Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
SAMA-SAMA PENTING


__ADS_3

“Ayo Permaisuri Deanda, kita jelaskan pada duke Evan dan yang mulia Alvero sekarang juga, agar mereka berdua bisa segera bertindak untuk Alaya.” Danella berkata sambil menarik pergelangan tangan Deanda, berencana untuk mengajaknya keluar menemui Evan dan Alvero untuk menceritakan tentang kondisi Alaya yang baginya tidak bisa ditunda-tunda lagi untuk cepat ditangani.


Karena rasa khawatir yang begitu besar, Danella tanpa sadar menarik pergelangan tangan Deanda yang membuat mata beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu terlihat kaget dan langsung mengernyitkan mata mereka, karena bagaimanapun status Deanda saat ini adalah seorang permaisuri, orang nomer dua dengan kekuasaan tertinggi di Gracetian, urutan kedua setelah Alvero sebagai raja Gracetian.


Apalagi, mereka jelas-jelas tidak tahu kedekatanhungan antara Deanda dan Danella yang sudah seperti ibu dan anak, membuat mereka berpikir bagaimana lancangnnya Danella memperlakukan Deanda seperti itu.


“Tenang Duchess Danella, biarkan dokter yang menjelaskan kepada duke Evan dan yang mulia Alvero, agar tidak terjadi salah paham tentang kondisi putri Alaya.” Deanda berkata sambil memeluk lengan Danella untuk saling memberikan support satu dengan yang lain, lalu memandang ke tim dokter kembali.


Pelukan Deanda pada lengan Danella membuat mereka yang ada di tempat itu langsung tersadar pada dekatnya hubungan antara Danella dan Deanda, sehingga pandangan mata mereka tidak lagi menatap Danella dengan tatapan mata aneh dan menghakimi tindakan Danella yang tadi menarik pergelangan tangan Deanda yang awalnya dianggap sebagi tindakan yang cukup kurang ajar kepada seorang permaisuri Gracetian.


“Kalau begitu, kita bawa mereka untuk menemui duke Evan dan yang mulia Alvero sekarang.” Danella langsung menanggapi perkataan Deanda dengan tetap mengajak Deanda untuk menjelaskan kondisi Alaya yang baginya sangat mengkhawatirkan.


“Duchess Danella, Anda harus tenang. Lebih baik kita berdua menemui yang mulia Alvero dan duke Evan terlebih dahulu. Setelah mereka berdua memang ingin mendapatkan penjelasan lebih jelas, mereka bisa menemui dokter. Biarkan mereka yang memanggil dokter-dokter ini sendiri.” Deanda langsung mencegah Danella untuk langsung membawa para dokter itu untuk langsung menemui Evan dan Alvero, karena takutnya, mereka sekarang sedang dalam pembicaraan penting.

__ADS_1


Karena bagaimanapun, Deanda tahu alasan Evan pergi ke Goldie Tavisha, dan pembicaraan yang terjadi disana antara Evan dan Red, juga Alexis tadi, tentang hasil pembicaraan itu sudah begitu ditunggu oleh Alvero sejak tadi.


Keterlambatan Evan memberikan laporan kepada Alvero, juga merupakan salah satu alasan yang membuat Alvero yang tadi mengkhawatikan kondisi Alaya akhirnya memutuskan untuk datang ke kediaman Carsten, tempat Evan tinggal.


Karena selain ingin melihat kondisi Alaya yang mengkhawatirkan, Alvero juga ingin membahas hasil pembicaraan masalah pasukan khusus yang sempat tertunda tadi bersama Evan.


# # # # # # #


Semua hal yang dikatakan Evan secara detail tentang rencana Evan bersama Alexis dan Red terhadap pasukan khusus yang sudah mereka buat, mulai dengan sistem perekrutan selanjutnya, jadwal pelatihan, rencana penambahan fasilitas pelatihan dan lain-lain, semuanya membuat Alvero tidak ada alasan untuk menolak atau menghalangi mereka bertiga melakukan semua perbaikan dan perubahan itu.


“Meskipun dana yang harus kita siapkan tidak sedikit, dengan adanya keberadaan pasukan khusus itu, sistem keamanan negara ini akan lebih terjamin Yang Mulia.” Perkataan Evan membuat Alvero menaikkan salah satu ujung bibirnya.


“Kalau hanya masalah uang Duke Evan… Anda tahu kalau negara kita tidak akan mengalami kesulitan sedikitpun untuk memenuhi hal itu.” Jawaban Alvero membuat Evan tersenyum tipis.

__ADS_1


“Bukan masalah besarnya dana yang kita butuhkan yang membuat saya khawatir Yang Mulia… tapi bagaimana keberadaan pasukan khusus itu bisa menjadi sebuah kecemburuan bagi yang lain, yang sama-sama tergabung dalam tentara kerajaan.” Evan meyampaikan pemikirannya, karena bagaimanapun, dia adalah seorang duke dengan status sebagai jenderal besar di Gracetian, yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam bidang kemiliteran yang membawahi semua tentara dan pasukan yang ada di Gracetian.


Dan sebagai pemimpin, Evan harus bisa bertindak adil, dan bisa menjelaskan krpada semua alasan dari keputusan yang dibuatnya dalam ranah militer, agar tidak terjadi gejolak, apalagi selain dia, Evan sadar ada duke lain yang sedang mengincar posisinya, dan selalu berusaha untuk mencari-cari kesalahannya, sehingga lawannya itu bisa menjatuhkannya dari posisinya sekarang.


Karena pasukan khusus yang sedang dibicarakan mereka saat ini, bukan saja dilatih secara khusus, tapi juga mendapatkan semua fasilitas khusus dibanding pasukan pada umumnya tentunya.


“Kalau Duke Evan sangat khawatir dengan itu. Buat saja perekrutan terbuka untuk anggota pasukan khusus, dengan standar yang sudah dibuat oleh Duke Evan, tuan Red maupun tuan Alexis. Jika mereka merasa mampu silahkan mendaftarkan diri untuk melewati screening dan ujian yang sudah kalian tetapkan, jadi mereka yang gagal tidak lagi akan cemburu karena mereka terbukti tidak mampu untuk memenuhi semua persyaratan sebagai anggota pasukan khusus.” Pemikiran Alvero membuat Evan langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju.


“Kalau begitu untuk masalah itu, saya akan membicarakannya ulang bersama dengan tuan Red dan tuan Alexis….”


“Sebagai orang yang pernah menduduki posisi tinggi di tim pengawal eksklusif kerajaan pada jaman pemerintahan yang mulia Vincent waktu itu, tuan Red maupun tuan Alexis adalah dua orang yang kemampuannya dalam melatih pasukan sangat bisa diandalkan. Serahkan saja proses screening itu pada mereka, karena dalam waktu dekat Duke Evan harus fokus pada pernikahanmu dengan putri Alaya.” Alvero langsung berkata sebelum Evan melanjutkan kata-katanya.


“Baik screening tambahan para anggote pasukan khusus, maupun pernikahan duke Evan dengan Alaya, dua hal itu bagiku adalah hal penting yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Harus segera diaturkan dengan sebaik mungkin.” Perkataan selanjutnya dari Alvero, membuat Evan sedikit termenung, karena perkataan Alvero membuatnya memikirkan tentang kondisi Alaya yang sampai saat ini, dia belum mendapatkan info apapun dari tim dokter yang sedang berusaha untuk membantu Alaya sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2