
Beruntung, dengan keberadaan Deanda dan kembalinya Larena di sisinya, serta hadirnya seorang adik seperti Alaya, membuat kehidupan Alvero dipenuhi kebahagiaan.
Apalagi sekarang Alvero dan Deanda sedang menunggu kehadiran putra mahkota yang saat ini masih berada di perut Deanda.
Jika ditanya, untuk saat ini Alvero merasa bahwa kebahagiaannya sudah lengkap dan sempurna, sedangkan dulunya, dia tidak menyangka dia akan bisa mendapatkan hari seperti ini, hari-hari yang dipenuhi dengan kebahagiaan baginya.
“Beberapa waktu yang lalu, Erich dan Ernest melaporkan adanya kunjungan dari orang yang tidak dikenal ke rumah sakit jiwa tempat Eliana di tahan.” Perkataan Alvero, membuat tanpa sadar Evan melepaskan rengkuhan lengannya pada tubuh Alaya, dan menggerakkan kedua tangannya di atas pahanya, dengan telapak tangan saling bertaut, dan tubuh sedikit membungkuk, sebuah tanda bahwa saat ini Evan dalam kondisi begitu serius.
“Satu-satunya keluarga Eliana yang masih bebas karena terbukti tidak terlibat dengan kasus ini adalah baron Amos. Dan jika dia yang mengunjunginya, pasti para penjaga rumah sakit tahu bahwa itu adalah Baron Amos.” Evan langsung menyampaikan pemikirannya.
“Ada satu lagi, putri Desya, tapi rasanya tidak mungkin dia, karena dia sudah pergi dari Gracetian waktu itu. Apalagi, sosok asing itu adalah seorang pria, bukan wanita.” Enzo langsung menambahkan perkataan Evan.
“Sepertinya dia bukan warga Gracetian, karena Erich dan Ernest sudah melakukan klarifikasi terhadap tanda pengenal orang tersebut. Dari situ diketahui bahwa orang misterius itu berasal dari negara Amerika.” Alvero berkata dengan wajahnya yang masih saja terlihat tegang karena pembicaraan ini ada sangkut pautnya dengan Eliana.
“Dari sejarah yang aku ketahui tentang Eliana selama ini, dia memang memiliki hubungan dengan beberapa orang di luar negeri seperti Itali atau Jerman dan Rusia, tapi dia sama sekali tidak pernah berhubungan dengan orang Amerika. Jadi aku merasa cukup heran ada orang yang berasal dari Amerika tiba-tiba datang mengunjunginya di rumah sakit jiwa.” Alvero menghentikan kata-katanya sebentar sambil mengernyitkan dahinya.
“Belum lagi harusnya orang tahu tentang apa yang sudah terjadi pada Eliana sebagai pimpinan pemberontak di Gracetian, sehingga tidak banyak orang yang mengenalnya sekalipun, berani mengambil resiko untuk menemuinya di rumah sakit jiwa jika tidak ingin dianggap sebagai orang yang bersekutu dengannya di masa lalu sebagai bagian dari kelompok pemberontak yang dipimpinnya. Selain baron Amos yang memang adik kandungnya, selama beberapa bulan ini tidak ada orang lain yang datang mengungjunginya.” Alvero kembali melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
“Meskipun itu mungkin hanya sebuah peristiwa kecil dan tidak penting, tapi jika itu tentang Eliana, aku tidak akan tenang jika itu tidak diusut hingga tuntas.” Perkataan Alvero langsung disambut dengan sebuah anggukan kepala oleh Evan.
“Kamu benar, hal sekecil apaun tidak bisa dibiarkan jika itu tentang Eliana. Aku akan segera melakukan pengecekan keamanan di perbatasan, dan menarik semua data tentang orang-orang dari luar yang masuk ke Gracetian dalam waktu sebulan ini.” Evan langsung memberikan tanggapan terhadap hal itu.
“Hal ini, meskipun belum menunjukkan adanya sesuatu yang bisa membahayakan, tapi kita harus selalu waspada jika itu ada kaitannya dengan Eliana.” Evan menambahkan perkataan yang langsung ditanggapi dengan sebuah anggukan kepala tanda setuju dari Alvero dan yang lain.
“Meskipun seekor singa sudah tercabut semua cakarnya, kita tidak boleh melupakan gigi taring yang mungkin masih dimilikinya. Apalagi seekor singa, tetaplah berjiwa pemburu, dengan kecepatan larinya yang akan membuatnya tetap bisa mendapatkan mangsanya saat dia kelaparan.” Alvero kembali berkata sebelum akhirnya menghela nafas panjang, berharap bahwa Eliana tidak akan lagi membuat masalah dan mengacau negara Gracetian lagi.
Kecintaan Alvero terhadap negara Gracetian, membuatnya selalu ingin melindungi negara yang dipimpinnya itu dari segala ancaman baik dari dalam dan luar.
“Aku setuju dengan kata-katamu, karena itu jangan biarkan sing aitu berkeliaran di luar kendang, bertemu dengan para mangsanya kembali.” Evan menambahkan kata-kata Alvero.
“Ah, tidak terasa ini sudah cukup malam. Sebaiknya kita beristirahat karena besok akan ada banyak pekerjaan menanti kita. Apalagi aku secara khusus harus menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan Ornado dan yang lain.” Alvero berkata setelah melirik ke arah jam di pergelangan tangannya.
Bukan tanpa alasan jika tiba-tiba Alvero ingin mengakiri pembicaraan mereka malam ini.
Selain melihat Deanda yang terlihat menguap lebih dari sekali, Alvero tidak mau jika harus berlama-lama di tempat itu sampai Deanda kelelahan, sehingga mala mini dia tidak bisa mendapatkan jatahnya kembali, hal yang sudah dibayangkannya sejak tadi.
__ADS_1
“Benar, aku juga harus segera kembali ke kediaman Carsten, karena terus terang aku tadi lupa memberitahukan kepada mamaku tentang rencanaku mengantarkan Alaya pulang ke istana.” Evan dengan cepat menanggapi rencana Alvero yang ingin mengkahiri pembicaraan mereka hari ini.
Bagaimana aku bisa ingat untuk memberitahu mama, jika sejak tadi sore, aku sudah begitu sibuk menghabiskan waktuku dengan my princess? Mencetak calon cucu untuk mama.
Evan berkata dalam hati sambil tersenyum, karena bayangan tentang percintaannya dengan Alaya tadi sore setelah mereka saling menyatakan cinta mereka kembali.
Dan aku harap, malam ini aku bisa kembali menikmati malam yang hangat dan mendebarkan bersama my princess kembali. Aku akan segera memikirkan cara untuk itu.
Evan kembali berkata dalm hati sambil melirik ke arah Alaya yang wajahnya masih terlihat serius karena memikirkan tentang Hugo maupun Eliana.
Jujur saja, bagi Alaya, pembicaraan malam ini terasa berat baginya, dan membuatnya sedikit pusing, menyadari betapa kehidupan dalam lingkungan istana dan para bangsawan ternyata begitu rumit.
Dan sekarang, posisinya sebagai putri yang telah berubah menjadi seorang duchess membuat Alaya yakin, ke depannya aka nada banyak masalah lain yang harus dia hadapi, apalagi status dia sebagai duchess Carsten, keluarga duke yang dianggap paling berpengaruh di Gracetian selain keluarga Adalvino, yang juga merupakan nama keluarganya.
Apa yang sedang dipikirkan oleh my princess sekarang? Wajahnya terlihat begitu serius. Semoga dia bisa mengerti kalau aku begitu menginginkannya mala mini, sehingga dia bisa bekerjasama denganku untuk mencari cara keluar dari istana mala mini tanpa menimbulkan banyak pertanyaan dari yang lain.
Evan berkata dalam hati sambil mengalihkan kembali pandangan matanya kepada Alvero, berencana untuk mengikuti rencana Alvero untuk segera mengkahiri pertemuan malam ini.
__ADS_1
“Kalau begitu, aku akan pamit terlebih dahulu.” Evan berkata sambil bangkit dari duduknya dengan kepala sedikit tertunduk, menatap ke arah Alaya yang tampak kaget melihat tindakan Evan yang tiba-tiba saja bangkit berdiri dengan sikap terburu-buru seolah-olah tidak ingin lebih lama lagi dengannya.
Padahal, bagi Alaya dia masih begitu ingin bersama Evan, menghabiskan lebih banyak waktu bersama Evan, meskipun hanya sekedar mengobrol, yang penting bsia merasakan keberadaan Evan di dekatnya, sudah membuatnya merasa begitu nyaman sekaligus bahagia dalam waktu bersamaan.