Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
KEKESALAN DAN RENCANA ALAYA


__ADS_3

Tapi tidak mungkin aku tidak sadarkan diri hanya sebentar. Aku tertidur di rumah pohon sudah sore waktu itu, dan sekarang hari sudah pagi, pasti minimal aku tidak sadarkan diri selama semalam. Hah! Alergi dingin yang benar-benar merepotkan! Apa mungkin…..


Bicara Alaya dalam hati langsung dihentikannya begitu dia mendengar adanya Langkah-langkah kaki dari beberapa orang di luar kamar yang terdengar sedang berjalan sambil mengobrol, yang semakin lama terdengar semakin dekat ke arah kamar yang sedang ditempatinya sekarang, membuat Alaya langsung menoleh ke arah pintu kamar dengan kaget.


Celaka! Aku harus segera kembali berpura-pura masih tidak sadarkan diri agar nanti aku bisa mencari kesempatan untuk kabur dari tempat ini.


Dengan gerakan terburu-buru Alaya yang kembali berkata dalam hati segera berlari ke arah dekat tempat tidur, dan segera mengambil posisi pura-pura tidak sadarkan diri dengan posisis berbaring di atas tempat tidur, dan berusaha mengatur nafasnya yang tampak naik turun dengan cukup cepat, karena selain dia baru saja berlarian, rasa khawatir ketahuan sedang berpura-pura tidak sadarkan diri membuat dada Alaya berdetak kencang dan mempengaruhi ritme nafasnya menjadi lebih cepat dari biasanya, mengikuti detakan jantungnya yang berpacu dengna cukup cepat.


Tenang… tenang… kamu harus tenang Alaya. Kamu harus tenang agar bisa membuat lawan lengah dan memberimu kesempatan untuk kabur dari tempat ini.


Alaya berusaha untuk segera menenangkan dirinya sendiri dalam hati, karena tidak ingin siapapun yang masuk nantinya ke kamar itu, mengetahui kalau saat ini Alaya sudah sadar dan sedang berpura-pura, agar bisa menilai kondisi sekelilingnya, dan memiliki kesempatan untuk melarikan diri.


“Kondisi putri Alaya sudah mulai stabil Duke Evan. Saya harap putri segera tersadar kembali dalam waktu dekat.” Mendengar suara seseorang yang terdengar setelah dia membuka pintu, dan melangkah masuk dengan beberapa orang bersamanya, Alaya hanya bisa menahan nafasnya tanpa berani untuk bergerak, apalagi membuka matanya, meskipun saat ini dia merasa begitu penasaran dan ingin sekali melakukan itu.

__ADS_1


Sehingga pada akhirnya, dengan posisi terbaring, dan berusaha tidak diketahui oleh siapapun, Alaya sedikit mengintip siapa yang datang dari balik kelopak matanya yang terbuka sangat sedikit itu.


Beberapa orang yang berpakaian khas para petugas kesehatan segera dilihat oleh Alaya, termasuk juga Evan yang sedang berjalan beriringan dengan salah dokter yang sedari tadi memang diajaknya bicara tentang bagaimana perkembangan kondisi Alaya.


“Kalau dari hasil pemeriksaan menyeluruh, seharusnya dalam waktu dekat ini putri Alaya akan bisa sadarkan diri kembali. Semoga saja perkiraan saya itu tidak meleset.” Dokter itu melanjutkan kata-katanya pada Evan yang langsung menganggukkan kepalanya dengan senyum tipis di bibirnya karena berita membahagiakan yang baru saja dia dengar.


“Bagaimana dengan kondisi bagian lain dari tubuhnya Dok? Apa ketidaksadarannya yang menurun memberikan efek buruk pada kesehatan bagian tubuhnya yang lain?” Pertanyaan Evan membuat dokter itu melirik sekilas ke arah Alaya, lalu kembali fokus pada Evan yang sedang menunggun jawabannya.


“Kondisi putri Alaya baik-baik saya, bersyukur waktu itu serangan panas suhu tubuhnya yang kedua tidak terlalu tinggi, dan setelah itu tidak ada serangan panas berikutnya. Mungkin karena putri Alaya masih sangat muda dan kondisi fisiknya sangat bagus sebelumnya, dia bisa melawan alerginya dari dalam tubuhnya sendiri.” Penjelasan dokter itu membuat Evan tersenyum.


Hentikan omong kosong itu! Harusnya duke Evan tidak perlu tahu kalau kondisiku sudah membaik! Apa-apaan dokter ini? Harusnya dia tutup mulut di depan duke Evan yang bukan apa-apa bagiku!


Alaya langsung mengomel dalam hati begitu mendengar perkataan dokter itu kepada Evan, yang baginya akan membuat rencananya untuk bisa segera melarikan diri dari tempati ini akan semakin sulit jika Evan tahu kalau dia sudah sadarkan diri dan sedang berpura-pura tetap tidak sadarkan diri sekarang ini.

__ADS_1


“Aku sudah tidak sabar menunggu putri Alaya kembali terbangun, bagaimanapun dia orang yang penting bagiku, dan kesehatannya menjadi fokus utama bagiku. Dan seperti kata dokter, karena kami akan segera menggelar acara pernikahan di depan masyarakat umum, aku sungguh berharap kami berdua bisa mempersiapkan acara itu dengan baik. ” Evan menanggapi perkataan dokter itu sambil memandang ke arah Alaya yang sebenarnya ingin sekali menyatakan protesnya dan mengomeli Evan langsung di depan wajah laki-laki.


Haist! Kenapa sih duke Evan itu sok perhatian denganku? Laki-laki yang tidak bisa memegang janjinya, bahkan dengan mudahnya melupakan sosok orang yang pernah diberinya janji, benar-benar membuatku mual!


Alaya terus mengomel dalam hati, sehingga tanpa sadar membuatnya dirinya yang kesal, sedikit mendengus untuk menunjukkan kekesalan hatinyaa, meskipun dia tetap berusaha keras untuk tidak menunjukkannya apalagi mengeluarkan suara dengusan itu di depan dokter, apalagi Evan.


Karena di tengah-tengah rasa kesalnya, Alaya sadar agar untuk sementara ini dia harus tetap berpura-pura belum sadarkan diri, jika ingin rencananya untuk kabur dari tempat ini bisa berhasil.


Sambil menahan rasa kesalnya, Alaya mencoba berpikir dengan cepat bagaimana cara terbaik agar dia bisa keluar dari kediaman Evan dengan sukses, yang pastinya tidak akan mudah, karena rumah seorang jenderal besar seperti Evan, pasti dijaga dengan ketat.


Tindakan Alaya memang tidak sempat dilihat oleh dokter yang sedang berbicara dengan Evan, tapi untuk Evan, hal sekecil itu tetap saja menjadi perhatiannya, apalagi setelah mata Evan melirik ke arah Alaya, dia bisa melihat bagaimana hembusan nafas Alaya tampak naik turun dengan sedikit cepat dan tidak teratur, seperti orang yang sedang dalam kondisi sadar, bahkan memperlihatkan ada sedikit emosi di sana.


Melihat keadaan Alaya itu, Evan hanya bisa tersenyum, lalu mengalihkan pandangan matanya kembali ke arah dokter yang sedang mengajaknya bicara.

__ADS_1


Terimakasih karena kamu sudah bangun dari tidurmu yang terlalu panjang my princess. Terimakasih kamu sudah mau kembali dalam kehidupanku. Bagiku… sekarang duniaku tidak akan sempurna jika kamu tidak ada di dalamnya bersamaku.


Evan berkata salam hati sambil menghela nafas lega, meskipun dia tahu, sebentar lagi, dia akan menerima amukan dari Alaya, bahkan entah hal konyol dan aneh apa yang akan dilakukan Alaya padanya saat dia nanti benar-benar berhadapan dengan Alaya.


__ADS_2