
Dengan gerakan pelan dan sangat hati-hati, Evan membuka pintu rumah pohon yang meskipun hanya terbuat dari kayu, saat membuatnya dulu Alexis menggunakan kayu-kayu terbaik untuk membangun rumah pohon yang cantik itu demi satu-satunya putri kesayangannya.
Selain itu, sejak dibangun, rumah pohon itu selalu dalam kondisi bersih karena dirawat dengan baik oleh para penduduk Goldie Tavisha, termasuk Alea yang merupakan sahabat dekat Deanda di Goldie Tavisha.
Begitu Evan memasuki rumah pohon itu, mata Evan sedikit terbeliak melihat kondisi rumah pohon yang sungguh diluar dugaannya itu.
Mulai dari pintu masuk dan kemanapun mata Evan memandang, puluhan, mungkin ratusan foto Alvero terlihat memenuhi setiap sudut rumah pohon itu, beserta dengan seluruh atribut, interior, dekorasi yang semuanya berbau Alvero.
Dengan wajah kagetnya, Evan mengamati kondisi rumah pohon itu sebelum akhirnya dia tersenyum geli.
Deanda… aku sungguh tidak menyangka kalai dia benar-benar menggilai yang mulia Alvero sampai seperti ini. Pantas saja tidak ada laki-laki lain yang memiliki kesempatan untuk menarik hatinya. Karena sejak awal, hati Deanda sepenuhnya hanya untuk Alvero. Apa dia masuk sebagai anggota fandom seperti fans berat Alvero lainnya?
Evan berkata dalam hati dengan sikap tidak percayanya, karena dia sungguh tidak menyangka kalau Deanda yang terlihat ramah dan lincah itu, ternyata sampai sebegitu mengidolakan Alvero sejak kecil.
Apalagi waktu itu, saat Deanda masih belum menyadari perasaan cintanya pada Alvero, Deanda sempat mengatakan pada Evan kalau dia menghormati dan mengagumi Alvero, tapi tidak mencintainya dan hanya ingin membantu Alvero mencapai posisi raja.
__ADS_1
Bahkan bagi Evan, ini baru pertama kalinya dia melihat bagaimana seorang fans yang sungguh terlalu mengidolakan tokoh idolanya sampai sedetail dan separah Deanda pada Alvero, seperti anggota fandom para tokoh idola yang umumnya adalah artis.
(Fandom berasal dari bahasa Inggris yang berarti komunitas fans berat. Secara umum, pengertian fandom adalah subkultur yang terdiri dari sekelompok penggemar yang ditandai oleh perasaan empati dan persahabatan terhadap orang lain yang memiliki minat yang sama.
Istilah fandom sering kali dipakai untuk kelompok apa saja seperti fandom film, komik, anime, acara televisi, dan cosplay. Namun, seiring berjalannya waktu, istilah fandom sangat populer dan menjadi ciri khas di dunia K-Pop.
Di dunia K-Pop, istilah fandom adalah akronim dari fans kingdom yang merujuk pada fans club dari idol Korea. Tak hanya untuk idol grup saja, namun para solois juga memiliki nama fandom beserta artinya.
Fandom adalah fans club atau nama kelompok fans dari grup tertentu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, makna fandom adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti kumpulan atau basis penggemar. Kata fandom berperan untuk kelompok apa saja, namun lebih populer di dunia K-Pop untuk menjelaskan identitas para fans dari grup band atau idol K-Pop tertentu. Banyak juga yang berpendapat bahwa fandom memiliki tingkat loyalitas yang lebih tinggi dari fans biasa).
Aku berani menjamin, saat pertama kalinya yang mulia Alvero mengetahui dan melihat rumah pohon ini, dia pasti tidak kalah kagetnya seperti aku barusan. Wah, dibalik sikap cueknya, ternyata Deanda memiliki sisi lain yang tidak disangka-sangka seperti ini.
Mata Evan memandang ke sekelilingnya sambil masuk lebih dalam di rumah pohon itu, sampai dia melihat sosok Alaya yang sedang tertidur di atas tempat tidur tanpa divan yang ada di salah satu sisi rumah pohon itu.
Tangan Evan yang memegang nampan, dengan pelan meletakkan nampan itu di salah satu meja pendek yang ada di dekat tempat tidur.
__ADS_1
Begitu berada di dekat tempat Alaya tertidur, Evan langsung mengambil posisi duduk bersila, di samping tempat dimana Alaya sedang terbaring dan memakai selimut bergambarkan Alvero sampai sebatas perutnya, dalam posisi membelakangi Evan, sehingga Evan hanya bisa melihat bagian punggung Alaya tanpa bisa melihat wajah Alaya.
Sebuah selimut yang membuat Evan kembali tersenyum geli karena membayangkan bagaimana sosok Deanda yang dia kenal kuat dan cerdas, juga lincah dalam posisi seperti Alaya, tidur mengenakan selimut bergambarkan Alvero.
Sesuatu yang bagi Evan sungguh membuatnya ingin tertawa, karena jika itu Alaya, Alvero adalah kakak kandungnya, tapi Deanda, waktu itu pasti tidak menyangka kalau orang dalam gambar selimut yang dikenakannya, menutupi seluruh tubuhnya dan memberinya kehangatan itu akan menjadi suaminya di masa depan.
“Ekhmmm….” Suara lenguhan pelan dari Alaya, membuat lamunan Evan terpotong, dan mulai kembali fokus pada Alaya yang terlihat tidak tenang dalam tidurnya.
Dengan perlahan, Evan langsung mengulurkan tangannya ke arah kening Alaya yang ternyata penuh dengan keringat dingin, dan suhu tubuhnya terasa lebih tinggi dari suhu tubuh manusia normal, membuat Evan langsung menarik nafas panjang.
My princess, kenapa kamu ini benar-benar keras kepala ya?
Evan berkata dalam hati sambil menggerakkan tangannya dengan pelan, menarik tubuh Alaya agar terbaring terlentang, tidak memunggunginya.
Tindakan Evan membuat tubuh Alaya sedikit menggeliat, seolah melawan, meskipun akhirnya dalam kondisi tidak sadar karena tidurnya, akhinya Alaya membiarkan tubuhnya mengikuti gerakan tangan Evan.
__ADS_1
Saat Evan sudah bisa melihat wajah Alaya yang tidak membelakanginya lagi, Evan hanya bisa menghela nafasnya, karena saat ini, wajah Alaya terlihat memerah dan sesekali mengernyitkan dahinya tanpa sadar, seperti orang yang sedang menahan rasa tidak nyaman pada tubuhnya.
“Tidak bisa dibiarkan begini, di Goldie Tavisha pasti ada dokter, tapi lebih baik aku membawa kembali my princess ke kota Tavisha secepatnya, agar bisa ditangani dengan lebih baik oleh dokter keluarga Carsten.” Bergumam pelan dan Evan bangkit dari duduk bersilanya, berlutut di depan tubuh Alaya, sambil menguilurkan kedua tangannya ke arah tubuh Alaya untuk bisa menggendongnya dan membawanya keluar dari rumah pohon.