Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
SERANGAN YANG GAGAL


__ADS_3

“Akh....!” Sebuah teriakan langsung terdengar dari bibir Kattie yang merasa kesakitan karena lututnya menghantam lantai, ditambah lagi dengan tangannya yang masih dicekal Alaya, tanpa sengaja langsung tertarik ke atas ketika dia jatuh, karena Alaya tidak mau melepaskan sedikitpun cekalan tangannya pada pergelangan tangan Kattie.


Dengan wajah menahan sakit sekaligus amarah, tanpa disangka oleh yang lain, tiba-tiba tangan Kattie meraih sebuah hiasan meja yang terbuat dari logam yang ada di dekatnya dengan tangannya yang satu dan langsung menghantamkannya ke kaki Alaya.


Akan tetapi, dengan sigap Alaya langsung menlompat dan menendang benda itu sehingga terlepas dari tangan Kattie.


“Duchess Kattie benar-benar berusaha keras ya untuk melukaiku?” Alaya berkata sambil menatap ke arah Kattie dengan tatapan tajam.


Bahkan Kattie bisa merasakan bagaimana Alaya sengaja semakin mempererat cekalan tangannya kepada Kattie yang harus meringis karena menahan sakit di lutut dan tangannya.


“Lepaskan aku! Lepaskan!” Teriakan Kattie sambil menahan sakit terdengar begitu emosi, dan tanpa disangka oleh Kattie sendiri. Tiba-tiba saja Alaya melepaskan cekalan tangannya sambil mengibaskannya dengan tanaga cukup kuat, sehingga Kattie kehilangan keseimbangan tubuhnya dan jatuh tersungkur dengan posisi seperti menyembah ke arah Alaya.


“Ck ck ck duchess Kattie… kamu sendiri yang bilang seharusnya aku menghormatimu karena posisi duchessmu yang lebih tinggi dariku yang hanya seorang putri, tapi kenapa kamu tidak cukup dengan berlutut di depanku, sekarang justru menyembahku?” Alaya berkata sambil kembali melipat kedua tangannya di perut, berdiri tepat di hadapan Kattie yang buru-buru bangun dari posisi tersungkurnya.

__ADS_1


Dengan wajah merah padam karena marah, dan juga kaki yang terlihat pincang karena masih menahan sakit di lututnya, Kattie maju dua langkah, mendekat ke arah Alaya.


“Kalau aku tidak menghajarmu hari ini, jangan panggil aku dengan duchess Kattie!” Kattie berteriak sambil mengayunkan kembali telapak tangannya ke arah Alaya, berusaha menampar Alaya kembali, tapi seperti sebelumnya, Alaya kembali menahan gerakan tangan Kattie.


“Sepertinya duchess Kattie tidak pernah mau belajar dari pengalaman, dan sepertinya duchess Kattie suka sekali menampar orang.” Alaya berkata sambil menghentakkan tangan Kattie yang lagi-lagi harus meringis karena merasa sakit di pergelangan tangannya.


“Duchess Kattie mungkin belum pernah merasakan di tampar, karena itu suka sekali menampar orang. Aku akan membantumu untuk bisa merasakan bagaimana sakitnya ditampar agar tidak membuatku dengan sembarangan menampar orang lain.” Perkataan Alaya yang diucapkannya dengan penuh penekanan, membuat Kattie langsung berjalan mundur ke belakang.


“Dokter Jordan…. Duke Evan… hentikan putri Alaya sekarang juga….” Tanpa memperdulikan perkataan Kattie pada Evan dan dokter Jordan, Alaya tetap melangkah ke depan, dan tiba-tiba langsung meraih tangan Kattie dan melayangkan tangannya ke arah wajah Kattie sendiri.


Ditambah lagi Kattie merupakan gadis yang begitu menyukai perhiasan, sehingga di jari-pjarinya terdapat beberapa cincin yang membuat tamparan di wajahnya terasa semakin sakit.


“Semoga kamu tahu sakitnya orang yang mungkin dulu pernah ditampar oleh tanganmu itu, dan berhenti untuk berpikir menampar orang lain dengan mudahnya.” Perkataan Alaya membuat Kattie mengepalkan kedua tangannya, dan tanpa disadari oleh Alaya, tiba-tiba saja Kattie mengeluarkan sebuah cutter dari saku pakaian yang dikenakannya, menggeser bagian tajamnya ke depan, dan langsung mengarahkannya ke pinggang Alaya.

__ADS_1


“Awas!” Dokter Jordan langsung berteriak kaget melihat tindakan nekat Kattie yang masih saja ingin melukai Alaya, bahkan kali ini dengan benda tajam yang bisa berakibat fatal pada Alaya jika sampai terkena tusukan cutter yang tajam itu.


Untung saja, dengan gerakan gesit, Alaya berhasil menghindari serangan Kattie dan langsung menggerakkan tanganya untuk memukul pergelangan tangan Kattie yang memegang cutter itu sehingga terlempar cukup jauh darinya, ke arah dokter Jordan.


Dengan buru-buru dokter Jordan langsung meraih cutter itu, menggesernya kembali agar bagian yang tajam tertutup rapat dan langsung melemparnya ke tempat sampah dengan wajah sedikit ngeri.


Melihat tidak adanya harapan bisa melawan Alaya secara fisik, tiba-tiba saja Kattie bergerak mendekat ke arah Evan yang masih duduk di tempatnya semula.


“Duke Evan! Putri Alaya benar-benar sudah bertindak kurangajar dan padaku. Kamu sebagai kekasihku harus memberinya pelajaran. Paling tidak jebloskan dia ke dalam penjara agar dia tidak merasa menang dariku.” Duchess Kattie berkata dengan nada merengek, dan berusaha duduk tepat di sebelah Evan.


“Aku benar-benar tidak terima dengan perlakuan kasar Putri Alaya padaku… kamu harus menghukumnya atau hidupku tidak akan tenang.” Kattie berkata sambil duduk di samping Evan, yang langsung menggeser tubuhnya, menjauh dari Kattie, membuat Kattie merasa sedikit kaget dengan tindakan Evan yang seolah berniat menghindarinya.


Apa yang terjadi? Kenapa sikap duke Evan jadi berubah? Seperti menghindar dariku? Apa duke Evan kaget dengan tindakanku kepada Alaya? Apa aku terlalu berlebihan tadi? Tapi bukannya disini justru aku yang kesakitan karena tindakan kurangajar Alaya?

__ADS_1


Kattie bertanya-tanya dalam hati melihat bagaimana saat ini tidak lagi ada senyum manis dan tatapan lembut dari Evan kepadanya.


“Duke Evan… mungkin tadi aku sedikit kelepasan sehingga bertindak kasar, tapi kamu liaht sendiri, putri Alaya justru bertindak jauh lebih kasar dariku. Kamu lihat kan bagaimana dia membuat lutut, tangan dan wajahku sakit?” Tanpa kenal putus asa, Kattie berusaha membela diri di depan Evan, berpikir bahwa dokter Jordan sudah benar-benar membuat Evan begitu cinta mati padanya melalui hipnoterapi, sehingga Evan tidak perduli apapun yang dia lalukan, Evan akan tetap mendukungnya.


__ADS_2