Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
REAKSI HUGO


__ADS_3

Beraninya dia merebut semua yang seharusnya menjadi milik keluarga Brown.


Hugo berkata dalam hati sambil berusah untuk tetap tersenyum di depan Christopher yang baru memberitahunya kalau Alvero sudah memberitahukan kepadanya tentang rencana pertunangan antara Evan dan Alaya, saat dia berniat menanyakan tentang jawaban dari lamarannya kepada Alaya.


“Aku tidak tahu apakah mereka benar-benar saling jatuh cinta atau memang ada paksaan dari pihak istana kepada duke Evan agar mau menikah dengan putri Alaya.” Christopher berkata sambil memikirkan kenapa tiba-tiba ada rencana pertunangan antara Alaya dan Evan, yang sebelumnya tidak pernah muncul berdua di public dan terlibat dalam hubungan apapun.


“Aku tidak tahu alasan duke Evan menerima perjodohan ini. Tapi setahuku duke Evan bukan tipe orang yang bisa dengan mudah menuruti kemauan orang lain. Untuk masalah pertunangan. Aku rasa, tidak ada bangsawan di kerajaan Gracetian yang keberatan untuk menikahi putri Alaya Adalvino, mengingat dengan nama Adalvino di belakangnya membuat siapapun yang menikah dengannya akan mendapatkan banyak keuntungan.” Hugo langsung menanggapi perkatan Chrsitopher.


“Tenang saja Putra Mahkota Christopher. Kita masih ada waktu untuk membuat duke Evan menolak rencana pertunangan itu, karena dari mata-mata yang sempat aku tempatkan di istana sebelum dia membuat masalah dengan merayu pengawal pribadi yang mulia Alvero, dia memberikan info yang sangat menarik tentang duke Evan.” Hugo berkata sambil tersenyum miring, karena dia yakin info yang dia miliki tentang Evan itu akan menjadi suatu senjata ampuh untuk menyerang Evan, jika dia tahu cara menggunakannya dengan baik.


“Setahuku, dari info yang aku tahu, duke Evan tidak memiliki sisi lemah yang bisa membuat kita menyerangnya….”


“No… no… tidak ada orang yang sempurna, termasuk duke Evan tentunya.” Hugo langsung memotong perkataan Christopher.

__ADS_1


“Kalau begitu, apa idemu intuk bisa menjauhkan putri Alaya dari duke Evan?” Christopher langsung bertanya kepada Hugo.


“Dari info yang didapat secara tidak sengaja, mata-mata itu mendengar sebuah pembicaraan antara putri Alaya dan pangeran Enzo, kalau duke Evan sebelumnya sempat menyukai permaisuri Deanda. Itu bisa menjadi senjata yang bisa kita gunakan untuk menyerang duke Evan dan memisahkannya dari putri Alaya.” Hugo berkata dengan percaya diri, membuat Christopher mengernyitkan dahinya.


“Apa kamu memiliki sebuah rencana bagus tentang hal itu duke Hugo?” Pertanyaan dari Christopher membuat Hugo menaikkan salah satu bahunya.


“Kita akan membuat suatu kisah drama romantis dimana seorang duke yang berusaha mendekati permaisuri. Cerita itu pasti akan membuat yang mulia Alvero tidak akan pernah sudi memiliki calon ipar seperti itu. Kita akan mencari kesempatan untuk membuat kondisi seolah-olah cerita itu benar-benar terjadi, dan kita hanya perlu memberinya sedikit bumbu agar orang semakin percaya tantang hal itu, termasuk yang mulia Alvero yang menurut orang-orang di sekitarnya, begitu mencintai permaisuri Deanda dan sangat posesif pada permaisurinya itu….” Hugo menghentikan sebantar kata-katanya.


“Aku setuju dengan idemu. Akan tetapi, semuanya harus dilakukan dengan cepat, karena hari ini, kedua keluarga besar Carsten dan Adalvino sedang mengadakan pertemuan di istana. Meskipun informanku hanya bisa mengetahui sampai sebatas itu tanpa tahu apa yang akan dibicarakan oleh kedua keluarga itu, tapi aku yakin, itu semua ada hubungannya dengan rencana pertunangan antara duke Evan dan putri Alaya.” Wajah Hugo terlihat berubah menjadi tidak tenang begitu mendengar apa yang diucapkan oleh Christopher.


Tentang rencana pertunangan antara Evan dan Alaya, dia memang sudah menduganya, tapi Hugo sungguh tidak menyangka kalau kedua keluarga sedang mengadakan pertemuan, dimana itu menunjukkan rencana pertunangan itu benar-benar serius, bukan sekedari berita burung.


“Apa informasi dari Anda dapatkan bisa benar-benar dipercaya Putra Mahkota Christopher?” Hugo berkata sambil menatap ke arah Christopher yang tampak tersenyum dengan wajah santai.

__ADS_1


“Tentu saja. Karena selama beberapa waktu ini, sebelum duke Hugo berhasil menempatkan kembali mata-mata di istana, orang-orangku selalu mengamati pergerakan dari duke Evan. Dan hari ini, para orang-orang penting dari keluarga Carsten, semuanya datang ke istana. Kalau bukan karena adanya pertemuan dengan keluarga Adalvino, untuk membahas rencana pertunangan antara duke Evan dan putri Alaya, sepertinya tidak ada alasan lain yang lebih masuk akal yang membuat para anggota keluarga Carsten datang ke istana berbondong-bondong seperti itu.” Christopher langsung menjawab pertanyaan Hugo tanpa ragu-ragu sedikitpun, membuat wajah Hugo terlihat sedikit memerah karena menahan emosi.


Hugo merasa pertemuan keluarga Adalvino dan Carsten yang tidak dia ketahui, membuatnya merasa kembali dikalahkan oleh Evan.


Kenapa dengan duke Hugo? Wajah marahnya, sepertinya ini bukan tentang perjanjian kerjasama antara aku dan dia yang sudah kami sepakati. Apa dia memiliki niat khusus terhadap duke Evan yang posisinya sebagai sama-sama duke selalu berada di atasnya? Apa dia juga menyukai putri Alaya? Apa ada niat tersembunyi yang sedang direncanakan oleh duke Hugo dengan berpura-pura menjalin kerjasama denganku? Apa dia berencana hanya menjadikanku bonekanya?


Berbagai pertanyaan langsung timbul dalam hati Christopher yang terus berpikir sambil mengamati perubahan wajah yang terjadi pada Hugo, yang tampak emosi begitu Christopher mengatakan tentang prediksinya barusan antara Evan dan Alaya.


Awalnya Hugo memang menawarkan bantuan kerjasama pada Christopher yang memang sedang membutuhkan koneksi dengan orang yang memiliki posisi cukup kuat yang ada di Gracetian, dengan meminta imbalan investasi dari pihak kerajaan Rodfeel terhadap bisnis perdagangan yang dia miliki di wilayah kerajaan Rodfeel.


Waktu itu Christopher berpikir kalau semua yang dilakukan oleh Hugo, semata-mata hanyalah untuk uang.


Akan tetapi dengan berjalannya waktu, melihat sikap dan tanggapan Hugo tentang rencana pertunangan Alaya dan Evan, membuat Christopher mulai curiga adanya niat lain dari Hugo yang tidak dia ketahui.

__ADS_1


__ADS_2