Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
MENENANGKAN PIKIRAN


__ADS_3

Bagi Alaya, Evan adalah orang pertama yang membuatnya jatuh cinta, tapi juga orang pertama yang membuatnya menyesal pernah jatuh cinta laki-laki itu, menjadi orang pertama yang membuatnya merasakan bagaimana sakitnya saat orang yang dicintainya tiba-tiba bekhianat dan melupakannya begitu saja.


Dan yang membuat Alaya begitu tidak terima adalah bagaimana saat ini dia harus menghadapi kenyataan kalau tiba-tiba saja orang yang sudah membuatnya sakit hati itu, sekarang menjadi calon suaminya di masa depan karena rencana perjodohan dari Alvero.


Meskipun alasan perjodohan itu bagi orang lain pasti akan mendukung tentang alasan kenapa perjodohan itu dilakukan, termasuk Evan sendiri.


Akan tetapi bagi Alaya dengan latar belakang cerita kisah cinta mereka berdua, tentu saja dia tidak bisa menerima begitu saja rencana perjodohan itu.


Sepertinya kisah cintaku tidak akan bisa seindah kisah cinta kak Alvero dan kak Deanda. Tapi paling tidak, aku harus bisa mencegah terjadinya pernikahanku dan duke Evan. Seorang pengkhianat sepertinya, tidak layak untuk mendapatkan cinta yang tulus dari seseorang.


Alaya berkata dalam hati begitu mengingat bagaimana pada akhirnya Evan melupakannya begitu saja.


"Hah! Buat apa aku terus mengingatnya, padahal belum tentu dia ingat padaku." Alaya bergumam pelan sambil menarik nafas panjang, mengakhiri ingatannya tentang Evan, tentang bagaimana pertemuan mereka, dan bagaimana bisa dia begitu mencintai Evan saat itu.


"Ah, sudah hampir sore, sebaiknya aku bermain sebentar di sungai." Alaya kembali berkata pelan pada dirinya sendiri, sambil bangkit dari duduknya, menutup kembali jendela rumah pohon milik Deanda, dan berniat pergi ke bawah.


Karena pikirannya yang sedang kalut, memikirkan bagaimana jernih, segar dan dinginnya air yang mengalir dari sungai yang ada di salah satu sisi barat dari area Goldie Tavisha, Alaya berharap dengan berkunjung ke sana pikirannya bisa ikut jernih.


# # # # # # #


"Putri mau ke sungai sendirian?" Red bertanya dengan wajah bertanya-tanya.

__ADS_1


Bagaimanapun Alaya adalah seorang putri, yang tidak seharusnya pergi sendiri meskipun di lingkungan Goldie Tavisha semua orang tidak akan ada yang berani berbuat macam-macam pada Alaya yang jelas-jelas keturunan dari Adalvino, yang begitu mereka dukung dan hormati.


"Alea!" Red tiba-tiba saja langsung memanggil Alea yang kebetulan baru saja lewat bersama Red, dan terlihat oleh Red.


"Eh, tidak perlu Uncle Red. Biarkan saja Alea yang masih butuh waktu untuk bertemu Rock...."


"Maaf Putri! Tidak bisa!" Red langsung memotong perkataan Alaya.


"Bagi Putri Alaya mungkin tidak masalah, tapi bagi kami warga Goldie Tavisha, akan jadi masalah besar kalau ada apa-apa dengan Putri. Sungai itu tidak terlalu dalam dan deras airnya. Hanya saja, lingkungan di sekitar sana masih murni dan alami, belum banyak campur tangan manusia, sehingga banyak binatang yang bisa saja adalah binatang buas." Alea yang sedang berjalan untuk memenuhi panggilan Red tampak mengernyitkan dahinya mendengar pembicaraan Red dan Alaya.


"Jika terjadi apa-apa, aku tidak akan sanggup memberikan alasan apapun pada yang mulia Alvero maupun permaisuri Deanda, termasuk pada... duke Evan sebagai calon suami Putri Alaya." Red yang sudah melihat berita tadi pagi, tanpa sadar menyebutkan nama Evan tanpa beban, sedangkan Alaya sendiri sebenarnta ingin bermain di sungai justru karena tidak ingin ingatannya terus melayang pada pemilik nama itu.


Alaya langsung mengomel dalam hati begitu mendengar Red yang menyebutkan nama Evan sebagai calon suaminya.


"Memang apa yang mau dilakukan putri Alaya, Red?" Alea yang penasaran segera bertanya kepada Red.


"Dia ingin bermain di sungai sendirian...."


"Biar aku menemanimu Putri. Aku sudah hafal betul dengan area sekitar sungai itu." Alea langsung memutus perkataan Red dengan mengajukan dirinya untuk menemani Alaya.


Mendengar kata-kata Alea, Red langsung tersenyum, sedang Alaya akhirnya memilih untuk menuruti permintaan Red agar Alea menemaninya, meskipun dalam hati sebenarnya dia tidak rela.

__ADS_1


Karena sebenarnya niat hati Alaya ingin menikmati suasana alam di sekitar sungai sambil menyendiri, menghilangkan pikiran kusutnya karena memikirkan Evan.


# # # # # # #


"Kenapa kamu harus menerima undangan makan siang dari duchess Kattie?" Danella menyatakan keberatannya pada Evan begitu Evan mengatakan padanya melalui panggilan telepon, bahwa dia tidak bisa menemani makan siang Danella karena Kattie ingin mengundangnya makan siang, karena ada sesuatu yang penting yang ingin dia bicarakan dengan Evan.


"Kalau aku menolaknya secara terang-terangan, itu tidak mungkin Ma. Hubungan keluarga Carsten dan Brown tidak terlalu baik Ma. Aku tidak ingin memperuncing masalah itu, meskipun aku harus tetap waspada terhadap setiap tindakan keluarga Brown diluar sana." Evan segera memberikan penjelasan kepada Danella.


"Masalahnya, kamu tahu sendiri, sejak dulu aku tidak terlalu menyukai duchess Kattie. Gadis itu, terlihat jelas sedang mengejarmu sejak dahulu. Sebagai seorang gadis baik-baik, terlalu mencolok cara dia mengejarmu, hingga jadi pembicaraan orang-orang di kalangan bangsawan." Danella mengungkapkan alasan kenapa dia tidak terlalu menyukai Kattie.


"Tenang saja Ma, aku hanya menemuinya karena dia bilang ada hal penting yang ingin dia bicarakan padaku. Dan kebetulan, aku juga sendang ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya tentang kejadian ketika aku mengalami kecelakaan dulu." Perkataan Evan membuat Danella mendess... ssah pelan.


Meskipun Danella begitu bersyukur putra kesayangannya Evan bisa selamat dari kecelakaan maut beberapa tahun yang lalu, akan tetapi sejak awal, Danella tidak percaya kalau yang menolong Evan adalah Kattie.


Andaipun benar Kattie adalah orang yang sudah menolong Evan dalam kecelakaan itu, Danella tidak bisa percaya sepenuhnya kalau Kattie tidak memiliki niat tersembunyi saat menolong Evan, karena sejak remaja dulu, gadis itu sudah melakukan banyak tindakan agresif untuk mendekati Evan.


Mengirimkan bunga, hadiah, makanan mewah saat ulang tahun Evan, ulang tahun Danella, bahkan saat-saat yang bukan hari penting bagi Evan maupun Danella.


Selain itu Kattie selalu berusaha datang di acara apapun yang dihadiri Evan, menghubungi Danella untuk sekedar basa-basi agar mendapat info tentang keberadaan Evan (yang tentu saja tidak pernah diberikan oleh Danella), dan hal-hal lain yang menurut Danella justru membuatnya merasa terganggu dan semakin tidak respect terhadap Kattie.


"Apa tidak bisa kamu menanyakannya lewat telepon saja Evan? Aku tidak suka jika kamu berhubungan terlalu dekat dengan duchess Kattie, apalagi sekarang dalam waktu dekat kamu sudah mau menikah dengan putri Alaya. Jangan membuat orang memiliki kesempatan untuk menyebarkan gosip tentang kamu dan duchess Kattie. Rasanya tidak pantas sekali, tadi pagi baru keluar pemberitahuan tentang rencana pernikahanmu dengan putri Alaya, dan sekarang kamu mau bertemu dengan gadis lain." Danella menghentikan perkataannya sebentar.

__ADS_1


__ADS_2