Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RASA PENASARAN KATTIE


__ADS_3

Hingga sampai waktu mempertemukan mereka kembali di Gracetian, Alaya memang tidak pernah sekalipun terlihat dekat dengan laki-laki lain, terus setia menunggu kedatangan Evan, menjaga hatinya hanya untuk Evan, dan tidak pernah terpikirkan sedikitpun oleh Alaya, bahwa ketidakhadiran Evan kembali ke sisinya karena Evan tidak ingat lagi padanya, karena hipnoterapi yang sudah dilakukan oleh Kettie pada Evan.


Saat tanpa sengaja Alaya membaca-baca berita tentang kerajaan Gracetian, Alaya yang melihat foto Evan sebagai duke dari Gracetian, langsung sadar itu adalah Evan yang sama, kekasihnya yang sudah berjanji padanya untuk kembali, namun hingga saat Alaya membaca tentang artikel itu, belum pernah sekalipun Evan datang kembali padanya.


Setelah mengetahui keberadaan Evan, ditambah dengan cerita dari Alexis dan Larena yang akhirnya jujur tentang siapa mereka sebenarnya, membuat Alaya membulatkan tekad untuk pergi ke Gracetian, meskipun pada akhirnya dia mendapati bahwa Evan tidak lagi mengenalinya, membuat Alaya juga bersikap seolah tidak mengenal Evan, seperti yang pernah dikatakannya pada Evan waktu itu.


# #  # # # # # #


“Siapa sebenarnya gadis itu? Sepertinya dia bukan salah satu dari keturunan bangsawan Gracetian. Kalau tidak, aku pasti sudah mengenalnya, karena aku tahu semua gadis keturunan bangsawan yang ada di Gracetian.” Kattie bergumam pelan sambil berdiri, merenung di salah satu sisi tembok bangunan restoran itu, di bagian dimana Evan tidak bisa melihat sosoknya.


Seperti kata Kattie, dia memang mengetahui banyak info tentang semua gadis keturunan bangsawan yang ada di Gracetian, terutama yang masih lajang, belum menikah.


Bukannya tanpa alasan Kattie menggali semua info itu, karena semuanya dia lakukan untuk bisa mengawasi semua gadis bangsawan itu, agar tidak ada satupun yang memiliki kesempatan untuk mendekati Evan.


“Apalagi dia terlihat begitu dekat dengan duke Evan. Kalau dia adalah salah seorang gadis yang tinggal di Gracetian, pasti aku akan tahu lebih awal tentang kedekatannya dengan duke Evan.” Kattie kembali bergumam pelan, sambil mengigit bagian bawah bibirnya dengan sikap tidak tenang, kakinya beberapa kali tampak bergerak-gerak, menunjukkan tanda bahwa saat ini dia sedang khawatir.


Dengan semua usaha yang pernah dilakukannya untuk bisa mendapatkan Evan, rasanya Kattie beanr-benar tidak rela jika tiba-tiba saja muncul gadis cantik dan tidak dikenalnya yang bisa bersikap begitu mesra pada Evan, dan jelas-jelas Evan tidak merasa keberatan dan justru membalas sikap mesra gadis itu padanya, dengan tidak kalah mesranya.

__ADS_1


“Bagaimana bisa duke Evan menjalin hubungan dengan seorang gadis biasa yang bukan keturunan bangsawan seperti itu? Apa di Gracetian tidak adalagi gadis keturunan bangsawan yang bisa menarik hatinya? Sebagai seorang duke, harusnya dia memilih dengan hati-hati siapa gadis yang boleh dekat dengannya.” Kattie terus bertanya-tanya dengan sikap mengomel, sampai akhirnya dia melangkah menjauh dari restoran itu, untuk mencari tempat yang bisa dia gunakan untuk menenangkan pikirannya saat ini.


Untuk waktu yang lama, Kattie memilih untuk duduk melamun di bangku beton sebuah taman yang terlihat teduh, sambil matanya menatap kosong ke depan, melamunkan tentang Evan dan gadis cantik yang duduk disampingnya, yang sedari tadi sungguh membuat pikirannya kacau balau dan tidak tenang.


Kattie masih berniat melamun, sampai dilihatnya sosok gadis cantik yang tadi pergi bersama Evan, sedang berjalan tidak jauh dari posisinya duduk sekarang.


Gadis itu tampak sedang berjalan bersama dengan seorang gadis lain, yang merupakan teman kuliahnya.


Memang setelah makan siangnya dengan Evan selesai, Alaya berjanji untuk bertemu dengan teman kuliahnya untuk mengerjakan tugas dari dosen mereka secara berkelompok, dan mereka memiliki janji dengan yang lain untuk berkumpul di taman itu setelah jam makan siang.


Gadis itu! Aku harus segera mencari cara untuk mencari keterangan tentang apa hubungan gadis itu dengan duke Evan, selagi dia tidak lagi bersama dengan duke Evan yang pasti akan bisa langsung mengenaliku.


(Syal adalah kain pakaian sederhana, dipakai secara longgar di atas bahu, tubuh bagian atas dan lengan, kadang-kadang juga di atas kepala. Biasanya berupa sehelai kain persegi panjang, sering dilipat untuk membuat segitiga tetapi juga bisa memang berbentuk segitiga dari awal. Syal berasal dari bahasa Persia yang artinya pakaian yang sederhana.


Sayeed Ali Hamadani. Ialah orang pertama yang membuat syal dengan merajut benang wol di Kashmir. Hamadani sendiri bukan orang Kashmir, melainkan dari kota Hamedan di Iran, Persia.


Di abad ke-14 itu ia melintasi Kahsmir dan melihat betapa indah pemandangannya. Cuaca daerah itu sangat tepat dijadikan peternakan kambing. Hamadani mengunjungi Ladakh yang merupakan daerah di Kashmir penghasil kambing unggulan.

__ADS_1


Bulu kambing di Ladakh tadi dikenal akan warnanya yang putih dan halus. Melihat hal tersebut, Hamadani mengembangkan usaha syal yang kemudian terkenal bahkan sekarang hingga ke seluruh dunia.


Berkat usahanta itu pada 2014 lalu UNESCO menobatkan Sayeed Ali Hamadani sebagai tokoh berpengaruh dalam sejarah. Ia dianggap berperan penting mengubah Kashmir menjadi lebih baik, dari segi ekonomi, seni dan budaya).


Setelah mencoba merubah penampilannya agar tidak mudah dikenali, Kattie berjalan mendekat ke arah Alaya yang sudah duduk di bangku taman dengan beberapa teman-teman kuliahnya, yang langsung menyapa Alaya dan seorang temannya lagi yang tadi datang bersama dengan Alaya.


“Apa kamu sudah mendapatkan bahan yang menjadi bagianmu Alaya?” Salah seorang dari teman Alaya yang sudah lebih dahulu duduk di tempat itu langsung bertanya kepada Alaya yang langsung tersenyum lebar.


“Tentu saja, kalian tidak perlu khawatir.” Alaya yang memang merupakan mahasiswi yang dikenal pintar itu langsung menenangkan teman-temannya, karena tugas kali ini memang tidak mudah meskipun dikerjakan oleh beberapa orang sekaligus.


Mendengar jawaban dari Alaya, teman-temannya yang lain langsung ikut tersenyum lebar.


Dengan kemampuan finansial yang dimiliki oleh Alaya, memang bukan hal sulit bagi Alaya untuk mencari sumber-sumber info yang berkaitan dengan tugasnya, dengan melibatkan beberapa ahli yang bahkan berasal dari luar negeri.


“Kalau begitu…. Akh…” Salah seorang teman Alaya yang tadinya berjalan bersama Alaya setelah keluar dari restoran langsung menghentikan kata-katanya sambil terpekik pelan, karena seseorang yang dirasanya sudah menabrak tubuhnya dari arah belakang, sehingga dia hampir terjatuh.


“Eh….” Dengan gerakan sigap, Alaya segera memegang bagian lengan bawah tangan temannya itu, dan menahannya agar tubuhnya tidak terjatuh.

__ADS_1


“Ah… maaf….” Kattie yang tadi sengaja berpura-pura sedang mencari-cari alamat dengan memegang selembar kertas yang membuatnya terlihat tidak fokus saat berjalan, langsung meminta maaf begitu dia dengan aktingnya, menabrak salah satu dari teman Alaya tersebut.


__ADS_2