
"Terimakasih... aku akan sangat menantikan saat itu tiba." Alaya berkata sambil mengelus lengan Evan yang masih dengan setia melingkar di tubuh Alaya, dan sesekali dengan sengaja mempermainkan ujung bukit kembar Alaya, yang memiliki kebiasaan tidak mengenakan bra saat tidur untuk menjaga kesehatannya.
(Memakai bra saat tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Mengenakan bra saat tidur dapat menghambat sirkulasi darah, terutama jika seseorang mengenakan bra yang pas dengan kawat di bagian bawah yang elastis, dapat menghasilkan pigmentasi atau iritasi kulit di area di mana pita atau kawat elastis bra bersentuhan dengan kulit lembut.
Selain itu kulit mungkin terasa gatal dan sakit karena kawat bawah dapat menggali kulit yang lembut. Ini juga bisa menjadi berubah warna atau mengembangkan tanda dan bintik-bintik.
Hal buruk lain mengenakan bra saat tidur, dapat berdampak buruk pada sistem limfatik. Pakaian dapat membatasi kelenjar getah bening yang ada di area payudara dan ketiak yang menyaring dan mengalirkan kotoran beracun keluar dari tubuh dan merupakan pertahanan tubuh kita terhadap benda asing dan infeksi.
Tidak ada bukti nyata yang membuktikan apakah tidur dengan bra dapat menyebabkan kanker payudara. Namun salah jenis atau ukuran bra bisa mempengaruhi kesehatan. Dengan tali pengikat dan kawat yang menyakitkan, tidur dengan bra di malam hari dapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara).
Dan tanpa adanya bra itu, membuat Evan dengan bebas melakukan aksinya pada dua benda kenyal yang saat ini sudah menjadi salah satu bagian tubuh dari Alaya yang menjadi favoritnya.
__ADS_1
"Sudah malam, sebaiknya kita tidur sekarang, yang lain bisa kita lanjutkan besok...." Evan langsung mengajak Alaya tidur setelah melihat jam di dinding yang menunjukkan hari sudah hampir dini hari, karena setelah hari ini, Evan ingin segera menjalankan rencananya untuk menemukan Kattie dan menangkapnya.
"Apa yang ingin kita lanjutkan? Apa yang hari ini belum cukup membuatmu puas?" Alaya yang langsung menanggapi perkataan Evan dengan senyum menggodanya, membuat Evan yang awalnya sebenarnya tidak fokus pada masalah percintaan mereka barusan jadi ikut terpancing karena kata-kata Alaya yang sengaja menyerempet ke arah sana.
“Kamu ini benar-benar nakal ternyata. Suka sekali menggoda orang.” Evan berkata sambil menggerakkan kepalanya ke arah leher jenjang Alaya, menciuminya sambil tangannya ikut bergerak untuk menggelitik tubuh Alaya yang langsung tertawa terbahak-bahak dengan tubuh menggeliat kesana kemari menahan geli akibat gelitikan Evan.
“Hentikan Evan… please….” Dengan nada memohon dambil tertawadan menahan geli sampai ujung matanya mengeluarkan airmata, Alaya berkata kepada Evan yang tersenyum lebar melihat ke arah Alaya dengan tatapan gemas sekaligus penuh cinta.
“Bagiku, bercinta denganmu, adalah hal yang bisa aku lakukan untuk menunjukkan betapa aku mencintaimu. Bukan sekedar nafsu, tapi aku benar-benar ingin kita saling menyatukan tubuh kita untuk menunjukkan cinta diantara kita, yang mulai detik ini, tidak aka nada satupun orang yang bisa memisahkan kita dengan alasan dan cara apapun. Selamanya, aku akan menjadi milikmu, dan kamu adalah milikku seorang. Kita bukan lagi dua, tapi satu.” Evan ebrakta lembut sambil mengecup pelan bibir Alaya.
“Tidurlah, kamu pasti juga lelah. Seperti katamu, besok pagi akan kita mulai lagi. Dan untuk besok, bagaimana kalau seperti rencana awal kita, kita akan coba gaya lain.” Evan berkata sambil mengedipkan sebelah matanya, karena meskipun awalnya ketika di istana Evan mengatakan tentang gaya lain saat bercinta, pada kemyataannya, setelah bertemu dengan Alaya, dengan hasrat yang begitu menggebu, pada akhirnya mereka tetap melakukannya dengan gaya misionaris.
__ADS_1
(Misionaris merupakan posisi seeee…kkks yang membuat seorang pria bertugas untuk memegang kendali. Gerakan sepenuhnya berada pada kendali pria yang berada di atas. Sementara wanita umumnya bersifat pasif dalam posisi ini. Meski begitu, posisi seeee…kkkks satu ini sebenarnya bisa memberikan keintiman yang mendalam. Kontak kulit ke kulit hingga mata yang bisa saling menatap membuat aktivitas bercinta terasa lebih hangat).
“Besok, kamu bisa mencoba untuk kamu yang memegang kendali dalam kegiatan olahraga ranjang kita. Aku akan pasrah sepenuhnya padamu besok.” Evan kembali berkata dengan tatapan menggodanya, sehingga Alaya dengan cepat meraih guling yang ada di dekat kakinya, dan langsung memeluknya dengan posisi guling menutupi wajahnya yang memerah karena godaan Evan, hampir saja membuatnya menginginkan kembali kegiatan panas itu.
“Mulai sekarang, dilarang memeluk guling, hanya boleh memelukku.” Alaya yang berpura-pura tidur dengan memejamkan matanya sambil memeluk guling, sedikit tersentak karena kata-kata Evan yang diucapkannya sambil menarik guling itu dari pelukan Alaya, melemparkannya keluar dari tempat tidur, dan langsung menarik tubuh Alaya dalam pelukannya kembali.
“Good night my princess… have a sweet dream… I love you….” Evan mengakhiri kata-katanya dengan sebuah pernyataan cinta yang lembut, dan dengan perasaan nyaman, matanya yang mulai terpejam karena rasa kantuknya yang sudah mulai menguasainya.
Untuk beberapa saat Alaya masih terdiam dan merasakan bagaimana nyamannya pelukan Evan yang tangannya sesekali masih mengelus-elus tubuh Alaya, sampai Alaya merasakan gerakan tangan Evan yang terhenti, dan nafas Evan yang mulai terdengar teratur, menunjukkan kalau Evan benar-benar surah tertidur pulas.
“I love you Evan…. Mimpikan aku selalu dalam tidurmu….” Alaya berkata pelan sambil menguap, dan mulai menutup matanya, menyusul Evan yang sudah tertidur dengan wajah tampannya yang terlihat begitu damai dan bahagia, seolah beban berat yang menghimpit pikirannya hilang seketika itu juga, dan bersama Alaya adalah tempat paling nyaman untuk Evan.
__ADS_1