Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
BERSIAP MEMULAI DRAMA


__ADS_3

"Selamat malam Duchess Kattie." Dengan sikap hormat, dokter Jordan menyapa Kattie yang langsung mengambil posisi duduk di hadapan dokter Jordan yang berusaha mengatur ekspresi wajah dan tindakannya saat ini.


"Ini yang kamu minta. Pastikan kamu berhasil melakukannya dengan baik!" Kattie berkata sambil melempar amplop berisi foto Alaya yang waktu itu berhasil dicurinya dari dalam dompet Evan dan dipakai oleh dokter Jordan untuk melakukan proses hipnoterapi pada Evan.


"Duke Evan mengarakan bahwa dia akan datang setelah dia menyelesaikan tugasnya di markas besar militer. Mungkin sekitar 30 menit lagi duke Evan akan sampai di tempat ini." Dokter Jordan berkata dengan sikap dan suara setenang mungkin, meskipun sebenarnya dalam hati dia begitu diliputi dengan ketakutan dan perasaan cemas.


"Mmm... kalau begitu, malam ini kamu harus memastikan duke Evan mau menjalani proses hipnoterapi ulang, sehingga kamu bisa mengubah ingatan duke Evan, sesuai dengan yang sudah kita bicarakan sebelumnya...." Kattie berkata dengan pandangan mata terlihat berbinar, membayangkan bagaimana sebentar lagi dia akan bisa benar-benar menjadi kekasih Evan dan berlanjut dengan menjadi istrinya.


"Aku pastikan hipnoterapi kali ini akan berhasil dengan baik. Kalaupun suatu ketika duke Evan ingatannya kembali, aku harap hari itu kamu sudah menjadi duchess Carsten, sehingga sebagai seorang duke yang setiap keputusan dan tindakannya dilihat dan dinilai banyak orang, dia tidak bisa dengan mudah menceraikanmu atau membatalkan pernikahan kalian..." Dokter Jordan berkata sambil pura-pura fokus pada handphonenya, seperti orang yang sedang menunggu pesan masuk.


Dokter Jordan sengaja melakukan itu agar dia tidak perlu bertatapan dengan Kattie secara langsung, dimana hal itu membuatnya merasa tidak nyaman dan untuk menghindari rasa bersalah.

__ADS_1


"Dia akan dihujat oleh banyak orang jika berani sampai dua kali melakuan perceraian. Setelah ini duke Evan pasti menceraikan putri Alaya dan menikahimu. Kalau kamu bisa membuatnya benar-benar jatuh cinta sebelum ingatan duke Evan, posisimu sebagai duchess Carsten akan aman. Apalagi kalau saat itu tiba, kamu sudah berhasil memberikan seorang putra untuknya." Perkataan dokter Jordan membuat Kattie tertawa kecil, dengan pikiran yang langsung membayangkan bagaimana dia bisa menikah dengan Evan dalam sebuah pesta pernikahan mewah.


Selain itu Kattie juga mulai membayangkan bagaimana hidupnya yang akan bahagia setelah menikah dengan Evan, dimana para wanita bangsawan lain akan memandangnya dengan tatapan iri saat dia dengan percaya diri berjalan bersama Evan di sisinya.


"Benar sekali. Kamu harus mengubah ingatan Evan, membuatnya berpikir kalau Alaya adalah wanita dengan perilaku buruk dan tidak pantas menyandang gelar duchess Carsten. Setelah itu kamu harus menanamkan ingatan baru pada Evan. Ingatan tentang aku yang sebenarnya dalah kekasihnya yang sudah lama dia tinggalkan." Kattie mulai berkhayal dan menceritakan angan-angannya yang terdengar seperti sinopsis sebuah drama televisi.


"Setelah itu, aku akan membuat dia meninggalkan Alaya, menceraikannya dan aku tidak akan lagi membiarkan kesempatan untuk mereka berdua bisa saling bertemu di kemudian hari." Kattie berkata dengan nada suara terdengar begitu senang.


Kata-kata Kattie yang diucapkannya dengan begitu percaya diri, membuat Alaya yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka dari alat perekam yang dipasangkan di bagian bawah meja kerja dokter dokter Jordan dan terhubung dengan speaker aktif yang ada di ruangan tempat Alaya dan Evan berada, membuat Alaya yang mendengarkannya langsung bangkit berdiri, berniat menemui Kattie langsung dan ingin sekali menghadapi Kattie saat ini juga.


"Duchess Kattie benar-benar wanita yang menyebalkan! Tidak tahu diri! Betul-betul licik! Bisa-bisanya dia menyandang status sebagai seorang duchess dengan perilaku serendah itu." Alaya mengomel meskipun akhirnya mengikuti permintaan Evan untuk kembali duduk di tempatnya.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak bisa tenang, bagaimana bisa naskah drama yang sudah kamu atur dengan susah payah tadi bisa dijalankan?" Evan bertanya kepada Alaya sambil tersenyum, berharap Alaya bisa lebih tenang.


"Jangan berusaha menghadapi lawan saat kamu sedang emosi, karena itu membuatmu tidak bisa menguasai keadaan, dan musuhmu akan memiliki celah untuk mendominasi keadaan. Itu bisa membuatmu kalah meskipun hanya secara mental, karena dengan kelicikan yang pernah dia lakukan sudah bisa menjadi alasan kuat untuk menjebloskannya ke balik jeruji besi tanpa bisa melarikan diri dari itu tanpa perlu membuatmu seemosi ini.” Perkataan Evan membuat emosi Alaya sedikit mereda.


“Bagaimana bisa dia berpikir untuk memisahkan kita seperti itu?” Alaya yang mulai mereda emosinya tetap saja mengomel karena ingat tentang rencana Kattie yang terlihat masih begitu ingin memisahkannya dengan Evan.


“Aku adalah orang yang paling tidak ingin kita berpisah. Aku tidak akan bsia lagi hidup terpisah darimu. Bukankah itu cukup bagimu? Karena mulai sekarang kita tidak akan terpisahkan. Apalagi, duchess Kattie tidak akan memiliki kemampuan untuk memisahkan kita. Iya kan?” Evan berkata sambil mengelus pelan punggung Alaya yang terlihat menghela nafasnya.


Aku juga tidak akan sanggup jika harus berpisah darimu untuk kedua kalinya. Bagiku adalah sebuah penderitaan besar yang menyesakkan dada, jika harus membiarkanmu menjauh dari sisiku.


Alaya berkata dalam hati sambil bersiap kembali mendengarkan pembicaraan antara dokter Jordan dan Kattie.

__ADS_1


“Daripada kamu terpancing emosi karena kata-kata dushess Kattie, lebih baik kita lanjutkan rencanamu untuk membuat drama dengannya hari ini.” Evan berkata sambil bangkit dari duduknya, membuat Alaya langsung memandangnya dengan kepala mendongak ke arah Evan.


“Aku akan bersiap menemui dokter Jordan melalui pintu depan. Jika sudah waktunya, kamu bisa datang menyusulku.” Evan berkata sambil tersenyum, untuk kemudian memberikan sebuah ciuman lembut pada bibir Alaya yang jantungnya langsung berdebar keras karena tindakan mesra Evan.


__ADS_2