
“Makanya, jangan buru-buru menolak sebelum mencoba menjalaninya James. Bakal menyesal kamu kalau sampai waktu itu Elenora menikah dengan orang lain. Kalau sampai itu terjadi, aku bukannya mendukungmu, tapi justru akan menjadi yang pertama menertawakanmu.” Enzo berkata dengan senyum gelinya, membuat James menjadi bertambah salah tingkah karenanya.
“Aduh Enzo, semua orang pernah melakukan kesalahan, yang penting adalah endingnya. Jangan menggoda pengantin baru ini. Daripada menggodanya, lebih baik kamu segera menyusul James menikah.” Tiba-tiba saja Laurel membela James yang langsung menarik nafas lega begitu mendengar kata-kata pembelaan dari Laurel yang memang paling bisa menangani keadaan dengan baik, meskipun di satu sisi, Laurel adalah orang yang paling bisa membuat orang lain juga terpojok dan merasa bersalah.
Kali ini bukannya Laurel ingin membela kesalahan James, tapi tentang masalah kesalahan di masa lalu dengan pasangannya, Laurel begitu sadar diri dia juga pernah melakukan kesalahan yang cukup besar pada Dave, sehingga sedikit banyak dulu dia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh James dengan penyesalannya.
“Ayo kita masuk ke dalam, kenapa harus mengobrol di depan pintu seperti ini. Kita lanjutkan pembicaraan kita di dalam. Untuk Laurel, silahkan menghabisi Enzo nanti di dalam.” Akhirnya Alvero turun tangan juga untuk mengingatkan mereka agar masuk ke dalam istana dan bisa mengobrol dengan lebih santai dan suasana yang lebih enak.
Perkataan Alvero disambut dengan senyuman oleh semua yang ada di sana, termasuk Dave yang langsung mendekat ke arah Laurel.
“Ayo masuk mo cuisle, kasihan anak kita kalau kamu ajak terus mengomeli orang lain.” Dave berbisik pelan sambil menahan senyum gelinya melihat bagaimana istrinya itu paling tidak bisa diam saat bertemu dengan teman-teman dekatnya.
Rasanya percuma berdebat dengan mo cuisle, dia benar-benar sulit dihentikan jika masalah bicara. Jangan-jangan, anak yang ada dalam kandungannya akan mirip dengannya kalau sudah mengomel sulit dihentikan. Sepertinya aku harus benar-benar bersiap diri jika itu sampai terjadi.
Dave berkata dalam hati dengan sikap geli, yang menunjukkan dia tidak akan pernah keberatan jika sampai anak dalam kandungan Laurel, memiliki karakter mirip dengan istri tercintanya itu.
“Aku tidak mengomel, kan hanya bicara sekali saja barusan.” Laurel berkata sambil meringis ke arah Dave yang tidak lagi menegurnya, justru tersenyum dengan sikap hangat kepada Laurel.
__ADS_1
Kewibawaan dan juga sikap penganyom yang selalu ditunjukkan oleh Dave padanya, selalu saja membuat Laurel terpukau dan terpesona, lagi dan lagi tanpa bisa dia hentikan sama sekali.
“Kalian baru saja dalam perjalanan udara, lebih baik kalian beristirahat di dalam dan kita bisa mengobrol dengan lebih nyaman.” Alvero menegaskan kembali ajakannya yang langsung disambut gerakan Ornado dan yang lain, mengikuti langkah-langkah Alvero masuk ke dalam.
“Bagaimana kondisimu sekarang? Apa morning sickmu sudah lebih baik dari sebelumnya?” Deanda yang berjalan di samping Cladia langsung menanyakan kabar Cladia.
“Sedikit….” Cladia berkata pelan sambil tersenyum, dengan mata melirik ke arah Ornado, seolah meminta ijin agar sementara waktu tidak berada di sisi Ornado, karena ingin mengobrol dengan Deanda.
Dan seolah bisa membaca apa yang sedang diinginkan oleh Cladia, Ornado langsung menganggukkan kepalanya pelan, dan dia sendiri berencana mengonbrol dengan Alvero dan juga Enzo tentang apa saja yang bisa mereka bicarakan hingga kadang lupa waktu.
Entah itu tentang masalah ekonomi dunia, kejadian-kejadian yang sedang terjadi dan trending sekarang, ataupun pengalaman mereka dalam menjalankan bisnis mereka, semua akan menjadi bahan pembicaraan yang membuat mereka kadang tidak bisa berhenti dan bahkan tidak merasakan kantuk, sampai salah satu dari mereka akhirnya mengingatkan bahwa waktu beristirahat sudah tiba.
“Kenapa? Apa kamu masih sering merasa mual dan bahkan muntah?” Deanda bertanya sambil memandang ke arah wajah Cladia yang memang terlihat sedikit pucat setelah perjalanan udara yang dilaluinya.
“Tidak separah dulu, tapi tidak juga menghilang meskipun orang lain aku dengar sudah tidak mengalami morning sick saat usia kandungan mereka sudah semakin tua. Tapi sepertinya itu tidak berlaku untukku.” Cladia berkata sambil mengelus perutnya, membuat Laurel langsung menggamit lengannya.
“Tenang saja Cla, kamu sudah melakukan pemeriksaan rutin. Yang penting kondisi bayimu sehat-sehat saja di dalam sana. Ornado juga seorang suami yang sigap, sehingga jika ada hal yang tidak normal dia akan selalu menjadi orang yang paling cepat dalam bertindak. Kamu harus kuat dan bersabar ya.” Perkataan Laurel membuat Cladia tersenyum lebar.
__ADS_1
Karena bagi Cladia, bisa mengandung buah cintanya bersama Ornado, adalah merupakan suatu keberuntungan dan anugrah besar untuknya yang memiliki trauma terhadap pria dan hampir saja memutuskan untuk hidup melajang seumur hidupnya.
Tapi keberadaan Ornado, dengan kesabaran dan cintanya yang begitu besar untuknya, membuat Cladia sadar bahwa dia adalah wanita yang sangat beruntung bisa bertemu dan dicintai oleh Ornado.
“Dalam mimpipun, sebelumnya aku tidak pernah mengira bahwa aku akan bisa mengetahui bagaimana rasanya hamil dari orang yang begitu mencintaiku, dan aku tidak akan pernah menyesal tentang hal itu. Meskipun bagi fisiikku tidak mudah menjalani kehamilan ini, tapi aku sangat bahagia karena anak ini bersedia tumbuh dalam rahimku.” Cladia berkata dengan tangan masih mengelus-elus perutnya dengan penuh kasih sayang.
Melihat itu, baik Deanda maupun Laurel langsung tersenyum dengan wajah bahagia mereka.
Meskipun diantara mereka Cladia adalah wanita yang paling pendiam dan memiliki fisik yang mungil, tidak sekuat mereka berdua, tapi sikap optimis dan semangat Cladia selalu membuat Laurel dan Deanda merasa selalu terinspirasi dengan sikap dan tindakan Cladia yang memang jarang mengeluh, dan selalu perduli pada orang lain.
# # # # # # #
“Bagaimana perjalanan kalian? Apa semuanya berjalan dengan lancar?” Alvero langsung membuka obrolannya dengan para teman prianya yang saat ini sudah mengambil posisi duduk di tempatnya masing-masing bersama dengan pasangannya, termasuk Leo dan Evelyn yang ikut sebagai satu-satunya pasangan yang belum menikah, masih sedang mempersiapkan pernikahan mereka.
Leo dan Evelyn, ikut menjadi dekat dengan Alvero dan Deanda juga setelah James dan Ornado memperkenalkan mereka sebagai keluarga Dave, yang saat ini boleh dikata sudah menjadi salah satu sahabat dekat Alvero juga.
Bahkan beberapa kali Alvero maupun Deanda sengaja menghubungi Leo maupun Evelyn hanya untuk sekedar say hallo, agar hubungan komunikasi diantara mereka tidak terputus begitu saja.
__ADS_1
Bagi Alvero dan Deanda, mereka semua yang saat ini ada di ruangan pertemuan istana itu, adalah orang-orang dnegan posisi istimewa di hati raja dan permaisuri Gracetian itu.