dia bisa mengalami hipertemia. Sudah tahu dia memiliki kelemahan seperti itu, tetap saja dia menabraknya. My princess... kamu ini benar-benar membuat orang khawatir karena sifat keras kepalamu itu.


Evan kembali berkata dalam hati sambil menempelkan pipinya di kening Alaya yabng berada dalam gendongannya, sehingga dia semakin bisa merasakan betapa panasnya suhu tubuh Alaya saat ini dengan wajahnya yang sesekali meringis seolah sedang menahan rasa sakit di tubuhnya.

__ADS_1


(Suhu tubuh adalah ukuran dari kemampuan tubuh dalam menghasilkan dan menyingkirkan hawa panas. Suhu tubuh bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, misalnya suhu lingkungan. Tinggi atau rendahnya suhu tubuh seseorang juga bisa menjadi indikator kondisi kesehatannya.


Suhu tubuh normal seseorang bisa berubah-ubah tergantung aktivitas yang dilakukan atau kondisi tubuh orang tersebut. Meski demikian, suhu tubuh normal umumnya berada di rentang antara 36,5–37,2o Celsius.


Jika suhu tubuh terlalu tinggi, atau suhu tubuh lebih dari 40 derajat celcius, manusia berisiko mengalami hipertemia. Kondisi ini terjadi ketika seseorang berada di lingkungan yang panas, tetapi tubuh tidak mampu mendinginkan diri secara efektif.


Hipertermia adalah kondisi ketika suhu tubuh lebih dari 40o Celsius. Hipertermia terjadi ketika tubuh gagal mengatur suhu, sehingga suhu tubuh pun terus meningkat. Jika suhu tubuh melebihi angka 41,1o Celsius, kondisi ini disebut hiperpireksia.


Hipertermia berbeda dengan demam. Demam adalah peningkatan suhu yang sepenuhnya terkendali oleh sistem pengaturan suhu tubuh, sedangkan hipertermia adalah meningkatnya suhu tubuh di luar kendali sistem tersebut.


Suhu tubuh yang tinggi dan berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi parah dan kerusakan permanen pada organ tubuh, seperti otak. Oleh karena itu, kondisi ini memerlukan penanganan medis secepatnya. Orang dewasa dengan suhu tubuh 39,4o Celsius dan anak-anak dengan suhu tubuh 38o Celsius disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter).


Tanpa sadar, karena begitu khawatir dengan kondisi Alaya, Evan memeluk tubuh Alaya dengan begitu erat, hingga Evan bisa merasakan bagaimana panasnya suhu tubuh Alaya saat ini, menembus pakaian yang dikenakan oleh Evan.


"Bertahanlah my princess, aku akan segera membawamu pergi dari sini dan meminta dokter terbaik untuk merawatmu." Evan berkata dengan suara sangat lirih, tidak mau Alaya terganggu dengan suara yang ditimbulkannya, meskipun di sisi lain Evan ingin Alaya mendengar perkataannya dengan nada memohon itu.

__ADS_1


Alaya sendiri, dengan demam tinggi yang dialaminya, kesadarannya sedikit menurun, sehingga dia tidak lagi bisa merasakan saat Evan mengangkat tubuhnya dan menggendongnya.


"Kenapa kamu melupakanku begitu saja? Aku sangat merindukanmu.... Hiks...." Alaya yang tiba-tiba mengigau, diakhiri dengan suara tangisnya meskipun hanya sebuah tangis kecil..


Begitu mendengar igauan dari Alaya, Evan yang sudah hampir membuka pintu rumah pohon itu langsung terdiam dengan dada yang bergetar hebat.


Ada rasa nyeri yang tiba-tiba menusuk di dada Evan, mendengar bagaimana igauan Alaya yang terdengar begitu menyedihkan dan diakhiri dengan tetesan airmata di sudut-sudut matanya, seolah saat ini Evan bisa merasakan kesedihan yang sedang dialami oleh Alaya.


Siapa yang sedang kamu rindukan itu my princess? Laki-laki mana yang sudah membuatmu menyatakan rindumu dengan menyedihkan seperti itu? Apa kamu sudah memiliki seorang kekasih? Kenapa kamu tidak berterus terang ketika yang mulia Alvero menetapkan perjodohan kita waktu itu? Untuk saat ini, dengan perasaan cintaku padamu, bagaimana bisa aku melepaskan dan merelakanmu untuk laki-laki lain? Apa aku harus meminta secara resmi kepada laki-laki itu agar dia bersedia melepaskanmu untukku?


Evan berkata dalam hati sambil memandang dalam-dalam ke arah wajah cantik Alaya yang masih dipenuhi dengan keringat dingin, bahkan tangan Evan bisa merasakan lembabnya punggung Alaya yang digendongnya saat ini, karena keringat dingin yang kelaur dari punggung Alaya juga.


Meski Evan tidak tahu siapa orang yang dimaksudkan oleh Alaya, tapi dadanya ikut terasa nyeri, tubuh Evan sedikit bergetar seolah dia ingin ikut menangis saat ini karena mendengar igauan Alaya yang membuat seluruh tubuh Evan terasa seperti tersengat listrik.


Ada sesuatu yang membuat Evan seolah bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Alaya, seolah perasaannya dan Alaya saling terhubung satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2