Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
SI KRISIS, JULUKAN DARI ALAYA


__ADS_3

Suami? Membayangkan Evan menjadi tunangannya saja sudah membuat Alaya tidak nyaman, apalagi mendengar Alvero mengatakan bahwa Evan akan segera menjadi suaminya, membuat Alaya hampir bergidik ngeri di hadapan Alvero, namun ditahannya dengan keras, untuk tetap menjaga sopan santunya.


Apalagi Alaya bisa melihat dengan jelas, bagaimana Alvero begitu antusias menjodohkannya dengan Evan, seolah Alvero tidak memiliki kandidat lain yang akan cocok untuknya.


“Biarkan semua berjalan apa adanya Kak, kenapa harus mencari-cari alasan untuk menjalin komunikasi dengannya? Dia belum tentau senang menerima pesan dariku, yang mungkin hanya akan mengganggu waktunya. Apalagi aku tidak yakin duke Evan akan benar-benar mau menikahiku, jika dia tahu sifat asliku yang sangat bertolak belakang dengan sifatnya…”


“Kita lihat saja nanti, karena menurutku, duke Evan tidak akan pernah menyerah tentang kamu. Seorang jenderal besar sepertinya, pasti memiliki seribu satu cara untuk mengatasi banyaknya rencana musuh untuk mengalahkannya.” Alvero langsung memotong perkataan Alaya dengan percaya diri, karena mengingat syarat yang diajukan oleh Evan padanya, menunjukkan kalau Evan memang tidak pernah berencana untuk melepaskan Alaya dari sisinya, sama seperti ketika dia mengikat Deanda dulu.


Dan Alvero tidak bisa menyalahkan Evan untuk masalah itu, karena dia sendiri sebagai putra mahkota waktu itu, menggunakan berbagai cara untuk mengikat Deanda.


Bahkan boleh dikata, Alvero harus mengakui kalau cara Evan untuk mendapatkan wanita yang diinginkannya, lebih lembut dibandingkan dengan cara yang dia lakukan dulu terhadap Deanda yang terlalu memaksa.


Untung saja kisah cinta mereka berakhir dengan baik, dengan Deanda yang juga menerima apapun keadaan dan sifat keras kepala Alvero yang kadang membuat orang lain tidak tahan menghadapinya, sehignga kehidupan pernikahan mereka berakhir bahagia.


# # # # # # #


Rasanya beberapa hari ini adalah hari yang menyebalkan dan membuat Alaya merasa begitu kesal, karena apa yang terjadi padanya selain membuatnya kesal, tapi juga menyita waktu dan pikirannya untuk segera mencari cara terbaik agar Evan mau membatalkan pertunangan mereka, tanpa membuat Christopher melanjutkan rencana lamarannya juga.

__ADS_1


Setelah dia mengambil cuti 3 hari yang lalu, sekarang Alvero memaksanya untuk cuti diluar keinginannya, karena besok adalah waktu kedatangan Christopher ke Gracetian.


Meskipun pihak kerajaan Gracetian dari awal sudah berencana untuk menolak lamaran dari Christopher, tapi Alaya tetap harus bersiap untuk menemui Christopher, sebagai bentuk dari rasa hormat  pihak kerajaan Gracetian kepada pemimpin negara lain.


Dan juga untuk menunjukkan niat baik, bahwa mereka tidak dengan sengaja menolak lamaran itu, tapi memang Alaya sudah memiliki kekasih hatinya, yaitu Evan, yang akan segera melangsungkan pertunangan mereka, untuk membuktikan pada putra mahkota kerajaan Rodfeel bahwa hubungan  antara Evan dan Alaya benar-benar sudah serius.


Dengan itu mau tidak mau Alvero berharap agar Christopher bisa mundur secara teratur tanpa membuat keributan apalagi sakit hati yang pastinya akan berakibat buruk terhadap hubungan kedua negara.


“Kenapa juga aku harus terlihat cantik di depan si Krisis itu? Memang apa gunanya? Padahal justru seharusnya aku terlihat jelek di depannya, sehingga si Krisis menyesal dan secara otomatis langsung membatalkan lamarannya padaku.” Alaya yang memandang wajah dan kulit tubuhnya yang terlihat begitu putih mulus setelah menjalani perawatan khusus dua hari ini, hanya bisa bergumam pelan.


Mau tidak mau, setelah statusnya sebagai putri kembali padanya, salah satu hal yang disukainya saat tinggal di istana ini adalah bagaimana kulit dan tubuhnya benar-benar mendapatkan perawatan ekstra yang sangat mewah sehingga kecantikannya semakin terlihat, dan membuat orang semakin terpesona, kagum, bahkan beberapa diantaranya merasa iri.


Akan tetapi dengan perawatan yang sekarang dia dapat sebagai seorang putri, membuat sosoknya terlihat semakin bersinar, dan tidak heran jika itu membuat banyak pria terpesona padanya, termasuk Christopher yang sebenarnya tertarik setelah melihat berita besar tentang pemberontakan Eliana, yang pastinya juga memberitakan bagaimana munculnya Alaya yang selama ini dibesarkan sebagai rakyat biasa.


Jika saja mau jujur, sebenarnya beberapa dari laki-laki bangsawan Gracetian, secara terus terang menunjukkan ketertarikanya pada Alaya, hanya saja selama ini Alaya memilih untuk menolak dengan halus dengan mengatakan kalau di usai mudanya ini, dia belum ingin menjalin hubungan serius dengan seorang pria.


Belum lagi beberapa dari bangsawan itu cukup tahu diri, tidak berani menunjukkan perasaannya secara terbuka karena posisi Alvero sebagai kakak kandung Alaya merupakan Raja Gracetian.

__ADS_1


Meskipun banyak menolak para pria yang menyatakan perasaannya, pada akhirnya, sekarang Alaya harus bersiap untuk menghadapi rencana pertunangan dan juga pernikahannya dengan Evan.


Sebuah ketukan di pintu kamarnya, membuat Alaya berjalan dengan sikap ogah-ogahan, karena Alaya bisa menebak bahwa yang sedang mengetuk pintunya sekarang adalah salah seorang pelayan yang meminta dia untuk menemui Alvero.


Dan jika perintah itu benar-benar untuknya, berarti Christopher sedang dalam perjalan menuju istana Gracetian untuk disambut, atau bahkan dia sudah berada dalam istana ini dan ditemui oleh Alvero di ruang tamu istana.


Karena sejak kemarin, Alvero sudah memberikan info pada Alaya tentang jam kedatangan Christopher hari ini, dan saat ini adalah waktu yang sama dengan yang diinformasikan pada Alaya kemarin.


"Sepertinya si Krisis sudah datang dan benar-benar berniat membuat krisis di tempat ini." Alaya bergumam pelan sambil tangannya bergerak untuk membukakan pintu kamarnya.


"Selamat siang Putri Alaya." Sosok nyonya Rose tampak berdiri di depan pintu didampingi oleh seorang pelayan, dan langsung memberikan salam pernghormatan sambil mengucapkan selamat siang pada Alaya.


"Selamat siang Nyonya Rose." Alaya langsung membalas sapaan dari nyonya Rose.


"Yang Mulia Alvero meminta Tuan Putri untuk segera menemui beliau, sehingga Anda sekalian bisa bersiap-siap menyambut kedatangan putra mahkota Christopher yang sudah dalam perjalanan menuju istana Gracetian." Nyonya Rose segera menyampaikan perintah Alvero untuk Alaya.


"Aku sudah siap Nyonya Rose." Jawaban Alaya membuat nyonya Rose memandang Alaya dengan tatapan menyelidik dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.

__ADS_1


"Maaf Tuan Putri." Sambil mengucapkan kata-katanya, tangan nyoya Rose bergerak untuk merapikan rambut dan juga jepit emas yang bertengger di rambut Alaya.


Alaya yang melihat tindakan nyonya Rose hanya bisa meringis, karena sejak selesai berdandan tadi, memang sesekali Alaya tadi sempat mengacak rambutnya saat sedang memikirkan masalah tentang Evan dan Christopher, membuat rambut indahnya terlihat sedikit berantakan karena tindakannya itu.


__ADS_2