Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
MEREKA-REKA TUJUAN PUTRA MAHKOTA CHRiSTOPHER


__ADS_3

"Tapi menurutku dia sengaja melakukan itu karena sampai sekarang aku belum memberitahukan tentang jawaban dari lamaran dia kepadamu sebelumnya. Kalau dia langsung menyatakan kedatangannya untuk meminta jawaban atas lamarannya, sebagai putra mahkota yang posisinya ada di atasmu, dia pasti gengsi untuk menyebutkan hal seperti itu. " Alvero yang sudah mengetahui dengan jelas karakter para pemimpin negara yagn ada di sekitarnya, mencoba menganalisa apa yang sedang direncanakan oleh Christopher.


"Jika dia melakukan itu, dia akan dianggap sebagai pengemis cinta, meskipun sebenarnya itu hal yang normal, jika seseorang seperti dia menanyakan tentang sebuah jawaban atas permintaannya pada kerajaan kita. Hanya saja, biasanya permintaan itu akan disampaikan oleh perwakilan dari kerajaannya, bukan dia sendiri yang datang. Jadi sekarang dia sengaja menyamarkan tujuan aslinya.” Alvero mulai menerka-nerka apa maunya dari Christopher sebenarnya.


“Hah! Kenapa aku harus mengalami hal tidak enak seperti ini di usia mudaku?” Alaya bertanya, seolah pertanyaan itu ditujukan untuk dirinya sendiri, sambil  Alaya menghempaskan tubuhnya di kursi yang ada tepat di depan Alvero.


"Melihat putra mahkota Christopher sendiri yang akan datang ke Gracetian, itu menunjukkan betapa seriusnya dia dengan rencana pernikahannya denganmu Alaya." Deanda yang duduk di samping Alvero, ikut menyampaikan pendapatnya tentang rencana Christopher.


"Wah, tidak disangka kamu sudah membuat hati seorang putra mahkota dari negara tetangga begitu tertarik padamu. Apa mau dikata, siapa suruh kamu punya tubuh indah, wajah cantik, dan juga...."


"Kak Deanda...." Alaya langsung memotong perkataan Deanda yang menggodanya sambil menepuk-nepuk pelan pipi Alaya yang dengan sengaja langsung menggembungkan kedua pipinya, membuat Deanda menjadi gemas dan mencubitnya.


"Auww...." Alaya sedikit terpekik mendapatkan cubitan dari Deanda di pipinya.


"Lho, benar kan, bahkan duke Evan saja tanpa membantah sedikitpun langsung bersedia menerima rencana perjodohan kalian." Deanda melanjutkan kata-katanya kembali, membuat Alaya memberengut, karena Deanda kembali mengingatkannya pada masalahnya bersama Evan.


Untuk Christopher, Alaya tidak terlalu ambil pusing, karena Alvero sebgai raja Gracetian tidak setuju dengan adanya hubungan antara keluarga Adalvino dengan keluarga Hill dari kerajaan Rodfeel.


Tapi untuk Evan, kata-kata Deanda baru saja mengingatkan pada Alaya kalau sampai detik ini dia belum menemukan cara untuk membuat perjodohannya dengan Evan bisa dibatalkan.

__ADS_1


"Kamu harus maklum kan sweety, dia keturunan Adalvino. Kamu lihat sendiri, mana ada keturunan dari Adalvino yang tidak menarik dan mempesona." Dengan sikap percaya diri, Alvero langsung berkata, dan otomatis perkataan itu membuat Alaya maupun Deanda membeliakkan matanya ke arah Alvero.


"Kenapa? Apa ada yang salah tentang hal itu?" Alvero bukannya sadar diri, justru semakin bersikap lebih percaya diri sambil melihat dengan tatapn serius kepada kedua perempuan cantik yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


Wah... my Al mulai narsis lagi.


Akhirnya Deanda hanya bisa berkata dalam hati sambil meringis.


"Iya... iya... percaya, apalagi raja Adalvino yang sekarang. Dia adalah Adalvino paling tampan, paling keren, paling hebat...." Dengan sengaja Alaya langsung berkata dengan nada mencemooh, membuat Deanda hanya bisa terkikik geli melihat mata Alvero yang langsung memandang ke arah Alaya dengan senyum tipis di wajahnya, seolah tidak sadar kalau Alaya sedang mengejeknya.


"Mmmm... terimakasih untuk pujiannya Alaya." Bukannya merasa tersindir Alvero justru langsung mengucapkan terimakasih pada Alaya yang hanya bisa melongo melihat bagaimana percaya dirinya Alvero.


"Haist. Kak Alvero benar-benar narsis, rasa percaya dirinya terlalu berlebihan." Melihat Alvero bukannya sadar diri atas ejekannya, Alaya langsung mengomeli Alvero yang langsung menggerakkan kedua bahunya ke atas, tanda dia bingung dan tidak mengerti kenapa Alaya justru kesal setelah pujiannya mendapatkan ucapan terimakasih.


Bahkan bukan hanya seorang putra mahkota, aku dengar ada banyak pria dari kaum bangsawan lainnya yang begitu menyukai kak Deanda, bahkan yang usianya setua baron Nico. Dan para bangsawan itu termasuk juga duke Ev.... Sudah seharusnya aku tidak mengingat-ingat tentang hal itu lagi.


Alaya yang melanjutkan perkataannya dalam hati langsung mengalihkan pikirannya.


"Untuk itu tidak perlu diragukan lagi.... Tanpa permaisuriku yang cantik dan menarik ini, aku pasti tidak akan bisa mencapai dan berada di posisiku sekarang ini. Bagaimana aku tidak jatuh cinta pada wanita seperti kakak iparmu ini, setelah begitu banyak hal yang dia lakukan untukku. Benar kan sweety?" Setelah mendengar perkataan Alaya pada Deanda, Alvero langsung berkata sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Deanda, dan sibuk menggosok-gosokkan hidungnya yang mancung ke pipi mulus Deanda yang tampak semakin memerah begitu mendengar perkataan Alvero padanya.

__ADS_1


"My Al...." Panggilan lembut dari Deanda bukannya menghentikan tindakan mesra Alvero, tapi justru tangannya langsung menelusup ke bagian belakang tubuh Deanda, dan menarik tubuh permaisurinya itu untuk lebih mendekat ke arahnya, sebelum akhirnya dia menyambar bibir istrinya yang baginya selalu terasa begitu manis dan membuatnya ketagihan.


"Hah, mulai lagi deh pamer kemesraan...." Alaya berkata sambil bangkit dari duduknya sebelum matanya semakin perih melihat bagaimana Alvero yang selalu menunjukkan rasa cinta dan kemesraan saat berada di dekat Deanda, apalagi jika mereka sedang berada di dekat orang-orang terdekat mereka.


"My... Al...." Dengan susah payah, akhirnya Deanda yang terus menggerakkan tubuhnya berhasil membuat Alvero melepaskan ciumannya.


"Sweety...." Dengan nada protesnya Alvero berkata meskipun dengan cepat dia menuruti keinginan Deanda untuk berhenti.


"Alaya!" Tanpa memperdulikan rengekan dari Alvero, Deanda langsung memanggil nama Alaya yang sudah bersiap pergi.


"Kenapa Kak Deanda?" Alaya yang berniat melangkah pergi akhirnya membalikkan kembali tubuhnya, dan cukup lega melihat bagaimana Alvero sudah duduk dengan manis di samping Deanda, tidak lagi memamerkan kemesraannya.


"Masalah kunjungan dari putra mahkota Christopher belum selesai kita bahas. Maaf ada iklan yang baru saja lewat." Deanda segera menyampaikan hal penting yang sebenarnya masih harus mereka bicarakan, tapi sedikit mendapatkan gangguan karena tindakan Alvero barusan.


Perkataan Deanda yang diucapkan sambil melirik ke arah Alvero hanya membuat laki-laki tampan itu tersenyum dengan wajah tidak bersalahnya.


Lagipula, siapa yang berani menyalahkan raja Gracetian yang memiliki kekuasaaan tertinggi dan semua ucapannya dianggap sebagai hukum yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun itu.


Dan kata-kata Deanda itu membuat Alaya langsung menghela nafasnya.

__ADS_1


Benar-benar merepotkan. Gara-gara si putra mahkota Christopher itu hidupku jadi berantakan dan terlibat dengan duke Evan yang juga tidak kalah merepotkannya.


Alaya berkata dalam hati dengan rasa kesal kembali muncul di hatinya karena semua ketenangan di hidupnya jadi berantakan gara-gara lamaran dari kerajaan Rodfeel itu.


__ADS_2