Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PERMINTAAN KATTIE


__ADS_3

Berkali-kali Hugo selalu mengingatkan Kattie agar tidak terobsesi untuk menjadi istri Evan, tapi Kattie selalu mengatakan kalau hanya Evan yang dia sukai, dan paling pantas untuk mendampinginya.


Hugo yang memang tidak pernah cocok dengan Evan, tentu saja menolak mentah-mentah ide Kattie untuk merawat Evan di kediaman mereka, apalagi jika mereka salah bertindak, orang akan berpikir mereka sudah menculik Evan.


Bagaimanapun Evan sebagai seorang duke dengan otoritas dan posisi serta status sosial yang diakui masyarakat Gracetian lebih tinggi dari Hugo, membuat Hugo tidak bisa seenaknya bertindak terhadap Evan.


Sedikit kesalahan yang terjadi terhadap Evan jika sampai terbuka, bisa membuatnya langsung bertanggungjawab terhadap putra mahkota dan Raja, karena kedudukan Evan yang tepat di bawah mereka berdua.


Selain dokter mengatakan hilangnya ingatan Evan hanya sementara, Hugo tidak mau dicurigai sebagai orang yang ikut serta dalam kecelakaan itu, karena pada saat kejadian, bukan hanya Kattie, tapi Hugo juga diketahui oleh rekaman cctv, sedang berada di sekitar tempat kejadian dan membuatnya harus mendapatkan banyak interogasi dari pihak yang berwajib.


Dan beberapa orang yang tahu bagaimana tidak akurnya keluarga Carsten dan keluarga Brown menyampaikan pemikiran mereka bahwa bisa saja Hugo terlibat dalam kecelakaan itu, karena dua bulan sebelumnya Hugo sempat bersitegang dengan salah satu keluarga Carsten, tapi setelah Evan turun tangan, akhirnya dengan terpaksa Hugo mengaku salah dan meminta maaf pada sepupu Evan itu.


Ketika terjadi peristiwa kecelakaan itu, beberapa orang sempat berpikir kalau Hugo sengaja menciptakan kecelakaan itu untuk membalas dendam kepada Evan.


Sayangnya, hingga saat ini tidak ada bukti nyata tentang kecurigaan itu, sehingga dengan berjalannya waktu, orang mulai melupakan pernah adanya peristiwa kecelakaan Evan itu, apalagi setelah sebulan kemudian, Evan kembali pada aktifitas yang biasa dia lakukan, sama seperti sebelum terjadinya kecelakaan itu hingga saat ini, dan bahkan terus mencetak banyak prestasi dalam pekerjaannya.


Meskipun banyak orang tidak tahu, bahkan Evan sendiri juga sempat tidak sadar, bahwa kecelakaan itu membuat Evan kehilangan memori penting tentang kekasih yang begitu dicintainya.

__ADS_1


Dan sekarang, walaupun hanya sangat kecil sekali, di otak Evan mulai ada kilasan ingatan yang mulai mengusiknya, membuatnya tidak tenang dan merasa kehilangan suatu ingatan penting yang begitu ingin dipulihkannya.


“Tapi pembicaraan yang akan aku sampaikan, bersifat sangat pribadi Duke Evan.” Kattie masih berusaha agar Sam bisa segera menyingkir dari sana, sehingga dia bebas berbicara dengan Evan, tanpa adanya saksi maupun orang lain.


“Sam adalah orang yang bahkan mengerti tentang urusan paling pribadiku. Jadi tidak ada alasan untuk membuatnya tidak mendengar apa yang sedang kamu bicarakan padaku. Kalau Duchess Kattie keberatan dengan hal itu, lebih baik kita hentikan saja pertemuan kita siang ini.” Perkataan tegas dari Evan, meskipun diucapkannya dengan sikap tenang, membuat wajah Kattie terlihat bingung, dan tentu saja membuatnya tidak rela.


Mengajak Evan bertemu bukanlah hal yang mudah bagi Kattie, dan sebenarnya ini bukanlah untuk pertama kalinya Kattie meminta waktu untuk bertemu dengan Evan.


Hanya saja selama ini Evan selalu saja mencari alasan untuk menolak ajakan ari Kattie.


Sebuah rasa penasaran yang besar tentang masa lalunya, dan sekelumit perasaan tentang ingatannya yang hilang, yang membuat Evan mau tidak mau akhirnya memenuhi permintaan Kattie untuk bertemu dan ingin bertanya langsung pada Kattie tentang hal itu.


“Baiklah, apa yang ingin Duchess Kattie bahas denganku? Sehingga dengan tiba-tiba mengundangku untuk makan siang bersama.” Pertanyaan Evan membuat Kattie sempat terdiam sebentar, sebelum akhirnya dia memberanikan diri untuk menyampaikan keinginannya pada Evan.


“Duke Evan, apa Duke Evan masih ingat pernah mengatakan akan berusaha membantuku sebisa mungkin saat aku berada dalam kesulitan, untuk membalas kebaikanku telah menolong Duke Evan ketika kecelakaan waktu itu?” Kattie berkata dengan suara terdengar sedikit ragu.


“Aku masih ingat itu dengan jelas pada janjiku waktu itu. Kalau begitu, bantuan apa yang sedang dibutuhkan Duchess Kattie dariku?” Evan langsung menjawab pertanyaan Kattie tanpa ragu.

__ADS_1


“Aku ingin… Duke Evan memikirkan kembali tentang rencana pernikahan Duke Evan dengan putri Alaya.” Kattie kembali berkata, kali ini dengan sikap yang terlihat benar-benar ragu.


Bagaimanapun apa yang dikatakan oleh Kattie pada Evan menunjukkan bagaimana dia membuang harga dirinya karena permintaannya itu, hanya untuk membuat Evan berpaling padanya.


Evan terlihat sedikit terkejut mendengar apa yang baru saja diminta Kattie padanya.


Meskipun Evan tahu bahwa Kattie menyukainya, tapi Evan tidak menyangka kalau Kattie akan meminta hal seperti itu padanya tentang Alaya, yang sudah membuat hatinya sulit untuk berpaling dari gadis cantik itu.


“Itu bukan sebuah permintaan untuk membantu Duchess Kattie yang sedang dalam kesulitan, tapi itu sebuah permintaan untuk kepentingan pribadi Duchess Kattie yang jelas-jelas tidak bisa aku bantu untuk mengabulkannya.” Jawaban Evan membuat Kattie menggigit bibirnya dan menundukkan wajahnya untuk beberapa detik.


Namun demikian, setelah itu dengan cepat Kattie mengangkat kepalanya dan langsung menatap lurus ke arah Evan.


“Aku benar-benar membutuhkan itu untuk membantuku Duke Evan… karena aku sungguh menyukaimu, dan tidak sanggup jika harus melihatmu bersama dengan wanita lain sebagai istrimu.” Tanpa merasa malu lagi karena merasa sudah tidak adanya harapan lain kecuali berterus terang seperti itu, Kattie berkata kepada Evan dengan wajah terlihat memelas.


“Maaf, kita tidak pernah memiliki hubungan yang cukup dekat untuk Duchess Kattie berhak mengatakan hal seperti itu padaku. Tolong hargai posisi dan status Anda sebagai seorang duchess Gracetian. Tidak pantas seorang duchess berkata seperti itu pada seorang pria. Sebgai wanita keturunan bangsawan, harusnya Anda tahu kalau pihak wanita lebih baik menunggu pernyataan, bukan mendahuluinya. Aturan baku seperti itu masih berlaku di Gracetian, meskipun di jaman modern ini, di luar sana mungkin sudah terlupakan tentang hal seperti itu." Dengan sikap tetap tenang dan mata tetap memandang ke arah Kattie, Evan berkata.


Kata-kata Evan benar-benar menohok hari Kattie yang wajahnya langsung memerah mendengar perkataan Evan yang justru meningkatkan bahasa formal diantara mereka, dengan tidak lagi menyebut kamu, tapi "anda", membuat Kattie sadar Evan sedang benar-benar membangun sebuah tembok pembatas diantara mereka berdua.

__ADS_1


Sejak dulu, Evan selalu bersikap sopan dan tidak mengatakan hal-hal yang bisa menyingungnya, tapi perkataan Evan yang begitu formal dan mengingatkannya tentang bagaimana seharusnya sebagai seorang wanita bagnsawan bersikap, membuat Kattie merasa sangat malu, dan sedikit menyesal sudah berani mengatakan hal yang tidak seharusnya dia ucapkan di depan seorang Evan, yang selama ini dikenal begitu memegang teguh semua aturan baku tentang tata cara hidup bangsawan di Gracetian, mulai dari A sampai dengan Z, yang salah satunya tentu saja mengatur tentang bagaimana hubungan antara pria dan wanita Gracetian


__ADS_2